Quick Tips For Flight Delays

Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak kemarin ditutup lagi karena ada aktivitas vulkanik Gunung Rinjani.

Gue masih inget banget bulan Juni-Juli lalu, bandara ini juga terganggang aktivitasnya akibat abu vulkanik Gunung Raung. Iya, gue sekeluarga pun kena dampaknya. 

Waktu pergi ke Bali sih masih aman, pas banget arah angin menunjang jadi kita bisa mendarat dengan aman di Ngurah Rai. 

Ketika pulang..nah ini bagian serunya. Ini adalah pengalaman pertama penerbangan kita dibatalkan akibat faktor alam. Awalnya kita dijadwalkan untuk terbang pada jam 14.00WITA.

Kok aneh, sudah jam 13.45WITA tapi belum ada panggilan untuk boarding dari Air Asia. Akhirnya pas jam 14.00WITA keluar pengumuman 

BANDARA I GUSTI NGURAH RAI DITUTUP AKIBAT ABU VULKANIK GUNUNG RAUNG

gimana dong? sementara kita traveling dgn anak2 kecil. pihak Air Asia meminta penumpang utk ambil bagasi di conveyor belt. Ya kita disuruh pulang krn bandara baru akan dibuka lg jam 6 pagi esok hari. Ground staff bilang jam 5 pagi ke sini aja utk check flight status. 

Akhirnya kita memutuskan utk check in di hotel terdekat untuk menunggu kabar. Berikut gue share tips singkat menghadapai delay dgn alasan serupa :

1. Gak usah emosi. Ini penting sih. Karena percuma juga kita marah2 karena flight dibatalkan. Kan bukan salah airline nya juga. Gak perlu emosi karena airline gak kasih kepastian, karena yang namanya keadaan alam tentu sulit dipastikan. Emosi malah akan menguras tenaga. 

2. Kalau penutupan dinyatakan sampai esok hari atau tanggal tertentu, sebaiknya check-in saja di hotel dekat bandara. Banyak kok, tinggal pilih mana yg masuk dgn budget. Tapi saran gue sih yg ekonomis aja, lawong darurat. Asal bisa istirahat. 

3. Sebisa mungkin pantau terus website Ngurah Rai : http://bali-airport.com/ juga website airline & akun social medianya. Karena bukan tidak mungkin airport ternyata tiba2 dibuka. Karena begitu kondisi alam membaik, biasanya akan langsung dibuka. 

4. Karena kondisi alam yang tidak bisa diprediksi tersebut, ada baiknya salah satu anggota keluarga atau teman bisa standby di airport. Jadi mereka bisa dapet info terkini, dan kita bisa lbh cepat bergerak. 

5. Buat yang nunggu di hotel, jangan bongkar barang terlalu banyak. Seperlunya aja, karena bisa jd dalam hitungan menit kalian mesti buru2 ke airport. 

6. Sampai di airport, kalian mesti siap utk menunggu lagi. Karena jadwal penerbangan benar-benar tentatif. Waktu itu kita dijadwalkan terbang jam 10 malam, ternyata baru bisa pergi jam 1 malam. Sekali lagi, jangan emosi. Karena banyak faktor yang menentukan pesawat kita bisa berangkat atau enggak. 

7. Saat menunggu, siapkan selimut & alas tidur. Antisipasi kalo mundur lagi jam berangkatnya kan? Siapkan minum & makanan secukupnya. Restoran & toko makanan di Ngurah Rai waktu itu tetap buka sih, jd gampang kok cari makanan. 

Selama kita menunggu, Airport Ngurah Rai pelayanannya sangat baik. Kebersihan terjaga, petugas siap siaga bahkan ada musisi juga yang keliling menghibur penumpang. 

Buat temen2 yg skrg lg tertahan di Bali, sabar ya. Semoga bisa segera pulang & menjalankan aktivitas yang sudah menunggu. Semoga tips singkat ini membantu. 

Berikut ada beberapa foto kondisi Ngurah Rai saat penerbangan kita dibatalkan akibat erupsi Gn.Raung. 

   
   

Advertisements

Beda Anak Beda Pintar 

 Mungkin ya…kebanyakan orang tua masih berpikir yang namanya anak pintar itu keliatan dari skor IQ nya yang tinggi, atau kemampuannya di bidang sains atau ilmu hitung semcam matematika sangat menonjol. Sebenarnya gue pun dulu juga begitu sih. Apalagi generasi gue dulu, kalo jaman sekolah dulu gak berhasil nembus penjurusan ilmu eksak dan mentok di ilmu sosial/ekonomi…dianggap kurang cespleng pintarnya.

Padahal ternyata setelah menjalani kehidupan ini…CEILEEE…pandangan seperti itu tidak sepenuhnya benar. 

Apalagi sekarang setelah gue jadi seorang Ibu. Gue mencoba untuk lebih menggali potensi anak. Dimulai dengan mengamati anak dengan seksama. Dari situ baru ketauan deh, kepribadian si Kakak dan adiknya aja beda banget, Apalagi kepintaran dan kepribadiannya kan? Minat mereka jg jelas beda, cara belajarnya pun tidak bisa diseragamkan. 

Untuk melengkapi sekaligus membimbing gue mengembangkan kepintaran anak2, gue mulai browsing di internet untuk cari artikel yang medukung, baca buku dan segala macem lah pokoknya. Karena semakin gue mengamati anak2 gue, semakin yakin pula bahwa tiap anak dikaruniai kepintaran yang berbeda. Potensinya banyak yang harus dieksplor, jadi sayang kalau cuma dibatasi atau semacam dipaksakan untuk fokus ke bidang-bidang tertentu. 

Nah, salah satu artikel yang SANGAT membuka mata gue ditulis oleh Dr.Howard Gardner dari harvard University. Gue coba ringkas sedikit ya, supaya bisa dibaca lebih banyak orang dan disebarluaskan. 

 

Menurut Dr. Howard, sebetulnya tiap anak itu punya 8 kepintaran yang berbeda. Dengan mengenali 8 kepintaran anak ini, justru akan membantu orang tua untuk membuat semacam ‘blue print’ untuk menemukan cara belajar yg paling tepat untuk anak sehingga bisa mengoptimalkan kepintarannya. gue jabarin satu-satu ya…

 

8 kepintaran berikut cara untuk menstimulasinya :

 

1.Word smart (kepintaran linguistik) bisa distimulasi dengan buku-buku, menggambar, merekam suara si anak.

2.Number smart (kepintaran logika-matematika) bisa distimulasi dengan menyediakan alat-alat untuk dihitung, belajar mengklasifikasi benda,belajar pola dan banyak lagi

3.Picture smart (kepintaran spasial) bisa distimulasi dengan melihat buku bergambar,bermain play dough, melukis atau bahkan belajar memotret dengan kamera

4. Music smart bisa distimulasi dengan bermain alat musik perkusi, drum atau piano

5. Body smart bisa distimulasi denganbermain di kotak pasir, balok kayu ,lego, berolah raga dengan sepeda roda tiga 

6.People smart bisa distimulasi distimulasi dengan bermain peran lengkap dengan kostumnya, main rumah boneka

7.Self smart bisa distimulasi dengan pretend play menggunakan mainan

8.Nature smart bisa distimulasi dengan memiliki hewan peliharaan, bermain di taman, mengamati dan merawat aquariumatau terarium

 

TENAAAANG….jangan panik dulu. Kita sebagai orang tua gak perlu menyediakan alat atau mainan sebanyak itu kok. Untuk menstimulasi 8 kepintaran tersebut sebetulnya cukup sederhana kok caranya. Bikin aktivitas yang melibatkan seluruh keluarga untuk bisa menstimulasi 8 kepintaran itu. Iya, jadi gak harus selalu dengan alat, tapi dengan aktivitas juga bisa. Intinya adalah, kita sebagai orang tua harus telaten untuk mengenali, mengasah dan terus mengembangkan multiple intelligence anak kita. Itu juga yang gue lakukan sekarang untuk 2 anak gue, kita sama2 mulai yuk! Semoga berhasil mengembangkan kepintaran anak yang berbeda-beda. Karena beda anak, beda pintar 🙂

http://tag.ripre.com/campaign?guid=on&k=E43BEKgDei0n86grJEfIk927v2ybg86M&c=9947f861d5d90afcb257f827680b6d0e

Pesan Sederhana Puasa

Sebelum akhirnya memutuskan jadi mualaf, gue & Almarhum Papa lumayan sering ngobrol tentang agama. Terutama soal Islam.

Salah satu poin penting yang pernah diomongin Papa adalah, bagaimana Islam itu sebetulnya sebuah agama yang banyak sekali peraturannya. “Seumur hidup kamu pun gak akan cukup untuk menjalankan semuanya dengan sempurna. Seumur hidup kamu harus belajar”

Papa juga selalu mengingatkan bahwa agama itu sesuatu yang sangat pribadi. Benar-benar hanya antara kita dan Allah SWT yang tahu.

Soal ‘pribadi’ & ‘hanya antara Tuhan dan gue yang tau’ ini awalnya buat gue hanya sebagai kalimat saja tanpa ada arti yang lebih dalam.

Setelah gue mencoba utk berpuasa, di situlah gue baru paham apa artinya. Gue mulai puasa bener-bener saat umur 25 tahun. Jadi gak ada deh tuh, pengalaman puasa waktu masih kecil. Mungkin utk yang udh Muslim sejak lahir, saat umur 25th udah advanced banget lah. Memaknai puasa jelas gak sekedar menahan lapar dan haus saja.

Puasa gue jelas masih cetek banget lah ketika itu. Taunya ya sahur….sholatnya lbh rajin..trus buka puasa deh. Oh..sama menahan emosi tentunya. Tapi ya…secara gue kan suka banget makan dan ngemil, jd puasa itu benar2 tantangan buat gue. Ada masanya ketika di rumah sendirian, godaan buat nyemil atau minum2 sedikit tuh gede bangeeeet! Ngaku deh..gue bahkan mikir : “Udahlah minum dikit, toh gak ada yang liat. nanti puasa lagi. Pas buka bersama kan orang taunya juga puasa”

Kemudian di saat itu juga gue lgs inget pesan Papa yang soal agama  cuma antara kamu dan Allah SWT yang tau. Langsung berasa malu sendiri. Lah kan puasa bukan buat orang lain. Tapi untuk menunjukkan ketakwaan pada Allah SWT. Orang lain memang tidak tahu gue minum seteguk air saat siang, tapi bukankah Allah SWt melihat semuanya?

Iya…mungkin cerita di atas buat sebagian orang terdengar cetek. Tapi dr situ gue jadi benar-benar memahami kalimat yang pernah Papa bilang dulu. Bukan cuma soal puasa, tapi semua tindakan kita, bahkan baru niatnyapun  Allah SWT mengetahui. Hal sederhana itu yang menjadi pengingat untuk selalu berusaha menjaga tindakan gue.

Dazzling DISNEYLAND

For me, the word Disneyland itself feels magical.

Lebay? Bisa jadi. Tapi tulisan ini memang sangat personal.
Jadi begini….film pertama yang gue tonton pertama kali dalam hidup gue adalah CINDERELLA. Almarhum Papa memang sangat hati-hati memilih film yang boleh gue tonton. Pokoknya gak jauh-jauh dari serial film Kung Fu & kartun buatan Disney.

Singkatnya masa kecil gue sangat lekat dgn produk Disney lah. Meski film pertama yang gue tonton itu Cinderella, tapi bisa dipastikan gue tidak terjangkit virus princess-princess an. Mana ada princess yg rambutnya bondol & suka motoGP? 😜

Masih nempel di ingatan gue, imajinasi untuk bisa pergi ke Neverland ketemu Peter Pan & The Lost Boys & terbang ke sana-sini dgn modal Pixie Dust dr Tinkerbell—-> ini segmented banget memang. Cuma yang mendalami film2 animasi Disney yang paham. Hihihi….
Tapi intinya, film-film itu memperkaya imajinasi gue waktu kecil. Sampai akhirnya gue punya impian, suatu hari harus bisa dateng ke Disneyland.

Alhamdulillah pas 1 SMA, gue dpt kado dr Papa & Mama utk jalan2 sendiri ke Euro Disney di Paris. Seru sih, Tp krn pergi sendirian jd ribet Kalo mau foto2 & terlalu konsen utk menjaga diri supaya gak nyasar 😅. Kurang bisa mengamati dgn seksama lah….

Nah, Januari 2015 ini gue,Afit & anak2 liburan ke Hong Kong Disneyland. Kita pun sengaja nginep di salah satu hotelnya, supaya komplit lah Disney experience nya. Trus main di Disneyland nya gak cuma 1 hari, tapi 2 HARI! Dr buka sampai tutup!

Pengamatan gue terhadap HK Disneyland kali ini dgn 2 sudut pandang : sebagai Disney enthusiast & pemilik usaha. Yakan buat belajar juga toh? Siapa tau bisa diterapin di usaha gue & suami.
Begitu masuk gerbang, udah keliatan tuh hebatnya Disney. Apa hebatnya? Semuanya bisa disimpulkan dengan satu kata DETAIL!.

Pokoknya, Kalo lo perhatiin ya..semua elemen yang ada di HK Disneyland itu bagus & semuanya detail. Kemanapun kita melihat, semuanya bagus.
Mulai dr Main Street, kita akan liat tulisan Elias Disney baik itu di kaca-kaca toko atau di sebuah kenop saluran air. Elias Disney gak lain adalah ayah dr Walt Disney. Konon di semua Disneyland ada nama tersebut sebagai tribut untuk ayah Walt Disney.

Ada 7 bagian di HK Disneyland, di antaranya : Toy Story Land, Adventureland,Tomorrowland, Mystic Point,Grizzly Gulch,Fantasyland & Main Street U.S.A. Semuanya beneran dibikin dgn sangat bagus dan detail banget!

Ternyata, soal attention of detail yg menarik perhatian gue ini, memang jd salah satu yang jd kekuatan Disney. Lee Cockerell, yg jd Excecutive VP Disneyland Selama 16 tahun bilang gini :

At Disney,attention to details is practically a religion

GILAK KAN!

Bukan cuma detail tempatnya loh! Tapi juga karakter2 yg ada di Disney. Mereka gak sekedar orang2 yang kerja pake kostum trus senyum2 & foto2 sama pengunjung. Lebih dr itu!
Salah satu contohnya yang menarik perhatian gue adalah tokoh Tinkerbell. Tokoh peri kecil di cerita Peter Pan ini memang bukan tokoh sentral, tapi secara gue suka banget film ini…gue jd tau banget gesture & mimik si Tinkerbell. Dan orang yg memerankan karakter Tinkerbell di HK Disneyland,beneran sama gesture & mimiknya kaya di film. Iya, se-detail itu lho!

Gue jd mendapat pencerahan setelah berkunjung ke sana. Betapa luar biasanya usaha Disneyland menjalankan bisnisnya. core business nya adalah : making your dreams & imagination come true. Utk itu memang gak bisa setengah hati menjalankannya. Mereka sadar betul bahwa banyak keluarga yang menabung cukup lama untuk bisa bawa anak2nya ke Disneyland. Mereka mau org2 yg udh ngeluarin uangnya mendapatkan pengalaman yang sepadan & gak terlupakan. Gak heran Disney World yg di Amerika aja menghasilkan 15 MILLIAR DOLLAR SETAUN! Itu blm yg di Tokyo, Hongkong & Paris Looooh.

Oya…. Sebagai penutup, di HK Disneyland itu ya…tiap mau tutup ada pesta kembang api. Bukan kembang api cupu tentunya, Tp tiap ledakan kembang api disesuaikan dgn lagu dr film2 Disney yang membuat kita jd gak rela pulang. Lagi2 di sini kita bisa liat betapa seriusnya Disney menggarap bisnisnya.

Semoga suatu hari nanti, Afit, gue & anak2 bisa ke Disneyland yang di Amerika 😁😁😁

IMG_0493

IMG_0486-0

IMG_0372-0

IMG_0383-0

IMG_0376

IMG_0386

IMG_0392-0

IMG_0398-0

IMG_0420-0

IMG_0452-0

Kritik Asik atau Kritik Berisik

Berapa banyak mimpi/rencana/ide yang kamu bunuh karena takut dikritik?

Temen gue pernah bilang gini :

Pengen deh gue buka usaha makanan juga. Tp ntar kalo dikritik gimana? Ntar dibilang gak enak. Dibilang cara masaknya salah

Gue bilang sih jangan takut! Kalo lo yakin dgn produk lo, jalan terus. Udah punya business plan yg mateng? HAJAR! Gak usah takut (akan) dikritik.

Di jaman socmed skrg pasti lo sering lah nemuin review soal sebuah produk. Kalo yg bagus mah ya udah ya. Tapi kalo yg nadanya judes, cenderung menjatuhkan gimana?

Kritik apapun menurut gue akan bisa jd masukan yg positif buat kemajuan usaha kita. Nah, tugas kita buat memfilter kritik mana yg membangun atau kritik yg cuma berisik aja.

Kita pun sebenernya perlu belajar utk bisa menyampaikan kritik dgn baik. Apalagi kalo punya usaha sejenis. Kalo
gue sih ya, secara emang punya bisnis makanan juga…jd kalo pas nemuin kejadian yg gak enak pas makan di tempat tertentu…ya kritiknya yg santun lah. Hal pertama yg pasti gue lakukan ya sampaikan lgs ke pelayan atau manajer di lokasi. Dgn baik-baik ya. Biasanya sih kalo kita penyampaiannya baik, mrk menanggapinya juga baik. Kalo ternyata nemu kejadian yg gak enak banget bahkan udh komplen malah dijudesin…ya akan cari saluran lain utk menyampaikan keluhan gue itu. Tp jarang sih…paling ya gampangnya gue kalo udh kecewa berat ya gak akan balik lg ke tempat itu.

Gak ada salahnya juga sih utk menyalurkan komplen di socmed. Tp komplen yg spt apa dulu? Kalo nemuin pelayanan yg gak baik atau kualitas makanan yg buruk…(mungkin) boleh aja. Apalagi udh komplen lgs tp dicuekin. Tp gue paling menghindari bilang suatu tempat makanannya gak enak. Gak enak menurut lidah gue? Emang lidah gue pakem perkulineran dunia? Enak gak enak ya pastinya relatif. Sangat relatif. Sama halnya dgn agama, soal selera tuh amat sangat pribadi. Gak bisa didikte apalagi dipaksa.

Lebih jauh lg gue berpikir soal penyampaian kritik soal tempat usaha. Kritik yg disampaikan dgn nada ‘judes’ cenderung menjatuhkan tanpa ada dasar yg jelas gunanya apa sih? Buat kepuasan kita sendiri krn bisa menumpahkan emosi? Apalagi kalo gak disampaikan lgs ke pemilik atau pengelola nya….Kasih kontribusi perbaikan ke tempat usahanya juga enggak.
Trus pernah kepikiran gak…Kalo ternyata apa yg kita sampaikan jd bikin usahanya sepi gimana? Gimana nasib yg kerja di sana? Gimana yg menggantungkan rejeki dr usaha tersebut?

Jangan salah. Bukan berarti kita terima-terima aja kalo dpt pelayanan kurang baik. The point is :

not what you say. But HOW you say it

Gue percaya apa yg kita sampaikan pasti ada dampaknya. Besar atau kecil pasti ada. Bukankah lbh baik jika kata2 yg keluar dr mulut kita bisa memberi semangat,membuat perbaikan & bukan jd sekedar penciut semangat atau pembunuh mimpi seseorang?

Bimbing yang Bimbang

Pilpres 2014 ini begitu mengesankan. Sepanjang gue inget, belum pernah ada Pemilu yang sebegini RAMAInya. Gak sedikit orang2 yang mulai berani terbuka menyuarakan pilihannya. Buat orang Indonesia, berani speak up itu kemajuan luar biasa loh. Krn menurut pengamatan gue, kebanyakan org kita sungkan menyatakan pendapat dgn beragam alasan : gak enak sama teman lah, malu, gak yakin sama pendapatnya krn cuma ikut2an makanya gak berani menyatakan sikap, atau sekedar main aman.
Tapi kali ini udh banyak orang Indonesia yang ‘keluar dr cangkangnya’. Bisa jd ini awal Revolusi Mental yg digaungkan Pak Jokowi.

Anyway…..
yg jelas2 menyatakan dukungannya ke salah satu Capres, jumlahnya banyak. Tapi swing voters alias yang masih bimbang jumlahnya juga gak sedikit. Bahkan masih ada juga yg sptnya mau golput.
Dengan segala riund rendah masa kampanye ini, informasi yg banyak & media yg diragukan obyektivitas nya, gue ngerti banget kalo yg bimbang mungkin malah jd tambah bingung. Atau malah jd mikir utk golput aja.

Ijinkan gue lewat tulisan ini utk mengajak kamu yg masih bimbang utk melihat dr sudut yg lain. Kita gak usah ngomongin program kedua capres deh. Gak usah juga ngomongin soal isu atau fitnah yg menyebar. Gak usah juga liat masa lalu deh, krn toh kebanyakan pemilih ternyata gak tau sejarah kelam orde baru kan?

Gue mau ngajak kalian yg masih bimbang utk melihat dr sudut pandang keberdayaan.

Heh? Apa itu? Istilahnya gue ngarang sih. Tapi intinya gini, kamu pasti bisa melihat betapa banyaknya karya2 kreatif yang dibuat dgn sukarela dr beragam kalangan utk mendukung Pak Jokowi-JK.
Mulai dari tukang becak yg mengayuh becak dr Jogja ke Jakarta demi Pak Jokowi, atau SLANK dan teman2 musisi lainnya yang menggaungkan lagu salam 2 jari .

banyak sekali bermunculan video2 singkat, poster, kaos, dan atribut kampanye yg menyatakan dukungannya utk Pak Jokowi-JK. karya kreatif itu muncul bukan krn komando dr Tim Sukses. Tau dr mana? Karena keliatan banget, sumbernya terlalu sporadis. Munculnya gak beraturan, pesan yang disampaikannya pun beragam. Tidak ada yg seragam. Gue terkesan banget, kok bisa ya semacam
ada virus kreativitas yg menular cepat di kalangan pendukung JKW?

Satu hal lg yg belum pernah ada di Indonesia. Pak JKW-JK membuka rekening dana gotong royong. Masyarakat diajak menyumbang dana kampanye. Nantinya sumbangan itu akan diaudit dan akan ada laporannya.

Gak sedikit masyarakat yg penghasilannya pas2an, rela menyisihkan uangnya untuk disumbangkan ke JKW-JK. Bukan sekedar sumbangan uangnya, tapi ini adalah simbol mereka menitipkan harapan akan Indonesia yg lbh baik pada JKW-JK.

Biasanya kita kan liatnya pejabat tuh ya modal kampanyenya dr dikumpulin dr koalisinya lah. Kita rakyatnya ya gak tau apa2. Sumber duitnya dr mana, siapa aja yg modalin pejabat itu. Ya pokoknya mereka asik sendiri lah, kita ya cuma dirayu buat milih, tapi jd penonton lah. Bukan bener2 jd bagian dr pejabat itu.

Apa yg dilakukan JKW-JK memang beda dr yg pernah ada. Selama kampanye, peran partai pendukung pun bisa dibilang tidak dominan. Dukungan malah lbh banyak yg mengalir secara organik & spontan. Kali ini rakyat diajak berkoalisi. Kita diajak berdaya, kita diajak utk jd bagian dr JKW-JK.

Buat gue, hal2 tadi semakin menguatkan pilihan gue utk mempercayakan suara gue kepada Pak Jokowi & Pak JK.

Teman-teman yang masih bimbang, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa membangkitkan banyak hal baik dr orang2 yg dipimpinnya.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yg berjalan bersama kita, bukan berada di kasta yg berbeda dan sekedar memberi perintah.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa membuat rakyatnya merasa berdaya.
Pemimpin itu di mata saya adalah Pak Jokowi & Pak JK.

Salam 2 Jari ✌️

(gak) GOLPUT (lagi)

Sebelumnya, gue ngaku dulu. Dulunya gue bangga menyatakan kalo gue golput.

Alesannya jadi golput? Mungkin kurang lebih alasannya sama kaya orang-orang yang memilih untuk jadi golput juga :

Gue gak rela memberikan suara gue ke orang yang gak amanah, yang ujung2nya malah korupsi. Ngapain? Suara gue terlalu berharga untuk disalahgunakan.

Milih pun gak akan ngerubah apa2. Paling keadaannya akan sama2 aja.

2 alasan itu emang jadi alasan gue utk jadi golput. Dulu.

Sebagai orang yang hidup di Jaman Orde Baru, gue merasakan banget betapa membosankannya PEMILU. Pesta Demokrasi itu gak lebih dari sekedar jargon-jargon kosong yang minim pelaksanaan. Di jaman OrBa, parpol cuma ada 3. Kita semua udah tau lah aturan mainnya, tanpa ada quick count pun pasti udah tau parpol mana yg menang. Gak usah pake PEMILU juga udah ketauan sik siapa pemenangnya. Hahahhahaha…..

Keadaan itulah yg mungkin membuat gue dan sekian banyak orang lainnya berpikir PEMILU gak ada gunanya, makanya mendingan gak usah ngapa2in. Padahal ya, pas jaman OrBa itu tiap ada penghitungan suara (yang udah pasti pemenangnya) , dalam hati gue selalu berharap ada keajaiban. Partai lain bisa menang dan keadaan Indonesia bisa berubah. Sebenernya pas jaman itu gue ya gak kenapa2. Masih belum ngerti apa2 juga kali ya. Yang gue tau keadaan selalu (tampak) aman terkendali, dollar cuma 2000 perak, belajar soal GBHN dan Repelita di sekolah keliatannya negara ini baik2 aja. Tapi gue pun mulai denger soal sisi lain negara ini pada jaman orba, selentingan soal orang ilang lah, perilaku subversif yg bisa berujung di penjara atau hilangnya nyawa, tapi ya denger aja. Sampai puncaknya kejadian Mei 1998 atau yg lebih dikenal sama era REFORMASI. Saat itu gue udah kuliah, terbukalah semua kemasan masa orde baru itu. Dan ternyata kita gak pernah bener2 bebas. Terutama untuk bicara dan berekspresi, terutama soal politik.

Sekarang kita sampai pada PilPres 2014. Kalian pasti liat lah, gimana meriahnya pendukung Prabowo dan Jokowi menyerukan dukungan untuk capres jagoannya. Gue sendiri mendukung Jokowi dengan sukarela, tanpa bayaran sepeser pun. Alasannya sederhana, gue liat dia mau kerja. Keunggulan Jokowi adalah dr sisi pengalaman kerja. Logika gue sih, dia kan pernah jadi Walikota terus lanjut jadi Gubernur..kalo InsyaAllah terpilih jadi Presiden RI, beliau punya insight dan pengalaman yang mumpuni mulai dr level walikota sampai level nasional.  Untuk melihat track record Jokowi, gue berulang kali cari info soal hasil kerjanya di Solo. Ternyata dia memang meninggalkan kesan yang sangat baik utk masyarakat Solo.

Sebenernya ya, Jokowi itu istimewanya apa sih? DIA KERJA. Karena kita keseringan liat pejabat yg gak kerja, seringnya liat yg korupsi, yang selalu dilayani bak raja kecil padahal mestinya dia yg melayani masyarakat, seringnya kita liat pejabat yg kesannya jauh sekali dr rakyat. Jokowi merubah semua persepsi itu. Dia jadi luar biasa karena muncul di antara sekian banyak sosok2 pejabat yang udah melenceng dari pakemnya. Mestinya ya pejabat itu ya kaya JKW, kerja, melayani rakyat dan deket sama rakyatnya. Biasa aja kan? Tapi karena udah jaraaaang banget pejabat yg gitu, makanya Jokowi jadi terlihat fenomenal.

Guepun cukup kagum dengan ide Jokowi-JK untuk buka rekening sumbangan utk kampanye mereka. Obama pernah melakukan hal ini, tapi di Indonesia baru Jokowi-JK yg pertama memulai. Konsep penggalangan dana ini, menurut gue sih bukan sekedar ngumpulin uang, tapi lebih dari itu. Jokowi-JK pengen ngajak rakyat utk berdaya, ini pembuktikan koalisi rakyat yg sesungguhnya. Sekaligus langkah awal Jokowi-JK mencoba mebuktikan ke kita semua kalo mereka memang kuat karena rakyat. Karena hal2 itulah gue secara terbuka menyatakan dukungan untuk Jokowi-JK. Sesuatu yang buat gue sangat baru, gak pernah dilakukan sebelumnya. Pas Pemilukada DKI udah sih sebenernya hehehehe….

Alasan2 itulah yg membuat gue mendukung beliau. Ketika secara terbuka menyatakan dukungan, gue juga dapet ‘serangan’ kok. Dicurigai dibayar, udah pasti. Tiap tweet hasil kerja Jokowi, disamber sama akun2 gak jelas yang melemparkan segala rupa kampanye hitam. Awalnya gue emosi dan kesel. Tapi lama2, gue mikir….justru pilpres ini menyenangkan banget! Mungkin ini sebabnya dinamakan Pesta Demokrasi, karena emang seru! gue menikmati orang2 saling bertukar gagasan, bertukar argumen mendukung capresnya masing2. Tinggal pilihannya ada di kita sih, mau dukung dengan santun atau rusuh.

Ini semua gak pernah terjadi di era Orde Baru. Terserah deh gue mau dibilang norak kek, militan kek, fanatik kek, tapi yang jelas menurut gue ini saatnya gue bersuara. Dan momen ini gue tunggu sejak jaman orde baru dulu. Inget loh ya, mendukung bukan berarti memuja sampai buta fakta. Gue juga gak pernah setuju dengan konsep pengkultusan individu. Jokowi juga bilang kan, kalo dia jd Presiden yang penting adalah manajemen pengawasan. NAH! ini akan kita tagih janjinya!

Kenikmatan bebas menyatakan dukungan dan sikap politik inilah yang bikin gue gak golput lagi. Terus terang gue gak lagi merasa keren dengan jadi golput. Justru gue ngerasa dengan memilih, gue jadi bagian dari bangsa ini, gue peduli dengan bangsa ini. Gue udah dapet banyak hal baik dr negri ini, masa sih gak mau kasih kontribusi sedikitpun?

Boleh aja sih mau tetep golput, konon kan katanya itu hak. Mungkin pengen dianggap beda alias anti-mainstream. Ya rapopo. Tapi inget, negara ini bisa merdeka karena jasa orang2 yg mau bergerak, mau berjuang, mau bertindak. Negara ini bisa jadi lebih baik kalo kita peduli dan mau bersuara.