#SepangClash versi Bahasa Indonesia

Jadi ya guys, kenapa gue awalnya nulis postingan dengan bahasa Inggris karena mau menyertakan quotes dr Mike Webb (race director motoGP) & Valentino Rossi. Supaya nyambung gitu loh. Tapi gue akan coba menuliskan lagi pendapat gue pribadi dengan bahasa Indonesia.

Sebetulnya memerlukan keberanian juga sih untuk menulis postingan ini, karena gue paham sekali bahwa mungkin saat ini baik fans Valentino Rossi, Marc Marquez bahkan mungkin Jorge Lorenzo sedang mudah sekali tersulut emosi. Yah gimana enggak, kemaren pas kejadian aja di on air gue bilang untuk sabar sambil menunggu hasil penyelidikan race direction, udh ada yg mention gue di twitter dgn tuduhan gue lbh belain Rossi karena terkait sponsorship. Lah kalo bener krn sponsor sih justru gue belain Rossi banget. Lawong hasil penyelidikannya aja belum ada, masa udh berpihak? Yaaa tapi anggep aja yang komen begitu, karena lg kurang piknik deh 😁

Oke. cukup preambule nya ya…

Mike Webb, race director motoGP mengungkapkan hasil penyelidikan #SepangClash . Setelah melihat rekaman video dari berbagai angle & mendengar langsung dari Rossi & Marquez, disimpulkan bahwa :

*Kedua rider punya kontribusi atas kejadian ini.

*Manuver yang dilakukan Marquez memang agresif atau mungkin bisa dianggap memprovokasi, tapi semuanya dilakukan dengan tidak melanggar peraturan apapun

*Rossi memang terprovokasi dan memang ingin membuat Marquez melebar (bukan sengaja ingin menjatuhkan)

Itu 3 kesimpulan penting yang diungkap, lengkapnya bisa kalian baca di crash.net

Poin di klasemen sampai saat ini tetap sama. Tidak ada pemotongan poin, Rossi masih memimpin 7 poin dr Lorenzo. Rossi diganjar penalti 3 poin. Karena sudah ada 1 poin sebelumnya dari seri Misano, jadi dengan akumulasi tersebut menurut peraturan Rossi harus start di grid terbelakang di seri selanjutnya. Yang adalah Valencia, yang adalah seri penentu juara dunia motoGP musim 2015. Sungguh sebuah antiklimaks buat gue, akhir yang sedih. 

Sejujur-jujurnya, kalian pasti juga udah tau kalo gue adalah penggemar Valentino Rossi. Sejak Marquez menunjukkan agresivitasnya ke Rossi, gue udah deg-degan. Udah tau lah pasti ini akan ada yang DNF. Saat itu pula ingatan langsung melayang ke pre-event press conference Kamis lalu, saat Rossi melemparkan tuduhan bahwa Marquez ‘membantu’ Lorenzo untuk jadi juara dunia musim ini. Di saat otak gue sedang menerka apa yang akan terjadi…Marquez terjatuh. Liat dari replay, sekilas terlihat Rossi seperti menendang Marquez. Saat ini gue juga langsung mikir : Kok Rossi gitu? Iya…itu reaksi gue saat itu.Jujur.

Kemudian, gue mulai coba untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Buat gue, segimanapun kita mengidolakan seseorang tentu mesti berusaha untuk melihatnya seobyektif mungkin. Susah sih, karena akan jauh lebih gampang untuk mengikuti emosi dan menyalahkan salah satu pihak dan jelas yang disalahkan (biasanya) bukan sang idola.

Menurut gue, apa yang dilakukan Marquez secara teknis memang tidak salah. Sependapat dengan Mike Webb, apa yang dilakukannya memang tidak melanggar aturan apapun. Trus, gimana kalo memang dia ternyata bener bantuin Lorenzo seperti yang dituduhkan Rossi? Kita bisa aja bilang gak sportif, curang atau apapun…tapi mari dipikir lagi dengan jernih. Apapun motivasinya Marquez, siapa yang bisa melarang? Apa yang ada di kepala masing-masing rider saat balapan terjadi, hanya mereka sendiri yang tau. Bagaimana hubungan antar rider di luar track juga mereka sendiri yang tau pasti. Fans nya Rossi boleh aja menganggap Marquez tidak sportif, tapi nyatanya pihak motoGP tidak menganggap tindakannya menyalahi aturan. Mungkin memang memprovokasi, tapi tidak aturan yang dilanggar.

Apa benar Rossi dengan sengaja ingin menjatuhkan Marquez? Silakan koreksi kalau gue salah, tapi Rossi bukanlah seorang rider yang dikenal punya ciri khas riding style yang membahayakan rider lainnya. Beda dengan Almarhum Simoncelli yang memang masih lekat di ingatan kita betapa nekatnya dia ketika berlaga di track. Yaaa bukan berarti Rossi gak bikin rider lain gerah sih… tuh…dapet salam dari Biaggi! Hahahha….

Malahan Marquez di tahun 2013 pernah mendapat kritik keras dari Lorenzo soal riding style nya yang membahyakan rider lain. Silakan baca artikelnya –>  http://www.autosport.com/news/report.php/id/110271 .

Dalam press conference pasca race, ini yang dikatakan Rossi :

“Marquez knows it wasn’t red mist that caused the incident. It’s very clear from the helicopter footage that I didn’t want to make him crash, I just wanted to make him lose time, go outside of the line and slow down, because he was playing his dirty game, even worse than in Australia. When I went wide and slowed down to nearly a stop, I looked at him as if to say ‘what are you doing?’. After that we touched. He touched with his right underarm on my leg and my foot slipped off the foot peg. If you look at the image from the helicopter it’s clear that when my foot slipped of the foot peg, Marquez had already crashed. I didn’t want to kick him, especially because, if you give a kick to a MotoGP bike, it won’t crash, it’s very heavy. For me the sanction is not fair, because Marquez won his fight. His program is OK because he is making me lose the championship. The sanction is not good, especially for me, because I didn’t purposefully want to make him crash, I just reacted to his behaviour, but I didn’t kick him. You can’t say anything in the press conference, maybe it changes something, but to me this was not fair, because I just want to fight for the championship with Jorge and let the better man win, but like this that’s not happening. Like I said, I didn’t want to make Marquez crash, but I had to do something because at that moment Jorge was already gone. The championship is not over yet, but this sanction cut me off by the legs and made Marquez win.”

Kata-kata : Marquez win, bikin gue patah hati. Rossi pun bilang bahwa penalti 3 poin itu seperti memotong kakinya dan membuat Marquez menang.

Yamaha juga sudah mengajukan banding atas sanksi yang memberatkan Rossi ini, tapi ditolak. Silakan baca juga tanggapan Lin Jarvis atas kejadian ini. Menarik banget sih : http://www.motogp.com/en/news/2015/10/25/sepangclash-jarvis-reacts/188527

Mungkin benar, jika dilihat dari sudut heli-cam ceritanya beda. Tapi dari video yang paling banyak beredar,menempatkan Rossi di posisi yang sulit. Gak sedikit orang yang mungkin awalnya mengidolakan Rossi, jd berbalik menghujat. Sekali lagi, Rossi adalah target empuk saat ini. Posisinya benar-benar tidak menguntungkan.

Jadi mana yang benar? Buat gue..ini benar-benar hanya Marquez dan Rossi yang tau, Video dari angle manapun nampaknya akan sulit untuk memecahkan misteri ini. Gue tidak bisa menghujat Marquez, tidak bisa juga mendadak kehilangan respek terhadap Valentino Rossi.