Sweet Home Misano

Misano World Circuit Marco Simoncelli. Ini memang sirkuit yang punya arti khusus untuk seorang Valentino Rossi. Hanya berjarak kurang lebih 13km dari Tavullia, Rossi menyebut sirkuit ini adalah rumahnya. Makanya dia bilang akan memberikan usaha 120% di #SanMarinoGP . Berlaga di kandang sendiri jelas punya semangat tersendiri sekaligus punya tekanan yang sangat besar juga. Masih lekat di ingatan kita saat Rossi DNF di Mugello, seakan pesta yang sudah disiapkan di sana jd antiklimaks. Tentu Rossi gak mau kejadian lagi di Misano. 

Tensi #SanMarinoGP sudah mulai terasa sejak free practise. Rossi yang sedang melakukan hot lap merasa terhalang oleh Aleix Espargaro. Saking emosinya, Rossi sampai memberikan jari tengahnya kepada Aleix. 


Bukan hanya Rossi, tapi Lorenzo pun sempat menunjukkan kekesalannya kepada…. Marquez 


Drama Misano juga tidak luput dari Iannone yang sempat crash di FP1. Sempat dinyatakan unfit to ride, kemudian terdengar kabar akan dievaluasi ulang kemudian diputuskan lg utk tidak boleh turun di #SanMarinoGP 

RACE DAY! 

Front grid : Lorenzo-Rossi-Viñales. Lorenzo memang tampil impresif saat kualifikasi. Bahkan dia sempat bilang 

Best lap of my life 

Rossi tampil dgn design helm khusus “sweet home Misano” 


Tampaknya memang serius untuk selebrasi di Misano.

Saat start, Lorenzo lgs melesat. Rossi terus menempel. Sampai akhirnya terjadilah yang lagi diomongin banyak orang : Rossi overtake Lorenzo! 

Rossi terus memimpin sampai akhirnya Pedrosa membuat kejutan. Start di posisi 8, hari itu Pedrosa memilih ban soft untuk roda depan. Hasilnya memang luar biasa. Pedrosa berhasil mengejar Rossi & akhirnya jd juara di Misano setelah terakhir kali naik podium juara di sini pd th 2010. Rossi ada di posisi kedua & Lorenzo ke-3. 

Race selesai, dramanya belom selesai. Pas press conference Lorenzo bilang kalo Rossi overtake nya terlalu agresif. Rossi gak terima, intinya debat lah mereka berdua & Pedrosa nunduk aja sambil ngerasa awkward kali ya *peluk Pedrosa* 

Oke…gimana tanggapan gue? Seperti yang dikatakan Pedrosa saat post race press con, Misano ini sirkuit yang sempit. Jd susah utk melakukan overtake, makanya kalau ada kesempatan ya digunakan. Hal ini juga yang dikatakan Rossi. Lagian kita juga tau kalo Lorenzo udah melesat susat banget dikejar, jd kalo ada kesempatan overtake ya pasti dihajar. 

Terlalu agresif? Coba bandingin sama race di Silverstone deh, itu seru banget overtakenya antara Marquez & Rossi. Crutchlow pun agresif banget.  Overtake yang dilakukan Rossi menurut gue ya biasa aja  

Other riders overtake more clean
Gitu katanya Lorenzo. Menurut gue ya gak juga sih. Liat race moto3 yang overtake nya serem deh. Kelas moto2 juga begitu. 

To be fair, this is a race. In a race you HAVE to be agressive to win.

Yang gue liat sih ini bukan masalah overtake. Tapi 2 rider ini memang dari dulu udah bersitegang, jd rasanya isu sekecil apapun bisa jd masalah. Bisa jd juga karena pressure mereka berdua berat. Gak gampang ngejar poin Marquez yg skrg memimpin klasemen. 

Tapi ya namanya juga motoGP, kalo ada drama seperti ini kan jd malah makin seru nontonnya. Jd ya kita sebagai fans ikutan nonton aja, jangan ikutan panas. 



Next race : Aragon, tanggal 25 September 2016

Superb Silverstone

Seperti sudah menjadi pertanda. Sejak FP1 sampai Q2, #BritishGP akan jadi sebuah seri yang tidak terduga. Sebab musababnya apalagi kalau bukan cuaca di Inggris yang mirip dengan perasaan ABG…gampang berubah dan susah diprediksi. Eaaaaa…..

Sesi kualifikasi berlangsung dengan sangat seru dan menegangkan. Iyalah, saat itu cuaca hujan disertai angin yang cukup kencang. Eugene Laverty salah satu rider yang tampil all out saat Q2, hampir saja meraih pole position. Sayangnya dia jatuh di sektor terakhir & akhirnya pole position diraih oleh juara seri Brno—> Cal Cructhlow yang sepertinya masih on fire karena kemenangannya tersebut.

Saat interview pasca kualifikasi, 3 rider yang berada di front row : Crutchlow-Rossi-Viñales masing-masing menjabarkan strateginya saat kualifikasi dan bagaimana prediksi mereka tentang race hari Minggu 4 September 2016. Crutchlow bilang kalau lagi-lagi pemilihan ban akan jadi kunci kemenangan & faktor cuaca akan menentukan. Dia juga bilang bahwa akan siap tampil maksimal dan berani karena gak ada beban untuk dia. Crutchlow juga sempat bilang bahwa kalau cuaca kering, Ducati akan bahaya sekali.

Viñales sendiri cukup singkat komentarnya :

On paper, I believe we could win

*Komentar ini sempet gue tweet sebelum race, kemudian ada yang semacam nyelain Viñales dgn bilang : race di sirkuit , bukan on paper—> HAHAHAHAHA! Eh Viñales nya bener. Malu tuh yg nyela :p

Rossi cukup jujur menyampaikan komentarnya. Dia bilang kalau saat race cuacanya kering, Yamaha akan ‘struggle’ makanya dia perlu menemukan lagi set-up yang paling tepat untuk bisa tampil maksimal & berharap posisinya di starting grid ini bisa memberi sedikit keuntungan.

IT’S RACE DAY!

Sejak kelas #moto3 , #BritishGP ini memang udah seruuuuuu banget! Wah gue nontonnya udah sampe jejeritan saking serunya gak kelar-kelar. Iya, sayang banget gak bisa ditayangkan…pdhal kelas #moto3 ini bener-bener menegangkan.

Beralih ke #moto2 , wah ini sih banyak juga dramanya. Yang paling bikin gue baper sik pas insiden Zarco dan Lowes. Kasian banget Lowes yang tampil impresif bahkan sejak kualifikasi harus DNF akibat manuver aneh Zarco yang akhirnya diganjar dengan penalti 30 second.

Nih dia nih… kelas #motoGP . Ketegangan sudah dimulai bahkan sesaat setelah race dimulai. di turn 2 terjadi insiden antara Loris Baz dan Pol Espargaro yang menyebabkan race harus di red flag. Alhamdulillah baik Baz dan Espargaro tidak cedera serius akibat kecelakaan ini. Sebelum red flag dikibarkan, Viñales memang sudah terlihat beda hari itu. Dia langsung melesat & memimpin sampai akhirnya race harus dihentikan dan di-start ulang.

Bahkan saat race di-start ulang pun, Viñales kembali melesat. Kayanya memang hari itu dia punya sesuatu yang ‘beda’. Lap demi lap yang diisi dengan overtaking yang dahsyat dari Rossi, Iannone, Crutchlow, Marquez….ah pokoknya seru banget sampe tegang banget nontonnya. Rossi dan Marquez lagi2 telibat duel seru, ngotot sih..but it was a fair fight. Crutchlow pun menghadapi fight yang tidak kalah sengit dengan Rossi dan Marquez. Tapi Crutchlow memang hebat banget hari itu, overtake nya WARBIYASAK!

Akhirnya #BritishGP ini melahirkan juara baru yaitu Maverick Viñales. Davide Brivio yang sepanjang race tampak tegang keliatan lega dan senang sekali. Iyalah… udah lama banget kan Suzuki gak menang. Terakhir adalah tahun 2007 bersama Vermuelen.


Yang menarik perhatian gue dari #BritishGP kali ini adalah bukan soal peraihan poin di klasemen. Kalo itu kan kalian juga udah tau, Marquez masih mempimpin dan Rossi ada di posisi kedua. Kalo gak salah ya, sampai seri ini ada 7 juara berbeda deh…ya gak? Rossi, Lorenzo, Marquez, Miller, Iannone, Crutchlow, Viñales pernah merasakan ada di podium tertinggi di musim 2016 ini. Sepertinya regulasi baru yang diterapkan DORNA seperti ECU yang distandarisasi membuahkan hasil—> #motoGP jadi lebih kompetitif.
Oya..satu hal lagi yang bikin race di Silverstone minggu lalu jadi makin menarik adalah…karena kita bisa liat sisi Marquez yang familiar. Itu loh… agresif dan nekat. Secara sampe sempet keluar track pas pepet2an sama Rossi kan? Marquez yang di musim ini tampil lbh matang dan sabar kayanya ikutan kebawa agresivitas rider lain yang race nya udah kaya race #moto3 waktu di Silverstone . Tapi gue sukaaa liatnyaaaa!

Next race : Misano, San Marino. Pastikan kalian nonton di Trans7 ya. Akan ada yang spesial banget!

Is It Over?

Gimana reaksi kalian setelah nonton race #GermanGP di Sachsenring kemarin?

Dari hasil pantauan yang gue liat di mention-an twitter dan instagram sih, banyak fans #VR46 yang kecewa, gemas,kesal..gara2nya? ya karena seperti yang kalian lihat sendiri kemarin Rossi tidak mengikuti instruksi tim yang memintanya segera masuk box untuk mengganti motornya. Keputusan Rossi inilah yang dinilai banyak orang sebagai penyebab dia gagal (lagi) menuai 25 poin di seri ini. Sementara fans nya #MM93 nampaknya semakin yakin bahwa rider idolanya ini akan jadi jadi juara  (lagi) dunia musim ini. Dengan gap poin yang sangat jauh, rasanya gak salah-salah banget kalau banyak yang yakin titel juara dunia #motoGP 2016 ini sudah dalam genggaman Marquez.

Sudah dalam genggaman, tapi bukan berarti sudah jadi milik Marquez loh ya. Hahahaha..

Ya..masih ada 9 race lagi yang tersisa di musim ini. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Gimana gue melihat keadaan ini? Oke..gue akan coba menuliskan pemikiran gue seobyektif mungkin dengan melihat data & situasi yang ada sekarang ya. Here we go..

Posisi klasemen sekarang ini adalah sebagai berikut :


Marquez memimpin klasemen sementara dengan poin yang cukup signifikan : 170 poin. 2 rider yang membayanginya adalah Lorenzo & Rossi. Nah sekarang gue mau membagi pengamatan gue tentang 3 rider ini sejak awal musim 2016. Mereka bertiga ini ada perubahan strategi dan emosi loh, paling tidak itu yang terlihat di mata gue.
Sebelum musim ini dimulai, Lorenzo sang Juara Dunia 2015 terlihat sekali punya determinasi tinggi untuk bisa mempertahankan gelarnya di musim ini. Di seri awal dia memang terlihat garang seperti biasa, race tanpa cela..sempurna bahkan di setiap sesi free practice sekalipun. Mungkin puncak kepercayaan dirinya adalah saat dia menang di Mugello, di saat yang bersamaan Rossi mengalami technical DNF. Tapi semuanya seperti berbalik setelah . Justru di ‘rumahnya’ sendiri Lorenzo harus mengalami nasib sial karena terlibat insiden dengan Ianonne yang berujung DNF. Lanjut race di Assen yang berlangsung di bawah guyuran hujan, di sini Lorenzo pun juga tidak segarang biasanya. Pindah ke Sanchsenring yang memang bukan track favoritnya, Lorenzo mengalami banyak kesulitan bahkan sejak FP1 lanjut crash sampai kedua kalinya saat kualifikasi. Lorenzo seperti sedikit kehilangan kepercayaan dirinya.

Rossi nih…hmm…gue mikir, The Doctor ini pasti masih baper lah soal 2015 lalu. Tapi sepertinya dia merubah emosinya itu ke hal yg lbh positif & produktis yairu dgn memasang target utk jd  juara dunia untuk yang ke 10 kalinya. Kalau target ini udah kesampean kayanya dia akan lebih santai, bisa jadi malah mungkin siap-siap pensiun. Keseriusan berburu gelar ini didukung dengan hadirnya Luca Cadalora yang menjadi performance coach untuk The Doctor. Penampilannya di Catalunya menjadi pertanda bahwa “The Doctor still got the moves” ! Fight nya dengan Marquez benar-benar memukau. Seakan membalas DNF nya di Mugello, di CatalanGP kali ini Rossi jadi juara. Di sini gue yakin kalo perburuan gelar juara dunia musim ini akan ketat sekali. Eh tapi kok…di Assen, Rossi malah DNF yang menyebabkan hilangnya poin. Lanjut di Sachsenring yang flag to flag race, Rossi pun gagal finish di podium yang lagi-lagi tidak mendulang poin signifikan untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara.

Nah..Marquez! Rider yang satu ini, di awal musim terlihat agresif seperti biasa. Bahkan sampai seri Catalunya pun gue melihatnya begitu. Banyak jurnalis yang sudah menuliskan bahwa sebetulnya Marquez tahun ini terlihat lebih matang secara emosi dan strategi. Dia akan lebih berkonsentrasi untuk meraih poin di setiap seri, tidak akan memaksakan untuk menang jika resikonya terlalu besar apalagi kalau sampai ada resiko DNF. Ternyata memang benar. Salah satu buktinya adalah, saat race di Assen lalu. Marquez tidak memaksakan diri mengejar Miller yang sudah unggul. Apalagi Rossi sudah DNF, jadi Marquez tidak memaksakan diri. Lagipula Miller pun bukan kontender kuatnya di perebutan gelar juara dunia. Di sini terlihat Marquez memang melihat target besarnya adalah untuk meraih poin, bukan hanya memenangi satu seri aja. Begitu pula saat race di Sachsenring. Gue kagum luar biasa sama kematangan strategi tim Honda Repsol dan Marquez. Saat tertinggal jauh dan merasa kesempatan menangnya sudah sangat minimal, justru di saat itulah Marquez dan timnya memutuskan untuk bertaruh dengan mengganti motor, hasilnya memang manis sekali..Marquez berhasil menang untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut di sirkuit ini. Untuk rider dengan usia semuda Marquez, menurut gue dia luar biasa banget sih. Kematangan emosi dan strateginya itu yang mesti diwaspadai pesaingnya.

Seperti yang Matteo bilang, rider yang sudah merasa unggul (dalam hal ini Marquez) tentu tidak punya beban. Apalagi poinnya jauh banget gini. Karakter rider seperti Marquez ini, saat dia unggul tentu bukan berarti dia akan santai dan males-malesan ya, justru dia akan lebih santai di tiap race. Santai artinya dia akan balapan dengan lebih maksimal. Tentu tugas lebih berat ada di pundak Lorenzo dan Rossi yang sepertinya akan merasa terbebani untuk harus bisa tampil sempurna di sisa 10 race yang ada demi mendulang poin dan mengikis ketertinggalan poin dari Marquez…sukur2 bisa mengungguli.

Di atas kertas, Marquez punya kans lebih besar untuk jadi juara dunia tahun ini. Tapi Lorenzo dan Rossi bukanlah rider kemarin sore yang mentalnya gampang melempem setelah serangkaian kegagalan yang dialami. So it is definitely far from over. Masih ada 9 race lagi di mana kita bisa menyaksikan kehebatan para rider motoGP tahun ini, terutama dari 3 rider yang gue tulis ini. Kesimpulan postingan ini? motoGP season 2016 is definitely one the season you don’t want to miss. Be sure to watch every series with your eyes open. 

See you on the next race : Red Bull Ring, Austria. August 14th 2016.

#CatalanGP 2016

Salah satu race #motoGP yang paling memorable menurut gue adalah “Battle of Barcelona” antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang terjadi di musim 2009. Sejak saat itu gue selalu berharap race seperti itu bisa terulang lagi. Tapi ternyata beru kejadian kemarin. Tahun 2016 ini. Lama yaaa… but it was worth waiting for.

#CatalanGP diawali dengan kejadian tragis yaitu Luis Salom yang mengalami kecelakaan di turn 12 saat menjalani FP2 & akhirnya #Mexicano39 ini pun menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami luka dalam yang cukup parah & cardiac arrest.


Akibat kejadian ini, Pihak Dorna konon meminta ijin dari keluarga Salom untuk bisa meneruskan seri ini. Jika pihak keluarga tidak memberikan restu, ada kemungkinan seri ini akan dibatalkan. Ternyata pihak keluarga Salom berbesar hati untuk memberikan restu meneruskan seri ini. Kemudian Safety Commission mengambil langkah cepat untuk segera merevisi layout sirkuit. Turn 12 & turn 10 mengalami perubahan. Akhirnya bentuk sirkuit menggunakan layout F1. Kemudian sempat timbul reaksi protes karena perbahan ini membuat sirkuit menjadi low speed dan memberikan keuntungan untuk pabrikan tertentu.

Melihat kejadian ini, jujur gue sempet bingung gimana harus bereaksi. Sempat menduga, aura race ini pasti jd gak enak. Sangat disayangkan juga ketika ada rider yang mengeluhkan masalah ‘competitiveness’ setelah ada kejadin fatal yang dialami Salom. Harusnya fokus utama pasca kejadian itu adalah keselamatan semua rider. Meskipun kalau boleh jujur, sesungguhnya tidak akan pernah ada cara untuk mebuat olahraga ini 100% aman untuk rider. Selalu ada resiko besar yang membayangi para rider setiap kali mereka race.

THE RACE DAY

Diawali dengan penampilan impresif Valentino Rossi saat warm-up. Pas di ruang make-up Matteo bilang :

Rossi is quick in warm-up & you know that means he’s very dangerous

Kemudian kita berdua pilih jagoan siapa yang akan menang #CatalanGP , Matteo pilih Rossi & gue pilih Marquez. Tapi ini semua kita lakukan off air, biar pada gak taruhan kata Matteo. Hahahahha…..

The race starts!Ealaaaah… Rossi jelek banget start nya. Mulai dr posisi 5 di grid, dia mulai melorot ke posisi 7 atau 9 di awal race. Kemudian pelan-pelan dia mulai menunjukkan taringnya. Overtake spektakuler mulai dilakukan, bahkan ada yang melewati 2 rider sekaligus. Sementara Lorenzo sudah memimpin dengan bayang-bayang Marquez dan Pedrosa. Bukan tugas mudah untuk Rossi membuka jalan untuk menyusul Lorenzo. Sampai akhirnya…Lorenzo sepertinya mengalami masalah dengan mesinnya dan lama2 speed nya menurun. Singkat cerita Rossi akhirnya berhasil merangsek ke posisi terdepan. Di 5 lap terakhir terjadilah pertarungan sengit antara Rossi dengan Marquez, 2 rider yang punya sejarah hubungan yang kurang baik pasca Sepang Clash 2015 lalu. This is a battle of pride between these 2 great riders.

Marquez keliatan sekali sudah mencapai limitnya, sementara The Doctor seperti masih punya strategi, kekuatan mesin & mental yang extra hari itu. Akhirnya pertarungan kali ini dimenangkan oleh Valentino Rossi. Marquez ada di posisi 2 dan Pedrosa ada di posisi ke 3. Sementara Lorenzo mengalami nasib kurang baik, terpaksa DNF akibat bertabrakan dengan…….. yak! dia lagi…. The Maniac : Iannone.

Kemenangan ini terasa manis untuk The Doctor yang 2 minggu sebelumnya gagal berpesta di kandangnya sendiri di Mugello akibat technical DNF yang dialaminya. Sudah cukup manisnya? Oh belum. Manisnya #CatalanGP makin terasa ketika Rossi (akhirnya) salaman dengan Marquez di parc ferme. Ketegangan keduanya terasa sekali kalau sudah mencair. Kejadian ini tentu menarik perhatian media yang hadir di Catalunya. Saat press conference pasca race digelar, timbul pertanyaan apakah dengan ‘handshake’ tadi artinya hubungan Rossi dan Marquez membaik?


Jawaban Rossi :

When these things [Salom’s accident] happen, all the rest becomes not very important. Very small.So I think it was the right thing to do.

Marquez pun sependapat :

It was a really difficult and sad weekend for MotoGP. But in the end, on Sunday, I like that it was the atmosphere of a MotoGP family again. When we were together on the grid [for the minute’s silence] and the way all the riders dedicated their race to Luis.

In the grandstands everybody was supporting all the riders. Full of respect, because we are taking a lot of risks. Another thing that for me was important was to shake hands again with Valentino. I’m happy about this

Gue setuju sekali. Marquez benar. Mulai dari rider kelas #moto3 #moto2 dan #motoGP saat race day benar-benar terlihat seperti keluarga besar. Kepergian Luis Salom yang mungkin mengingatkan mereka akan hal itu. Banyak sekali tribut yang dilakukan para rider untuk mengenang #Mexicano39 & semua itu sangat mengharukan.


#CatalanGP 2016 is one race weekend everyone will remember for a very long time. Not just about the spectacular battle, but all riders & paddock crew come as one big family. Where frozen relationships finally melts & (hopefully) becomes warm once again.

Thank you #motoGP riders for showing us that positivity is what we need to enjoy the sport.

 

Sportif

Kurang lebih sudah 10 tahun gue jadi host motoGP di Trans7. Banyak hal yang berubah, banyak hal yang gue pelajari. Setiap tahun, gue mengevaluasi apa yang bisa gue lakukan untuk bisa jadi host yang lebih baik. Dari segi knowledge tentu harus semakin mendalami. Dari segi teknik presenting harus semakin informatif, menghibur dan obyektif. 

Tapi selama hampir 1 dekade ini, gue hampir tidak pernah lepas dari komentar negatif beberapa orang yang (mengaku) fans fanatik rider tertentu. Gue bilang beberapa karena memang gak banyak. Alhamdulillah jauh lebih banyak penonton motoGP yang memberikan apresiasi positif untuk gue. Tapi justru yang sedikit ini membuat gue berpikir…

Kata2 (yang menurut mereka) kritik dilontarkan tiap mereka merasa apa yang gue atau Matteo sampaikan tidak sesuai dengan apa yang mereka (ingin) dengar.

Contohnya yang paling hangat ya pas #FrenchGP di Le Mans kemarin. 

Matteo sama Lucy nih ketauan banget belain Rossi. Sama Lorenzo aja sentimen banget

Padahal gue yakin 100% kalau kita berdua tidak melakukan itu. Kenapa? Karena sejak FP 1 sampai kualifikasi, Rossi memang tampil buruk & hal itu kita bahas. Lawong Rossinya aja pas post-race interview juga mengakui kalo dia memang gak bagus. Sementara Lorenzo benar-benar maksimal & mendominasi. Bahkan gue inget banget pas on-air Matteo bilang :

Perfect weekend untuk Lorenzo & dia pantas untuk menang

Jadi bagian mana yang ngebelain Rossi banget? 

Kemudian ada juga yang mention gue di twitter, katanya gak terima Lorenzo dikatain sama sebuah akun fans Rossi. Padahal fan base Rossi yg gue kenal baik gak bad mouthing siapa-siapa. 

Inti permasalahan dari semua cerita di atas adalah : F A N A T I S M E. 

Semua yang suka motoGP pasti punya rider favorit. Bahkan gak sekedar favorit, tapi fanatik. Fanatisme terhadap seorang rider sebetulnya hal yang sangat wajar. Tapi fanatisme itupun bisa jd sumber penyulut emosi. Fanatisme membuat seseorang sulit melihat sesuatu dr sudut pandang yang obyektif. Parahnya, orang lainpun dianggap salah…bahkan dianggap musuh jika punya pendapat yang dianggap merugikan idolanya. Padahal belum tentu. Bisa jadi yang diungkapkan sesungguhnya benar, tapi fanatisme menutupi obyektifitasnya. 

Betul. Apa yang ada di pikiran orang lain, tidak bisa kita duga apalagi kita kontrol. Adalah hak para fans untuk membela rider idolanya meskipun mungkin dengan mengeluarkan pendapat yang tidak obyektif atau standar ganda. Yah…kalo sekedar gak obyektif sih gak papa deh. Yang gue sulit memahami adalah, kenapa harus sampai memaki rider lain, memusuhi komunitas yang berseberangan atau bahkan memaki pemandu acara olahraganya? 

Eh soal dimaki sih gue udh biasa & gak pernah gue masukin hati juga. Anggep aja ladang pahala gue. Tapi, untuk para fans yang senang sekali mengeluarkan emosi negatif…pertanyaan gue cuma 1 : emangnya gak capek? 

Speaking badly about other riders will not make your favorite rider won the world championship & certainly will not make you a better person. 

Atau jangan-jangan, ngomongin hal negatif itu demi memuaskan ego diri sendiri? 

Seperti yang kalian tahu, gue fans berat Valentino Rossi. Tapi di saat gue tampil di TV, gue berusaha semaksimal mungkin untuk bisa obyektif. Kalau gue bela mati & gak obyektif, ngapain gue selalu bilang kalo Rossi start nya gak sekuat Lorenzo? Ngapain gue garisbawahi kesalahan strateginya saat kualifikasi di #FrenchGP ? Mestinya gue cari pembenaran dari segala sisi. Ngapain gue muji Lorenzo & Marquez bahkan Viñalez?

Pun gue sudah berusaha seobyektif mungkin, gue mendapat kritik : 

OOOOO..Jadi sekarang udh beralih dari Rossi ke Lorenzo? Ke Marquez juga? 

 YAELAH BROOOOO! 

Gitu aja terus sampe tahun baru kuda. 

Ini yang gue maksud dengan fanatisme itu membuat kita memfilter utk mendengar apa yang ingin kita dengar. Bukan yang sebenarnya. Fanatisme seperti memberi legitimasi untuk memaki, membenci yang tidak sepaham dengan kita. Padahal ini motorsport. Olahraga. Yang konon idealnya dilakukan dengan penuh sportivitas. Yang sebetulnya gak berhenti hanya di ridernya aja sih, tapi sampai ke kita..para fansnya. 

Balik lagi, semua punya pilihan masing2. Tapi gue merasa nonton motoGP jd semakin menyenangkan kalau hati kita juga gak panas, gak cela2an atau berseteru dengan fanbase rider lain.

Bisa? Bisa banget. Karena gue sudah membuktikannya. Dari beberapa fanbase rider yang gue kenal baik, mereka bisa kok ngobrol baik2 dan bahkan saling support. Saat meet up pun kita bisa seseruan sambil ketawa2an. 

You can show your support to your favorite rider  yet still show some respect towards other riders. Put aside all the negativity & enjoy the race. 


#MANvsMEAT #CAMPTendean 

Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit beberapa saat lalu membuka CAMP yg ke 16 di Jl.Kapt.Tendean,Jakarta Selatan. 

#CAMPTendean lokasinya sangat strategis. Iyalah..salah satu jalan yang paling ramai di kawasan Jakarta Selatan. Menurut kita, CAMP terbaru ini bisa jd tujuan ngolikaw utk Carnivores yg ngantor/tinggal di kawasan Mampang,Tendean,Warung Buncit, Gatot Soebroto, Kemang & Bangka. 

  
  
#CAMPTendean kapasitasnya besar. Setelah #CAMPCitos , #CAMPTendean adalah CAMP Holycow! yg terbesar kedua utk wilayah Jakarta. CAMP ini siap dijadikan tempat meeting, arisan atau acara khusus lainnya. Pokoknya yang mau makan rame2, di sini tempatnya. Keunggulan #CAMPTendean adalah : BISA RESERVASI ! Memang tidak semua CAMP Holycow! bisa direservasi, hanya yang kapasitasnya besar saja yang bisa. Oya, silakan dicatat nomer telpon utk reservasinya : 0811-1188-090

   
    
   
Seperti biasa, pembukaan CAMP BARU pasti ada keriaan. Mulai dari hunting lokasi #CAMPTendean yang berhadiah voucher sampai #MANvsMEAT ! 

Iya, lomba makan steak itu lho! Pesertanya kali ini 20 orang. Terselip juga peserta #MANvsMEAT #CAMPSenopati2 : Devan, yang nampaknya masih penasaran pengen jd juara. Hahahahah! Pemenangnya kali ini adalah Pak Leo yang berhasil menghabiskan 7 piring steak dalam waktu 30 menit. GILAK! Itu sama dengan 1,4 KILO STEAK lho! 

   

       
Di #MANvsMEAT kali ini Chef Afit milihin Hokubee Sirloin utk disantap para peserta. Sekalian pengen ngenalin juga keistimewaan Hokubee yang juicy & empuknya luar biasa walaupun dimasak well done sekalipun. Cocok lah buat orang Indonesia yang kebayakan suka steaknya well done

Di antara peserta #MANvsMEAT ada yang istimewa. Ternyata para admin fanbase #motoGP pada ikutan! Mulai dr fanbase Valentino Rossi, Marquez,Lorenzo, Iannone pokoknya RAMEEEE! Jadi ini judulnya sih sekalian meet-up. Eh… lbh tepatnya MEAT-UP! 😜. Abis kenyang makan steak, lanjut ngomogin #motoGP deh 👍🏼. Mau lg winter break juga sih, emang dasar cinta motoGP..adaaaa aja yang diomongin!  

 Terima kasih buat semua Carnivores yg udh ikutan #MANvsMEAT . Buat yang belom nyoba ngolikaw di #CAMPTendean , segera mampir lho 😁

#motoGP 2015

Satu lagi musim #motoGP gue lewati bareng Trans7. Kayanya musim 2015 ini adalah ke-8 kalinya gue jd host di Trans7.

Dari sekian pengalaman siaran #motoGP di Trans7, tahun ini adalah yang paling berkesan buat gue. Ya iyalaaaah! Di tahun inilah gue bisa mewujudkan mimpi untuk ketemu langsung dengan rider-rider hebat di kelas moto3,moto2 dan motoGP tentunya.

Gue bisa merasakan sendiri indahnya sirkuit Phillip Island di Melbourne-Australia. Ikut menjadi bagian keseruan jurnalis internasional meliput balap motor paling bergengsi di dunia ini. Efeknya ke gue? gue jadi semakin cinta dengan dunia motoGP. Tentu jd pengen ngeliput di lapangan terus sih 😜

Untuk pertama kalinya juga Trans7 akhirnya bisa melaporkan langsung dari sirkuit. Bukan cuma lewat telpon, tapi pemirsa bisa melihat langsung gue melaporkan dari salah satu sudut sirkuit sekaligus dari depan podium Phillip Island. Kesempatan luar biasa buat gue.Tahun 2015 ini ditutup dengan siaran bareng Matteo Guerinoni lagi untuk motoGP award 2015.

Terima kasih banyak utk semua tim motoGP Trans7 untuk kerja kerasnya selama musim 2015 ini. Salut untuk Pak Produser, Tim Kreatif, Editor, Camera Person, Komentator handal Joni Lono Mulia & presenter quiz si cantik Claudia Soraya dan semua yang terlibat. Semoga kita bisa kerjasama lagi di motoGP 2016.