Honesty is The Best Policy

Honesty is (always) the best policy

 

Mungkin udah banyak (banget) yang tau, mungkin juga belum. Iya, itu loh soal kejadian tiramisu di Holycow! 2 hari lalu.

Kemarin seharian gue memantau gimana reaksi dunia social media akan hal ini. You guessed it, it went very very viral. Gak cuma di socmed, bahkan di media pun semua juga menuliskan berita ini. Ada yang akurat & berimbang, tapi yang menuliskan berita tanpa cari konfirmasi lebih dulu juga gak sedikit. Salah satu yang menurut gue beritanya berimbang adalah detik.com , karena menuliskan juga bagaimana dari sisi konsumen yang terdampak.

Jadi gimana sih cerita sebenarnya? Bener kejadiannya?

I’ll save you the trouble to google guys…I’ll give you the truth…

Tanggal 19 Mei 2016 malam, Afit dikirimkan screen capture posting path dari konsumen tersebut. Kita langsung cari konfirmasi sekaligus nomer telpon konsumennya. Setelah dapat, Afit sendiri yang langsung telpon beliau untuk mendengar langsung ceritanya dan minta maaf & menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya. Sesudah itu, Afit dan gue berdiskusi tentang langkah apa yang akan kita ambil menghadapi ini. Hasilnya : Kita akan bersikap jujur ke publik & langsung mengakhiri kontrak dengan MISU malam itu juga. Karena tiramisu itu memang tidak dibuat oleh Holycow! jadi semua proses produksi terjadi di dapur MISU. Kurang lebih 1 jam setelah kejadian, pihak Holycow! langsung merilis pernyataan.

Besok paginya, lanjut sampai sore…beritanya semakin meluas. Tidak hanya di Path, twitter tapi juga sudah merambah media online. Benar-benar tidak terbendung. Musibah ini tentu jadi bahan perbincangan yang menarik utk semua orang & jadi peluru untuk pihak tertentu. Gue akui..sangat amat gak mudah untuk tetap tenang membaca semua berita dan tanggapan orang-orang. Malu, mau nangis, marah, kesel…semuanya datang bersamaan. Tapi harus tetap tenang. Menarik memang mengamati apa isi kepala orang tentang kasus ini. Ada yang nyukurin, ngetawain, yang mendukung, memaklumi..sampai ada yang punya teori tentang bagaimana seharusnya kita menangani krisis ini. Ada yang bilang : urusan sama vendor sih internal aja, konsumen gak perlu tau. Hmmm…

Sejak kita membangun usaha ini 6 tahun yang lalu, kejujuran selalu menjadi dasarnya. Awalnya kita cuma punya modal kecil, ya kita bikinnya warung. Bukan dibikin mewah supaya terlihat wah pdhal modalnya ngepas.

Ketika kita harus pecah kongsi pun, kita memilih untuk mengatakan yang sebenarnya ke konsumen. Bahwa terjadi pemisahan & konsumen akan dihadapkan dengan 2 nama brand yang mirip (tapi gak sama lho…heheh..TETEUP!). Kita memilih untuk menginformasikan konsumen sejelas mungkin dengan jujur dan sesuai fakta, tidak ada yang dikurangi atau dimodifikasi.

Demikian pula ketika kasus tiramisu ini merebak. Rasa malu tentu menggoda kita untuk memilih jalan lain selain mengatakan yang sebenarnya. Di-spin ceritanya, atau cari loop hole? Tapi setelah kita pikirkan lagi, kenapa gak jujur aja sik? Kita harus bilang apa yang sebenarnya ke publik, termasuk langkah kita ke MISU pun sebaiknya juga dijelaskan ke publik. Meski menurut sebagian langkah ini dibilang naif, gak seharusnya konsumen tau atau bahkan lebay… tapi menurut kita justru KONSUMEN HARUS TAU!

Denying it won’t make it go away. Tell the truth no matter how hard it is.

Karena kadang kebenaran itu memang bukan sesuatu yang manis, kadang jalannya berat untuk dilewati. Tapi dari yang sudah kita alami, seberat dan sepahit apapun itu, kejujuran selalu membuat hati kita ringan.. jadi seberat apapun pasti kita mampu menjalaninya.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang telah memberikan dukungan. Terima kasih juga untuk yang sudah obyektif dan kritis terhadap berbagai berita yang muncul. Untuk yang bernada negatif pun kita juga mengucapkan terima kasih, karena apapun  yang dikatakan bisa menjadi cermin untuk kami mengoreksi diri. Seberat apapun musibah yang dialami, gue percaya pasti akan lebih banyak berkah yang bisa kita syukuri.

Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk mbak Lala, konsumen yang telah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan ini. Beliau sangat koperatif sehingga memudahkan kita menangani masalah ini.  Terima kasih atas kebesaran hati membuka pintu maaf utk Holycow! 

Kejujuran tidak selalu mudah jalannya, tapi pasti akan berbuah manis.


*pic courtesy mbak Lala*  

#PestaPendidikan

Mungkin beberapa kali kalian liat hashtag #PestaPendidikan di account twitter gue atau kalian malah udah follow @Pekan2016 ?

Di postingan ini gue akan cerita sedikit tentang #PestaPendidikan . Harapannya kalianpun bisa ikut memberikan kontribusi juga.

Jadi awalnya gue kecemplung di sini adalah karena Ibu Najeela Shihab. Beliau mengumpulkan beberapa orang dan komunitas untuk sama-sama membuat #PestaPendidikan . Ini adalah sebuah gerakan partisipasi di bidang pendidikan yang diinisiasi oleh masyarakat sipil secara sukarela. Kita ingin sekali mengajak banyak orang dari beragam latar belakang profesi & industri. Intinya ingin merangkul semua pihak.

Ada beberapa komunitas penggagas Pesta Pendidikan ini : IniBudi, Kampus Guru Cikal, Keluarga Kita, Living Qur’an, PSPK dan Youth Manual.
Gak cuma komunitas yang gue sebutkan tadi,tapi banyak juga perorangan yang ikut mendukung acara ini. Orang-orang ini datang dari beragam profesi berbeda : atlet, fashion designer, jurnalis, musisi, pembuat film, pelari dan banyak lagi. Semua bisa memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuannya.

Tujuannya Pesta Pendidikan apa sih?
Ini adalah sebuah gerakan untuk membentuk komunitas pendidikan yang lebih besar & saling terkoneksi satu dengan yang lainnya. Gue kasih contoh deh ya…

Berikut gue kasih gambaran singkat tentang satu komunitas yang keren banget : Ini Budi

Inibudi adalah inisiatif pendidikan yang membuat dan membagikan materi digital berupa video belajar berkualitas untuk mempercepat peningkatan mutu dan akses pendidikan di Indonesia. Inibudi melibatkan partisipasi masyarakat melalui program #GuruBerbudi, #TemanBelajar, dan #DukungBelajar. Didirikan pada 2013, semua video Inibudi dirancang oleh guru dan orang-orang yang kompeten di bidangnya, yang disesuaikan dengan tujuan dan materi kurikulum nasional. Inibudi juga berkomitmen menumbuhkan potensi siswa secara utuh lewat beragam video profesi dan karier serta berbagai video pengetahuan umum dan pengembangan pribadi.

Semua materi video Inibudi dapat diakses melalui http://www.inibudi.org atau http://www.youtube.com/inibudiorg.

Kalau kamu yang sedang membaca blog ini, kebetulan berprofesi sebagai seorang guru di tempat terpencil di Indonesia…kan jadi terbantu untuk mengajar dengan adanya Ini Budi. Bisa juga misalnya ingin berbagi ilmu, komunitas ini bisa jadi sarana untuk menyebarkan ilmu kamu.

Td adalah contoh kecil aja. Pesta Pendidikan ini ingin menjadi wadah bagi seluruh pihak yang ingin memberikan konstribusi pada dunia pendidikan Indonesia. Komunitas atau perorangan yang tadinya merasa berjuang sendiri, dengan adanya Pesta Pendidikan ini jadi saling terkoneksi dan menjalin kolaborasi. Perjuangan membuat pendidikan di Indonesia jadi lebih baik akan terasa lebih mudah dan menyenangkan kalau kita melakukannya bersama-sama.

Eh sebenernya sih, kegiatan ini terbuka untuk siapa aja. bahkan jika kamu punya komunitas yang di luar dunia pendidikan pun bisa kok ikut berkontribusi. Caranya..kirim aja email ke info@pestapendidikan.com dan tim Pesta Pendidikan akan menghubungi kamu. Misalnya nih, Afit. Iya, yang punya Holycow! STEAKHOUSE By Chef Afit juga turut berkontribusi. Meskipun bidang usahanya tidak berkenaan langsung dengan dunia pendidikan, tapi tetap bisa ikutan. Akan bikin apa sih Chef Afit di Pesta Pendidikan 2016 ini? Tunggu aja ya….

Puncak Pesta Pendidikan akan diselenggrakan tanggal 29 Mei 2016 di FX Sudirman, Jakarta. Di sini kita bisa ketemu dengan beragam komunitas dan profesi yang telah bergerak untuk pendidikan Indonesia.


Sportif

Kurang lebih sudah 10 tahun gue jadi host motoGP di Trans7. Banyak hal yang berubah, banyak hal yang gue pelajari. Setiap tahun, gue mengevaluasi apa yang bisa gue lakukan untuk bisa jadi host yang lebih baik. Dari segi knowledge tentu harus semakin mendalami. Dari segi teknik presenting harus semakin informatif, menghibur dan obyektif. 

Tapi selama hampir 1 dekade ini, gue hampir tidak pernah lepas dari komentar negatif beberapa orang yang (mengaku) fans fanatik rider tertentu. Gue bilang beberapa karena memang gak banyak. Alhamdulillah jauh lebih banyak penonton motoGP yang memberikan apresiasi positif untuk gue. Tapi justru yang sedikit ini membuat gue berpikir…

Kata2 (yang menurut mereka) kritik dilontarkan tiap mereka merasa apa yang gue atau Matteo sampaikan tidak sesuai dengan apa yang mereka (ingin) dengar.

Contohnya yang paling hangat ya pas #FrenchGP di Le Mans kemarin. 

Matteo sama Lucy nih ketauan banget belain Rossi. Sama Lorenzo aja sentimen banget

Padahal gue yakin 100% kalau kita berdua tidak melakukan itu. Kenapa? Karena sejak FP 1 sampai kualifikasi, Rossi memang tampil buruk & hal itu kita bahas. Lawong Rossinya aja pas post-race interview juga mengakui kalo dia memang gak bagus. Sementara Lorenzo benar-benar maksimal & mendominasi. Bahkan gue inget banget pas on-air Matteo bilang :

Perfect weekend untuk Lorenzo & dia pantas untuk menang

Jadi bagian mana yang ngebelain Rossi banget? 

Kemudian ada juga yang mention gue di twitter, katanya gak terima Lorenzo dikatain sama sebuah akun fans Rossi. Padahal fan base Rossi yg gue kenal baik gak bad mouthing siapa-siapa. 

Inti permasalahan dari semua cerita di atas adalah : F A N A T I S M E. 

Semua yang suka motoGP pasti punya rider favorit. Bahkan gak sekedar favorit, tapi fanatik. Fanatisme terhadap seorang rider sebetulnya hal yang sangat wajar. Tapi fanatisme itupun bisa jd sumber penyulut emosi. Fanatisme membuat seseorang sulit melihat sesuatu dr sudut pandang yang obyektif. Parahnya, orang lainpun dianggap salah…bahkan dianggap musuh jika punya pendapat yang dianggap merugikan idolanya. Padahal belum tentu. Bisa jadi yang diungkapkan sesungguhnya benar, tapi fanatisme menutupi obyektifitasnya. 

Betul. Apa yang ada di pikiran orang lain, tidak bisa kita duga apalagi kita kontrol. Adalah hak para fans untuk membela rider idolanya meskipun mungkin dengan mengeluarkan pendapat yang tidak obyektif atau standar ganda. Yah…kalo sekedar gak obyektif sih gak papa deh. Yang gue sulit memahami adalah, kenapa harus sampai memaki rider lain, memusuhi komunitas yang berseberangan atau bahkan memaki pemandu acara olahraganya? 

Eh soal dimaki sih gue udh biasa & gak pernah gue masukin hati juga. Anggep aja ladang pahala gue. Tapi, untuk para fans yang senang sekali mengeluarkan emosi negatif…pertanyaan gue cuma 1 : emangnya gak capek? 

Speaking badly about other riders will not make your favorite rider won the world championship & certainly will not make you a better person. 

Atau jangan-jangan, ngomongin hal negatif itu demi memuaskan ego diri sendiri? 

Seperti yang kalian tahu, gue fans berat Valentino Rossi. Tapi di saat gue tampil di TV, gue berusaha semaksimal mungkin untuk bisa obyektif. Kalau gue bela mati & gak obyektif, ngapain gue selalu bilang kalo Rossi start nya gak sekuat Lorenzo? Ngapain gue garisbawahi kesalahan strateginya saat kualifikasi di #FrenchGP ? Mestinya gue cari pembenaran dari segala sisi. Ngapain gue muji Lorenzo & Marquez bahkan Viñalez?

Pun gue sudah berusaha seobyektif mungkin, gue mendapat kritik : 

OOOOO..Jadi sekarang udh beralih dari Rossi ke Lorenzo? Ke Marquez juga? 

 YAELAH BROOOOO! 

Gitu aja terus sampe tahun baru kuda. 

Ini yang gue maksud dengan fanatisme itu membuat kita memfilter utk mendengar apa yang ingin kita dengar. Bukan yang sebenarnya. Fanatisme seperti memberi legitimasi untuk memaki, membenci yang tidak sepaham dengan kita. Padahal ini motorsport. Olahraga. Yang konon idealnya dilakukan dengan penuh sportivitas. Yang sebetulnya gak berhenti hanya di ridernya aja sih, tapi sampai ke kita..para fansnya. 

Balik lagi, semua punya pilihan masing2. Tapi gue merasa nonton motoGP jd semakin menyenangkan kalau hati kita juga gak panas, gak cela2an atau berseteru dengan fanbase rider lain.

Bisa? Bisa banget. Karena gue sudah membuktikannya. Dari beberapa fanbase rider yang gue kenal baik, mereka bisa kok ngobrol baik2 dan bahkan saling support. Saat meet up pun kita bisa seseruan sambil ketawa2an. 

You can show your support to your favorite rider  yet still show some respect towards other riders. Put aside all the negativity & enjoy the race. 


Riuh Rio

Beberapa waktu lalu, di account Path saya lalu lalang tulisan tentang Rio Haryanto si bocah malang. Malang karena dia kepentok masalah biaya utk bisa berlaga di F1. 

Kemudian, minggu lalu sebuah press conference digelar Pertamina yang mengumumkan bahwa Rio Haryanto akhirnya bisa melaju ke F1 bergabung dgn tim Manor. 

Di account Path saya, semua yang pernah post tentang Rio si bocah malang..menyambut berita tersebut dgn suka cita. Bangga. Sentimen positif lah. 

Di sisi lain, twitter riuh gara-gara Rio. Gara-garanya konon katanya Rio dibantu APBN. Padahal pemerintah sendiri masih cari jalan bantu pendanaan Rio (info ini gue kutip dr MSportsNet ) . Iya memang drama pendanaan ini belum selesai. Tapi tulisan gue bukan soal teknis dan detail pendanaan, lebih ke bagaimana reaksi negatif ke Rio. 

Tidak sedikit yang sewot ketika nama Rio dikaitkan dengan APBN. Komentar berupa : gak rela uang pajaknya dipake utk pendanaan Rio, ngapain sih punya hobi mahal macam F1, mending uangnya utk bangun sekolah, mending bantu atlit lain yang membutuhkan.. 

Gak ada yang salah dengan semua komentar bernada keberatan itu. Beberapa ada benarnya. Tapi yang bikin gue gak habis pikir, yang sinis itu kok memperlakukan Rio macam dia adalah koruptor besar yang layak mendapat perlakuan seperti itu? 

Mau dikaitkan dgn masalah olahraga lain? Kemana komentar pedas itu saat kasus Hambalang merebak? Bahkan gak tuntas sampai sekarang kasusnya? Rela uang pajaknya melayang buat Hambalang? Mau mengawasi Rio (yang mungkin) dapat bantuan pemerintah? Kenapa soal Hambalang gak diawasi? Itu baru Hambalang lho… masih banyak yg lain.

Sepanjang pengetahuan gue, Rio memang berprestasi. Bukan karbit. Untuk bisa masuk ke F1 juga bukan merupakan jalan yang mudak untuk dia. Gue sih bangga dia bisa mewakili Indonesia di motorsport bergengsi itu. 

Yaaaah.. Manor kan tim kecil. Bangkrut. Paling gak akan juara.

Target Rio setau gue juga gak muluk. Incarannya bisa ada di papan tengah konstruktor kalo gak salah, tapi tentu akan berusaha bisa lebih dr itu. Yah tapi komentar seperti di atas memang membuktikan bahwa banyak di antara kita yang tidak percaya pada PROSES

Bikin usaha aja gak ada jaminan akan sukses, sama halnya dgn dunia olahraga. Dalam dunia olahraga, seorang atlit berlatih keras terus menerus untuk menghadapi kejuaraan. Gue yakin dalam pikirannya si atlit berusaha untuk memacu dirinya semaksimal mungkin. Bukan dengan berpikir : ah ngapain latihan, paling gak menang. 

Bukan sekali dua kali kita dengar keluhan minimnya prestasi olahraga kita di kancah internasional. Iya, kadang pemerintah juga yang disalahkan. Tidak mendukung katanya. Saat kali ini didukung, sebagian orang malah habis-habisan mengkritik. 

Gue juga bayar pajak. Kalaupun uang pajak gue dipakai untuk membantu Rio, gue rela. Rela karena jelas mengalir kemana uangnya. Daripada mengalir sana sini gak jelas buat apa? 

Tapi kan ya, tiap orang berhak atas reaksinya masing-masing. Kalo buat gue ini  pelajaran buat gue untuk belajar bisa ikut bangga atas prestasi orang lain. Mendukung orang yang mau maju dan menghargai prosesnya. Membiasakan diri mencari sisi positif dari tiap hal & tidak konstan memaki. 

Selamat berjuang Rio! 

Resep : Tumis Kecap Ayam Paprika

Masak sendiri itu ribet? makan waktu & gak praktis? 

Tergantung makanannya sih. Memang membuat masakan rumahan perlu sedikit usaha. Tapi yang jelas, menurut gue masakan rumahan punya keunggulan yang sulit ditandingi, di antaranya : kita bisa memilih bahan2 makanan terbaik, bumbu terbaik & kebersihannya juga terjamin. Buat ibu2 beranak 2 seperti gue, masakan rumahan yang cepat selalu jd unggulan. Soalnya waktu masaknya kan gak banyak. Nah gue mau share salah satu resep cepat yang gampang banget dibuat. Waktu yang diperlukan utk masak resep ini, CUMA 10 MENIT! 

Tumis Kecap Ayam Paprika

Bahan :

300gr fillet ayam

1 ruas jahe, potong halus

2 siung bawang putih, cincang

1/2 buah paprika, potong kotak

1 kuntum brokoli 

Kecap Indofood

1 sdt minyak wijen

garam & lada secukupnya

Minyak untuk menumis

Cara membuat :

*Letakkkan ayam di mangkok, campur dgn bawang putih, jahe, Kecap Indofood, bawang putih & jahe. Aduk sampai rata. Kalau mau dibiarkan dulu sampai 10-15 menit spy bumbu meresap. Tapi kalo mau lgs dimasak juga bisa. 

*Bersihkan & potong2 brokoli.Kemudian kukus selama 7 menit. Angkat & siram air es utk menghentikan proses masak pd brokoli, intinya supaya gak kematengan brokolinya. 

*Panaskan minyak dalam wajan, masukkan ayam yang sudah dibumbui td. Tumis sampai 3/4 matang, masukkan paprika potong & brokoli. Tambahkan garam & lada secukupnya. Kalo gue sih ditambahin lagi Kecap Indofood supaya lbh mantap rasanya. 

*Angkat & sajikan dgn nasi putih hangat.

Biasanya untuk tumisan spt ini gue tambahin gula, tapi pas dicoba pakai Kecap Indofood rasa manis & gurihnya udah dapet banget. 

Silakan dicoba loh resep gampang ini. Kalo udah, silakan di-share ke gue foto2 nya 👍🏼

  

#MANvsMEAT #CAMPTendean 

Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit beberapa saat lalu membuka CAMP yg ke 16 di Jl.Kapt.Tendean,Jakarta Selatan. 

#CAMPTendean lokasinya sangat strategis. Iyalah..salah satu jalan yang paling ramai di kawasan Jakarta Selatan. Menurut kita, CAMP terbaru ini bisa jd tujuan ngolikaw utk Carnivores yg ngantor/tinggal di kawasan Mampang,Tendean,Warung Buncit, Gatot Soebroto, Kemang & Bangka. 

  
  
#CAMPTendean kapasitasnya besar. Setelah #CAMPCitos , #CAMPTendean adalah CAMP Holycow! yg terbesar kedua utk wilayah Jakarta. CAMP ini siap dijadikan tempat meeting, arisan atau acara khusus lainnya. Pokoknya yang mau makan rame2, di sini tempatnya. Keunggulan #CAMPTendean adalah : BISA RESERVASI ! Memang tidak semua CAMP Holycow! bisa direservasi, hanya yang kapasitasnya besar saja yang bisa. Oya, silakan dicatat nomer telpon utk reservasinya : 0811-1188-090

   
    
   
Seperti biasa, pembukaan CAMP BARU pasti ada keriaan. Mulai dari hunting lokasi #CAMPTendean yang berhadiah voucher sampai #MANvsMEAT ! 

Iya, lomba makan steak itu lho! Pesertanya kali ini 20 orang. Terselip juga peserta #MANvsMEAT #CAMPSenopati2 : Devan, yang nampaknya masih penasaran pengen jd juara. Hahahahah! Pemenangnya kali ini adalah Pak Leo yang berhasil menghabiskan 7 piring steak dalam waktu 30 menit. GILAK! Itu sama dengan 1,4 KILO STEAK lho! 

   

       
Di #MANvsMEAT kali ini Chef Afit milihin Hokubee Sirloin utk disantap para peserta. Sekalian pengen ngenalin juga keistimewaan Hokubee yang juicy & empuknya luar biasa walaupun dimasak well done sekalipun. Cocok lah buat orang Indonesia yang kebayakan suka steaknya well done

Di antara peserta #MANvsMEAT ada yang istimewa. Ternyata para admin fanbase #motoGP pada ikutan! Mulai dr fanbase Valentino Rossi, Marquez,Lorenzo, Iannone pokoknya RAMEEEE! Jadi ini judulnya sih sekalian meet-up. Eh… lbh tepatnya MEAT-UP! 😜. Abis kenyang makan steak, lanjut ngomogin #motoGP deh 👍🏼. Mau lg winter break juga sih, emang dasar cinta motoGP..adaaaa aja yang diomongin!  

 Terima kasih buat semua Carnivores yg udh ikutan #MANvsMEAT . Buat yang belom nyoba ngolikaw di #CAMPTendean , segera mampir lho 😁

#motoGP 2015

Satu lagi musim #motoGP gue lewati bareng Trans7. Kayanya musim 2015 ini adalah ke-8 kalinya gue jd host di Trans7.

Dari sekian pengalaman siaran #motoGP di Trans7, tahun ini adalah yang paling berkesan buat gue. Ya iyalaaaah! Di tahun inilah gue bisa mewujudkan mimpi untuk ketemu langsung dengan rider-rider hebat di kelas moto3,moto2 dan motoGP tentunya.

Gue bisa merasakan sendiri indahnya sirkuit Phillip Island di Melbourne-Australia. Ikut menjadi bagian keseruan jurnalis internasional meliput balap motor paling bergengsi di dunia ini. Efeknya ke gue? gue jadi semakin cinta dengan dunia motoGP. Tentu jd pengen ngeliput di lapangan terus sih 😜

Untuk pertama kalinya juga Trans7 akhirnya bisa melaporkan langsung dari sirkuit. Bukan cuma lewat telpon, tapi pemirsa bisa melihat langsung gue melaporkan dari salah satu sudut sirkuit sekaligus dari depan podium Phillip Island. Kesempatan luar biasa buat gue.Tahun 2015 ini ditutup dengan siaran bareng Matteo Guerinoni lagi untuk motoGP award 2015.

Terima kasih banyak utk semua tim motoGP Trans7 untuk kerja kerasnya selama musim 2015 ini. Salut untuk Pak Produser, Tim Kreatif, Editor, Camera Person, Komentator handal Joni Lono Mulia & presenter quiz si cantik Claudia Soraya dan semua yang terlibat. Semoga kita bisa kerjasama lagi di motoGP 2016.