Kenapa Kurus? Kenapa Enggak?

Musim ini gue memang beberapa kali absen siaran motogp. Alasannya karena pas ada keperluan yang memang harus jadi prioritas. Jadi..kurang lebih selama 2 bulan gue gak tampil di TV dong ya. Selama kurun waktu 2 bulan itu juga, gue melakukan banyak perubahan. Mulai dari pola makan sampai kebiasaan olah raga.

Di beberapa postingan IG gue (yang mana adalah account baru karena yang lama memang sengaja gue hapus) sempat diceritakan dengan singkat apa aja yang gue lakukan untuk menurunkan berat badan. Di antaranya mengurangi konsumsi gula dan tepung, yang memang 2 hal itu adalah yang paling gue suka banget.

Kenapa sik gue pengen kurus? ya siapa yang gak pengen sih punya berat badan yang ideal, punya badan yang sehat? Dampak dari punya badan yang sehat dan berat badan yang ideal kan banyak. Salah satunya jadi lebih percaya diri. Feel good about yourself.

Awalnya karena memang instruktur olahraga gue yang menargetkan untuk menurunkan berat badan sampai dengan 58kg. Awalnya berat badan gue 66-68kg. Sebelum dapet target itu, sebetulnya gue udah pengen banget turunin berat badan ke 65kg. Tapi itu susaaaaaaaah nya minta ampun. Segala macem diet gue coba lah, mulai dari mayo, diet golongan darah, diet juice, no carbs, south beach, GM, diet pisang…pokoknya hampir semua yang gue anggep cocok dengan tujuan gue ya dicoba. Tapi gagal sik…

Sampai kemudian suami gue ngomong tentang makanan kesukaan gue dan kebiasaan makan gue. Kemudian gue pikirin banget apa yang dia bilang. Bener juga. Gue itu suka banget sama segala macem cake, roti, pokoknya yang manis2 gitu lah. Ditambah lagi gue itu SUKA SEKALI MAKAN! Makanya cocok kan punya bisnis makanan? Hahahah….

Setelah diskusi itu, akhirnya gue memutuskan untuk mengikuti kata suami. Gue tidak lagi mengkonsumsi gula dan tepung. Pola makan pun gue benerin. Intensitas olahraga juga gue tambah. Olahraga itu bisa 5 kali dalam seminggu. Alhasil dalam waktu 2 bulan, berat gue turun sampai 53kg. Malah lebih turun dari target yang ditentukan.

Rasanya gimana? Gue pribadi sih seneng banget bisa sampai ke 53kg. Karena tau gak? itu berat badan gue pas sebelum menikah dengan Afit dulu. Percaya gak percaya, timbangan yang berubah itu seperti membuat gue menemukan kembali diri gue yang dulu. Jadi berasa lebih muda lagi. Kayanya aneh ya, kok turun berat badan aja efeknya sampe gitu? tapi itu yang gue rasakan. Impact nya sama sekali gak gue sangka juga sih. Bukan cuma tinbangan yang berubah, tapi scr psikologis ternyata dampaknya besar juga.

Tapi….buat yang ngeliat perubahan gue (yang mungkin bisa dikatakan cukup drastis) tentu mikir macem2. Terutama untuk yang gak kenal banget sama gue, yang tau gue cuma dari melihat postingan gue di social media aja. Ada yang menduga gue sakit lah.. padahal justru gue merasa gak pernah sesehat ini. Ya iyalah asupan makanan gue jaga dan olahraga juga rutin.

Reaksi orang pun juga beda. Ada yang bilang gue tambah cantik, makin muda. Tapi ada juga yang katanya gue lbh bagus chubby. Yah..selera lah ya…

Tapi gue pribadi senang dengan kondisi saat ini. Soal pendapat atau dugaan orang ya bebas- bebas aja sih, toh itu hak siapapun untuk berpendapat. Sebagai orang yang kerja jadi presenter TV, denger pendapat orang baik yang bikin hati seneng atau bikin hati KZL..itu sih WESBIYASA.

What I’m trying to say through this post is : the only person in this world who can make you truly happy is yourself. Do more of what makes you happy ( as long as you’re not hurting others while doing it). People can say whatever they want about you, appreciate their opinion, listen..because you might find something good that could make you improve yourself. But no matter what just don’t let people’s opinion sink your inner voice.

Foto perubahan gue dalam 2 tahun terakhir.

My NEW addiction : Ultima Delicate Lipstick

“a girl can never have too much lipstick”

ya…gue ngaku. sama seperti kebanyakan perempuan lain yang gampang tergoda melihat lipstick. Apalagi kalau liat warnanya yang menggemaskan.

Apa pertimbangan saat membeli lipstick? awalnya memang warna sih ya. Banyak pilihan warna memang jd faktor pertama yang bikin kita jatuh cinta sama lipstick. Tapi buat gue gak bisa sembarang warna sih…harus warna yang cocok dgn skin-tone Asia. Yang terlihat bagus di mata, belum tentu cocok saat diaplikasikan ke bibir kan?

Pertimbangan selanjutnya : tahan lama! Sebagus apapun warna lipstick tapi kalo gampang hilang, agak kurang menarik jadinya. Udah kebayang harus sering touch up kan?
Udah banyak lipstick yang menawarkan formula tahan lama, tapi biasanya cenderung bikin bibir kering. Warnanya tahan lama, tapi keliatannya kering. Macam lg kurang minum gitu gue. Kurang sedap diliat juga jadinya. Bibir keliatan seperti pecah.

Yang lagi gue coba sekarang ini adalah Delicate Lipstick dari Ultima II. Ada 15 shades baru yang semuanya menggoda buat diborong! Warnanya pun memang pas sama skin tone perempuan Asia.
Beautiful 15 new shades is not the only reason why I fell in love with Ultima’s Delicate Lipstick. when I applied it to my lips…I knew I’ve chosen the right lipstick.
Begitu dipulas di bibir, lembut banget. warnanya merata dengan mudahnya. It has a silky smooth feel that I really love!
Setelah gue coba beberapa jam, warnanya masih ada & bagus. Yang paling penting : BIBIRNYA TIDAK TERLIHAT KERING! Woohoooo! Itu dia yang penting. Bibir terlihat lembab dengan warna yang masih cantik. Ternyata karena memang ada kandungan Vitamin C & E nya, di situ rahasia kelembapannya.

Delicate lipstick from Ultima is a lipstick I’ve been longing for. Gives beautiful color on your lips with a soft & silky smooth feel. Moisturizing it at the same time. More than I could asked for in a lipstick.

 Ini 4 pilihan warna Ultima Delicate Lipstick yang gue suka.

Yang ini warnanya Ruby, gue pakai pas hari Lebaran lalu. 

  

Yang ini Ultima Delicate Lipstick Plum. Cocok utk make-up acara yang lebih formal, tapi untuk dipakai sehari-hari pun bisa.

  

Warna pilihan berikutnya adalah Apricot. Gue sukaaaa banget warna ini. Natural banget & bikin wajah terlihat segar.

  

Gue juga jatuh cinta sama Ultima Delicate Lipstick yg Raspberry. Warnanya memang lebih terang, tapi tetap cocok dengan kulit asia. 

 

ULTIMA II “Plan Your Beauty

Pecel Ramidjan

Semua ini gara-gara Afit.

Suatu pagi gue liat dia posting sarapan pecel. Dilengkapi dgn foto pecel segar nan menggoda plus dgn embel-embel

Jakarta’s hidden gem

,bikin gue jd penasaran pengen nyobain juga. Soalnya Afit bilang pecel ini enak, dan dia selama ini selalu tepat kalo merekomendasikan tempat makan enak. Hihihi….

Hari Minggu kemaren akhirnya kita mampir ke Pecel Ramidjan. Lokasinya ada di Jl. Prof Joko Sutono, sejajaran sama RM Akoen & Bubur Sanki. Persis di depan Gereja Baptis Kebayoran. Lo akan menemukan warung pecel ini di sebuah rumah asri di pojokan. Pantes Afit bilang hidden gem , lawong sering banget lewat sini tp baru tau ada warung pecel.

Begitu masuk ke warung sederhana ini, suasananya adem. Kaya apa ya…semacam masuk ke rumah nenek gitu deh. Gak ada dekor yg macem-macem, tp ya bersih dan apik.

IMG_8120.JPG

Sekarang, mari kita membahas hal yang paling penting. PECELNYA!

Menu utamanya jelas pecel dong. Ada juga menu tambahan lain semisal Krecek, Brongkos Sapi, Tempe Bacem (yang enaknya minta ampun), Sayur Terik Tahu, Perkedel Jagung & Kentang. Memang gak banyak, krn fokusnya warung ini emang jualan pecel. Pilihan gue pagi itu adalah pecel + krecek + perkedel jagung + kerupuk

IMG_8122.JPG

IMG_8123.JPG

Kalo boleh sok tau dikit…rasa pecelnya sih khas Jawa Tengah deh. Kalo gak salah loh ya.
Bumbu pecelnya light. Miroso tapi gak nonjok & berlebihan rasanya. Standarnya gak pedes, tp kalo mau dibikin pedes bisa. Gue lbh suka dgn bumbu standar, sementara pedesnya dari krecek.

Oya, Pecel Ramidjan ini buka dr jam 7 pagi. Cuma sampe makan siang menjelang sore kayanya deh. Alternatif sarapan yg menyenangkan kalo lo bosen sama bubur, lonsay atau mie ayam.
Daripada pagi-pagi laper & kesel, mending kita makan pecel.

I will definitely come back for more.

IMG_8121.JPG

Building Customer Loyalty

Satu2nya pengetahuan gue soal Marketing, gue dapet pas kuliah dulu. Kebetulan emang kuliahnya manajemen pemasaran, tapi masih relevan gak sama keadaan skrg? Hmm.. Gak tau juga.
Jadi emang scr teori gue gak punya pengetahuan banyak tentang marketing. Lawong kerjaan gue juga MC & presenter TV. Bukan kerja di ahensi mendunia apalagi ahli marketing. Jauuuuh…..gue cuma ibu rumah tangga.

Minggu lalu pas abis sharing sama Unilever & Mindshare, Kita jd bandingin marketing strategy yg diterapkan mereka & kita yg bisnisnya level UKM. Beda? Banget!
Dr segi budget, udh jelas mereka lbh unggul. Ide2 marketing tentunya lbh rapi dan eksekusinya lbh kompleks ya..kan org2 ahensi ini memang punya kompetensi yg yahud. Udah gitu ada banyak kepala yang bisa menyumbangkan ide.

Lah warung akik? Kita gak usah liat gimmick2 yg sebelum pecah kongsi ya..lagian bosen ah ngomongin masa lalu terus. Masa minum wiskinya taun lalu, maboknya baru sekarang? Eaaaa…  *DUAAAR*

Eniwei..sekarang praktis yg mikirin ide2 marketing ya cuma Afit & gue. Cuma kita berdua. Ribet? Mayan…tp masih bisa ter-manage dgn baik. Justru skrg kita seneng banget! Ide2 jd lbh deras mengalir.. Tsaaaah… Kita jd lebih bebas bikin macem2. Dan gimmick2 kali ini jauh lbh menggambarkan kepribadian kita berdua.
Tapi.. Dgn keterbatasan tenaga dan waktu, kita juga mesti punya STRATEHI ! ya gampang aja sik…semua gimmick kita bikin dengan sesederhana mungkin supaya eksekusinya gampang dan (InsyaAllah) bisa flawless. Ya kalopun mingslek cuma dikit lah.

Oh ada keterbatasan lainnya ding. DEWES alias DUTAKOL alias DUWIT. Sebetulnya sih lbh ke terbiasa gak pake duit (banyak) utk melakukan kegiatan marketing. Kaya Jokowi aja, minimum budget, maximum impact. Nah pikir deh gimana caranya.

Pas kita ngobrol sama temen2 dr Unilever & Mindshare, jelas keliatan bedanya. Mereka perusahaan besar yang kalo ngomong soal budget marketing tentunya WAGEBANG dong? Asik? Tadinya sih gue mikir juga gitu, tapi ternyata dr sudut pandang perusahaan besar gak selalu loh. Punya budget besar kadang juga bisa jd “menjebak” . Makanya mereka juga tdk ingin terjebak dgn kreativitas pemasaran yg gitu2 aja.

Coba kita pikir, seberapa sering kita liat marketing campaign yang sifatnya bagi2 hadiah? Banyak kan? Banget!
Mulai dr rumah, henpon, mobil, duit tunai, emas batangan, gadget…
Trus gue mulai mikir lg.. Apa yg dikejar pemilik usaha dgn bagi2 hadiah itu?
Nambahin konsumen? Ngebuzz in brand? Naikin sales? Naikin imej? Atau bikin konsumen loyal?
Utk yg budget marketingnya spektakulah tentu gak ada masalah dr segi biaya..tapi outputnya? Jangan2 keasikan bagi2 hadiah terus bangga krn ngebuzz etapi ternyata cuma rame sama para quiz chaser, sementara pelanggan setianya mungkin malah gak menikmati keriaan itu.

Padahal..gue yakin semua brand tentunya pengen spy konsumennya setia. building customer loyalty ini yg jd tujuan utama toh? Yalaaah kalo konsumen setia sama produk lo ya usaha lo akan jalan terus kan?

Memang di sini tantangannya : how to make customers loyal to your brand, not your freebies. Because those who only aftering your freebies are not your loyal customer

Contoh sederhana, pas PEMILGO. Kita gak ngasih hadiah yg spektakulah buat Carnivores yg vote. Itupun gak semuanya dapet hadiah , terbatas. Tujuan kita apa? Bikin Carnivores merasa terlibat dlm proses pemilihan logo, bukan ngejar hadiahnya..tapi scr sukarela mau partisipasi. Ini salah satu testimony yg dibikin sama Comma :

Denger kan testimoni yang terakhir ?

“gue ngerasa jadi bagian dari Holycow!”

IISSSSH! ini reward yang luar biasa banget! Karena pesan yang mau kita sampaikan tereksekusi dengan baik. pesennya sampe cuy… Alhamdulillah.

So yes.. When it comes to cutomer’s loyalty towards the brand itself..it can not be bought. Giving away freebies and prizes may create the buzz, but it doesn’t guarantee customer’s loyalty. You can not pay someone to say nice things about your product, even though one might do it..it wouldn’t last. keep in mind that good product advertises itself.

Etapiiii…ini semua murni dari pemikiran kita loh ya…yang gak jago di bidang marketing juga. semua cuma berdasarkan teori ingin bersenang-senang sama konsumen. sesederhana itu.

MANvsMEAT

Satu lagi ‘kegilaan’ yang dibuat sama Holycow! STEAKHOUSE BY Chef Afit di awal tahun 2013 ini :

MANvsMEAT

Pasti pada pernah nonton Man vs Food dong. Sebetulnya idenya ya memang dari acara itu. Afit dan gue seringkali takjub sama testimoni orang2 yang makan di warung kita. Kan taun lalu kita ngeluarin menu baru tuh, yang dinamain #BIGBites –> Steak Prime Sirloin & Rib Eye yang besarnya 400Gram. Item itu jadi favorit banyak orang sampe sekarang. Sebetulnya itu ukuran steak yang cukup gede loh. Om William Wongso aja pernah nyerah, gak sanggup ngabisin karena kekenyangan 🙂

Tapi Carnivores yang lain?

Yodee deh..ini temen gue yang appetitenya perlu dipertanyakan. Masa dia bisa ngabisin #BIGBites hanya dalam waktu 6 menit???

Inu? Badannya sih compact dan terus terang gak keliatan kalo makannya banyak, tapi dia bisa ngabisin #BIGBites, makan rainbow cake nya Minilovebites plus Misu…nah itu dia baru kenyang.

Erwin? ini sebenernya langganan dari jaman ngemper dulu, yang akhirnya jadi temen gue juga. Dia nih kalo pesen #BIGBites masih bisa nambah seporsi steak yang 200 gram lagi. jadi sekali makan yaaa…minimal 600 gram. Temannya si Botan alias Jonathan juga sama aja.

Yang perempuan? Hoooooh….justru menu 400 gram itu diciptakan karena banyak perempuan2 yang minta ada porsi besar itu.

Chika misalnya, dia abis makan #BIGBites…apakah kenyang?

“biasa aja”

Gitu katanya. Teppy? wah…ini sih sampe bisa dijadiin skala lapar. Skala 1-Teppy, seberapa laparkah kamu? Perempuan yang satu ini emang lapang sekali lambungnya. Begitu juga dengan Naniet, porsi 400 gram ini mungkin cuma buat geli2an lambung lah. hihihihi…..

Ngeliat serunya napsu makan Carnivores2 ini, Afit dan gue kepikiran untuk bikin kontes MANvsMEAT! Yang sebetulnya ini ide dari temen2 gue yang gue sebut tadi. Eh pas kebetulan juga kita lagi bangun CAMP ke 3 di Kebon Jeruk. Jadilah kita kawinin gimmick ini. Acara ini kita jadiin sebagai salah satu keseruan untuk peresmian CAMP Bonjer.

Akhirnya terpilih 10 orang peserta MANvsMEAT yang bertarung pas tanggal 17 Feb 2013 :

Yodee, Aryan, Inu, Taufan, Botan, Andrian, Smita, Teppy, Naniet, Chika

MANvsMEAT

MANvsMEAT

 

Porsi pertama #BIGBites dateng! masih pada semangat dan semua peserta mukanya yakin banget kalo bisa menang. Masuk ke piring kedua, masih kompetitif..tapi pelan2 udah ada yang mulai kekenyangan dan rahangnya pun mulai pegel karena ngunyah daging 400 gram.

Ada satu kejadian yang lucu pas Chika mau nyerah..eh temen2 dari Akber : Mbak Ai, Ranum, Danny, Mell…semua gak bolehin Chika berenti tanding. akhirnya lanjuuuuut! meskipun akhirnya nyerah juga sih! hahhahaha… ternyata emang gak gampang menaklukan daging 400Gs kan?

Yang paling seru saat peserta2 mulai berguguran. tinggal tersisa : Naniet, Botan dan Taufan.

(dan ada Teppy yang setia kawan mendampingi Naniet :’) )

Naniet sebagai satu2nya perempuan justru tampil paling meyakinkan. Kalo Botan dan Taufan cuma ngabisin dagingnya aja, Naniet MINTA TAMBAH SAYUR LOH PEMIRSA… PLUS NYEMIL KENTANG LOH PEMIRSAAAA….

Akhirnya kuat2an deh tuh mereka bertiga. pemenang lomba MANvsMEAT akan ditentukan dengan menimbang sisa dagingnya paling sedikit yang ada di piring masing2 peserta. Naniet berusaha sekuat tenaga melawan 2 cowo2 ini. Botan dan Taufan sampe melongo liat Naniet masih bisa tenang dan sempet pipis pula..terus lanjut makan lagi. Tapi yang paling EPIC dong…..

NANIET MAKAN BIGBITES NYA DICOCOL PAKE MISU!!!

katanya sih biar lebih gampang nelen dagingnya. tapi apakah sebenernya itu hanya alasan karena Naniet masih lapar? itu hanya Naniet dan Tuhan yang tau.

Saat penentuan pemenang tiba. Timbang daging deh…

dan ternyata pemenangnya adalah :

BOTAN! 

Naniet di tempat kedua, dengan selisih sisa daging 10 gram ajah! Sebetulnya sih secara kuantitas Naniet juara banget lah.

Jadi..yah gitu deh..itu tadi salah satu kegilaan lagi yang kita bikin di taun ini. Terima kasih banyak untuk semua peserta MANvsMEAT yang udah ikutan ngeramein acara ini dan dateng ke pembukaan CAMPBonjer..kalian semua bintangnya!

Kapan2 bikin lagi yuk! 🙂

MANvsMEAT moments

now what?

“Can your passion save your sinking ship?”

Seorang teman baik pernah menulis kalimat di atas di tweetnya. Cukup MAKJELEGER buat gue.

Usaha warung steak yang dimiliki sama Afit dan gue memang berawal dari passion nya Afit untuk masak dan buka usaha sendiri. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk keluar dari kantornya untuk mengikuti passionnya itu. Alhamdulillah sih berjalan baik sampai sekarang, meskipun ada tahapan2 yang harus dilewati…dan itu gak mulus juga gak gampang.

Selama ini mungkin orang banyak taunya sederhana. Temuin passion lo, kejar…jalanin…dan lo akan hidup bahagia karena udah bisa berkarya sesuai dengan passion lo. Padahal setelah kita menjalani, ternyata ya gak sesederhana itu.

Buat gue pribadi, passion itu juga bukan disempitkan jadi : temuin apa yang jd passion lo..terus lo keluar dr kerjaan sekarang..trus jadi pengusaha/entrepreneur atau apalah. Soalnya gue banyaaak banget ketemu orang2 muda yang berkesimpulan seperti ini. Padahal gak sesempit itu. Buat gue, bahkan lo jadi teller di bank, kerja jadi pengacara, dokter…itu bisa jadi dijalankan karena memang passion lo di situ.

Jadi ya…buat dedek-dedek yang mungkin masih bingung…galau..kerja kantoran pun bisa jadi itu adalah passion lo kok. Makanya kenali dulu diri lo sendiri dan dengarkan keinginan lo sendiri apa. Jangan asal ikut2an aja.

Kembali ke soal quote di atas. Menjalani sebuah usaha yang diawali dengan passion, gak gampang. Namanya juga usaha kan? gak mungkin mulus terus jalannya…pasti akan ada hal yang tidak menyenangkan akan lo temui di tengah jalan.

Yang kita rasakan adalah saat pecah kongsi. Keadaanyanya waktu itu memang gak mudah. Ada banyak hal yang harus diurus, banyak biaya yang harus keluar dan yang paling jadi pkiran kita saat itu adalah…. gimana nasib karyawan2 kita yang memilih untuk ikut Afit dan gue?

Bayangin aja..dari punya 2 outlet di jakarta dan 1 di singapore. Pas awal pecah kongsi…Afit dan gue hanya memiliki 1 outlet di Senopati. Sementara jumlah karyawan yang memutuskan ikut dengan kita jumlahnya 33 orang, yang notabene sebetulnya cukup untuk dipekerjakan di 2 outlet. Jadi ya memang kelebihan sumber daya manusia waktu itu. Tapi saat itu kita mikir, kita harus tetap menampung dan menggaji mereka. Sesulit apapun keadaannya, karyawan2 ini adalah amanah yang gak main2. Bukan cuma 33 orang loh…tapi buat kita itungannya ada 33 keluarga yang menggantungkan nafkahnya pada 33 orang tersebut.

Akhirnya kita putar otak, nabung…sampai akhirnya kita memutuskan untuk membuka outlet di Kelapa Gading pada bulan Juli 2012 lalu. Alhamdulillah akhirnya mereka semua tertampung dan sekarang jumlah karyawan kita sudah bertambah lagi.

Intinya apa?

Keadaan yang gue ceritain tadi adalah mungkin memang belum seberapa dibanding dengan usaha2 lain yang pernah mengalami turbulence yang lebih besar dalam menjalankan usahanya. Dibilang sinking ? ya mungkin enggak juga..tapi emang cukup bikin pusing 😀

Saat itulah, Afit dan gue mikir..yang awalnya dimulai dari passion… tapi saat keadaan sedang sulit, sebetulnya bukan lagi passion yang jd sumber kekuatan lo untuk bertahan. Tapi AMANAH Juga tekad. Terus terang waktu itu kita memposisikan diri kita di sisi karyawan, apa jadinya kalo gue dan Afit yg jd karyawan? Jangan sampai karyawan2 kita itu ikutan susah. Sebagai pemilik usaha, kita berdualah yang harus berdiri paling depan dan ngatasin semuanya..kalo bisa sih karyawan2 ini konsentrasi kerja aja dan cari nafkah buat keluarganya.

Makanya, kalo ada yg tanya soal awal usaha kita, perkembangannya dll…Semaksimal mungkin Afit dan gue gak mau jualan kecap. Kita gak mau cuma bilang bagus2nya aja dan menjual mimpi manis. Karena dalam pekerjaan apapun pasti ada resiko dan pasti ada sebuah tahapan di mana kita dihadapkan pada pilihan mau nyerah dan meninggalkan kapal atau tetap manjalankan amanah.

review motoGP 2012

Musim motoGP 2012 tinggal 1 race lagi : Valencia.

Juara dunia musim ini sudah dinobatkan di race Phillip Island lalu, yup! Jorge Lorenzo kembali jadi juara dunia.

Apa yang menarik dari motoGP ini? hmm…dari peta kekuatan sih, jelas gak ada yang terlalu banyak berubah. Yamaha dan Honda masih mendominasi. Rider2nya pun yang memimpin tiap race ganti2an antara Lorenzo, Pedrosa, Stoner. Yah…ada sih beberapa kejutan..spt misalnya Crutchlow dan West sempet naik podium juga.

Salah satu yang paling mengejutkan di musim ini adalah saat Stoner mengumumkan untuk pensiun di musim depan. Alasannya sih katanya karena dia gak cocok dengan regulasi2 baru motoGP, tapi gak sedikit juga yang bilang, dia mundur karena faktor keluarga. Ya..kan udah punya anak, dan Stoner ini kayanya emang family man bener deh. Tapi ada juga yang memperkirakan Stoner bisa aja balik lagi ke motoGP 2 atau 3 tahun mendatang…kita tunggu aja ya…

Kalau buat gue pribadi, salah satu hal yang menarik di motoGP musim ini adalah kebangkitan Pedrosa. He’s a helluva rider, tapi terus terang selama gue mengamati, dia ini kalah galak dibanding rider lain. Padahal kalo soal skill sih udah pasti hebat lah, gak ada rider yang cupu yang bisa tampil di motoGP. Tapi liat sendiri kan dulu2 kalo Lorenzo udah di depan, Pedrosa gak bisa berkutik. Apalagi pas jaman jaya2nya Rossi, ditempel dikit..Pedrosa kaya gak mau ngelawan…

Tapi di 5-6 race terakhir di musim 2012 ini, ada sisi lain dr Pedrosa. Sisi yang selama ini gue tunggu2. Dia jadi lebih KOMPETITIF! Akhirnya motoGP pun juga jadi lebih seru.

Kompetisi musim ini juga diwarnai persaingan antar rider dr 1 tim yg sama : Yamaha Tech3. Dovi dan Crutchlow memang satu tim. Tapi sering banget mereka berdua ini dalam 1 race duel dan bersaing ketat satu sama lain.

Bradl, si juara dunia moto2 tahun lalu, juga bisa dibilang bagus penampilannya. Buat rookie, penampilannya cukup konstan loh! akan makin menarik saat pesaingnya di moto2 : Marquez akan naik kelas ke motoGP juga di musim depan. banyak rider senior yang udah gak sabar untuk jajal kehebatan nya Marquez. Karena si remaja 19 tahun ini memang penampilannya bisa dibilang sangat impresif!

Takutkah Bradl dengan masuknya Marquez tahun depan? Justru Bradl tetap percaya diri. dia bilang..dia punya keuntungan pengalaman setahun lebih lama di motoGP…itu kelebihan yang Marquez gak punya.

aaaak…seru!

Apalagi ya? oya..Ducati? ah..ya kalo Ducati sih masih gitu2 aja ya musim ini. Mungkin yang paling menarik berita dr kubu itu, justru krn The Doctor yang udah mengakui bahwa dia emang gak cocok menunggang motor itu. Memang riding style nya gak cocok. Belom lagi dengan desas desus komunikasi yang kurang bagus antara Rossi dengan Preziosi. Tadinya di musim ini masih sempet maju mundur tuh kabarnya…Rossi akan bertahan di Ducati, karena Audi kan take over Ducati. Rossi berharap akan ada perubahan signifikan dengan masuknya Audi. Tapi akhirnya Rossi sudah memutuskan. Dia balik ke cinta lamanya : Yamaha. dan sudah dikontrak 2 musim ke depan. Satu tim lagi deh sama Lorenzo.

Tentunya ini juga akan jadi menarik, gimana penampilan Rossi di Yamaha tahun depan. apalagi dengan posisi yang beda. Musim depan tentunya Yamaha menempatkan Lorenzo sebagai rider utamanya, Rossi? tentunya harus berusaha keras menunjukkan kepada banyak pihak bahwa dia memang masih bertaji..ya abeees.. selama di Ducati dia melempem banget. Banyak orang yang udah menganggap dia udah ketuaan lah..udah kehilangan skill lah.. nah..tahun depan tentunya akan menjadi tantangan berat buat dia untuk bisa membuktikan bahwa dia belum habis!

gak sabar buat motoGP tahun depan…..

AkBer Entrepreneurship 11 Oktober 2012

Kemarin adalah pertama kalinya gue bicara di depan Akberian dengan topik Entrepreneurship. Biasanya sih kalo ngajar AkBer, topik yang gue bawa biasanya gak jauh2 dari public speaking, tapi kali ini gue sengaja pengen coba topik lain. Toh sebetulnya entrepreneurship ini juga dekat dengan dunia gue.

Pas awal mulai kelas, gue tanya sama Akberians..kenapa sih pada mau jadi entrepreneur? jawabannya :

“Uangnya banyak”

“Waktunya fleksibel”

“Bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain”

“Bosen ngantor”

memang itulah alasan kebanyakan orang yang pengen jadi pengusaha. tapi di awal kelas itu gue juga tanya : udah tau belom mau bisnis apa?

sebetulnya ada beberapa ‘jebakan’ di saat awal kita memulai bisnis. apa aja?

*latah –> giliran satu bisnis sedang booming, biasanya langsung banyak tuh yang ngekor tanpa disertai pertimbangan yang matang.

*Merasa punya modal banyak –> punya modal dalam bentuk uang banyak gak jadi jaminan sebuah usaha pasti berhasil

*Merasa gak punya modal –> ini  bisa jadi salah satu alasan yg paling banyak diungkapkan orang saat mau buka usaha.

*Gak punya bakat bisnis –> bukan masalah bakat, tapi soal tekad!

*Tergiur omzet usaha lain –> akhirnya ngotot mau buka usaha sejenis padahal kita belum tentu punya expertise nya.

Itu baru salah satu bagian yang gue sharing di Akademi Berbagi, banyak hal lain. Materinya bisa di download di http://www.akademiberbagi.org kok 🙂

Tapi inti dari sharing kemarin adalah, gue pengen cerita apa yang sebenarnya akan dan bisa terjadi dalam menjalankan sebuah usaha. Siapkah mental kita jika suatu saat kita gagal? Bahkan ketika kita meraih kesuksesan pun, itu sebuah ujian yang lebih berat lagi. Kenapa sukses itu justru ujian nya lebih  besar? Menurut gue, di saat sukses..semuanya tercapai dan gampang..justru kita gampang terbuai…gampang lupa. Kadang saking enaknya kita jadi lupa sama tujuan awal kita buka usaha itu untuk apa sih, bahkan bukan tidak mungkin kita menjadi orang yang money oriented semata. Cari profit memang harus, tapi jangan sampai terlalu money oriented sampai akhirnya mengorbankan banyak hal bahkan menghalalkan segala cara ntuk bisa mendapatkan uang yang lebih banyak.

Membuka usaha bukan semata hanya perwujudan mengejar passion. Tapi yang harus diingat adalah, saat lo udh mutusin untuk buka usaha demi menwujudkan passion lo…jika ternyata di tengah jalan usaha lo mandeg. Apa yang akan lo lakukan? Apalagi kalau udah punya karyawan yang menggantungkan penghasilannya pada usaha yang lo miliki. Itu amanah yang gak main2.

Memang ada banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan masak2 sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Bener deh..punya usaha sendiri itu memang menyenangkan, tapi keadaannya tidak selalu semanis yang kita bayangkan. Keberhasilan sebuah usaha pun perlu waktu yang berbeda, perlu konsistensi yang mental yang cukup kuat untuk mampu menjalani proses menjadikan sebuha usaha itu berhasil.

Gue gak mau jualan mimpi di kelas Akber kemaren. Bukan juga jualan motivasi yang dibungkus dengan kata2 pembakar semangat yang minim implementasi. Justru lewat kelas itu, gue pengen banget sejujur mungkin menyampaikan apa yang mungkin saja terjadi jika memutuskan untuk membuka usaha. Gue pengen jujur, berbagi pengalaman apa saja yang pernah dihadapi warung gue dan Afit..gimana masalahnya…tantangannya..dan bagaimana kita berusaha bangkit. Kalaupun ada salah langkah, jangan pernah takut untuk mengakui kesalahan itu dan segera mencari solusi.