Sweet Home Misano

Misano World Circuit Marco Simoncelli. Ini memang sirkuit yang punya arti khusus untuk seorang Valentino Rossi. Hanya berjarak kurang lebih 13km dari Tavullia, Rossi menyebut sirkuit ini adalah rumahnya. Makanya dia bilang akan memberikan usaha 120% di #SanMarinoGP . Berlaga di kandang sendiri jelas punya semangat tersendiri sekaligus punya tekanan yang sangat besar juga. Masih lekat di ingatan kita saat Rossi DNF di Mugello, seakan pesta yang sudah disiapkan di sana jd antiklimaks. Tentu Rossi gak mau kejadian lagi di Misano. 

Tensi #SanMarinoGP sudah mulai terasa sejak free practise. Rossi yang sedang melakukan hot lap merasa terhalang oleh Aleix Espargaro. Saking emosinya, Rossi sampai memberikan jari tengahnya kepada Aleix. 


Bukan hanya Rossi, tapi Lorenzo pun sempat menunjukkan kekesalannya kepada…. Marquez 


Drama Misano juga tidak luput dari Iannone yang sempat crash di FP1. Sempat dinyatakan unfit to ride, kemudian terdengar kabar akan dievaluasi ulang kemudian diputuskan lg utk tidak boleh turun di #SanMarinoGP 

RACE DAY! 

Front grid : Lorenzo-Rossi-Viñales. Lorenzo memang tampil impresif saat kualifikasi. Bahkan dia sempat bilang 

Best lap of my life 

Rossi tampil dgn design helm khusus “sweet home Misano” 


Tampaknya memang serius untuk selebrasi di Misano.

Saat start, Lorenzo lgs melesat. Rossi terus menempel. Sampai akhirnya terjadilah yang lagi diomongin banyak orang : Rossi overtake Lorenzo! 

Rossi terus memimpin sampai akhirnya Pedrosa membuat kejutan. Start di posisi 8, hari itu Pedrosa memilih ban soft untuk roda depan. Hasilnya memang luar biasa. Pedrosa berhasil mengejar Rossi & akhirnya jd juara di Misano setelah terakhir kali naik podium juara di sini pd th 2010. Rossi ada di posisi kedua & Lorenzo ke-3. 

Race selesai, dramanya belom selesai. Pas press conference Lorenzo bilang kalo Rossi overtake nya terlalu agresif. Rossi gak terima, intinya debat lah mereka berdua & Pedrosa nunduk aja sambil ngerasa awkward kali ya *peluk Pedrosa* 

Oke…gimana tanggapan gue? Seperti yang dikatakan Pedrosa saat post race press con, Misano ini sirkuit yang sempit. Jd susah utk melakukan overtake, makanya kalau ada kesempatan ya digunakan. Hal ini juga yang dikatakan Rossi. Lagian kita juga tau kalo Lorenzo udah melesat susat banget dikejar, jd kalo ada kesempatan overtake ya pasti dihajar. 

Terlalu agresif? Coba bandingin sama race di Silverstone deh, itu seru banget overtakenya antara Marquez & Rossi. Crutchlow pun agresif banget.  Overtake yang dilakukan Rossi menurut gue ya biasa aja  

Other riders overtake more clean
Gitu katanya Lorenzo. Menurut gue ya gak juga sih. Liat race moto3 yang overtake nya serem deh. Kelas moto2 juga begitu. 

To be fair, this is a race. In a race you HAVE to be agressive to win.

Yang gue liat sih ini bukan masalah overtake. Tapi 2 rider ini memang dari dulu udah bersitegang, jd rasanya isu sekecil apapun bisa jd masalah. Bisa jd juga karena pressure mereka berdua berat. Gak gampang ngejar poin Marquez yg skrg memimpin klasemen. 

Tapi ya namanya juga motoGP, kalo ada drama seperti ini kan jd malah makin seru nontonnya. Jd ya kita sebagai fans ikutan nonton aja, jangan ikutan panas. 



Next race : Aragon, tanggal 25 September 2016

Is It Over?

Gimana reaksi kalian setelah nonton race #GermanGP di Sachsenring kemarin?

Dari hasil pantauan yang gue liat di mention-an twitter dan instagram sih, banyak fans #VR46 yang kecewa, gemas,kesal..gara2nya? ya karena seperti yang kalian lihat sendiri kemarin Rossi tidak mengikuti instruksi tim yang memintanya segera masuk box untuk mengganti motornya. Keputusan Rossi inilah yang dinilai banyak orang sebagai penyebab dia gagal (lagi) menuai 25 poin di seri ini. Sementara fans nya #MM93 nampaknya semakin yakin bahwa rider idolanya ini akan jadi jadi juara  (lagi) dunia musim ini. Dengan gap poin yang sangat jauh, rasanya gak salah-salah banget kalau banyak yang yakin titel juara dunia #motoGP 2016 ini sudah dalam genggaman Marquez.

Sudah dalam genggaman, tapi bukan berarti sudah jadi milik Marquez loh ya. Hahahaha..

Ya..masih ada 9 race lagi yang tersisa di musim ini. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Gimana gue melihat keadaan ini? Oke..gue akan coba menuliskan pemikiran gue seobyektif mungkin dengan melihat data & situasi yang ada sekarang ya. Here we go..

Posisi klasemen sekarang ini adalah sebagai berikut :


Marquez memimpin klasemen sementara dengan poin yang cukup signifikan : 170 poin. 2 rider yang membayanginya adalah Lorenzo & Rossi. Nah sekarang gue mau membagi pengamatan gue tentang 3 rider ini sejak awal musim 2016. Mereka bertiga ini ada perubahan strategi dan emosi loh, paling tidak itu yang terlihat di mata gue.
Sebelum musim ini dimulai, Lorenzo sang Juara Dunia 2015 terlihat sekali punya determinasi tinggi untuk bisa mempertahankan gelarnya di musim ini. Di seri awal dia memang terlihat garang seperti biasa, race tanpa cela..sempurna bahkan di setiap sesi free practice sekalipun. Mungkin puncak kepercayaan dirinya adalah saat dia menang di Mugello, di saat yang bersamaan Rossi mengalami technical DNF. Tapi semuanya seperti berbalik setelah . Justru di ‘rumahnya’ sendiri Lorenzo harus mengalami nasib sial karena terlibat insiden dengan Ianonne yang berujung DNF. Lanjut race di Assen yang berlangsung di bawah guyuran hujan, di sini Lorenzo pun juga tidak segarang biasanya. Pindah ke Sanchsenring yang memang bukan track favoritnya, Lorenzo mengalami banyak kesulitan bahkan sejak FP1 lanjut crash sampai kedua kalinya saat kualifikasi. Lorenzo seperti sedikit kehilangan kepercayaan dirinya.

Rossi nih…hmm…gue mikir, The Doctor ini pasti masih baper lah soal 2015 lalu. Tapi sepertinya dia merubah emosinya itu ke hal yg lbh positif & produktis yairu dgn memasang target utk jd  juara dunia untuk yang ke 10 kalinya. Kalau target ini udah kesampean kayanya dia akan lebih santai, bisa jadi malah mungkin siap-siap pensiun. Keseriusan berburu gelar ini didukung dengan hadirnya Luca Cadalora yang menjadi performance coach untuk The Doctor. Penampilannya di Catalunya menjadi pertanda bahwa “The Doctor still got the moves” ! Fight nya dengan Marquez benar-benar memukau. Seakan membalas DNF nya di Mugello, di CatalanGP kali ini Rossi jadi juara. Di sini gue yakin kalo perburuan gelar juara dunia musim ini akan ketat sekali. Eh tapi kok…di Assen, Rossi malah DNF yang menyebabkan hilangnya poin. Lanjut di Sachsenring yang flag to flag race, Rossi pun gagal finish di podium yang lagi-lagi tidak mendulang poin signifikan untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara.

Nah..Marquez! Rider yang satu ini, di awal musim terlihat agresif seperti biasa. Bahkan sampai seri Catalunya pun gue melihatnya begitu. Banyak jurnalis yang sudah menuliskan bahwa sebetulnya Marquez tahun ini terlihat lebih matang secara emosi dan strategi. Dia akan lebih berkonsentrasi untuk meraih poin di setiap seri, tidak akan memaksakan untuk menang jika resikonya terlalu besar apalagi kalau sampai ada resiko DNF. Ternyata memang benar. Salah satu buktinya adalah, saat race di Assen lalu. Marquez tidak memaksakan diri mengejar Miller yang sudah unggul. Apalagi Rossi sudah DNF, jadi Marquez tidak memaksakan diri. Lagipula Miller pun bukan kontender kuatnya di perebutan gelar juara dunia. Di sini terlihat Marquez memang melihat target besarnya adalah untuk meraih poin, bukan hanya memenangi satu seri aja. Begitu pula saat race di Sachsenring. Gue kagum luar biasa sama kematangan strategi tim Honda Repsol dan Marquez. Saat tertinggal jauh dan merasa kesempatan menangnya sudah sangat minimal, justru di saat itulah Marquez dan timnya memutuskan untuk bertaruh dengan mengganti motor, hasilnya memang manis sekali..Marquez berhasil menang untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut di sirkuit ini. Untuk rider dengan usia semuda Marquez, menurut gue dia luar biasa banget sih. Kematangan emosi dan strateginya itu yang mesti diwaspadai pesaingnya.

Seperti yang Matteo bilang, rider yang sudah merasa unggul (dalam hal ini Marquez) tentu tidak punya beban. Apalagi poinnya jauh banget gini. Karakter rider seperti Marquez ini, saat dia unggul tentu bukan berarti dia akan santai dan males-malesan ya, justru dia akan lebih santai di tiap race. Santai artinya dia akan balapan dengan lebih maksimal. Tentu tugas lebih berat ada di pundak Lorenzo dan Rossi yang sepertinya akan merasa terbebani untuk harus bisa tampil sempurna di sisa 10 race yang ada demi mendulang poin dan mengikis ketertinggalan poin dari Marquez…sukur2 bisa mengungguli.

Di atas kertas, Marquez punya kans lebih besar untuk jadi juara dunia tahun ini. Tapi Lorenzo dan Rossi bukanlah rider kemarin sore yang mentalnya gampang melempem setelah serangkaian kegagalan yang dialami. So it is definitely far from over. Masih ada 9 race lagi di mana kita bisa menyaksikan kehebatan para rider motoGP tahun ini, terutama dari 3 rider yang gue tulis ini. Kesimpulan postingan ini? motoGP season 2016 is definitely one the season you don’t want to miss. Be sure to watch every series with your eyes open. 

See you on the next race : Red Bull Ring, Austria. August 14th 2016.

Magical Mugello

Coba, kapan terakhir kali liat race motoGP seseru seri Mugello kemaren? Udah lama kaaaan?
Gue nulis posting ini utk menjawab beberapa tweet bernada kurang sedap yg ditujukan ke gue.
Dibilang gue nge-fans sama Lorenzo makanya gak obyektif, dibilang juga komen gue gak obyektif krn ada pihak sponsor.

Gini loh ya, gue jawab jujur deh ya…
Pertama :
GUE ADALAH FANS BERAT VALENTINO ROSSI. Pas The Doctor terseok-seok di Ducati pun gue tetep mengidolakan dia sampai sekarang.
Kedua : Yamaha memang sponsor LIVE race di motoGP Trans7.

Dengan 2 fakta tersebut di atas plus kejadian di Mugello kemarin bisa gue katakan bahwa :

*Lorenzo kemarin memang fenomenal. Titik. Coba liat lagi penampilan dia sejak awal musim 2014. Gak segalak biasanya. Sebelum Mugello, naik Podium baru sekali. Itupun di posisi ke 3.
Serangan2 Lorenzo ke Marquez kemaren begitu bertubi-tubi & variatif. Beda sama Marquez yg selalu menyerang di titik yg sama : track lurus yg emang jd andalannya Honda.
Rossi, buat gue penampilannya juga bagus. Mengingat saat kualifikasi dia salah pilih ban, akhirnya menghadapi masalah chattering dan akhirnya harus start di posisi 10, row ke 4. ROW4 man! Di depannya banyak rider2 muda nan
agresif yg motornya kenceng juga. Kebayang PR nya kan? Rossi pun pasang target gak muluk, pokoknya podium. Dan akhirnya terpenuhi, dia duduk di podium ke 3.

*apa karena sponsor trus gue memuji berlebihan? Di poin yg atas udh terjawab sih. Gak obyektif? Nah, pas On Air baik gue dan Joni Lono kerap kali bilang, masih ada PR utk Yamaha. Pernah juga kita bilang bahwa harus diakui, saat ini Honda punya paket yg bagus, motor & ridernya PAS.
Jadi boleh percaya boleh enggak sih, tapi baik Gue, Joni & Matteo selalu berusaha senetral mungkin. Tapi kalo gak percaya ya hak penonton juga.

Gue yakin yg liat dgn seksama siaran LIVE race, akan paham apa yg gue tulis barusan. Krn toh kmrn banyak juga rossifumi yg mengakui kehebatan Lorenzo. Bahkan ada kok yg fansnya Marquez mengakui hal yg sama.
Kalo nontonnya sepotong-sepotong ya susah ya. Cuma komentar pas apa yg dia denger, gak secara keseluruhan.

Dr sekian banyak mention di twitter yg masuk ke gue, sebenernya cuma 3 komen negatif sih. Jauh lbh banyak yg sepaham sama apa yg gue (dan komentator yg berada lgs di Mugello) liat.
Komentator asing itu berkali2 bilang

BRILLIANT race by Lorenzo

As a matter a fact, it was a brilliant race indeed. See you at the next round, GP Catalunya on June 15th.

20140602-092524-33924870.jpg

Marquez vs Lorenzo

MotoGP musim ini gue bilang seru banget! Krn sampe skrg kita belom tau siapa yg akan jd Juara Dunia musim 2013 ini. Semuanya baru akan terjawab 10 November mendatang di race terakhir yg berlangsung di Ricardo Tormo Circuit, Valencia. Kalo gak salah, terakhir kalinya penentuan juara dunia di seri terakhir kaya gini itu di tahun 2006 deh.

Eniweeeeiii…..

The million dollar question is : who will be the motoGP World Champion 2013? The Incredible Rookie, Marc Marquez? Or The Man id Steel, Jorge Lorenzo?

Marquez tampil impresif musim ini. spt dugaan banyak orang lah, termasuk gue. Performanya waktu masih di moto2 aja udah mengagumkan kok. Di kelas motoGP ini ternyata sama, dia bisa ngerepotin para seniornya. Langganan podium lah dia musim ini. Terlepas dr beberapa kontroversi yg terjadi, gue mengakui Marquez ini Rookie yg luar biasa.

Lorenzo? Ah…rider yg satu ini ngeri! Keliatan banget Lorenzo ini makin mateng dan sempurna. Penampilannya pas balapan seringkali flawless, tanpa cela. Susah lah kalo mau overtake dia. Belom lagi semangatnya yg luar biasa. Inget kan waktu kejadian di Assen? Patah collar bone waktu FP, lgs terbang ke Barcelona…eh trus balap lg loh dia. Finish ke 5 pulak. Krn itu beberapa media akhirnya ngasih julukan The Real Man Of Steel buat dia.

Di atas kertas tugas Marquez buat jd juara dunia musim ini lbh ringan. Finish ke 3 aja udh aman. Tdnya gue pikir yg akan menyulitkan Marquez adalah dirinya sendiri. Maksudnya gini, kan dia masih muda. Pasti ambisinya gede banget. Tadinya gue pikir saking ambisiusnya, si brondong ini bisa aja race dgn nekat tanpa perhitungan. Plus dia juga punya keinginan besar jd Rookie yg bisa jd juara dunia pada taun pertama turun di kelas para raja. Terakhir, Rookie yg bisa gitu adalah Kenny Roberts taun 1978. Segala ambisi itu tdnya gue pikir akan bikin dia jd banyak melakukan kesalahan krn belom cukup pengalaman kan?
Etapi ternyata gue liat sesuatu yg beda pas race di Motegi kmrn. Gue liat si brondong ini mateng juga strateginya. Gak memaksakan diri buat ngejar Lorenzo, dia perhitungkan bener semuanya. Gak napsuan yg akhirnya berakibat konyol.

Lorenzo tentunya mau mempertahankan gelar juara dunianya dong. Utk yg ke-3 kali nih! Bekal pengalaman yg lbh banyak dibanding Marquez jadi senjata utama.

Jd siapa yg gue jagoin? Hmm….

Gue sih seneng kalo Marquez jd juara dunia & bikin sejarah baru. Tapi entah kenapa kok feeling gue kayaknya Jorge yg akan jd juara dunia. Gak tau sik…. Namanya juga feeling kan? Kita liat aja tgl 10 November.

Yg pasti seri Valencia ini WAJIB DITONTON krn pasti racenya akan fenomenal.

Sampe ketemu di Trans7 😁

20131028-202249.jpg