Kenapa Kurus? Kenapa Enggak?

Musim ini gue memang beberapa kali absen siaran motogp. Alasannya karena pas ada keperluan yang memang harus jadi prioritas. Jadi..kurang lebih selama 2 bulan gue gak tampil di TV dong ya. Selama kurun waktu 2 bulan itu juga, gue melakukan banyak perubahan. Mulai dari pola makan sampai kebiasaan olah raga.

Di beberapa postingan IG gue (yang mana adalah account baru karena yang lama memang sengaja gue hapus) sempat diceritakan dengan singkat apa aja yang gue lakukan untuk menurunkan berat badan. Di antaranya mengurangi konsumsi gula dan tepung, yang memang 2 hal itu adalah yang paling gue suka banget.

Kenapa sik gue pengen kurus? ya siapa yang gak pengen sih punya berat badan yang ideal, punya badan yang sehat? Dampak dari punya badan yang sehat dan berat badan yang ideal kan banyak. Salah satunya jadi lebih percaya diri. Feel good about yourself.

Awalnya karena memang instruktur olahraga gue yang menargetkan untuk menurunkan berat badan sampai dengan 58kg. Awalnya berat badan gue 66-68kg. Sebelum dapet target itu, sebetulnya gue udah pengen banget turunin berat badan ke 65kg. Tapi itu susaaaaaaaah nya minta ampun. Segala macem diet gue coba lah, mulai dari mayo, diet golongan darah, diet juice, no carbs, south beach, GM, diet pisang…pokoknya hampir semua yang gue anggep cocok dengan tujuan gue ya dicoba. Tapi gagal sik…

Sampai kemudian suami gue ngomong tentang makanan kesukaan gue dan kebiasaan makan gue. Kemudian gue pikirin banget apa yang dia bilang. Bener juga. Gue itu suka banget sama segala macem cake, roti, pokoknya yang manis2 gitu lah. Ditambah lagi gue itu SUKA SEKALI MAKAN! Makanya cocok kan punya bisnis makanan? Hahahah….

Setelah diskusi itu, akhirnya gue memutuskan untuk mengikuti kata suami. Gue tidak lagi mengkonsumsi gula dan tepung. Pola makan pun gue benerin. Intensitas olahraga juga gue tambah. Olahraga itu bisa 5 kali dalam seminggu. Alhasil dalam waktu 2 bulan, berat gue turun sampai 53kg. Malah lebih turun dari target yang ditentukan.

Rasanya gimana? Gue pribadi sih seneng banget bisa sampai ke 53kg. Karena tau gak? itu berat badan gue pas sebelum menikah dengan Afit dulu. Percaya gak percaya, timbangan yang berubah itu seperti membuat gue menemukan kembali diri gue yang dulu. Jadi berasa lebih muda lagi. Kayanya aneh ya, kok turun berat badan aja efeknya sampe gitu? tapi itu yang gue rasakan. Impact nya sama sekali gak gue sangka juga sih. Bukan cuma tinbangan yang berubah, tapi scr psikologis ternyata dampaknya besar juga.

Tapi….buat yang ngeliat perubahan gue (yang mungkin bisa dikatakan cukup drastis) tentu mikir macem2. Terutama untuk yang gak kenal banget sama gue, yang tau gue cuma dari melihat postingan gue di social media aja. Ada yang menduga gue sakit lah.. padahal justru gue merasa gak pernah sesehat ini. Ya iyalah asupan makanan gue jaga dan olahraga juga rutin.

Reaksi orang pun juga beda. Ada yang bilang gue tambah cantik, makin muda. Tapi ada juga yang katanya gue lbh bagus chubby. Yah..selera lah ya…

Tapi gue pribadi senang dengan kondisi saat ini. Soal pendapat atau dugaan orang ya bebas- bebas aja sih, toh itu hak siapapun untuk berpendapat. Sebagai orang yang kerja jadi presenter TV, denger pendapat orang baik yang bikin hati seneng atau bikin hati KZL..itu sih WESBIYASA.

What I’m trying to say through this post is : the only person in this world who can make you truly happy is yourself. Do more of what makes you happy ( as long as you’re not hurting others while doing it). People can say whatever they want about you, appreciate their opinion, listen..because you might find something good that could make you improve yourself. But no matter what just don’t let people’s opinion sink your inner voice.

Foto perubahan gue dalam 2 tahun terakhir.

Advertisements

My NEW addiction : Ultima Delicate Lipstick

“a girl can never have too much lipstick”

ya…gue ngaku. sama seperti kebanyakan perempuan lain yang gampang tergoda melihat lipstick. Apalagi kalau liat warnanya yang menggemaskan.

Apa pertimbangan saat membeli lipstick? awalnya memang warna sih ya. Banyak pilihan warna memang jd faktor pertama yang bikin kita jatuh cinta sama lipstick. Tapi buat gue gak bisa sembarang warna sih…harus warna yang cocok dgn skin-tone Asia. Yang terlihat bagus di mata, belum tentu cocok saat diaplikasikan ke bibir kan?

Pertimbangan selanjutnya : tahan lama! Sebagus apapun warna lipstick tapi kalo gampang hilang, agak kurang menarik jadinya. Udah kebayang harus sering touch up kan?
Udah banyak lipstick yang menawarkan formula tahan lama, tapi biasanya cenderung bikin bibir kering. Warnanya tahan lama, tapi keliatannya kering. Macam lg kurang minum gitu gue. Kurang sedap diliat juga jadinya. Bibir keliatan seperti pecah.

Yang lagi gue coba sekarang ini adalah Delicate Lipstick dari Ultima II. Ada 15 shades baru yang semuanya menggoda buat diborong! Warnanya pun memang pas sama skin tone perempuan Asia.
Beautiful 15 new shades is not the only reason why I fell in love with Ultima’s Delicate Lipstick. when I applied it to my lips…I knew I’ve chosen the right lipstick.
Begitu dipulas di bibir, lembut banget. warnanya merata dengan mudahnya. It has a silky smooth feel that I really love!
Setelah gue coba beberapa jam, warnanya masih ada & bagus. Yang paling penting : BIBIRNYA TIDAK TERLIHAT KERING! Woohoooo! Itu dia yang penting. Bibir terlihat lembab dengan warna yang masih cantik. Ternyata karena memang ada kandungan Vitamin C & E nya, di situ rahasia kelembapannya.

Delicate lipstick from Ultima is a lipstick I’ve been longing for. Gives beautiful color on your lips with a soft & silky smooth feel. Moisturizing it at the same time. More than I could asked for in a lipstick.

 Ini 4 pilihan warna Ultima Delicate Lipstick yang gue suka.

Yang ini warnanya Ruby, gue pakai pas hari Lebaran lalu. 

  

Yang ini Ultima Delicate Lipstick Plum. Cocok utk make-up acara yang lebih formal, tapi untuk dipakai sehari-hari pun bisa.

  

Warna pilihan berikutnya adalah Apricot. Gue sukaaaa banget warna ini. Natural banget & bikin wajah terlihat segar.

  

Gue juga jatuh cinta sama Ultima Delicate Lipstick yg Raspberry. Warnanya memang lebih terang, tapi tetap cocok dengan kulit asia. 

 

ULTIMA II “Plan Your Beauty

Pecel Ramidjan

Semua ini gara-gara Afit.

Suatu pagi gue liat dia posting sarapan pecel. Dilengkapi dgn foto pecel segar nan menggoda plus dgn embel-embel

Jakarta’s hidden gem

,bikin gue jd penasaran pengen nyobain juga. Soalnya Afit bilang pecel ini enak, dan dia selama ini selalu tepat kalo merekomendasikan tempat makan enak. Hihihi….

Hari Minggu kemaren akhirnya kita mampir ke Pecel Ramidjan. Lokasinya ada di Jl. Prof Joko Sutono, sejajaran sama RM Akoen & Bubur Sanki. Persis di depan Gereja Baptis Kebayoran. Lo akan menemukan warung pecel ini di sebuah rumah asri di pojokan. Pantes Afit bilang hidden gem , lawong sering banget lewat sini tp baru tau ada warung pecel.

Begitu masuk ke warung sederhana ini, suasananya adem. Kaya apa ya…semacam masuk ke rumah nenek gitu deh. Gak ada dekor yg macem-macem, tp ya bersih dan apik.

IMG_8120.JPG

Sekarang, mari kita membahas hal yang paling penting. PECELNYA!

Menu utamanya jelas pecel dong. Ada juga menu tambahan lain semisal Krecek, Brongkos Sapi, Tempe Bacem (yang enaknya minta ampun), Sayur Terik Tahu, Perkedel Jagung & Kentang. Memang gak banyak, krn fokusnya warung ini emang jualan pecel. Pilihan gue pagi itu adalah pecel + krecek + perkedel jagung + kerupuk

IMG_8122.JPG

IMG_8123.JPG

Kalo boleh sok tau dikit…rasa pecelnya sih khas Jawa Tengah deh. Kalo gak salah loh ya.
Bumbu pecelnya light. Miroso tapi gak nonjok & berlebihan rasanya. Standarnya gak pedes, tp kalo mau dibikin pedes bisa. Gue lbh suka dgn bumbu standar, sementara pedesnya dari krecek.

Oya, Pecel Ramidjan ini buka dr jam 7 pagi. Cuma sampe makan siang menjelang sore kayanya deh. Alternatif sarapan yg menyenangkan kalo lo bosen sama bubur, lonsay atau mie ayam.
Daripada pagi-pagi laper & kesel, mending kita makan pecel.

I will definitely come back for more.

IMG_8121.JPG

Building Customer Loyalty

Satu2nya pengetahuan gue soal Marketing, gue dapet pas kuliah dulu. Kebetulan emang kuliahnya manajemen pemasaran, tapi masih relevan gak sama keadaan skrg? Hmm.. Gak tau juga.
Jadi emang scr teori gue gak punya pengetahuan banyak tentang marketing. Lawong kerjaan gue juga MC & presenter TV. Bukan kerja di ahensi mendunia apalagi ahli marketing. Jauuuuh…..gue cuma ibu rumah tangga.

Minggu lalu pas abis sharing sama Unilever & Mindshare, Kita jd bandingin marketing strategy yg diterapkan mereka & kita yg bisnisnya level UKM. Beda? Banget!
Dr segi budget, udh jelas mereka lbh unggul. Ide2 marketing tentunya lbh rapi dan eksekusinya lbh kompleks ya..kan org2 ahensi ini memang punya kompetensi yg yahud. Udah gitu ada banyak kepala yang bisa menyumbangkan ide.

Lah warung akik? Kita gak usah liat gimmick2 yg sebelum pecah kongsi ya..lagian bosen ah ngomongin masa lalu terus. Masa minum wiskinya taun lalu, maboknya baru sekarang? Eaaaa… Β *DUAAAR*

Eniwei..sekarang praktis yg mikirin ide2 marketing ya cuma Afit & gue. Cuma kita berdua. Ribet? Mayan…tp masih bisa ter-manage dgn baik. Justru skrg kita seneng banget! Ide2 jd lbh deras mengalir.. Tsaaaah… Kita jd lebih bebas bikin macem2. Dan gimmick2 kali ini jauh lbh menggambarkan kepribadian kita berdua.
Tapi.. Dgn keterbatasan tenaga dan waktu, kita juga mesti punya STRATEHI ! ya gampang aja sik…semua gimmick kita bikin dengan sesederhana mungkin supaya eksekusinya gampang dan (InsyaAllah) bisa flawless. Ya kalopun mingslek cuma dikit lah.

Oh ada keterbatasan lainnya ding. DEWES alias DUTAKOL alias DUWIT. Sebetulnya sih lbh ke terbiasa gak pake duit (banyak) utk melakukan kegiatan marketing. Kaya Jokowi aja, minimum budget, maximum impact. Nah pikir deh gimana caranya.

Pas kita ngobrol sama temen2 dr Unilever & Mindshare, jelas keliatan bedanya. Mereka perusahaan besar yang kalo ngomong soal budget marketing tentunya WAGEBANG dong? Asik? Tadinya sih gue mikir juga gitu, tapi ternyata dr sudut pandang perusahaan besar gak selalu loh. Punya budget besar kadang juga bisa jd “menjebak” . Makanya mereka juga tdk ingin terjebak dgn kreativitas pemasaran yg gitu2 aja.

Coba kita pikir, seberapa sering kita liat marketing campaign yang sifatnya bagi2 hadiah? Banyak kan? Banget!
Mulai dr rumah, henpon, mobil, duit tunai, emas batangan, gadget…
Trus gue mulai mikir lg.. Apa yg dikejar pemilik usaha dgn bagi2 hadiah itu?
Nambahin konsumen? Ngebuzz in brand? Naikin sales? Naikin imej? Atau bikin konsumen loyal?
Utk yg budget marketingnya spektakulah tentu gak ada masalah dr segi biaya..tapi outputnya? Jangan2 keasikan bagi2 hadiah terus bangga krn ngebuzz etapi ternyata cuma rame sama para quiz chaser, sementara pelanggan setianya mungkin malah gak menikmati keriaan itu.

Padahal..gue yakin semua brand tentunya pengen spy konsumennya setia. building customer loyalty ini yg jd tujuan utama toh? Yalaaah kalo konsumen setia sama produk lo ya usaha lo akan jalan terus kan?

Memang di sini tantangannya : how to make customers loyal to your brand, not your freebies. Because those who only aftering your freebies are not your loyal customer

Contoh sederhana, pas PEMILGO. Kita gak ngasih hadiah yg spektakulah buat Carnivores yg vote. Itupun gak semuanya dapet hadiah , terbatas. Tujuan kita apa? Bikin Carnivores merasa terlibat dlm proses pemilihan logo, bukan ngejar hadiahnya..tapi scr sukarela mau partisipasi. Ini salah satu testimony yg dibikin sama Comma :

Denger kan testimoni yang terakhir ?

“gue ngerasa jadi bagian dari Holycow!”

IISSSSH! ini reward yang luar biasa banget! Karena pesan yang mau kita sampaikan tereksekusi dengan baik. pesennya sampe cuy… Alhamdulillah.

So yes.. When it comes to cutomer’s loyalty towards the brand itself..it can not be bought. Giving away freebies and prizes may create the buzz, but it doesn’t guarantee customer’s loyalty. You can not pay someone to say nice things about your product, even though one might do it..it wouldn’t last. keep in mind that good product advertises itself.

Etapiiii…ini semua murni dari pemikiran kita loh ya…yang gak jago di bidang marketing juga. semua cuma berdasarkan teori ingin bersenang-senang sama konsumen. sesederhana itu.

MANvsMEAT

Satu lagi ‘kegilaan’ yang dibuat sama Holycow! STEAKHOUSE BY Chef Afit di awal tahun 2013 ini :

MANvsMEAT

Pasti pada pernah nonton Man vs Food dong. Sebetulnya idenya ya memang dari acara itu. Afit dan gue seringkali takjub sama testimoni orang2 yang makan di warung kita. Kan taun lalu kita ngeluarin menu baru tuh, yang dinamain #BIGBites –> Steak Prime Sirloin & Rib Eye yang besarnya 400Gram. Item itu jadi favorit banyak orang sampe sekarang. Sebetulnya itu ukuran steak yang cukup gede loh. Om William Wongso aja pernah nyerah, gak sanggup ngabisin karena kekenyangan πŸ™‚

Tapi Carnivores yang lain?

Yodee deh..ini temen gue yang appetitenya perlu dipertanyakan. Masa dia bisa ngabisin #BIGBites hanya dalam waktu 6 menit???

Inu? Badannya sih compact dan terus terang gak keliatan kalo makannya banyak, tapi dia bisa ngabisin #BIGBites, makan rainbow cake nya Minilovebites plus Misu…nah itu dia baru kenyang.

Erwin? ini sebenernya langganan dari jaman ngemper dulu, yang akhirnya jadi temen gue juga. Dia nih kalo pesen #BIGBites masih bisa nambah seporsi steak yang 200 gram lagi. jadi sekali makan yaaa…minimal 600 gram. Temannya si Botan alias Jonathan juga sama aja.

Yang perempuan? Hoooooh….justru menu 400 gram itu diciptakan karena banyak perempuan2 yang minta ada porsi besar itu.

Chika misalnya, dia abis makan #BIGBites…apakah kenyang?

“biasa aja”

Gitu katanya. Teppy? wah…ini sih sampe bisa dijadiin skala lapar. Skala 1-Teppy, seberapa laparkah kamu? Perempuan yang satu ini emang lapang sekali lambungnya. Begitu juga dengan Naniet, porsi 400 gram ini mungkin cuma buat geli2an lambung lah. hihihihi…..

Ngeliat serunya napsu makan Carnivores2 ini, Afit dan gue kepikiran untuk bikin kontes MANvsMEAT! Yang sebetulnya ini ide dari temen2 gue yang gue sebut tadi. Eh pas kebetulan juga kita lagi bangun CAMP ke 3 di Kebon Jeruk. Jadilah kita kawinin gimmick ini. Acara ini kita jadiin sebagai salah satu keseruan untuk peresmian CAMP Bonjer.

Akhirnya terpilih 10 orang peserta MANvsMEAT yang bertarung pas tanggal 17 Feb 2013 :

Yodee, Aryan, Inu, Taufan, Botan, Andrian, Smita, Teppy, Naniet, Chika

MANvsMEAT

MANvsMEAT

 

Porsi pertama #BIGBites dateng! masih pada semangat dan semua peserta mukanya yakin banget kalo bisa menang. Masuk ke piring kedua, masih kompetitif..tapi pelan2 udah ada yang mulai kekenyangan dan rahangnya pun mulai pegel karena ngunyah daging 400 gram.

Ada satu kejadian yang lucu pas Chika mau nyerah..eh temen2 dari Akber : Mbak Ai, Ranum, Danny, Mell…semua gak bolehin Chika berenti tanding. akhirnya lanjuuuuut! meskipun akhirnya nyerah juga sih! hahhahaha… ternyata emang gak gampang menaklukan daging 400Gs kan?

Yang paling seru saat peserta2 mulai berguguran. tinggal tersisa : Naniet, Botan dan Taufan.

(dan ada Teppy yang setia kawan mendampingi Naniet :’) )

Naniet sebagai satu2nya perempuan justru tampil paling meyakinkan. Kalo Botan dan Taufan cuma ngabisin dagingnya aja, Naniet MINTA TAMBAH SAYUR LOH PEMIRSA… PLUS NYEMIL KENTANG LOH PEMIRSAAAA….

Akhirnya kuat2an deh tuh mereka bertiga. pemenang lomba MANvsMEAT akan ditentukan dengan menimbang sisa dagingnya paling sedikit yang ada di piring masing2 peserta. Naniet berusaha sekuat tenaga melawan 2 cowo2 ini. Botan dan Taufan sampe melongo liat Naniet masih bisa tenang dan sempet pipis pula..terus lanjut makan lagi. Tapi yang paling EPIC dong…..

NANIET MAKAN BIGBITES NYA DICOCOL PAKE MISU!!!

katanya sih biar lebih gampang nelen dagingnya. tapi apakah sebenernya itu hanya alasan karena Naniet masih lapar? itu hanya Naniet dan Tuhan yang tau.

Saat penentuan pemenang tiba. Timbang daging deh…

dan ternyata pemenangnya adalah :

BOTAN!Β 

Naniet di tempat kedua, dengan selisih sisa daging 10 gram ajah! Sebetulnya sih secara kuantitas Naniet juara banget lah.

Jadi..yah gitu deh..itu tadi salah satu kegilaan lagi yang kita bikin di taun ini. Terima kasih banyak untuk semua peserta MANvsMEAT yang udah ikutan ngeramein acara ini dan dateng ke pembukaan CAMPBonjer..kalian semua bintangnya!

Kapan2 bikin lagi yuk! πŸ™‚

MANvsMEAT moments