Sportif

Kurang lebih sudah 10 tahun gue jadi host motoGP di Trans7. Banyak hal yang berubah, banyak hal yang gue pelajari. Setiap tahun, gue mengevaluasi apa yang bisa gue lakukan untuk bisa jadi host yang lebih baik. Dari segi knowledge tentu harus semakin mendalami. Dari segi teknik presenting harus semakin informatif, menghibur dan obyektif. 

Tapi selama hampir 1 dekade ini, gue hampir tidak pernah lepas dari komentar negatif beberapa orang yang (mengaku) fans fanatik rider tertentu. Gue bilang beberapa karena memang gak banyak. Alhamdulillah jauh lebih banyak penonton motoGP yang memberikan apresiasi positif untuk gue. Tapi justru yang sedikit ini membuat gue berpikir…

Kata2 (yang menurut mereka) kritik dilontarkan tiap mereka merasa apa yang gue atau Matteo sampaikan tidak sesuai dengan apa yang mereka (ingin) dengar.

Contohnya yang paling hangat ya pas #FrenchGP di Le Mans kemarin. 

Matteo sama Lucy nih ketauan banget belain Rossi. Sama Lorenzo aja sentimen banget

Padahal gue yakin 100% kalau kita berdua tidak melakukan itu. Kenapa? Karena sejak FP 1 sampai kualifikasi, Rossi memang tampil buruk & hal itu kita bahas. Lawong Rossinya aja pas post-race interview juga mengakui kalo dia memang gak bagus. Sementara Lorenzo benar-benar maksimal & mendominasi. Bahkan gue inget banget pas on-air Matteo bilang :

Perfect weekend untuk Lorenzo & dia pantas untuk menang

Jadi bagian mana yang ngebelain Rossi banget? 

Kemudian ada juga yang mention gue di twitter, katanya gak terima Lorenzo dikatain sama sebuah akun fans Rossi. Padahal fan base Rossi yg gue kenal baik gak bad mouthing siapa-siapa. 

Inti permasalahan dari semua cerita di atas adalah : F A N A T I S M E. 

Semua yang suka motoGP pasti punya rider favorit. Bahkan gak sekedar favorit, tapi fanatik. Fanatisme terhadap seorang rider sebetulnya hal yang sangat wajar. Tapi fanatisme itupun bisa jd sumber penyulut emosi. Fanatisme membuat seseorang sulit melihat sesuatu dr sudut pandang yang obyektif. Parahnya, orang lainpun dianggap salah…bahkan dianggap musuh jika punya pendapat yang dianggap merugikan idolanya. Padahal belum tentu. Bisa jadi yang diungkapkan sesungguhnya benar, tapi fanatisme menutupi obyektifitasnya. 

Betul. Apa yang ada di pikiran orang lain, tidak bisa kita duga apalagi kita kontrol. Adalah hak para fans untuk membela rider idolanya meskipun mungkin dengan mengeluarkan pendapat yang tidak obyektif atau standar ganda. Yah…kalo sekedar gak obyektif sih gak papa deh. Yang gue sulit memahami adalah, kenapa harus sampai memaki rider lain, memusuhi komunitas yang berseberangan atau bahkan memaki pemandu acara olahraganya? 

Eh soal dimaki sih gue udh biasa & gak pernah gue masukin hati juga. Anggep aja ladang pahala gue. Tapi, untuk para fans yang senang sekali mengeluarkan emosi negatif…pertanyaan gue cuma 1 : emangnya gak capek? 

Speaking badly about other riders will not make your favorite rider won the world championship & certainly will not make you a better person. 

Atau jangan-jangan, ngomongin hal negatif itu demi memuaskan ego diri sendiri? 

Seperti yang kalian tahu, gue fans berat Valentino Rossi. Tapi di saat gue tampil di TV, gue berusaha semaksimal mungkin untuk bisa obyektif. Kalau gue bela mati & gak obyektif, ngapain gue selalu bilang kalo Rossi start nya gak sekuat Lorenzo? Ngapain gue garisbawahi kesalahan strateginya saat kualifikasi di #FrenchGP ? Mestinya gue cari pembenaran dari segala sisi. Ngapain gue muji Lorenzo & Marquez bahkan Viñalez?

Pun gue sudah berusaha seobyektif mungkin, gue mendapat kritik : 

OOOOO..Jadi sekarang udh beralih dari Rossi ke Lorenzo? Ke Marquez juga? 

 YAELAH BROOOOO! 

Gitu aja terus sampe tahun baru kuda. 

Ini yang gue maksud dengan fanatisme itu membuat kita memfilter utk mendengar apa yang ingin kita dengar. Bukan yang sebenarnya. Fanatisme seperti memberi legitimasi untuk memaki, membenci yang tidak sepaham dengan kita. Padahal ini motorsport. Olahraga. Yang konon idealnya dilakukan dengan penuh sportivitas. Yang sebetulnya gak berhenti hanya di ridernya aja sih, tapi sampai ke kita..para fansnya. 

Balik lagi, semua punya pilihan masing2. Tapi gue merasa nonton motoGP jd semakin menyenangkan kalau hati kita juga gak panas, gak cela2an atau berseteru dengan fanbase rider lain.

Bisa? Bisa banget. Karena gue sudah membuktikannya. Dari beberapa fanbase rider yang gue kenal baik, mereka bisa kok ngobrol baik2 dan bahkan saling support. Saat meet up pun kita bisa seseruan sambil ketawa2an. 

You can show your support to your favorite rider  yet still show some respect towards other riders. Put aside all the negativity & enjoy the race. 


Advertisements