Superb Silverstone

Seperti sudah menjadi pertanda. Sejak FP1 sampai Q2, #BritishGP akan jadi sebuah seri yang tidak terduga. Sebab musababnya apalagi kalau bukan cuaca di Inggris yang mirip dengan perasaan ABG…gampang berubah dan susah diprediksi. Eaaaaa…..

Sesi kualifikasi berlangsung dengan sangat seru dan menegangkan. Iyalah, saat itu cuaca hujan disertai angin yang cukup kencang. Eugene Laverty salah satu rider yang tampil all out saat Q2, hampir saja meraih pole position. Sayangnya dia jatuh di sektor terakhir & akhirnya pole position diraih oleh juara seri Brno—> Cal Cructhlow yang sepertinya masih on fire karena kemenangannya tersebut.

Saat interview pasca kualifikasi, 3 rider yang berada di front row : Crutchlow-Rossi-Viñales masing-masing menjabarkan strateginya saat kualifikasi dan bagaimana prediksi mereka tentang race hari Minggu 4 September 2016. Crutchlow bilang kalau lagi-lagi pemilihan ban akan jadi kunci kemenangan & faktor cuaca akan menentukan. Dia juga bilang bahwa akan siap tampil maksimal dan berani karena gak ada beban untuk dia. Crutchlow juga sempat bilang bahwa kalau cuaca kering, Ducati akan bahaya sekali.

Viñales sendiri cukup singkat komentarnya :

On paper, I believe we could win

*Komentar ini sempet gue tweet sebelum race, kemudian ada yang semacam nyelain Viñales dgn bilang : race di sirkuit , bukan on paper—> HAHAHAHAHA! Eh Viñales nya bener. Malu tuh yg nyela :p

Rossi cukup jujur menyampaikan komentarnya. Dia bilang kalau saat race cuacanya kering, Yamaha akan ‘struggle’ makanya dia perlu menemukan lagi set-up yang paling tepat untuk bisa tampil maksimal & berharap posisinya di starting grid ini bisa memberi sedikit keuntungan.

IT’S RACE DAY!

Sejak kelas #moto3 , #BritishGP ini memang udah seruuuuuu banget! Wah gue nontonnya udah sampe jejeritan saking serunya gak kelar-kelar. Iya, sayang banget gak bisa ditayangkan…pdhal kelas #moto3 ini bener-bener menegangkan.

Beralih ke #moto2 , wah ini sih banyak juga dramanya. Yang paling bikin gue baper sik pas insiden Zarco dan Lowes. Kasian banget Lowes yang tampil impresif bahkan sejak kualifikasi harus DNF akibat manuver aneh Zarco yang akhirnya diganjar dengan penalti 30 second.

Nih dia nih… kelas #motoGP . Ketegangan sudah dimulai bahkan sesaat setelah race dimulai. di turn 2 terjadi insiden antara Loris Baz dan Pol Espargaro yang menyebabkan race harus di red flag. Alhamdulillah baik Baz dan Espargaro tidak cedera serius akibat kecelakaan ini. Sebelum red flag dikibarkan, Viñales memang sudah terlihat beda hari itu. Dia langsung melesat & memimpin sampai akhirnya race harus dihentikan dan di-start ulang.

Bahkan saat race di-start ulang pun, Viñales kembali melesat. Kayanya memang hari itu dia punya sesuatu yang ‘beda’. Lap demi lap yang diisi dengan overtaking yang dahsyat dari Rossi, Iannone, Crutchlow, Marquez….ah pokoknya seru banget sampe tegang banget nontonnya. Rossi dan Marquez lagi2 telibat duel seru, ngotot sih..but it was a fair fight. Crutchlow pun menghadapi fight yang tidak kalah sengit dengan Rossi dan Marquez. Tapi Crutchlow memang hebat banget hari itu, overtake nya WARBIYASAK!

Akhirnya #BritishGP ini melahirkan juara baru yaitu Maverick Viñales. Davide Brivio yang sepanjang race tampak tegang keliatan lega dan senang sekali. Iyalah… udah lama banget kan Suzuki gak menang. Terakhir adalah tahun 2007 bersama Vermuelen.


Yang menarik perhatian gue dari #BritishGP kali ini adalah bukan soal peraihan poin di klasemen. Kalo itu kan kalian juga udah tau, Marquez masih mempimpin dan Rossi ada di posisi kedua. Kalo gak salah ya, sampai seri ini ada 7 juara berbeda deh…ya gak? Rossi, Lorenzo, Marquez, Miller, Iannone, Crutchlow, Viñales pernah merasakan ada di podium tertinggi di musim 2016 ini. Sepertinya regulasi baru yang diterapkan DORNA seperti ECU yang distandarisasi membuahkan hasil—> #motoGP jadi lebih kompetitif.
Oya..satu hal lagi yang bikin race di Silverstone minggu lalu jadi makin menarik adalah…karena kita bisa liat sisi Marquez yang familiar. Itu loh… agresif dan nekat. Secara sampe sempet keluar track pas pepet2an sama Rossi kan? Marquez yang di musim ini tampil lbh matang dan sabar kayanya ikutan kebawa agresivitas rider lain yang race nya udah kaya race #moto3 waktu di Silverstone . Tapi gue sukaaa liatnyaaaa!

Next race : Misano, San Marino. Pastikan kalian nonton di Trans7 ya. Akan ada yang spesial banget!

Advertisements

Is It Over?

Gimana reaksi kalian setelah nonton race #GermanGP di Sachsenring kemarin?

Dari hasil pantauan yang gue liat di mention-an twitter dan instagram sih, banyak fans #VR46 yang kecewa, gemas,kesal..gara2nya? ya karena seperti yang kalian lihat sendiri kemarin Rossi tidak mengikuti instruksi tim yang memintanya segera masuk box untuk mengganti motornya. Keputusan Rossi inilah yang dinilai banyak orang sebagai penyebab dia gagal (lagi) menuai 25 poin di seri ini. Sementara fans nya #MM93 nampaknya semakin yakin bahwa rider idolanya ini akan jadi jadi juara  (lagi) dunia musim ini. Dengan gap poin yang sangat jauh, rasanya gak salah-salah banget kalau banyak yang yakin titel juara dunia #motoGP 2016 ini sudah dalam genggaman Marquez.

Sudah dalam genggaman, tapi bukan berarti sudah jadi milik Marquez loh ya. Hahahaha..

Ya..masih ada 9 race lagi yang tersisa di musim ini. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Gimana gue melihat keadaan ini? Oke..gue akan coba menuliskan pemikiran gue seobyektif mungkin dengan melihat data & situasi yang ada sekarang ya. Here we go..

Posisi klasemen sekarang ini adalah sebagai berikut :


Marquez memimpin klasemen sementara dengan poin yang cukup signifikan : 170 poin. 2 rider yang membayanginya adalah Lorenzo & Rossi. Nah sekarang gue mau membagi pengamatan gue tentang 3 rider ini sejak awal musim 2016. Mereka bertiga ini ada perubahan strategi dan emosi loh, paling tidak itu yang terlihat di mata gue.
Sebelum musim ini dimulai, Lorenzo sang Juara Dunia 2015 terlihat sekali punya determinasi tinggi untuk bisa mempertahankan gelarnya di musim ini. Di seri awal dia memang terlihat garang seperti biasa, race tanpa cela..sempurna bahkan di setiap sesi free practice sekalipun. Mungkin puncak kepercayaan dirinya adalah saat dia menang di Mugello, di saat yang bersamaan Rossi mengalami technical DNF. Tapi semuanya seperti berbalik setelah . Justru di ‘rumahnya’ sendiri Lorenzo harus mengalami nasib sial karena terlibat insiden dengan Ianonne yang berujung DNF. Lanjut race di Assen yang berlangsung di bawah guyuran hujan, di sini Lorenzo pun juga tidak segarang biasanya. Pindah ke Sanchsenring yang memang bukan track favoritnya, Lorenzo mengalami banyak kesulitan bahkan sejak FP1 lanjut crash sampai kedua kalinya saat kualifikasi. Lorenzo seperti sedikit kehilangan kepercayaan dirinya.

Rossi nih…hmm…gue mikir, The Doctor ini pasti masih baper lah soal 2015 lalu. Tapi sepertinya dia merubah emosinya itu ke hal yg lbh positif & produktis yairu dgn memasang target utk jd  juara dunia untuk yang ke 10 kalinya. Kalau target ini udah kesampean kayanya dia akan lebih santai, bisa jadi malah mungkin siap-siap pensiun. Keseriusan berburu gelar ini didukung dengan hadirnya Luca Cadalora yang menjadi performance coach untuk The Doctor. Penampilannya di Catalunya menjadi pertanda bahwa “The Doctor still got the moves” ! Fight nya dengan Marquez benar-benar memukau. Seakan membalas DNF nya di Mugello, di CatalanGP kali ini Rossi jadi juara. Di sini gue yakin kalo perburuan gelar juara dunia musim ini akan ketat sekali. Eh tapi kok…di Assen, Rossi malah DNF yang menyebabkan hilangnya poin. Lanjut di Sachsenring yang flag to flag race, Rossi pun gagal finish di podium yang lagi-lagi tidak mendulang poin signifikan untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara.

Nah..Marquez! Rider yang satu ini, di awal musim terlihat agresif seperti biasa. Bahkan sampai seri Catalunya pun gue melihatnya begitu. Banyak jurnalis yang sudah menuliskan bahwa sebetulnya Marquez tahun ini terlihat lebih matang secara emosi dan strategi. Dia akan lebih berkonsentrasi untuk meraih poin di setiap seri, tidak akan memaksakan untuk menang jika resikonya terlalu besar apalagi kalau sampai ada resiko DNF. Ternyata memang benar. Salah satu buktinya adalah, saat race di Assen lalu. Marquez tidak memaksakan diri mengejar Miller yang sudah unggul. Apalagi Rossi sudah DNF, jadi Marquez tidak memaksakan diri. Lagipula Miller pun bukan kontender kuatnya di perebutan gelar juara dunia. Di sini terlihat Marquez memang melihat target besarnya adalah untuk meraih poin, bukan hanya memenangi satu seri aja. Begitu pula saat race di Sachsenring. Gue kagum luar biasa sama kematangan strategi tim Honda Repsol dan Marquez. Saat tertinggal jauh dan merasa kesempatan menangnya sudah sangat minimal, justru di saat itulah Marquez dan timnya memutuskan untuk bertaruh dengan mengganti motor, hasilnya memang manis sekali..Marquez berhasil menang untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut di sirkuit ini. Untuk rider dengan usia semuda Marquez, menurut gue dia luar biasa banget sih. Kematangan emosi dan strateginya itu yang mesti diwaspadai pesaingnya.

Seperti yang Matteo bilang, rider yang sudah merasa unggul (dalam hal ini Marquez) tentu tidak punya beban. Apalagi poinnya jauh banget gini. Karakter rider seperti Marquez ini, saat dia unggul tentu bukan berarti dia akan santai dan males-malesan ya, justru dia akan lebih santai di tiap race. Santai artinya dia akan balapan dengan lebih maksimal. Tentu tugas lebih berat ada di pundak Lorenzo dan Rossi yang sepertinya akan merasa terbebani untuk harus bisa tampil sempurna di sisa 10 race yang ada demi mendulang poin dan mengikis ketertinggalan poin dari Marquez…sukur2 bisa mengungguli.

Di atas kertas, Marquez punya kans lebih besar untuk jadi juara dunia tahun ini. Tapi Lorenzo dan Rossi bukanlah rider kemarin sore yang mentalnya gampang melempem setelah serangkaian kegagalan yang dialami. So it is definitely far from over. Masih ada 9 race lagi di mana kita bisa menyaksikan kehebatan para rider motoGP tahun ini, terutama dari 3 rider yang gue tulis ini. Kesimpulan postingan ini? motoGP season 2016 is definitely one the season you don’t want to miss. Be sure to watch every series with your eyes open. 

See you on the next race : Red Bull Ring, Austria. August 14th 2016.

#CatalanGP 2016

Salah satu race #motoGP yang paling memorable menurut gue adalah “Battle of Barcelona” antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang terjadi di musim 2009. Sejak saat itu gue selalu berharap race seperti itu bisa terulang lagi. Tapi ternyata beru kejadian kemarin. Tahun 2016 ini. Lama yaaa… but it was worth waiting for.

#CatalanGP diawali dengan kejadian tragis yaitu Luis Salom yang mengalami kecelakaan di turn 12 saat menjalani FP2 & akhirnya #Mexicano39 ini pun menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami luka dalam yang cukup parah & cardiac arrest.


Akibat kejadian ini, Pihak Dorna konon meminta ijin dari keluarga Salom untuk bisa meneruskan seri ini. Jika pihak keluarga tidak memberikan restu, ada kemungkinan seri ini akan dibatalkan. Ternyata pihak keluarga Salom berbesar hati untuk memberikan restu meneruskan seri ini. Kemudian Safety Commission mengambil langkah cepat untuk segera merevisi layout sirkuit. Turn 12 & turn 10 mengalami perubahan. Akhirnya bentuk sirkuit menggunakan layout F1. Kemudian sempat timbul reaksi protes karena perbahan ini membuat sirkuit menjadi low speed dan memberikan keuntungan untuk pabrikan tertentu.

Melihat kejadian ini, jujur gue sempet bingung gimana harus bereaksi. Sempat menduga, aura race ini pasti jd gak enak. Sangat disayangkan juga ketika ada rider yang mengeluhkan masalah ‘competitiveness’ setelah ada kejadin fatal yang dialami Salom. Harusnya fokus utama pasca kejadian itu adalah keselamatan semua rider. Meskipun kalau boleh jujur, sesungguhnya tidak akan pernah ada cara untuk mebuat olahraga ini 100% aman untuk rider. Selalu ada resiko besar yang membayangi para rider setiap kali mereka race.

THE RACE DAY

Diawali dengan penampilan impresif Valentino Rossi saat warm-up. Pas di ruang make-up Matteo bilang :

Rossi is quick in warm-up & you know that means he’s very dangerous

Kemudian kita berdua pilih jagoan siapa yang akan menang #CatalanGP , Matteo pilih Rossi & gue pilih Marquez. Tapi ini semua kita lakukan off air, biar pada gak taruhan kata Matteo. Hahahahha…..

The race starts!Ealaaaah… Rossi jelek banget start nya. Mulai dr posisi 5 di grid, dia mulai melorot ke posisi 7 atau 9 di awal race. Kemudian pelan-pelan dia mulai menunjukkan taringnya. Overtake spektakuler mulai dilakukan, bahkan ada yang melewati 2 rider sekaligus. Sementara Lorenzo sudah memimpin dengan bayang-bayang Marquez dan Pedrosa. Bukan tugas mudah untuk Rossi membuka jalan untuk menyusul Lorenzo. Sampai akhirnya…Lorenzo sepertinya mengalami masalah dengan mesinnya dan lama2 speed nya menurun. Singkat cerita Rossi akhirnya berhasil merangsek ke posisi terdepan. Di 5 lap terakhir terjadilah pertarungan sengit antara Rossi dengan Marquez, 2 rider yang punya sejarah hubungan yang kurang baik pasca Sepang Clash 2015 lalu. This is a battle of pride between these 2 great riders.

Marquez keliatan sekali sudah mencapai limitnya, sementara The Doctor seperti masih punya strategi, kekuatan mesin & mental yang extra hari itu. Akhirnya pertarungan kali ini dimenangkan oleh Valentino Rossi. Marquez ada di posisi 2 dan Pedrosa ada di posisi ke 3. Sementara Lorenzo mengalami nasib kurang baik, terpaksa DNF akibat bertabrakan dengan…….. yak! dia lagi…. The Maniac : Iannone.

Kemenangan ini terasa manis untuk The Doctor yang 2 minggu sebelumnya gagal berpesta di kandangnya sendiri di Mugello akibat technical DNF yang dialaminya. Sudah cukup manisnya? Oh belum. Manisnya #CatalanGP makin terasa ketika Rossi (akhirnya) salaman dengan Marquez di parc ferme. Ketegangan keduanya terasa sekali kalau sudah mencair. Kejadian ini tentu menarik perhatian media yang hadir di Catalunya. Saat press conference pasca race digelar, timbul pertanyaan apakah dengan ‘handshake’ tadi artinya hubungan Rossi dan Marquez membaik?


Jawaban Rossi :

When these things [Salom’s accident] happen, all the rest becomes not very important. Very small.So I think it was the right thing to do.

Marquez pun sependapat :

It was a really difficult and sad weekend for MotoGP. But in the end, on Sunday, I like that it was the atmosphere of a MotoGP family again. When we were together on the grid [for the minute’s silence] and the way all the riders dedicated their race to Luis.

In the grandstands everybody was supporting all the riders. Full of respect, because we are taking a lot of risks. Another thing that for me was important was to shake hands again with Valentino. I’m happy about this

Gue setuju sekali. Marquez benar. Mulai dari rider kelas #moto3 #moto2 dan #motoGP saat race day benar-benar terlihat seperti keluarga besar. Kepergian Luis Salom yang mungkin mengingatkan mereka akan hal itu. Banyak sekali tribut yang dilakukan para rider untuk mengenang #Mexicano39 & semua itu sangat mengharukan.


#CatalanGP 2016 is one race weekend everyone will remember for a very long time. Not just about the spectacular battle, but all riders & paddock crew come as one big family. Where frozen relationships finally melts & (hopefully) becomes warm once again.

Thank you #motoGP riders for showing us that positivity is what we need to enjoy the sport.

 

#SepangClash versi Bahasa Indonesia

Jadi ya guys, kenapa gue awalnya nulis postingan dengan bahasa Inggris karena mau menyertakan quotes dr Mike Webb (race director motoGP) & Valentino Rossi. Supaya nyambung gitu loh. Tapi gue akan coba menuliskan lagi pendapat gue pribadi dengan bahasa Indonesia.

Sebetulnya memerlukan keberanian juga sih untuk menulis postingan ini, karena gue paham sekali bahwa mungkin saat ini baik fans Valentino Rossi, Marc Marquez bahkan mungkin Jorge Lorenzo sedang mudah sekali tersulut emosi. Yah gimana enggak, kemaren pas kejadian aja di on air gue bilang untuk sabar sambil menunggu hasil penyelidikan race direction, udh ada yg mention gue di twitter dgn tuduhan gue lbh belain Rossi karena terkait sponsorship. Lah kalo bener krn sponsor sih justru gue belain Rossi banget. Lawong hasil penyelidikannya aja belum ada, masa udh berpihak? Yaaa tapi anggep aja yang komen begitu, karena lg kurang piknik deh 😁

Oke. cukup preambule nya ya…

Mike Webb, race director motoGP mengungkapkan hasil penyelidikan #SepangClash . Setelah melihat rekaman video dari berbagai angle & mendengar langsung dari Rossi & Marquez, disimpulkan bahwa :

*Kedua rider punya kontribusi atas kejadian ini.

*Manuver yang dilakukan Marquez memang agresif atau mungkin bisa dianggap memprovokasi, tapi semuanya dilakukan dengan tidak melanggar peraturan apapun

*Rossi memang terprovokasi dan memang ingin membuat Marquez melebar (bukan sengaja ingin menjatuhkan)

Itu 3 kesimpulan penting yang diungkap, lengkapnya bisa kalian baca di crash.net

Poin di klasemen sampai saat ini tetap sama. Tidak ada pemotongan poin, Rossi masih memimpin 7 poin dr Lorenzo. Rossi diganjar penalti 3 poin. Karena sudah ada 1 poin sebelumnya dari seri Misano, jadi dengan akumulasi tersebut menurut peraturan Rossi harus start di grid terbelakang di seri selanjutnya. Yang adalah Valencia, yang adalah seri penentu juara dunia motoGP musim 2015. Sungguh sebuah antiklimaks buat gue, akhir yang sedih. 

Sejujur-jujurnya, kalian pasti juga udah tau kalo gue adalah penggemar Valentino Rossi. Sejak Marquez menunjukkan agresivitasnya ke Rossi, gue udah deg-degan. Udah tau lah pasti ini akan ada yang DNF. Saat itu pula ingatan langsung melayang ke pre-event press conference Kamis lalu, saat Rossi melemparkan tuduhan bahwa Marquez ‘membantu’ Lorenzo untuk jadi juara dunia musim ini. Di saat otak gue sedang menerka apa yang akan terjadi…Marquez terjatuh. Liat dari replay, sekilas terlihat Rossi seperti menendang Marquez. Saat ini gue juga langsung mikir : Kok Rossi gitu? Iya…itu reaksi gue saat itu.Jujur.

Kemudian, gue mulai coba untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Buat gue, segimanapun kita mengidolakan seseorang tentu mesti berusaha untuk melihatnya seobyektif mungkin. Susah sih, karena akan jauh lebih gampang untuk mengikuti emosi dan menyalahkan salah satu pihak dan jelas yang disalahkan (biasanya) bukan sang idola.

Menurut gue, apa yang dilakukan Marquez secara teknis memang tidak salah. Sependapat dengan Mike Webb, apa yang dilakukannya memang tidak melanggar aturan apapun. Trus, gimana kalo memang dia ternyata bener bantuin Lorenzo seperti yang dituduhkan Rossi? Kita bisa aja bilang gak sportif, curang atau apapun…tapi mari dipikir lagi dengan jernih. Apapun motivasinya Marquez, siapa yang bisa melarang? Apa yang ada di kepala masing-masing rider saat balapan terjadi, hanya mereka sendiri yang tau. Bagaimana hubungan antar rider di luar track juga mereka sendiri yang tau pasti. Fans nya Rossi boleh aja menganggap Marquez tidak sportif, tapi nyatanya pihak motoGP tidak menganggap tindakannya menyalahi aturan. Mungkin memang memprovokasi, tapi tidak aturan yang dilanggar.

Apa benar Rossi dengan sengaja ingin menjatuhkan Marquez? Silakan koreksi kalau gue salah, tapi Rossi bukanlah seorang rider yang dikenal punya ciri khas riding style yang membahayakan rider lainnya. Beda dengan Almarhum Simoncelli yang memang masih lekat di ingatan kita betapa nekatnya dia ketika berlaga di track. Yaaa bukan berarti Rossi gak bikin rider lain gerah sih… tuh…dapet salam dari Biaggi! Hahahha….

Malahan Marquez di tahun 2013 pernah mendapat kritik keras dari Lorenzo soal riding style nya yang membahyakan rider lain. Silakan baca artikelnya –>  http://www.autosport.com/news/report.php/id/110271 .

Dalam press conference pasca race, ini yang dikatakan Rossi :

“Marquez knows it wasn’t red mist that caused the incident. It’s very clear from the helicopter footage that I didn’t want to make him crash, I just wanted to make him lose time, go outside of the line and slow down, because he was playing his dirty game, even worse than in Australia. When I went wide and slowed down to nearly a stop, I looked at him as if to say ‘what are you doing?’. After that we touched. He touched with his right underarm on my leg and my foot slipped off the foot peg. If you look at the image from the helicopter it’s clear that when my foot slipped of the foot peg, Marquez had already crashed. I didn’t want to kick him, especially because, if you give a kick to a MotoGP bike, it won’t crash, it’s very heavy. For me the sanction is not fair, because Marquez won his fight. His program is OK because he is making me lose the championship. The sanction is not good, especially for me, because I didn’t purposefully want to make him crash, I just reacted to his behaviour, but I didn’t kick him. You can’t say anything in the press conference, maybe it changes something, but to me this was not fair, because I just want to fight for the championship with Jorge and let the better man win, but like this that’s not happening. Like I said, I didn’t want to make Marquez crash, but I had to do something because at that moment Jorge was already gone. The championship is not over yet, but this sanction cut me off by the legs and made Marquez win.”

Kata-kata : Marquez win, bikin gue patah hati. Rossi pun bilang bahwa penalti 3 poin itu seperti memotong kakinya dan membuat Marquez menang.

Yamaha juga sudah mengajukan banding atas sanksi yang memberatkan Rossi ini, tapi ditolak. Silakan baca juga tanggapan Lin Jarvis atas kejadian ini. Menarik banget sih : http://www.motogp.com/en/news/2015/10/25/sepangclash-jarvis-reacts/188527

Mungkin benar, jika dilihat dari sudut heli-cam ceritanya beda. Tapi dari video yang paling banyak beredar,menempatkan Rossi di posisi yang sulit. Gak sedikit orang yang mungkin awalnya mengidolakan Rossi, jd berbalik menghujat. Sekali lagi, Rossi adalah target empuk saat ini. Posisinya benar-benar tidak menguntungkan.

Jadi mana yang benar? Buat gue..ini benar-benar hanya Marquez dan Rossi yang tau, Video dari angle manapun nampaknya akan sulit untuk memecahkan misteri ini. Gue tidak bisa menghujat Marquez, tidak bisa juga mendadak kehilangan respek terhadap Valentino Rossi.

#SepangClash left me numb

The penultimate round. That’s what everyone said about #MalaysianGP .

Rossi came to Sepang with an advantage 11 points ahead Lorenzo. All eyes are on these two amazing riders. The tension is in the air. Well actually, I could sense the tension all the way from round 16 in Phillip Island. Especially from Rossi. From what I saw, The Doctor is not as playful & relax as usual but he tried to look casual. But I can tell he was under a lot of pressure. 

Started the 2015 season with a superb performance in Losail, Rossi is a strong contender to be The World Champion for the 10th time. As his fan, I’m so happy to see his doing quite well race after race. Until…..

Misano

Personally I was so sure that Misano is going to be the circuit where Rossi will gain 25 points. To secure his spot at the top. But turned out, the race result was not as I expected. It was a flag to flag race due to track’s changing conditions. Marquez won the race. Rossi was in 5th position. Truth is, this is where my gut told me that things might get a little harder for him to clinch the title. 

And now here we are..hours after witnessing the most intense motoGP battle. The tension sparked on Thursday when Rossi accused Marquez was helping Lorenzo in Phillip Island. Both Spaniard denied the accusation. On FP sessions Rossi looked very iritated with Marquez being around him. The climax of the Sepang drama happened on race day. 

The intense battle between Rossi & Marquez left my heart pounding. Until the incident…well I don’t know if that’s the correct  word for it. But yeah..you know what I mean…

I was speechless. Yes,I want Rossi to clinch The World Champion for the 10th time. I really do, but I think what he did was very unnecessary. 

Let’s (try to) be fair & objective. Let’s just say that maybe..just maybe the accusations were true. That Marquez was helping Lorenzo to clinch the title, hence the aggressive riding towards Rossi. Yes..as a Rossi fan, I didn’t  like to see that kind of aggressiveness. But just like Mike Webb, the race director said

We heard from both riders. Marquez told us that he was just riding his normal race and minding his own business, making passes on Valentino without contact. Which is true. And that he had no intention of disturbing Valentino. 

“Valentino on the other side said it was clear to him that Marc was deliberately slowing down the pace and making it difficult for Valentino to race. That he deliberately ran wide in the turn in order to give himself an advantage in order to get away from Marquez. 
“Finally, we actually believe there is fault on both sides. 
“Despite what Marquez said we think he was deliberately trying to affect the pace of Valentino. However he didn’t actually break any rules. Whatever we think about the spirit of the championship, according to the rule book he didn’t make contact. His passes were clean. He rode within the rules. 
“Valentino reacted to what he saw as provocation from Marquez and unfortunately his reaction was a manoeuvre that was against the rules. It’s irresponsible riding causing a crash. We believe the contact was deliberate. He says he did not want Marquez to crash, but he did want to run him wide.” 

-Fault on both sides
-Technically Marquez didn’t break any rules, his passes were clean

-Rossi was provoked & he did want to make Marquez run wide

What’s inside my head? This is the truth.Yes, I was furious to see what Marquez did to Rossi. For a moment there, I really thought the accusation was true. But..IF it was true, it’s Marquez right to do so. It might not be a pleasant behavior but once again he didn’t break any rules. We never know what’s inside the rider’s head when he’s on the track, right? Who can really know for sure what his motives are. Then again, he was aggressive (maybe even deliberately provoking) but he’s doing it without breaking any rules. 

That puts Rossi in a very tough spot. He was given 3 penalty points & since he already has 1 penalty point, The Doctor has to start the season finale from the back of the grid. 

Devastated.

Just got a quote from Rossi after the race from the press conference:

“Marquez knows it wasn’t red mist that caused the incident. It’s very clear from the helicopter footage that I didn’t want to make him crash, I just wanted to make him lose time, go outside of the line and slow down, because he was playing his dirty game, even worse than in Australia. When I went wide and slowed down to nearly a stop, I looked at him as if to say ‘what are you doing?’. After that we touched. He touched with his right underarm on my leg and my foot slipped off the foot peg. If you look at the image from the helicopter it’s clear that when my foot slipped of the foot peg, Marquez had already crashed. I didn’t want to kick him, especially because, if you give a kick to a MotoGP bike, it won’t crash, it’s very heavy. For me the sanction is not fair, because Marquez won his fight. His program is OK because he is making me lose the championship. The sanction is not good, especially for me, because I didn’t purposefully want to make him crash, I just reacted to his behaviour, but I didn’t kick him. You can’t say anything in the press conference, maybe it changes something, but to me this was not fair, because I just want to fight for the championship with Jorge and let the better man win, but like this that’s not happening. Like I said, I didn’t want to make Marquez crash, but I had to do something because at that moment Jorge was already gone. The championship is not over yet, but this sanction cut me off by the legs and made Marquez win.”

Logically, it is a bit hard to kick down a 150kg-ish bike don’t you think? 

Oh this drama just left me numb.

Magical Mugello

Coba, kapan terakhir kali liat race motoGP seseru seri Mugello kemaren? Udah lama kaaaan?
Gue nulis posting ini utk menjawab beberapa tweet bernada kurang sedap yg ditujukan ke gue.
Dibilang gue nge-fans sama Lorenzo makanya gak obyektif, dibilang juga komen gue gak obyektif krn ada pihak sponsor.

Gini loh ya, gue jawab jujur deh ya…
Pertama :
GUE ADALAH FANS BERAT VALENTINO ROSSI. Pas The Doctor terseok-seok di Ducati pun gue tetep mengidolakan dia sampai sekarang.
Kedua : Yamaha memang sponsor LIVE race di motoGP Trans7.

Dengan 2 fakta tersebut di atas plus kejadian di Mugello kemarin bisa gue katakan bahwa :

*Lorenzo kemarin memang fenomenal. Titik. Coba liat lagi penampilan dia sejak awal musim 2014. Gak segalak biasanya. Sebelum Mugello, naik Podium baru sekali. Itupun di posisi ke 3.
Serangan2 Lorenzo ke Marquez kemaren begitu bertubi-tubi & variatif. Beda sama Marquez yg selalu menyerang di titik yg sama : track lurus yg emang jd andalannya Honda.
Rossi, buat gue penampilannya juga bagus. Mengingat saat kualifikasi dia salah pilih ban, akhirnya menghadapi masalah chattering dan akhirnya harus start di posisi 10, row ke 4. ROW4 man! Di depannya banyak rider2 muda nan
agresif yg motornya kenceng juga. Kebayang PR nya kan? Rossi pun pasang target gak muluk, pokoknya podium. Dan akhirnya terpenuhi, dia duduk di podium ke 3.

*apa karena sponsor trus gue memuji berlebihan? Di poin yg atas udh terjawab sih. Gak obyektif? Nah, pas On Air baik gue dan Joni Lono kerap kali bilang, masih ada PR utk Yamaha. Pernah juga kita bilang bahwa harus diakui, saat ini Honda punya paket yg bagus, motor & ridernya PAS.
Jadi boleh percaya boleh enggak sih, tapi baik Gue, Joni & Matteo selalu berusaha senetral mungkin. Tapi kalo gak percaya ya hak penonton juga.

Gue yakin yg liat dgn seksama siaran LIVE race, akan paham apa yg gue tulis barusan. Krn toh kmrn banyak juga rossifumi yg mengakui kehebatan Lorenzo. Bahkan ada kok yg fansnya Marquez mengakui hal yg sama.
Kalo nontonnya sepotong-sepotong ya susah ya. Cuma komentar pas apa yg dia denger, gak secara keseluruhan.

Dr sekian banyak mention di twitter yg masuk ke gue, sebenernya cuma 3 komen negatif sih. Jauh lbh banyak yg sepaham sama apa yg gue (dan komentator yg berada lgs di Mugello) liat.
Komentator asing itu berkali2 bilang

BRILLIANT race by Lorenzo

As a matter a fact, it was a brilliant race indeed. See you at the next round, GP Catalunya on June 15th.

20140602-092524-33924870.jpg

Marquez vs Lorenzo

MotoGP musim ini gue bilang seru banget! Krn sampe skrg kita belom tau siapa yg akan jd Juara Dunia musim 2013 ini. Semuanya baru akan terjawab 10 November mendatang di race terakhir yg berlangsung di Ricardo Tormo Circuit, Valencia. Kalo gak salah, terakhir kalinya penentuan juara dunia di seri terakhir kaya gini itu di tahun 2006 deh.

Eniweeeeiii…..

The million dollar question is : who will be the motoGP World Champion 2013? The Incredible Rookie, Marc Marquez? Or The Man id Steel, Jorge Lorenzo?

Marquez tampil impresif musim ini. spt dugaan banyak orang lah, termasuk gue. Performanya waktu masih di moto2 aja udah mengagumkan kok. Di kelas motoGP ini ternyata sama, dia bisa ngerepotin para seniornya. Langganan podium lah dia musim ini. Terlepas dr beberapa kontroversi yg terjadi, gue mengakui Marquez ini Rookie yg luar biasa.

Lorenzo? Ah…rider yg satu ini ngeri! Keliatan banget Lorenzo ini makin mateng dan sempurna. Penampilannya pas balapan seringkali flawless, tanpa cela. Susah lah kalo mau overtake dia. Belom lagi semangatnya yg luar biasa. Inget kan waktu kejadian di Assen? Patah collar bone waktu FP, lgs terbang ke Barcelona…eh trus balap lg loh dia. Finish ke 5 pulak. Krn itu beberapa media akhirnya ngasih julukan The Real Man Of Steel buat dia.

Di atas kertas tugas Marquez buat jd juara dunia musim ini lbh ringan. Finish ke 3 aja udh aman. Tdnya gue pikir yg akan menyulitkan Marquez adalah dirinya sendiri. Maksudnya gini, kan dia masih muda. Pasti ambisinya gede banget. Tadinya gue pikir saking ambisiusnya, si brondong ini bisa aja race dgn nekat tanpa perhitungan. Plus dia juga punya keinginan besar jd Rookie yg bisa jd juara dunia pada taun pertama turun di kelas para raja. Terakhir, Rookie yg bisa gitu adalah Kenny Roberts taun 1978. Segala ambisi itu tdnya gue pikir akan bikin dia jd banyak melakukan kesalahan krn belom cukup pengalaman kan?
Etapi ternyata gue liat sesuatu yg beda pas race di Motegi kmrn. Gue liat si brondong ini mateng juga strateginya. Gak memaksakan diri buat ngejar Lorenzo, dia perhitungkan bener semuanya. Gak napsuan yg akhirnya berakibat konyol.

Lorenzo tentunya mau mempertahankan gelar juara dunianya dong. Utk yg ke-3 kali nih! Bekal pengalaman yg lbh banyak dibanding Marquez jadi senjata utama.

Jd siapa yg gue jagoin? Hmm….

Gue sih seneng kalo Marquez jd juara dunia & bikin sejarah baru. Tapi entah kenapa kok feeling gue kayaknya Jorge yg akan jd juara dunia. Gak tau sik…. Namanya juga feeling kan? Kita liat aja tgl 10 November.

Yg pasti seri Valencia ini WAJIB DITONTON krn pasti racenya akan fenomenal.

Sampe ketemu di Trans7 😁

20131028-202249.jpg