FLIP Burger

Pertanyaan yang banyak diajukan ke Afit, Agam & gue pas di opening FLIP Burger 17 Agustus 2016 lalu adalah :

Kenapa Burger?

Ya kenapa enggak? Sebetulnya niatan bikin tempat jualan burger ini udah digodok sama Afit dan Agam kurang lebih sejak 2 tahun lalu. Lama ye? Nah tapi burger yang kaya apa sih? Kan burger juga bukan makanan baru. Yang jualan juga banyak. Jadi apa selling point FLIP?


Coba diamati deh. Selama ini burger yang sudah ada di pasaran tuh gimana sih? Yang harganya terjangkau biasanya ya dibuat dengan bahan baku yang sudah beredar di pasaran. Dagingnya ya biasanya pasti pakai yang frozen, burger bun nya juga pakai yang produksi masal. Tinggal bisa-bisanya si penjual mencari kekhasan dari burger miliknya supaya beda dari yang lain.

Ada juga burger yang kastanya tinggi. Patty nya dibuat dari daging berkualitas tinggi, burger bun nya pun dibuat khusus, sayuran yang melengkapi burgernya pun biasanya mahal. Secara tampilan pokoknya cantik banget lah. Harganya tentu saja lebih tinggi dibanding burger pada umumnya.

Afit dan Agam mengambil jalan tengahnya. Kenapa juga gak bikin burger yang serius tapi harganya lebih terjangkau. Artian serius di sini adalah :

  • Beef patty nya dibuat sendiri dengan menggunakan daging segar. Tidak menggunakan patty yang sudah jadi & frozen. Hal ini bisa dibuktikan saat kamu mengigit burgernya, daging tersebut akan langsung ‘mencar’ di dalam mulut. Karena FLIP memang tidak menggunakan jenis pengikat apapun dan tidak menggunakan bahan pengawet. Oh dan informasi penting nih, bahwa semua daging sapi dan bahan baku yang digunakan di FLIP Burger insyaAllah HALAL.
  • Freshly baked burger buns! Selain dagingnya yang segar, rotinya pun kita buat sesegar mungkin. Gak sembarang roti juga, tapi dibuat dengan resep khusus hanya untuk FLIP. Pada gigitan pertama, kamu bisa merasakan keempukan roti yang langsung mengantarkan sedikit rasa manis dan buttery ke lidah kamu. Kita mikirin banget juga nih gimana caranya bikin roti yang formulasinya pas supaya pas kena beef patty, rotinya gak jd benyek karena menyerap minyak.
  • Caramalized Onions. Ini juga salah satu faktor KOENTJI di FLIP! Bawang bombay itu menurut kita sih sebetulnya enak banget mau dimakan mentah juga. Makanya ada juga yang menyajikan burger dengan irisan bawang bombay mentah di salah satu lapisannya. Tapi rasa bawang bombay mentah itu untuk beberapa orang terlalu kuat, makanya dibuat caramelized aja. Jadi ada rasa manis gurihnya gitu.
  • Sayur. Hah? sayur? Ini dia nih. Mungkin yang bikin FLIP beda dari yang lain, bukan karena beef patty atau burger bun nya aja sih. Tapi sayurnya. Karena di FLIP, burgernya GAK ADA SAYURNYA! Kenapa? Soalnya dari pengamatan kita selama ini, banyak banget orang yang sebetulnya gak suka kalo di burgernya ada sayur. Tapi malu aja untuk ngaku. Yakan? Yakan? Hahahaha. Jadi ya udah lah…diputuskan bahwa FLIP ini menyajikan ‘honest‘ burger. Burger tanpa penghijauan.

Dengan beberapa komponen yang udah gue ceritakan di atas, kalian tau kan…bahwa memang semuanya perlu proses dalam pembuatannya. Jadi kalo dibilang fast food…hmmm ya gak se-fast itu juga sih, karena memang kalian perlu sedikit menunggu karena burger di FLIP benar-benar disiapkan sesaat setelah kalian order. Kurang lebih kalian menunggu 15 menitan utk bisa menikmati FLIP burger, itu kalo lg ramai lancar ya. Tp kalo pas rame banget memang mesti sabar sih, mohon maaf banget ya…karena kasirnya pun cuma 2. Makanya mohon doanya supaya FLIP bisa terus diterima oleh selera org Indonesia khususnya Jakarta utk saat ini, supaya cepet buka outlet lagi. Hehehehe…. Amin.


Harga gimana harga? Dengan segala macem proses pembuatan FLIP Burger yang gue ceritakan td, harganya relatif terjangkau kok. Apalagi dengan kualitas seserius itu. Untuk yang paling besar, sekaligus andalan FLIP—> SMACKER hanya dijual seharga 55k. Untuk Cheese Burger dijual dengan harga 35k (Belum termasuk pajak).

Oke..jadi apa dong yang WAJIB dicoba di FLIP?

Selain SMACKER & cheese burgernya, gue menyarankan untuk coba Fish Burger nya. Ini bener2 favorit gue banget! Adonan tepung yang membungkus ikannya tuh mantep banget! Crunchy minta ampun. 

Fish Burger

FLIP’s Fish Burger


Selain itu kamu juga mesti coba CHICKEN SKIN alias KULIT AYAM GORENG. Ah, ini sih gak usah diceritain. Kalian pandang-pandang aja fotonya nih…. udah kebayang enaknya lah…

FLIP’s Chicken Skin


Satu lagi..di FLIP ini soft drink nya juga FREE REFILL. Ice cream nya juga lho! bayar sekali, abis itu ambil sepuasnya.

FLIP ini juga sistemnya self service. Jadi kita memang tidak ada server. Pemesanan dilakukan sendiri, pick up order dilakukan sendiri, setelah selesai makan diharapkan untuk membuang sendiri sampahnya ke tempat yang disediakan. Eh tapi kalo gak mau ya gak papa, kita sediakan crew khusus untuk membersihkan meja kok. Silakan dicoba loh…FLIP Burger hasil kolaborasi Tukang Daging & Tukang Roti. Semoga cocok dengan selera kamu.

The Burger Dudes


Come to Jalan Senopati no.27 & join the FLIP side.

Follow FLIP on instagram : instagram.com/flipburger_id

Advertisements

Setinggi Plafon

Minggu lalu gue mendapat kesempatan untuk jd moderator di acara Astra Start Up Challenge.Bertempat di Galeri Indonesia WOW, acara ini dipenuhi oleh banyak calon pengusaha muda. Eh ada yg udah punya usaha juga sih. Bertemu dengan teman-teman dari Astra, gue mendapat informasi bahwa mereka punya kegiatan yang namanya Satu Indonesia. Kegiatan ini mencari pengusaha-pengusaha muda yang gak hanya kreatif tapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitarnya. Gue seperti biasa seneng banget dengerin cerita seperti itu karena jd bikin tambah semangat juga. 

Talkshow hari itu menghadirkan 3 narasumber : 

Dea Valencia, founder Batik Kultur yang mengawali usahanya dgn menjual batik lawasan milik ibunya. Saat ini produk Batik Kultur milik Dea sudah berhasil menembus pasar internasional & hebatnya lagi dia mempekerjakan saudara2 kita yang difabel. 

Jayadi Setiabudi atau yang dikenal dgn JayaYea. Gue sih ingetnya dia penulis buku “The Power of Kepepet”. Mungkin banyak yang belum tahu, asal muasal Holycow! lahir itu salah satu ‘kompor’ nya adalah karena Afit baca buku ini. Mas Jaya juga mendirikan YukBisnis.com & Young Entrepreneurs Academy. Selama talkshow ada banyak insight yang gue ambil, gimana skrg ini sebaiknya bersaing dgn strategi mengadu business model. Ah pokoknya banyak deh…

Faishal Arifin. Pengusaha perhiasaan perak dr Malang ini cukup unik. Memulai usahanya dgn kliping dari majalah bekas, skrg sudah punya binaan yg cukup banyak. Jd beliau bisa dikategorikan sebagai sociopreneur, karena usahanya membawa dampak luar biasa utk org lain. Produknya pun sudah memasuki pasar internasional juga. Filosofi bisnisnya juga unik sih, dia bilang :

Jangan gantungkan cita2 setinggi langit, susah sampainya. Setinggi plafon aja, kan tinggal ambil tangga sampai deh plafon.

Gue menginterpretasikan filosofinya seperti ini : pasang target sesuai dgn kemampuan & gunakan apa yang kita punya skrg. Jangan terlalu banyak mengawang-awang. Ini juga yang Afit & gue lakukan dalam menjalankan usaha. Ringkes & implementatif. 

Seneng banget rasanya ketemu dgn 3 narasumber yang inspiratif ini. Iya, setiap gue ketemu dgn siapapun, pasti ada banyak ilmu dan semangat yang bisa tertularkan. Buat yg punya usaha atau mau memulai usaha, ayo banyak2 lah menjalin network…ketemu dgn banyak orang. Bukan hanya mencari tambahan inspirasi tapi siapa tahu bisa menjalin kolaborasi. 

Alhamdulillah

Sebelumnya terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan diri membaca postingan gue tentang klarifikasi kasus tiramisu. Terima kasih juga untuk kalian semua yang turut membantu menyebarkan link blog gue ini.

Gue memutuskan untuk menulis semuanya selengkap mungkin, supaya semua bisa membaca keseluruhan kejadiannya dengan lengkap. Karena sepengetahuan gue belum ada media yang menuliskan kelanjutan kasus ini, bagaimana tanggapan terbaru dari mbak Lala dan keluarganya.

Ada kabar baik lainnya nih dari kasus tersebut.  Tadi pagi Afit didampingi oleh manajemen Holycow! STEAKHOUSE By Chef Afit plus manajemen MISU akhirnya bertemu langsung dengan mbak Lala, mas Angga dan putranya. Iya…merekalah keluarga yang terdampak kasus tiramisu itu. Kita senang sekali mbak Lala sekeluarga bersedia datang dan bertemu. Pembicaraan berlangsung hangat dan menyenangkan. Tapi yang terpenting adalah, baik mbak Lala sekeluarga maupun kita, setuju bahwa kasus ini sudah selesai. Kita lega banget melihat senyum mbak Lala sekeluarga.

Kasus ini memang sangat besar. Selama 6 tahun menjalankan usaha, inilah ketakutan terbesar kita & ternyata mengalami juga. Tapi Allah SWT memang maha baik & selalu memberikan jalan terbaik dalam keadaan sesulit apapun. Yang membuat masalah ini cepat reda, faktor terbesarnya adalah kebesaran hati mbak Lala dan keluarga sih. Sejak awal beliau bersedia menjalin komunikasi yang baik dengan kita

Semoga silaturahim ini bisa terus terjalin dengan baik ya. Terima kasih 🙂

Honesty is The Best Policy

Honesty is (always) the best policy

 

Mungkin udah banyak (banget) yang tau, mungkin juga belum. Iya, itu loh soal kejadian tiramisu di Holycow! 2 hari lalu.

Kemarin seharian gue memantau gimana reaksi dunia social media akan hal ini. You guessed it, it went very very viral. Gak cuma di socmed, bahkan di media pun semua juga menuliskan berita ini. Ada yang akurat & berimbang, tapi yang menuliskan berita tanpa cari konfirmasi lebih dulu juga gak sedikit. Salah satu yang menurut gue beritanya berimbang adalah detik.com , karena menuliskan juga bagaimana dari sisi konsumen yang terdampak.

Jadi gimana sih cerita sebenarnya? Bener kejadiannya?

I’ll save you the trouble to google guys…I’ll give you the truth…

Tanggal 19 Mei 2016 malam, Afit dikirimkan screen capture posting path dari konsumen tersebut. Kita langsung cari konfirmasi sekaligus nomer telpon konsumennya. Setelah dapat, Afit sendiri yang langsung telpon beliau untuk mendengar langsung ceritanya dan minta maaf & menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya. Sesudah itu, Afit dan gue berdiskusi tentang langkah apa yang akan kita ambil menghadapi ini. Hasilnya : Kita akan bersikap jujur ke publik & langsung mengakhiri kontrak dengan MISU malam itu juga. Karena tiramisu itu memang tidak dibuat oleh Holycow! jadi semua proses produksi terjadi di dapur MISU. Kurang lebih 1 jam setelah kejadian, pihak Holycow! langsung merilis pernyataan.

Besok paginya, lanjut sampai sore…beritanya semakin meluas. Tidak hanya di Path, twitter tapi juga sudah merambah media online. Benar-benar tidak terbendung. Musibah ini tentu jadi bahan perbincangan yang menarik utk semua orang & jadi peluru untuk pihak tertentu. Gue akui..sangat amat gak mudah untuk tetap tenang membaca semua berita dan tanggapan orang-orang. Malu, mau nangis, marah, kesel…semuanya datang bersamaan. Tapi harus tetap tenang. Menarik memang mengamati apa isi kepala orang tentang kasus ini. Ada yang nyukurin, ngetawain, yang mendukung, memaklumi..sampai ada yang punya teori tentang bagaimana seharusnya kita menangani krisis ini. Ada yang bilang : urusan sama vendor sih internal aja, konsumen gak perlu tau. Hmmm…

Sejak kita membangun usaha ini 6 tahun yang lalu, kejujuran selalu menjadi dasarnya. Awalnya kita cuma punya modal kecil, ya kita bikinnya warung. Bukan dibikin mewah supaya terlihat wah pdhal modalnya ngepas.

Ketika kita harus pecah kongsi pun, kita memilih untuk mengatakan yang sebenarnya ke konsumen. Bahwa terjadi pemisahan & konsumen akan dihadapkan dengan 2 nama brand yang mirip (tapi gak sama lho…heheh..TETEUP!). Kita memilih untuk menginformasikan konsumen sejelas mungkin dengan jujur dan sesuai fakta, tidak ada yang dikurangi atau dimodifikasi.

Demikian pula ketika kasus tiramisu ini merebak. Rasa malu tentu menggoda kita untuk memilih jalan lain selain mengatakan yang sebenarnya. Di-spin ceritanya, atau cari loop hole? Tapi setelah kita pikirkan lagi, kenapa gak jujur aja sik? Kita harus bilang apa yang sebenarnya ke publik, termasuk langkah kita ke MISU pun sebaiknya juga dijelaskan ke publik. Meski menurut sebagian langkah ini dibilang naif, gak seharusnya konsumen tau atau bahkan lebay… tapi menurut kita justru KONSUMEN HARUS TAU!

Denying it won’t make it go away. Tell the truth no matter how hard it is.

Karena kadang kebenaran itu memang bukan sesuatu yang manis, kadang jalannya berat untuk dilewati. Tapi dari yang sudah kita alami, seberat dan sepahit apapun itu, kejujuran selalu membuat hati kita ringan.. jadi seberat apapun pasti kita mampu menjalaninya.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang telah memberikan dukungan. Terima kasih juga untuk yang sudah obyektif dan kritis terhadap berbagai berita yang muncul. Untuk yang bernada negatif pun kita juga mengucapkan terima kasih, karena apapun  yang dikatakan bisa menjadi cermin untuk kami mengoreksi diri. Seberat apapun musibah yang dialami, gue percaya pasti akan lebih banyak berkah yang bisa kita syukuri.

Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk mbak Lala, konsumen yang telah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan ini. Beliau sangat koperatif sehingga memudahkan kita menangani masalah ini.  Terima kasih atas kebesaran hati membuka pintu maaf utk Holycow! 

Kejujuran tidak selalu mudah jalannya, tapi pasti akan berbuah manis.


*pic courtesy mbak Lala*  

The HolyRibs! 

Setelah proses penggodokan resep yang lama…akhirnya The HolyRibs  buka juga tanggal 11 Juli 2015 lalu. 

Sebetulnya Afit pernah ngeluarin menu ribs di Holycow! pertengahan 2012. Tp gak diterusin dengan alasan, ternyata masak ribs itu perlu proses yang lbh panjang dibanding nge-grill steak. Menurut Afit juga, sebetulnya ribs itu mestinya bisa berdiri sendiri karena banyak sekali yg bisa diulik.  Selama sekian tahun itulah persiapan dilakukan. Terutama mencoba beragam jenis cara memasak ribs berikut bumbunya. 

Oke..gue jelasin dulu apa bedanya Holycow! & The HolyRibs. Kalo Holycow! fokusnya adalah menjual wagyu steak dengan harga yang terjangkau. The HolyRibs mengkhususkan untuk menyajikan hidangan ribs alias iga. Kenapa Iga? Siapa sih yang gak suka ribs? Daging pada bagian ini memiliki rasa yang gurih sekaligus kuat. Jadi ya…daging yang posisinya nempel atau berada dekat tulang itu rasanya GURIH BANGET LOOOOOH! 

Tapi berbeda dengan potongan prime cut seperti sirloin, tenderloin atau rib eye yg dikenal empuk, ribs memang perlu usaha lebih untuk mengolahnya. Afit pengennya bikin ribs yang empuk banget. Saking empuknya, daging ribsnya lepas sendiri dr tulangnya. Begitu dagingnya masuk mulut, langsung lumer. 

Beragam metode memasak ribs dicoba. Yang jelas, token listrik di rumah jd korban utama lah. Secara masak berjam-jam pake oven listrik 😅

Setelah menemukan metode masak yg tepat, perhatian utamanya adalah membuat bumbu BBQ utk ribs nya. Beli yang udah ada di pasaran sih banyak, tinggal pilih…praktis pulak & hemat waktu. Tapi kan…pengen yang beda, supaya bener-bener jadi sauce BBQ yang HANYA ADA di The HolyRibs, tidak bisa ditemukan di tempat lain. Ini dia hasil racikannya Afit…  

 
BBQ sauce ala Afit ini salah satu komponen pentingnya adalah juice dari ribs yang dimasak lebih dari 10 jam. Itu yang bikin BBQ sauce ini rasanya gurih & meaty banget. 

Untuk ribsnya sendiri, seperti yang gue sebut td : DIMASAK LEBIH DARI 10 JAM! Makanya bisa empuk & lepas dari tulangnya..

  
Pilihan ribsnya ada yang Wagyu & U.S. Nah, kalo liat menunya, kalian akan liat tulisan short ribs & back ribs. Untuk short ribs, penampakannya seperti ini 

  
Daging yang nempel di tulangnya tebel banget! ini besarnya 900 GRAM! Iya…segede itu. Buat dimakan sendiri kenyang abeeees. Buat berdua juga lbh dari cukup. Etapi gue abis sik sendiri 😅 

Lanjut ya? Sekarang kita ngomongin back ribs. . Back ribs lbh seru buat kamu yang suka gerogotin tulang. Besarnya 1 KILO nih! 

 
Ada satu lagi andalannya The HolyRibs. Ribs juga, tapi yang satu ini citarasanya Indonesia banget. Namanya : IGA GORENG. Seperti halnya makanan yang digoreng, luarnya garing & gurih. Tapi daging di dalamnya lembut & moist. Permainan tekstur yang menyenangkan buat lidah. Harganya utk menu ini cuma 100k! 

  
Untuk dessert , The HolyRibs sengaja menampilkan hidangan yang buat kita tergolong dalam comfort food yaitu : Decadent Brownies 

 
dan….. APPLE TART WITH VANILLA GELATO

 

You eat with your eyes first.

Pernah denger ungkapan ini? Gue menafsirkannya begini : Ada yang matanya terpuaskan melihat makanan yang ditata dengan sangat cantik, porsi makanan bisa jadi tidak terlalu penting. Buat gue sendiri, penampilan makanan tidak harus super cantik & super rapi tapi yang terpenting adalah begitu makanan itu sampai di depan kita, mata kita langsung mengirim sinyal ke seluruh indera perasa bahwa ini adalah makanan enaaaak sekali. Oh dan tentu saja porsinya harus menyenangkan (baca : GEDE!)

Itulah yang akan kalian temukan di The HolyRibs. Hidangan yang dimasak dengan proses panjang, mulai dari penyempurnaan resep,  penggunaan bahan-bahan terbaik, waktu memasak yang lama sampai akhirnya tersaji di meja kalian dengan porsi yang bikin perut kenyang—> that’s our idea of comfort food. 

   
  

   
Lokasi : Jl. Panglima Polim V no.21

Info #HolycowGroupHotline : 0858-1408-1408

Twitter : @theholyribsJKT

Instagram : @theholyribs

CREATIVITY & UNITY 

There is no greater feeling than seeing your employees feel proud being a part of your company. At that point, we are no longer seen as owner and employees but as a family. 

Itu yang Afit & gue rasakan saat ngeliat crew Holycow! Sibuk mendekor masing2 CAMP utk merayakan #Holycow5thBirthday . 

Soal kreativitas sih jangan ditanya lah. Kita kagum berat sama bakat2 terpendam mereka. Kemampuan mengatur budget yang sudah diberikan juga jadi penilaian tersendiri. Yang bikin hati hangat adalah melihat kekompakan mereka, keliatan banget kalo keseruan kompetisi dekor mendekor ini bikin mereka jadi semakin dekat. Ternyata memang benar ya dr jaman Holycow! bikin PEMILGO dulu, memang terbukti kreativitas itu sebuah kegiatan yg menularkan semangat positif & orang2 jadi 

Seperti yang pernah gue tulis, Holycow! itu lbh dr sekedar punyanya Afit & gue. Holycow! Itu ya keluarga besar. Semua keberhasilan yang berhasil dicapai selama 5 tahun ini adalah berkat kerja keras semua crew, keluarga besar Holycow! kesalahan & kegagalan yang pernah terjadi adalah sebuah pelajaran yang berharga bagi Kita. Just like a family that went through the ups & downs in life….the good things keeps us together…the bad things give us valuable lessons & makes us stronger. 

Happy 5th Birthday, Holycow! 









executing ideas

ide yang baik adalah ide yang bisa diimplementasikan

Menemukan ide yang seru, tidak biasa & original memang tidak gampang. Setelah dapet idenya, tantangan selanjutnya adalah mengimplementasikan ide tersebut. Gak sedikit ide yang sepertinya keren di kepala kita, tapi pas mau dieksekusi malah berantakan. Entah karena perencanaan yang kurang matang atau faktor lain.

Buat Afit & gue, kita selalu membiasakan diri untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan. Kalo lagi rembukan cari ide untuk Holycow! atau Loobie, kita gak mau keasikan tenggelam dalam ide-ide tanpa tau gimana cara implementasinya. Begitu nemu 1 ide yang sepertinya seru, kita akan langsung mikirin gimana cara implementasinya, sesuai dengan kemampuan.

Prinsip kerja inilah yang kita gunakan saat kerjasama dengan orang lain. Sedikit melihat ke tahun 2012 yuk! di tahun ini Holycow! melakukan sebuah marketing campaign bertajuk #PEMILGO . Melalui #PEMILGO inilah, Holycow! secara resmi mengganti logo. Kita sadar betul betapa pentingnya logo bagi sebuah brand. YAIYALAH! logo itu identitas sebuah brand. Ibaratnya, logo itu ya ibarat muka kita lah.

Saat #PEMILGO berlangsung, ada 2 di antara 4 kandidat yang begitu serius melakukan presentasi tentang logo ciptaan mereka. Karena gak sekedar bentuk logonya aja, tapi mereka juga memberikan beragam ide implementasi logo pada beragam alat-alat marketing. Mereka adalah Pinot & Glenn. Nah, kesamaan mereka berdua adalah…sama-sama kasih ide utk bikin food truck.

Ini idenya Papin alias Pinot :

food truck ala Pinot

kalo yang ini idenya Glenn….

Food Truck Ala Glenn

itu tadi kan ide. trus…seperti yang kalian tau, logo kreasi Glenn lah yang memenangkan hasil voting. Akhirnya logo berbentuk bundar dan ada kepala sapinya itulah yang digunakan oleh Holycow! sampai saat ini.

Baru-baru ini kita meluncurkan #Holytruck . Sebuah layanan on call BBQ atau layanan catering khusus BBQ untuk kalian yang ingin menghadirkan hidangan steak khas Holycow! di rumah atau kantor. Ini dia penampakan #HolyTruck

IMG_0869 IMG_0874 IMG_0875 IMG_0878 IMG_1228

#HolyTruck ini adalah perwujudan ide food truck yang dicetuskan Pinot & Glenn saat pitching #PEMILGO . Terima kasih banyak untuk idenya ya Papin & Papah.

Hal yang membahagiakan saat kita bisa mewujudkan sebuah ide.

Oya, kalo mau info lengkap soal #HolyTruck , bisa langsung telpon ke +628119-808-808 ya 😀