now what?

“Can your passion save your sinking ship?”

Seorang teman baik pernah menulis kalimat di atas di tweetnya. Cukup MAKJELEGER buat gue.

Usaha warung steak yang dimiliki sama Afit dan gue memang berawal dari passion nya Afit untuk masak dan buka usaha sendiri. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk keluar dari kantornya untuk mengikuti passionnya itu. Alhamdulillah sih berjalan baik sampai sekarang, meskipun ada tahapan2 yang harus dilewati…dan itu gak mulus juga gak gampang.

Selama ini mungkin orang banyak taunya sederhana. Temuin passion lo, kejar…jalanin…dan lo akan hidup bahagia karena udah bisa berkarya sesuai dengan passion lo. Padahal setelah kita menjalani, ternyata ya gak sesederhana itu.

Buat gue pribadi, passion itu juga bukan disempitkan jadi : temuin apa yang jd passion lo..terus lo keluar dr kerjaan sekarang..trus jadi pengusaha/entrepreneur atau apalah. Soalnya gue banyaaak banget ketemu orang2 muda yang berkesimpulan seperti ini. Padahal gak sesempit itu. Buat gue, bahkan lo jadi teller di bank, kerja jadi pengacara, dokter…itu bisa jadi dijalankan karena memang passion lo di situ.

Jadi ya…buat dedek-dedek yang mungkin masih bingung…galau..kerja kantoran pun bisa jadi itu adalah passion lo kok. Makanya kenali dulu diri lo sendiri dan dengarkan keinginan lo sendiri apa. Jangan asal ikut2an aja.

Kembali ke soal quote di atas. Menjalani sebuah usaha yang diawali dengan passion, gak gampang. Namanya juga usaha kan? gak mungkin mulus terus jalannya…pasti akan ada hal yang tidak menyenangkan akan lo temui di tengah jalan.

Yang kita rasakan adalah saat pecah kongsi. Keadaanyanya waktu itu memang gak mudah. Ada banyak hal yang harus diurus, banyak biaya yang harus keluar dan yang paling jadi pkiran kita saat itu adalah…. gimana nasib karyawan2 kita yang memilih untuk ikut Afit dan gue?

Bayangin aja..dari punya 2 outlet di jakarta dan 1 di singapore. Pas awal pecah kongsi…Afit dan gue hanya memiliki 1 outlet di Senopati. Sementara jumlah karyawan yang memutuskan ikut dengan kita jumlahnya 33 orang, yang notabene sebetulnya cukup untuk dipekerjakan di 2 outlet. Jadi ya memang kelebihan sumber daya manusia waktu itu. Tapi saat itu kita mikir, kita harus tetap menampung dan menggaji mereka. Sesulit apapun keadaannya, karyawan2 ini adalah amanah yang gak main2. Bukan cuma 33 orang loh…tapi buat kita itungannya ada 33 keluarga yang menggantungkan nafkahnya pada 33 orang tersebut.

Akhirnya kita putar otak, nabung…sampai akhirnya kita memutuskan untuk membuka outlet di Kelapa Gading pada bulan Juli 2012 lalu. Alhamdulillah akhirnya mereka semua tertampung dan sekarang jumlah karyawan kita sudah bertambah lagi.

Intinya apa?

Keadaan yang gue ceritain tadi adalah mungkin memang belum seberapa dibanding dengan usaha2 lain yang pernah mengalami turbulence yang lebih besar dalam menjalankan usahanya. Dibilang sinking ? ya mungkin enggak juga..tapi emang cukup bikin pusing ๐Ÿ˜€

Saat itulah, Afit dan gue mikir..yang awalnya dimulai dari passion… tapi saat keadaan sedang sulit, sebetulnya bukan lagi passion yang jd sumber kekuatan lo untuk bertahan. Tapi AMANAH Juga tekad. Terus terang waktu itu kita memposisikan diri kita di sisi karyawan, apa jadinya kalo gue dan Afit yg jd karyawan? Jangan sampai karyawan2 kita itu ikutan susah. Sebagai pemilik usaha, kita berdualah yang harus berdiri paling depan dan ngatasin semuanya..kalo bisa sih karyawan2 ini konsentrasi kerja aja dan cari nafkah buat keluarganya.

Makanya, kalo ada yg tanya soal awal usaha kita, perkembangannya dll…Semaksimal mungkin Afit dan gue gak mau jualan kecap. Kita gak mau cuma bilang bagus2nya aja dan menjual mimpi manis. Karena dalam pekerjaan apapun pasti ada resiko dan pasti ada sebuah tahapan di mana kita dihadapkan pada pilihan mau nyerah dan meninggalkan kapal atau tetap manjalankan amanah.

Advertisements

review motoGP 2012

Musim motoGP 2012 tinggal 1 race lagi : Valencia.

Juara dunia musim ini sudah dinobatkan di race Phillip Island lalu, yup! Jorge Lorenzo kembali jadi juara dunia.

Apa yang menarik dari motoGP ini? hmm…dari peta kekuatan sih, jelas gak ada yang terlalu banyak berubah. Yamaha dan Honda masih mendominasi. Rider2nya pun yang memimpin tiap race ganti2an antara Lorenzo, Pedrosa, Stoner. Yah…ada sih beberapa kejutan..spt misalnya Crutchlow dan West sempet naik podium juga.

Salah satu yang paling mengejutkan di musim ini adalah saat Stoner mengumumkan untuk pensiun di musim depan. Alasannya sih katanya karena dia gak cocok dengan regulasi2 baru motoGP, tapi gak sedikit juga yang bilang, dia mundur karena faktor keluarga. Ya..kan udah punya anak, dan Stoner ini kayanya emang family man bener deh. Tapi ada juga yang memperkirakan Stoner bisa aja balik lagi ke motoGP 2 atau 3 tahun mendatang…kita tunggu aja ya…

Kalau buat gue pribadi, salah satu hal yang menarik di motoGP musim ini adalah kebangkitan Pedrosa. He’s a helluva rider, tapi terus terang selama gue mengamati, dia ini kalah galak dibanding rider lain. Padahal kalo soal skill sih udah pasti hebat lah, gak ada rider yang cupu yang bisa tampil di motoGP. Tapi liat sendiri kan dulu2 kalo Lorenzo udah di depan, Pedrosa gak bisa berkutik. Apalagi pas jaman jaya2nya Rossi, ditempel dikit..Pedrosa kaya gak mau ngelawan…

Tapi di 5-6 race terakhir di musim 2012 ini, ada sisi lain dr Pedrosa. Sisi yang selama ini gue tunggu2. Dia jadi lebih KOMPETITIF! Akhirnya motoGP pun juga jadi lebih seru.

Kompetisi musim ini juga diwarnai persaingan antar rider dr 1 tim yg sama : Yamaha Tech3. Dovi dan Crutchlow memang satu tim. Tapi sering banget mereka berdua ini dalam 1 race duel dan bersaing ketat satu sama lain.

Bradl, si juara dunia moto2 tahun lalu, juga bisa dibilang bagus penampilannya. Buat rookie, penampilannya cukup konstan loh! akan makin menarik saat pesaingnya di moto2 : Marquez akan naik kelas ke motoGP juga di musim depan. banyak rider senior yang udah gak sabar untuk jajal kehebatan nya Marquez. Karena si remaja 19 tahun ini memang penampilannya bisa dibilang sangat impresif!

Takutkah Bradl dengan masuknya Marquez tahun depan? Justru Bradl tetap percaya diri. dia bilang..dia punya keuntungan pengalaman setahun lebih lama di motoGP…itu kelebihan yang Marquez gak punya.

aaaak…seru!

Apalagi ya? oya..Ducati? ah..ya kalo Ducati sih masih gitu2 aja ya musim ini. Mungkin yang paling menarik berita dr kubu itu, justru krn The Doctor yang udah mengakui bahwa dia emang gak cocok menunggang motor itu. Memang riding style nya gak cocok. Belom lagi dengan desas desus komunikasi yang kurang bagus antara Rossi dengan Preziosi. Tadinya di musim ini masih sempet maju mundur tuh kabarnya…Rossi akan bertahan di Ducati, karena Audi kan take over Ducati. Rossi berharap akan ada perubahan signifikan dengan masuknya Audi. Tapi akhirnya Rossi sudah memutuskan. Dia balik ke cinta lamanya : Yamaha. dan sudah dikontrak 2 musim ke depan. Satu tim lagi deh sama Lorenzo.

Tentunya ini juga akan jadi menarik, gimana penampilan Rossi di Yamaha tahun depan. apalagi dengan posisi yang beda. Musim depan tentunya Yamaha menempatkan Lorenzo sebagai rider utamanya, Rossi? tentunya harus berusaha keras menunjukkan kepada banyak pihak bahwa dia memang masih bertaji..ya abeees.. selama di Ducati dia melempem banget. Banyak orang yang udah menganggap dia udah ketuaan lah..udah kehilangan skill lah.. nah..tahun depan tentunya akan menjadi tantangan berat buat dia untuk bisa membuktikan bahwa dia belum habis!

gak sabar buat motoGP tahun depan…..

AkBer Entrepreneurship 11 Oktober 2012

Kemarin adalah pertama kalinya gue bicara di depan Akberian dengan topik Entrepreneurship. Biasanya sih kalo ngajar AkBer, topik yang gue bawa biasanya gak jauh2 dari public speaking, tapi kali ini gue sengaja pengen coba topik lain. Toh sebetulnya entrepreneurship ini juga dekat dengan dunia gue.

Pas awal mulai kelas, gue tanya sama Akberians..kenapa sih pada mau jadi entrepreneur? jawabannya :

“Uangnya banyak”

“Waktunya fleksibel”

“Bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain”

“Bosen ngantor”

memang itulah alasan kebanyakan orang yang pengen jadi pengusaha. tapi di awal kelas itu gue juga tanya : udah tau belom mau bisnis apa?

sebetulnya ada beberapa ‘jebakan’ di saat awal kita memulai bisnis. apa aja?

*latah –> giliran satu bisnis sedang booming, biasanya langsung banyak tuh yang ngekor tanpa disertai pertimbangan yang matang.

*Merasa punya modal banyak –> punya modal dalam bentuk uang banyak gak jadi jaminan sebuah usaha pasti berhasil

*Merasa gak punya modal –> ini ย bisa jadi salah satu alasan yg paling banyak diungkapkan orang saat mau buka usaha.

*Gak punya bakat bisnis –> bukan masalah bakat, tapi soal tekad!

*Tergiur omzet usaha lain –> akhirnya ngotot mau buka usaha sejenis padahal kita belum tentu punya expertise nya.

Itu baru salah satu bagian yang gue sharing di Akademi Berbagi, banyak hal lain. Materinya bisa di download di http://www.akademiberbagi.org kok ๐Ÿ™‚

Tapi inti dari sharing kemarin adalah, gue pengen cerita apa yang sebenarnya akan dan bisa terjadi dalam menjalankan sebuah usaha. Siapkah mental kita jika suatu saat kita gagal? Bahkan ketika kita meraih kesuksesan pun, itu sebuah ujian yang lebih berat lagi. Kenapa sukses itu justru ujian nya lebih ย besar? Menurut gue, di saat sukses..semuanya tercapai dan gampang..justru kita gampang terbuai…gampang lupa. Kadang saking enaknya kita jadi lupa sama tujuan awal kita buka usaha itu untuk apa sih, bahkan bukan tidak mungkin kita menjadi orang yang money oriented semata. Cari profit memang harus, tapi jangan sampai terlalu money oriented sampai akhirnya mengorbankan banyak hal bahkan menghalalkan segala cara ntuk bisa mendapatkan uang yang lebih banyak.

Membuka usaha bukan semata hanya perwujudan mengejar passion. Tapi yang harus diingat adalah, saat lo udh mutusin untuk buka usaha demi menwujudkan passion lo…jika ternyata di tengah jalan usaha lo mandeg. Apa yang akan lo lakukan? Apalagi kalau udah punya karyawan yang menggantungkan penghasilannya pada usaha yang lo miliki. Itu amanah yang gak main2.

Memang ada banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan masak2 sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Bener deh..punya usaha sendiri itu memang menyenangkan, tapi keadaannya tidak selalu semanis yang kita bayangkan. Keberhasilan sebuah usaha pun perlu waktu yang berbeda, perlu konsistensi yang mental yang cukup kuat untuk mampu menjalani proses menjadikan sebuha usaha itu berhasil.

Gue gak mau jualan mimpi di kelas Akber kemaren. Bukan juga jualan motivasi yang dibungkus dengan kata2 pembakar semangat yang minim implementasi. Justru lewat kelas itu, gue pengen banget sejujur mungkin menyampaikan apa yang mungkin saja terjadi jika memutuskan untuk membuka usaha. Gue pengen jujur, berbagi pengalaman apa saja yang pernah dihadapi warung gue dan Afit..gimana masalahnya…tantangannya..dan bagaimana kita berusaha bangkit. Kalaupun ada salah langkah, jangan pernah takut untuk mengakui kesalahan itu dan segera mencari solusi.

Sumarmi the Superwoman

Ibu Sumarmi,seorang penjaja Jamu Gendong yang berjualan di kawasan Bekasi. Tiap hari,beliau bangun jam 3.30 pagi untuk menyiapkan racikan jamunya. Setelah semua persiapan jualan jamunya selesai,bu Marmi langsung berkeliling menjajakan jamu buatannya menggunakan motor.
Bu Marmi berjualan sampai jam 1 siang,setelah itu dia masih membuat kue2 jajanan pasar untuk dijual sebagai penghasilan tambahan.
Sibuk? itu baru kegiatan jualannya. Belum lagi tugas Bu Marmi sebagai ibu rumah tangga,yg harus bebersih rumah,masak,mencuci,mendidik anak,melayani suami dan lain sebagainya.

Mendengarkan cerita Bu Marmi tentang semua kegiatannya,bikin gue bingung sendiri. Kok dia bisa bagi waktunya ya? Soal capek,jangan ditanya..kalau gue yang jadi Bu Marmi,mungkin gue udah ‘njoprak’ di rumah sakit. Tapi Bu Marmi? gak terlihat ada kelelahan sedikitpun di wajahnya.

Segelas kecil jamunya dijual seharga Rp.1000,- yang gelasnya agak besar Rp.2000,- gue tanya,”Apa gak rugi cuma dijual 1000 bu?” jawabnya, “cukup mbak,cukup utk bayar kontrakan rumah,sekolah anak,makan,nabung dan kirim untuk orang tua di kampung”
Dengan harga semurah itu,bahkan tidak jarang banyak pelanggan Bu Marmi yang kasbon alias hutang dulu. Yang tidak mau bayarpun juga ada.
Ketika gue tanya lagi,berapa gelas jamu yang bisa dia jual setiap hari? Bu Marmi juga tidak tahu pasti. “pokoknya ya kalo semua jamu di botol sudah habis,ya saya pulang. Saya tidak menghitung berapa gelas”

Mendengar cara berdagang Bu Marmi ini pun,bikin gue makin bingung. Pasti beliau mengerti konsep berdagang paling dasar. Bahwa berdagang itu tentu harus ada profitnya (meskipun kecil) . Tapi beliau bahkan tidak menghitung jumlah pasti berapa gelas yg terjual,kasbon2 atau pelanggan yang gak bayar apa tidak mengganggu kelancaran arus kas? Strategi Pemasaran? waaah….mungkin sama sekali gak kepikiran.

Ibu Marmi,dengan kesederhanaannya baik dalam penampilan,konsep berdagang,pemikirannya..justru mengajarkan banyak hal.
Seorang ibu dengan 2 orang anak yg harus membantu suami mencari nafkah untuk keluarganya. Toh beliau tetap sempat mengasuh anaknya,memasak..semuanya tanpa bantuan babysitter/pembantu.
Berdagang dengan semangat,walaupun hasilnya mungkin tidak seberapa..kadang dikasbon..kadang pelanggannya kabur..tapi tetap bisa mencukupi kebutuhan bahkan bisa menabung.
Tidak ada strategi pemasaran nan canggih dan kreatif yg bisa kita tiru dari Ibu Marmi,tapi konsistensi,dedikasi dan keJUJURan nya dalam berdagang rasanya patut dicontoh.
Bagaimana beliau bisa menjalankan semua tantangan dalam hidupnya dengan hati yang ikhlas,tanpa banyak mengeluh.

Bagaimana dengan kita?

20110424-100635.jpg

ps: saking polosnya ibu Sumarmi ini,bahkan pas gue minta foto bareng,dia merem melulu..gak dapet2 momennya :p