#SepangClash versi Bahasa Indonesia

Jadi ya guys, kenapa gue awalnya nulis postingan dengan bahasa Inggris karena mau menyertakan quotes dr Mike Webb (race director motoGP) & Valentino Rossi. Supaya nyambung gitu loh. Tapi gue akan coba menuliskan lagi pendapat gue pribadi dengan bahasa Indonesia.

Sebetulnya memerlukan keberanian juga sih untuk menulis postingan ini, karena gue paham sekali bahwa mungkin saat ini baik fans Valentino Rossi, Marc Marquez bahkan mungkin Jorge Lorenzo sedang mudah sekali tersulut emosi. Yah gimana enggak, kemaren pas kejadian aja di on air gue bilang untuk sabar sambil menunggu hasil penyelidikan race direction, udh ada yg mention gue di twitter dgn tuduhan gue lbh belain Rossi karena terkait sponsorship. Lah kalo bener krn sponsor sih justru gue belain Rossi banget. Lawong hasil penyelidikannya aja belum ada, masa udh berpihak? Yaaa tapi anggep aja yang komen begitu, karena lg kurang piknik deh 😁

Oke. cukup preambule nya ya…

Mike Webb, race director motoGP mengungkapkan hasil penyelidikan #SepangClash . Setelah melihat rekaman video dari berbagai angle & mendengar langsung dari Rossi & Marquez, disimpulkan bahwa :

*Kedua rider punya kontribusi atas kejadian ini.

*Manuver yang dilakukan Marquez memang agresif atau mungkin bisa dianggap memprovokasi, tapi semuanya dilakukan dengan tidak melanggar peraturan apapun

*Rossi memang terprovokasi dan memang ingin membuat Marquez melebar (bukan sengaja ingin menjatuhkan)

Itu 3 kesimpulan penting yang diungkap, lengkapnya bisa kalian baca di crash.net

Poin di klasemen sampai saat ini tetap sama. Tidak ada pemotongan poin, Rossi masih memimpin 7 poin dr Lorenzo. Rossi diganjar penalti 3 poin. Karena sudah ada 1 poin sebelumnya dari seri Misano, jadi dengan akumulasi tersebut menurut peraturan Rossi harus start di grid terbelakang di seri selanjutnya. Yang adalah Valencia, yang adalah seri penentu juara dunia motoGP musim 2015. Sungguh sebuah antiklimaks buat gue, akhir yang sedih. 

Sejujur-jujurnya, kalian pasti juga udah tau kalo gue adalah penggemar Valentino Rossi. Sejak Marquez menunjukkan agresivitasnya ke Rossi, gue udah deg-degan. Udah tau lah pasti ini akan ada yang DNF. Saat itu pula ingatan langsung melayang ke pre-event press conference Kamis lalu, saat Rossi melemparkan tuduhan bahwa Marquez ‘membantu’ Lorenzo untuk jadi juara dunia musim ini. Di saat otak gue sedang menerka apa yang akan terjadi…Marquez terjatuh. Liat dari replay, sekilas terlihat Rossi seperti menendang Marquez. Saat ini gue juga langsung mikir : Kok Rossi gitu? Iya…itu reaksi gue saat itu.Jujur.

Kemudian, gue mulai coba untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Buat gue, segimanapun kita mengidolakan seseorang tentu mesti berusaha untuk melihatnya seobyektif mungkin. Susah sih, karena akan jauh lebih gampang untuk mengikuti emosi dan menyalahkan salah satu pihak dan jelas yang disalahkan (biasanya) bukan sang idola.

Menurut gue, apa yang dilakukan Marquez secara teknis memang tidak salah. Sependapat dengan Mike Webb, apa yang dilakukannya memang tidak melanggar aturan apapun. Trus, gimana kalo memang dia ternyata bener bantuin Lorenzo seperti yang dituduhkan Rossi? Kita bisa aja bilang gak sportif, curang atau apapun…tapi mari dipikir lagi dengan jernih. Apapun motivasinya Marquez, siapa yang bisa melarang? Apa yang ada di kepala masing-masing rider saat balapan terjadi, hanya mereka sendiri yang tau. Bagaimana hubungan antar rider di luar track juga mereka sendiri yang tau pasti. Fans nya Rossi boleh aja menganggap Marquez tidak sportif, tapi nyatanya pihak motoGP tidak menganggap tindakannya menyalahi aturan. Mungkin memang memprovokasi, tapi tidak aturan yang dilanggar.

Apa benar Rossi dengan sengaja ingin menjatuhkan Marquez? Silakan koreksi kalau gue salah, tapi Rossi bukanlah seorang rider yang dikenal punya ciri khas riding style yang membahayakan rider lainnya. Beda dengan Almarhum Simoncelli yang memang masih lekat di ingatan kita betapa nekatnya dia ketika berlaga di track. Yaaa bukan berarti Rossi gak bikin rider lain gerah sih… tuh…dapet salam dari Biaggi! Hahahha….

Malahan Marquez di tahun 2013 pernah mendapat kritik keras dari Lorenzo soal riding style nya yang membahyakan rider lain. Silakan baca artikelnya –>  http://www.autosport.com/news/report.php/id/110271 .

Dalam press conference pasca race, ini yang dikatakan Rossi :

“Marquez knows it wasn’t red mist that caused the incident. It’s very clear from the helicopter footage that I didn’t want to make him crash, I just wanted to make him lose time, go outside of the line and slow down, because he was playing his dirty game, even worse than in Australia. When I went wide and slowed down to nearly a stop, I looked at him as if to say ‘what are you doing?’. After that we touched. He touched with his right underarm on my leg and my foot slipped off the foot peg. If you look at the image from the helicopter it’s clear that when my foot slipped of the foot peg, Marquez had already crashed. I didn’t want to kick him, especially because, if you give a kick to a MotoGP bike, it won’t crash, it’s very heavy. For me the sanction is not fair, because Marquez won his fight. His program is OK because he is making me lose the championship. The sanction is not good, especially for me, because I didn’t purposefully want to make him crash, I just reacted to his behaviour, but I didn’t kick him. You can’t say anything in the press conference, maybe it changes something, but to me this was not fair, because I just want to fight for the championship with Jorge and let the better man win, but like this that’s not happening. Like I said, I didn’t want to make Marquez crash, but I had to do something because at that moment Jorge was already gone. The championship is not over yet, but this sanction cut me off by the legs and made Marquez win.”

Kata-kata : Marquez win, bikin gue patah hati. Rossi pun bilang bahwa penalti 3 poin itu seperti memotong kakinya dan membuat Marquez menang.

Yamaha juga sudah mengajukan banding atas sanksi yang memberatkan Rossi ini, tapi ditolak. Silakan baca juga tanggapan Lin Jarvis atas kejadian ini. Menarik banget sih : http://www.motogp.com/en/news/2015/10/25/sepangclash-jarvis-reacts/188527

Mungkin benar, jika dilihat dari sudut heli-cam ceritanya beda. Tapi dari video yang paling banyak beredar,menempatkan Rossi di posisi yang sulit. Gak sedikit orang yang mungkin awalnya mengidolakan Rossi, jd berbalik menghujat. Sekali lagi, Rossi adalah target empuk saat ini. Posisinya benar-benar tidak menguntungkan.

Jadi mana yang benar? Buat gue..ini benar-benar hanya Marquez dan Rossi yang tau, Video dari angle manapun nampaknya akan sulit untuk memecahkan misteri ini. Gue tidak bisa menghujat Marquez, tidak bisa juga mendadak kehilangan respek terhadap Valentino Rossi.

#SepangClash left me numb

The penultimate round. That’s what everyone said about #MalaysianGP .

Rossi came to Sepang with an advantage 11 points ahead Lorenzo. All eyes are on these two amazing riders. The tension is in the air. Well actually, I could sense the tension all the way from round 16 in Phillip Island. Especially from Rossi. From what I saw, The Doctor is not as playful & relax as usual but he tried to look casual. But I can tell he was under a lot of pressure. 

Started the 2015 season with a superb performance in Losail, Rossi is a strong contender to be The World Champion for the 10th time. As his fan, I’m so happy to see his doing quite well race after race. Until…..

Misano

Personally I was so sure that Misano is going to be the circuit where Rossi will gain 25 points. To secure his spot at the top. But turned out, the race result was not as I expected. It was a flag to flag race due to track’s changing conditions. Marquez won the race. Rossi was in 5th position. Truth is, this is where my gut told me that things might get a little harder for him to clinch the title. 

And now here we are..hours after witnessing the most intense motoGP battle. The tension sparked on Thursday when Rossi accused Marquez was helping Lorenzo in Phillip Island. Both Spaniard denied the accusation. On FP sessions Rossi looked very iritated with Marquez being around him. The climax of the Sepang drama happened on race day. 

The intense battle between Rossi & Marquez left my heart pounding. Until the incident…well I don’t know if that’s the correct  word for it. But yeah..you know what I mean…

I was speechless. Yes,I want Rossi to clinch The World Champion for the 10th time. I really do, but I think what he did was very unnecessary. 

Let’s (try to) be fair & objective. Let’s just say that maybe..just maybe the accusations were true. That Marquez was helping Lorenzo to clinch the title, hence the aggressive riding towards Rossi. Yes..as a Rossi fan, I didn’t  like to see that kind of aggressiveness. But just like Mike Webb, the race director said

We heard from both riders. Marquez told us that he was just riding his normal race and minding his own business, making passes on Valentino without contact. Which is true. And that he had no intention of disturbing Valentino. 

“Valentino on the other side said it was clear to him that Marc was deliberately slowing down the pace and making it difficult for Valentino to race. That he deliberately ran wide in the turn in order to give himself an advantage in order to get away from Marquez. 
“Finally, we actually believe there is fault on both sides. 
“Despite what Marquez said we think he was deliberately trying to affect the pace of Valentino. However he didn’t actually break any rules. Whatever we think about the spirit of the championship, according to the rule book he didn’t make contact. His passes were clean. He rode within the rules. 
“Valentino reacted to what he saw as provocation from Marquez and unfortunately his reaction was a manoeuvre that was against the rules. It’s irresponsible riding causing a crash. We believe the contact was deliberate. He says he did not want Marquez to crash, but he did want to run him wide.” 

-Fault on both sides
-Technically Marquez didn’t break any rules, his passes were clean

-Rossi was provoked & he did want to make Marquez run wide

What’s inside my head? This is the truth.Yes, I was furious to see what Marquez did to Rossi. For a moment there, I really thought the accusation was true. But..IF it was true, it’s Marquez right to do so. It might not be a pleasant behavior but once again he didn’t break any rules. We never know what’s inside the rider’s head when he’s on the track, right? Who can really know for sure what his motives are. Then again, he was aggressive (maybe even deliberately provoking) but he’s doing it without breaking any rules. 

That puts Rossi in a very tough spot. He was given 3 penalty points & since he already has 1 penalty point, The Doctor has to start the season finale from the back of the grid. 

Devastated.

Just got a quote from Rossi after the race from the press conference:

“Marquez knows it wasn’t red mist that caused the incident. It’s very clear from the helicopter footage that I didn’t want to make him crash, I just wanted to make him lose time, go outside of the line and slow down, because he was playing his dirty game, even worse than in Australia. When I went wide and slowed down to nearly a stop, I looked at him as if to say ‘what are you doing?’. After that we touched. He touched with his right underarm on my leg and my foot slipped off the foot peg. If you look at the image from the helicopter it’s clear that when my foot slipped of the foot peg, Marquez had already crashed. I didn’t want to kick him, especially because, if you give a kick to a MotoGP bike, it won’t crash, it’s very heavy. For me the sanction is not fair, because Marquez won his fight. His program is OK because he is making me lose the championship. The sanction is not good, especially for me, because I didn’t purposefully want to make him crash, I just reacted to his behaviour, but I didn’t kick him. You can’t say anything in the press conference, maybe it changes something, but to me this was not fair, because I just want to fight for the championship with Jorge and let the better man win, but like this that’s not happening. Like I said, I didn’t want to make Marquez crash, but I had to do something because at that moment Jorge was already gone. The championship is not over yet, but this sanction cut me off by the legs and made Marquez win.”

Logically, it is a bit hard to kick down a 150kg-ish bike don’t you think? 

Oh this drama just left me numb.

Reporting LIVE from #AustralianGP 

Setelah bertahun-tahun jd host #motoGP di Trans7 akhirnya gue punya kesempatan untuk meliput langsung ke salah satu seri di musim 2015 ini. 

Adalah Phillip Island-Australia yg menjadi tempat diselenggarakannya seri ke-16 #motoGP 2015. Kebetulan gue sekeluarga masih punya visa dr Australia, jd untuk keperluan ijin relatif lbh mudah untuk Trans7 memberangkatkan gue (dan keluarga). 

Kita berangkat tanggal 12 Oktober 2015 jam 10.30 malam langsung menuju Melbourne. Paginya begitu sampai langsung menuju hotel sekaligus persiapan untuk liputan. 

Kamis kita mulai bekerja. Langsung menuju Phillip Island untuk mengejar beberapa interview. Perjalanan ke sirkuit ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Sepanjang perjalanan yaaa…pemandangannya banyak peternakan wagyu dan hamparan rumput dan bukit2 kecil. Sesampainya di sirkuit….
AKU MULAI DEG-DEGAN! 

   
    
    

    
 
MotoGP PADDOCK! 

This is it guys! I made it! My heart was racing when I see this sign. 

Kunjungan pertama, tentu ke paddock dong! Tim Yamaha jadi tujuan utama. Di Phillip Island, masing-masing paddock tertulis data lengkap tiap rider plus ada trivia nya. Seru deh! 

   
    
 
Setelah melihat-lihat keadaan sekitar paddock, tujuan selanjutnya adalah media center. 

Di sinilah tempat para jurnalis yang meliput motoGP bekerja. Begitu masuk, kita disapa officials dgn ramah. Disediakan locker, meja kerja juga tinggal pilih mau yang mana. Di dekat pintu masuk sudah tersusun rapi semua data statistik yang sekiranya diperlukan oleh media. Setiap meja kerja sudah dilengkapi dengan power outlet. Wi-Fi yang sinyalnya membahagiakan juga sangat membantu pekerjaan jurnalis. Urusan makanan? Ish…tenaaaang! di bagian belakang ruangan ini tersedia kulkas besar berisi beragam jenis minuman plus sandwich, ada juga beragam kue kering, muffin dan beragam makanan ringan lainnya. Mau ngopi? ada mesin kopi dengan barista handal yang siap meracik kopi apapun yang kita minta. Latte, cappuccino atau flat white? Tinggal minta! 

   
 
Kunjungan hari pertama ke Phillip Island ini diisi dengan jadwal interview dgn Press Officer tim Forward Racing, Laura Beretta. Dia menjelaskan seperti apa pekerjaan seorang press officer. Bahkan kita sempat melihat juga paddock tim Forward Racing & datang ke salah satu kantor tim ini. Eh pas di dalem ada Toni Elias yang kebetulan lagi santai-santai. Jadi bisa ngobrol & foto2 deh 😁

   
  
Next? 

Interview sang juara dunia #moto2 musim 2015, ZARCO! 
Rider ini bisa dibilang salah satu favorit gue musim ini. Konsistensi nya luar biasa, timnya solid & hasilnya memang manis…dia berhasil jd juara dunia! Udah lama banget Perancis gak punya rider yang prestasinya secemerlang Zarco. Perbincangan kita lbh banyak ke soal tahun depan, siapa rider yang menurut dia akan menjadi pesaing beratnya. Dia cuma sebut 1 nama : Alex Rins

  

Selesai jadwal di hari ini, kita siap2 untuk kembali lagi ke Melbourne. Pas mau pulang eh kok pas banget ketemu sama…. JORGE LORENZO! yaaa langsung gue aja foto laaaah! 😂 Jorge juga dgn senang hati foto bareng. Sempet ngobrol dikit, pas gue bilang kita dari Indonesia, lgs nyerocos dia : Indonesia keren, saya cinta Indonesia (plus sebutin nasi goreng, ganteng..ganteng..ganteng) 😂😂😂

Iye mas..situ ganteng kok! ASLIK! 

   

Buat penggenar motoGP, setiap sesi di sebuah seri pasti diperhatikan. Tiap sesi free practice diamati seksama karena bisa jadi semacam intipan kesiapan rider saat race. Hari Jumat itulah jadi hari pertama gue bisa melihat free practice secara langsung. Ternyata udah menegangkan loh! Paddock yang paling dikerubungi media adalah milik Yamaha. Ya abeees? Baik Valentino Rossi maupun Jorge Lorenzo adalah kandidat terkuat untuk jadi juara dunia tahun ini. All eyes are on them

   
    
   
Kubu Repsol Honda gimana? Menarik sik…soalnya di Phillips Island ini mereka keliatannya sedikit tertutup. Begitu rider & motornya masuk box, langsung ditutupin gitu pakai partisi 

  
mungkinkah lagi ngetes sesuatu untuk persiapan musim depan? yaaa siapa tau…

Tapi gue tetep bisa kok foto2 keadaan paddocknya…meskipun gak sebebas di kubu Yamaha 😁

   
    
 
Ketika race day tiba, ini saat yang menegangkan buat kita. Jadi tujuan utama tim Trans7 berangkat ke Phillip Island bukan cuma untuk liputan untuk tayangan Highlights MotoGP, tapi kita pengen bikin sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya : LIVE report dari sirkuit! 

Biasanya kalo tim kita meliput suatu seri, ada sih live report..tapi biasanya lewat telpon. Sebelum berangkat gue udah bawel banget ke Median, tim motoGP Trans7 untuk cari cara supaya kita bisa LIVE! Pokoknya harus bisa 😁. Sejak Kamis kita sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari test alat, cari blocking-an yang bagus secara visual dan mendukung secara sinyal. 

Ada satu kejadian di balik layar yang gak banyak orang tahu. Pagi hari tepat ketika kita sampai di sirkuit, camera person kita…Mas Tedjo mendapat kabar bahwa Ibundanya mendadak meninggal dunia. Mas Tedjo saat itu tentunya kalut, bingung & sedih luar biasa. Medi & gue sudah siap dgn kemungkinan terburuk, yaitu meniadakan live report. Pilihan sulit tapi jelas kita tidak bisa memaksakan Mas Tedjo untuk bekerja. Tapi ternyata…Mas Tedjo memutuskan untuk tetep menjalakankan tugasnya. Kita tetap meneruskan rencana semula. Bahkan yang rencananya hanya 2 kali LIVE, tambah jadi 3 kali…yang terakhir adalah saat podium. Jadi guys, Penampakan gue di layar Trans7 saat LIVE report yang kalian saksikan itu gak semudah yang dilihat. Adalah berkat kerja keras Medi & profesionalisme Mas Tedjo yang luar biasa sehingga gue bisa melaporkan langsung situasi di Phillip Island. Salut untuk komitmen kerja mas Tedjo. 

   
    

 Ini tim liputannya : Reza (temen kita yang bantu jd pemandu ke Phillip Island), Median, Mas Tedjo & gue.


Seri 16 motoGP 2015 di Phillip Island sampai postingan ini ditulis, menjadi race terseru musim ini. Podium tertinggi kali ini menjadi milik Marquez, disusul Lorenzo di posisi kedua & Iannone di tempat ketiga. Rossi tercecer di posisi keempat & poinnya tergerus oleh Lorenzo menjadi selisih 11 poin saja. 

Bentar…pamer dulu ah selfie sama Marquez nya… 

   
    
    
 
Lah kok gak ada selfie sama Rossi? Mungkin karena memang lagi ketat banget perebutan gelar juara dunianya, tim Rossi seperti membatasi gerak gerik rider hebat ini. Beda banget sama timnya Lorenzo yang terlihat lbh santai & gampang didekati. Sempet interview Rossi sih, bahkan diundang untuk ikut press conference dgn beberapa jurnalis pilihan tapi ya gak maksimal. 

Masih soal selfie. Sejujur2nya ya,niatan awal gue adalah tentunya : FOTO PLUS MINTA TANDA TANGAN RIDER! 

Pelaksanaannya? gak segampang itu. Bukan kaena gak bisa, tapi gue kan pake rompi pers ya. Tiap kali gue papasan sama rider, gue jd segan sendiri mau foto bareng. Karena kesannya kok jd gak profesional. Lawong gue masuk dengan ID media, lagian memang gue di sana kan untuk kerja bukan sekedar jd penonton. Jurnalis lainnya kerjanya ampun-ampunan deh profesionalnya. Masa kita sibuk foto2? Pikiran gue cuma 1 : jangan sampe gue gak behave. Kan bawa nama Trans7 juga, jangan sampe karena tingkah gue nanti yang ngeliput setelah gue jd dipersulit. 

Jadi begitulah cerita singkat pengalaman gue meliput langsung race motoGP di Phillip Island. Terima kasih Trans7 sudah mempercayakan gue utk melakukan tugas yang menyenangkan ini. Semoga dikirim lagi yaaa 😁😁😁

   
    
    
    
 

 
 

Magical Mugello

Coba, kapan terakhir kali liat race motoGP seseru seri Mugello kemaren? Udah lama kaaaan?
Gue nulis posting ini utk menjawab beberapa tweet bernada kurang sedap yg ditujukan ke gue.
Dibilang gue nge-fans sama Lorenzo makanya gak obyektif, dibilang juga komen gue gak obyektif krn ada pihak sponsor.

Gini loh ya, gue jawab jujur deh ya…
Pertama :
GUE ADALAH FANS BERAT VALENTINO ROSSI. Pas The Doctor terseok-seok di Ducati pun gue tetep mengidolakan dia sampai sekarang.
Kedua : Yamaha memang sponsor LIVE race di motoGP Trans7.

Dengan 2 fakta tersebut di atas plus kejadian di Mugello kemarin bisa gue katakan bahwa :

*Lorenzo kemarin memang fenomenal. Titik. Coba liat lagi penampilan dia sejak awal musim 2014. Gak segalak biasanya. Sebelum Mugello, naik Podium baru sekali. Itupun di posisi ke 3.
Serangan2 Lorenzo ke Marquez kemaren begitu bertubi-tubi & variatif. Beda sama Marquez yg selalu menyerang di titik yg sama : track lurus yg emang jd andalannya Honda.
Rossi, buat gue penampilannya juga bagus. Mengingat saat kualifikasi dia salah pilih ban, akhirnya menghadapi masalah chattering dan akhirnya harus start di posisi 10, row ke 4. ROW4 man! Di depannya banyak rider2 muda nan
agresif yg motornya kenceng juga. Kebayang PR nya kan? Rossi pun pasang target gak muluk, pokoknya podium. Dan akhirnya terpenuhi, dia duduk di podium ke 3.

*apa karena sponsor trus gue memuji berlebihan? Di poin yg atas udh terjawab sih. Gak obyektif? Nah, pas On Air baik gue dan Joni Lono kerap kali bilang, masih ada PR utk Yamaha. Pernah juga kita bilang bahwa harus diakui, saat ini Honda punya paket yg bagus, motor & ridernya PAS.
Jadi boleh percaya boleh enggak sih, tapi baik Gue, Joni & Matteo selalu berusaha senetral mungkin. Tapi kalo gak percaya ya hak penonton juga.

Gue yakin yg liat dgn seksama siaran LIVE race, akan paham apa yg gue tulis barusan. Krn toh kmrn banyak juga rossifumi yg mengakui kehebatan Lorenzo. Bahkan ada kok yg fansnya Marquez mengakui hal yg sama.
Kalo nontonnya sepotong-sepotong ya susah ya. Cuma komentar pas apa yg dia denger, gak secara keseluruhan.

Dr sekian banyak mention di twitter yg masuk ke gue, sebenernya cuma 3 komen negatif sih. Jauh lbh banyak yg sepaham sama apa yg gue (dan komentator yg berada lgs di Mugello) liat.
Komentator asing itu berkali2 bilang

BRILLIANT race by Lorenzo

As a matter a fact, it was a brilliant race indeed. See you at the next round, GP Catalunya on June 15th.

20140602-092524-33924870.jpg

Marquez vs Lorenzo

MotoGP musim ini gue bilang seru banget! Krn sampe skrg kita belom tau siapa yg akan jd Juara Dunia musim 2013 ini. Semuanya baru akan terjawab 10 November mendatang di race terakhir yg berlangsung di Ricardo Tormo Circuit, Valencia. Kalo gak salah, terakhir kalinya penentuan juara dunia di seri terakhir kaya gini itu di tahun 2006 deh.

Eniweeeeiii…..

The million dollar question is : who will be the motoGP World Champion 2013? The Incredible Rookie, Marc Marquez? Or The Man id Steel, Jorge Lorenzo?

Marquez tampil impresif musim ini. spt dugaan banyak orang lah, termasuk gue. Performanya waktu masih di moto2 aja udah mengagumkan kok. Di kelas motoGP ini ternyata sama, dia bisa ngerepotin para seniornya. Langganan podium lah dia musim ini. Terlepas dr beberapa kontroversi yg terjadi, gue mengakui Marquez ini Rookie yg luar biasa.

Lorenzo? Ah…rider yg satu ini ngeri! Keliatan banget Lorenzo ini makin mateng dan sempurna. Penampilannya pas balapan seringkali flawless, tanpa cela. Susah lah kalo mau overtake dia. Belom lagi semangatnya yg luar biasa. Inget kan waktu kejadian di Assen? Patah collar bone waktu FP, lgs terbang ke Barcelona…eh trus balap lg loh dia. Finish ke 5 pulak. Krn itu beberapa media akhirnya ngasih julukan The Real Man Of Steel buat dia.

Di atas kertas tugas Marquez buat jd juara dunia musim ini lbh ringan. Finish ke 3 aja udh aman. Tdnya gue pikir yg akan menyulitkan Marquez adalah dirinya sendiri. Maksudnya gini, kan dia masih muda. Pasti ambisinya gede banget. Tadinya gue pikir saking ambisiusnya, si brondong ini bisa aja race dgn nekat tanpa perhitungan. Plus dia juga punya keinginan besar jd Rookie yg bisa jd juara dunia pada taun pertama turun di kelas para raja. Terakhir, Rookie yg bisa gitu adalah Kenny Roberts taun 1978. Segala ambisi itu tdnya gue pikir akan bikin dia jd banyak melakukan kesalahan krn belom cukup pengalaman kan?
Etapi ternyata gue liat sesuatu yg beda pas race di Motegi kmrn. Gue liat si brondong ini mateng juga strateginya. Gak memaksakan diri buat ngejar Lorenzo, dia perhitungkan bener semuanya. Gak napsuan yg akhirnya berakibat konyol.

Lorenzo tentunya mau mempertahankan gelar juara dunianya dong. Utk yg ke-3 kali nih! Bekal pengalaman yg lbh banyak dibanding Marquez jadi senjata utama.

Jd siapa yg gue jagoin? Hmm….

Gue sih seneng kalo Marquez jd juara dunia & bikin sejarah baru. Tapi entah kenapa kok feeling gue kayaknya Jorge yg akan jd juara dunia. Gak tau sik…. Namanya juga feeling kan? Kita liat aja tgl 10 November.

Yg pasti seri Valencia ini WAJIB DITONTON krn pasti racenya akan fenomenal.

Sampe ketemu di Trans7 😁

20131028-202249.jpg