#TheGrandFinale

Setelah semua drama #SepangClash akhirnya #ValenciaGP menobatkan Jorge Lorenzo sebagai juara dunia motoGP 2015 . 

Lorenzo memang telah menunjukkan dominasinya sejak di FP sampai kualifikasi. Bahkan dia mencetak fastest lap 1:30.011 di Q2.

The best lap of my life

Begitu kata Jorge. Ironisnya, di saat Jorge tampak begitu santai dan yakin menang…Rossi justru jatuh saat Q2 

Sejak mengamati Rossi di FP Jumat, gue kagum sih. Keliatan sekali dia berusaha keras untuk mendapatkan set-up motor yang optimal. Set-up memang sangat penting  utk race di Valencia karena dampaknya adalah ke efisiensi ban. Tapi sayangnya Rossi harus mengakhiri sesi Q2 dengan low-side. 

IT’S THE RACE DAY! FINAL RACE OF THE SEASON! 

Gak biasa-biasanya banyak jurnalis berkumpul di grid belakang. Biasanya posisi front row lah yang banyak disorot. Penyebabnya Valentino Rossi. Semua mata memang tertuju pada Jorge Lorenzo & Valentino Rossi. Mungkin Rossi ceritanya lbh menarik karena dengan keuntungan 7 poin di atas Jorge sebelum #TheGrandFinale , di race pamungkas ini The Doctor akibat akumulasi penalti poin harus start di posisi 26. 

Melihat catatan waktu sampai Q2, di atas kertas udh pas gelar juara dunia 2015 menjadi milik Jorge. Dia pole position, strong starter & konsistensinya luar biasa. Vale? Dia harus melewati banyak rider. Meski gue fans Rossi tapi berdasar performance.. 99,9% gelar juara milik Jorge. 

Benar saja, saat race dimulai Jorge lgs melesat dengan dibayangi duo Honda : Marquez & Pedrosa. Kamera lbh sibuk menyorot perjuangan Rossi yang startnya sangat baik di race final ini. 7 rider langsung dilewati. Satu demi satu rider di-overtake. Sampai akhirnya Rossi sampai ke posisi 4. Sayangnya, gap antara Rossi dan Pedrosa yang di posisi 3 saja sudah sangat jauh. Mustahil utk terkejar. Beda ceritanya kalau race ini terjadi di era motoGP yg belum secanggih skrg elektroniknya. 

Rossi hanya bisa bertahan di posisi 4. Sementara di top 3, Pedrosa memang sempat drop lap times nya karena katanya sih menyimpan ban. Marquez jadi rider yang sangat manis, berbeda sekali dengan gayanya di Sepang yang begitu agresif. Sebetulnya Marquez yang gue tau, selalu punya determinasi tinggi untuk menang. Bahkan lap times nya pun lbh baik dr Lorenzo di lap-lap akhir. Tapi akhirnya keluar juga sih ciri khas Marquez yg balapnya ‘galak’, tepat ketika Pedrosa ingin melakukan overtake dan mendekati Marquez bahkan Lorenzo…tapi dengan sigap Marquez menutup jalurnya. Tapi mungkin aja Marquez mengikuti unwritten rule yg konon mengatakan utk menghormati rider yg sedang race utk gelar juara dunia. 

Akhirnya Lorenzo finish di podium tertinggi sekaligus mengukuhkan diri jd juara dunia motoGP musim 2015. Ini adalah gelar juara dunia ke-3 utk Lorenzo. Vamos Jorge! 

  
pic courtesy of : Jorge Lorenzo official twitter account

Melihat lap times & manuver ke Pedrosa, jujur gue berpikir : apa Marquez mengawal Lorenzo? Yatapi lap times kan cuma data yang gak bisa membuktikan apa2. Pasca race, Rossi menggelar press conference & menyatakan kekecewaannya terhadap Marquez : 

http://www.foxsports.com/motor/story/motogp-valentino-rossi-valencia-reaction-marc-marquez-110815

Tidak sedikit orang yang melihat keanehan di #TheGrandFinale ini. Banyak komen yang seakan memojokkan Marquez, tapi ada juga komen yang mengkritik Rossi seakan ingin menyatakan bahwa dia adalah sore loser. 

Sepang aja sampe skrg masih rauwis-uwis debatnya. Masa nambah materi debat lagi? Mana yang benar?  Tidak ada yang tau. Bisa jadi tuduhan Rossi pasca race benar, bisa juga tidak. Mestinya Rossi bisa menahan diri? gak usah ngomong seperti itu? Menurut gue…haknya Rossi utk menumpahkan kekesalan, sama halnya Marquez juga punya hak utk race dgn gaya apapun dan dengan motif apapun. Kita adalah penonton yang masing2 punya penilaian yang bisa jd obyektif atau sangat subyektif. Apakah #TheGrandFinale tontonan yang seru, antiklimaks, memalukan, menyedihkan atau membanggakan? Semua tergantung pandangan masing2 dan kita tidak bisa memaksakan pandangan kita ke orang lain.

Sama juga dgn tanggapan penonton. Gue pun meski sudah sangat berusaha netral, tetap mendapat beberapa hujatan karena dianggap gak netral, bahkan dapet makian kasar. Padahal gue paham banget masing2 rider punya fans fanatik yg gampang panas…makanya gue selalu hati2, tapi ya nyatanya masih aja ada yg kasar mulutnya. Silakan aja sih mau berpendapat apa, mau memaki juga boleh. Toh yang memaki juga gak akan mendapat apa2 kok, gak akan bikin dirinya lbh baik juga dr yg dihujat. Rasa kemenangan kecil yang didapat dari menghujat cuma sesaat kok, sisanya cuma hati yg selalu panas dan gak tenang krn penuh rasa benci. Akhirnya? Capek sendiri…

Gue lbh memilih utk melihat sisi baik #ValenciaGP .Capek sendiri kalo terus menerus membungkus hati dgn rasa marah & kekesalan plus ngajak berantem orang yang dianggap gak sepaham pemikirannya. Gue lbh suka melihat kerja keras Valentino Rossi merangkak dr posisi 26 sampai akhirnya sampai di posisi 4. 

He showed us that he’s a real fighter. He inspired me to never stop trying no matter how hard things are.

Ternyata gue bukan satu2nya yang mengagumi kerja keras Rossi di #TheGrandFinale . Tapi ternyata banyak sekali orang yang mengagumi usahanya di hari itu. 

You are the people’s CHAMPION,Vale! 

There’s much more dignity in defeat than in the brightest victory -Phoenix-

  
Pic courtesy : Yamaha Indonesia 

   
    
 

Valencia Expectation 

Selain Joni Lono, orang yang pengen banget gue ajak berdiskusi soal #SepangClash adalah Matteo Guerinoni. Sebenernya udah berkali-kali janjian ketemu tapi pas gak cocok terus waktunya. Eh malah pas gak janjian malah ketemu. 

Jadi apa isi perbincangan kita? Hmm…yaaa ini sih udah jelas obyektifitasnya diragukan. Hahahahahha. Manalah diskusinya bukan di TV, jadi bebaaaass! 

Pendapat Matteo pribadi sih poinnya ini : 

1. Rossi salah karena seharusnya bisa jaga emosi 

2. Marquez kacau sekali dan provokator. Ambisinya Marc membawa dia jadi sirik 

3. Race direction seharusnya mengkumpul riders tersebut sebelum race dan kasih warning supaya waspada. Suasana dari Philip Island sudah panas dan tensinya tinggi.

*ini gue copy paste langsung dari Matteo*

Kita banyak juga bahas soal tulisan media-media Italia, tentu Matteo yang jadi penerjemah

Tapi kesimpulannya adalah : kita berdua sepakat  bahwa….

Rossi akan bertarung 110% di Valencia. 

Gue pribadi sih gak ngarep lah Rossi bisa jd juara dunia, karena memang udah tipis banget harapannya. Tapi yang gue harapkan dia bisa tampil dengan sangat maksimal. Karena toh gak ada beban kan? Start dr paling belakang, usaha aja semaksimal mungkin. Just have fun on this finale. He has nothing to lose. 

Gue pun udah yaaaa biasa aja. Mau ada teori konspirasi kek, rumor ini itu kek. Siapa duluan nyenggol siapa kek, yang jelas ini adalah balapan..apapun bisa terjadi di sini. Gue cuma mengharapkan Rossi bisa memberikan kemampuan terbaiknya di Valencia & menutup musim penuh drama ini dengan spektakuler. 

You opened this season with a superb performance at Losail, now let’s end it with a BANG! I still believe in you,The Doctor!