#TanamSerentak 2 September 2012

mau cerita sedikit nih dari kegiatan #TanamSerentak 2 Spetember 2012 kemaren…

Sebuah kebanggaan, saat warung kita diajak pertisipasi dalam sebuah kegiatan yang monumental : #TanamSerentak ! Kenapa monumental? ya bayangin aja… 23 kota se-Indonesia pada tanggal 2 September 2012 berkebun bersama2! GILAK KAN!

Buat gue pribadi sih ini monumental banget karena sebetulnya kegiatan berkebun itu kan sederhana banget ya. Semua orang bisa ngelakuinnya, di mana aja dan kapan aja. Tapi saat sebuah kegiatan sederhana ini dilakukan secara bersama2 dan serentak, di 23 kota se-Indonesia…merinding rasanya.

Terus terang ini adalah untuk pertama kalinya gue dan Afit melihat dari dekat kegiatan teman2 Indonesia Berkebun. Yakan biasanya cuma liat hasil kebunnya aja dikirim ke warung kita ;D

Ternyata…kita salut banget sama teman2 @Jktberkebun khususnya dan seluruh kota yang tergabung dalam @IDBerkebun .

Gimana gak berkesan? mereka ini bukan petani2 profesional loh, lawong belajarnya juga otodidak. Mereka bahkan ya kaya kita2 ini, punya pekerjaan sehari2…ngantor! Tapi kok ya masih sempet aktif di komunitas seperti ini? Yang notabene NON PROFIT! gak ada duitnya gitu loh…. SALUT!

Salah satu yang menarik dari kegiatan #TanamSerentak kemarin ini adalah gimana kita diajarkan untuk berkebun di lahan terbatas sekali pun. Tau sendiri kan..masalahnya hidup di kota besar. Boro2 mau nyisain tanah buat berkebun, buat rumah atau apartemen aja udah mepet tempatnya. Tapi ternyata bisa kok.

@beriozka dr @JktBerkebun sedang briefing singkat sbeelum kegiatan #TanamSerentak dimulai

Botol2 plastik bekas, karton susu bekas ternyata bisa digunakan sebagai media untuk berkebun juga. Camp Senopati & Gading menjadi contoh yang sempurna untuk itu, secara semuanya beton ya neik! di Camp Senopati sendiri semua botol2 bekas yang sudah ditanami bibit itu digantung di sebuah besi yang terpajang di depan Camp. di Camp Gading, kebunnya ada di rooftop!

Kenny dr @JktBerkebun sedang menjelaskan bagaimana memanfaatkan botol plastik bekas sbg medium berkebun

Yang bikin gue dan Afit takjub juga adalah, ternyata…yang dateng ke acara #TanamSerentak itu banyak yang gak saling kenal loh. Ya kenalan aja gitu di Camp. Jadi selain menambah ilmu baru soal berkebun, nambah teman baru juga.

#TanamSerentak memang sudah selesai, tapi akan ada keseruan lagi tanggal 23 September. Akan ada #PanenSerentak ! Di sini akan ada surprise dari teman2 @IDBerkebun . Apaan hayooo? Ditunggu ya 🙂

Yang jelas gue dan Afit ingin mengucapkan terima kasih dan rasa salut kita yang luar biasa untuk seluruh penggiat @IDBerkebun yang sudah secara konsisten melakukan kegiatan ini. Berkebun ini kan sebetulnya kegiatan yang sederhana saja, tapi punya tujuan yang sangat positif. Jika sebuah kegiatan sederhana bisa dilakukan secara konsisten dan bisa menularkan semangat positif nya ke banyak orang, tentu hasilnya akan luar biasa. Indonesia bisa menjadi lebih baik 🙂

ada teman2 dari @LevitasiHore , mas @wasisg dari Kopi Tiam Oey juga ikut partisipasi

Advertisements

Creative Junkies Updated

Siapakah orang pertama yang mendengar ide gila suami gue : Afit Dwi Purwanto, soal keinginannya berbisnis?

Bukan gue, yg notabene istrinya.

Tapi orang itu adalah mas Yoris Sebastian.

Pokoknya, tau2 suatu hari Afit ketemuan sama mas Yoris dan cerita tentang keinginannya berbisnis F&B. Yg singkat cerita akhirnya melahirkan Holycow! STEAKHOUSE By Chef Afit yg berdiri sampai sekarang.

Komentarnya mas Yoris waktu itu adalah : “Fit, F&B business is a very tiring business. Capek banget! Udh siap?”

Nah, gak lama stlh itu gue liat Afit suka nenteng2 buku Creative Junkies nya mas Yoris. Berulang kali Afit nyuruh gue baca krn buku itu keren banget katanya! emang udh kaya kitab suci buat dia deh.

Bener aja….

Isinya memang sangat menyenangkan. Ngomongin kreativitas dgn cara yg sederhana tapi kena…applicable!

Salah satu cara untuk membangunkan otak kita spy jd kreatif adalah berani keluar dr kebiasaan2 sederhana. Misalnya : biasanya pake jam di kiri, skrg pindahin ke kanan. Rasakan apa efek perubahan kecil itu.

Ada banyak hal penting yg Afit ambil dr buku itu, yg akhirnya diterapkan untuk menjalankan Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit.
Tapi salah satu sabda terpenting dr Creative Junkies adalah :

thinking outside the box, execute inside the box

Penerapannya gimana sik?
Thinking outside the box —> dulu blm pernah ada yg jualan Wagyu Steak dgn harga murah. Rata2 org hrs makan Wagyu di resto mahal dgn harga perporsi 300 sampai 600rb per porsi. Di sini Afit melihat celah, harusnya Wagyu Steak bisa dinikmati siapa saja dgn harga yg murah. “Wagyu for everyone” –>itulah konsep out of the box yg mungkin dianggap gila oleh banyak org waktu itu. Masa’ makan Wagyu di warung? But hey…why not?

Execute inside the box—> ide boleh gila. Tapi pelaksanaannya gimana? Modalnya gimana? Caranya supaya bisnis itu bisa sustainable gimana? Cash flownya?
Dgn modal yg Afit punya saat itu, pilihan terbaik adalah dgn memulai usaha dgn konsep warung. Gak ada uang utk bisa sewa tempat permanen. Konsep marketing? Gak ada uang utk pasang iklan di media mainstream ( media cetak, apalagi elektronik) makanya kita pilih twitter. SocMed marketing lah judulnya. Itupun tanpa bayar buzzer dsb, krn Afit percaya buzz itu ya harus organik. Kalo bisa kasih produk yg bagus dan pelayanan yg baik, buzz itu akan datang dgn sendirinya…natural..jujur.

Pengaturan cash flow juga salah satu hal yg penting dlm eksekusi. Hal terpenting yg dipikirin Afit waktu itu adalah, gimana supaya Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit ini bisa tetap menggaji karyawan2nya, jika kita menghadapi skenario terburuk : produknya gak laku! –> ini jd pertimbangan utama dlm menyusun langkah usaha.
Kalo buat Afit & gue, seandainya dulu warung kita gak berhasil..toh kita masih bisa cari jalan lain utk cari penghasilan lain. Nah karyawan kita gimana? Spt yg pernah gue tulis di posting sebelumnya, mrk ini kan amanah yg luar biasa besar buat kita. Mrk tanggung jawab kita. Gak bisa dgn seenaknya saat usaha kita gak berjalan trus kita pecat mrk begitu aja dan bilang “dah neeeek!”
Itungan2 gaji plus pesangon jika kita sampai menghadapi resiko terburuk tetap diperhitungkan.

Kan.. Emang gak gampang executing inside the box kan? Semua ide kreatif memang harus dipikirkan gimana dampak dan konsekuensinya. Trus kitanya mampu atau enggak? Bukan cuma sekedar punya ide gila, kreatif tapi buat seseruan aja dan malah gak applicable.

Itu semua Afit belajar banyak dr buku Creative Junkies.

Kemudian, suatu hari mas Yoris ngajak kita ketemuan. Cerita bahwa akan ada kelanjutan dr buku pertamanya. Serunya adalah, di sini org akan melihat org2 pembaca Creative Junkies yg menerapkan apa yg dia baca dalam kehidupannya dan gimana efeknya.

Yup! Sebentar lagi akan keluar deh tuh : Creative Junkies Updated Version!
Dan ternyata Afit terpilih jd salah 1 dari 9 org yg tampil di cover buku tersebut!

Sebuah kehormatan yg luar biasa buat kita. Terima kasih banyak mas Yoris! 🙂

Yg jelas buat kalian yg belum pernah baca buku Creative Junkies yg pertama, itu adalah buku yg wajib diburu! Krn semua isinya sederhana dan sangat bisa diterapkan. Berulang2 gue dan Afit baca buku itu, sampe akhirnya tampilannya udh kucel, penuh marker dan lipatan halaman. Hihihi….

Gak sabar lah nunggu Creative Junkies Updated Version! Sukses untuk bukunya mas Yoris 🙂

20120807-113858.jpg

Cerita Ibu Martha

Minggu lalu gue dan Afit dapet kesempatan langka yang bikin kita deg2an banget : diundang ke rumahnya Ibu Martha Tilaar !

Wih..pas tau diundang kita seneng banget. Biasanya kan cuma bisa liat beliau di TV, ini sekarang punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan beliau di kediamannya. Bukan apa2 sih, cuma Bu Martha ini gue bilang salah satu sosok perempuan Indonesia yang luar biasa hebat!

Sebagai seorang entrepreneur beliau menginspirasi banyak orang. Makanya gue beruntung banget diundang jd pembicara di YCPA 2012 sama mas Yoris Sebastian, yang akhirnya berujung ke undangan ketemu Bu Martha.

Tiba di rumahnya, kita langsung ngobrol singkat dengan beliau. Banyak banget inspirasi yang gue dapet dari beliau malam ini.

Bu Martha cerita soal awal mula dia memulai bisnisnya. Dari sebuah garasi berukuran 4×6 m , gak ada modal. Tapi beliau punya visi yang luar biasa : ingin mempercantik perempuan Indonesia dengan berdasar pada local wisdom. Kekayaan alam dan tradisi Indonesia dijadikan modal utamanya.

Tantangannya ya jelaslah sangat berat. Seperti pengusaha pada umumnya, memulai sebuah usaha bukan hal yang gampang. Apalagi untuk yang modalnya terbatas. Belum lagi cibiran orang. Bahkan saat seorang pengusaha sudah sukses pun, ada aja cibirannya. “Kok bisa laris sih usahanya? pake dukun ya? ah..padahal produknya biasa aja”

Ternyata Bu Martha pun gak lepas dari cibiran semacam itu…

“If you want to change the world, you can! But change yourself first!” itu adalah kata2 dari Ayah Bu Martha saat beliau baru akan memulai usahanya. Kalimat itu membakar semangat beliau untuk terus mengejar mimpinya.

Modal kecil? ada satu lagi kalimat yang diucapkan Bu Martha malam itu : “Dream BIG, start small, act fast” . Jadi jangan pernah takut memulai mewujudkan mimpi besar walaupun harus dimulai dengan hal yang kecil dulu,

Kerendahan hati beliau juga luar biasa loh. Padahal kan dia udah dapet award ini itu, diakui kepiawaian bisnisnya di dunia internasional. Tapi ya gak sombong tuh….

Dia sempet bilang gini juga : “Saya tuh kan gak pinter, makanya saya pilih usaha.. 1 saja tapi saya fokus mengerjakannya. gak kebanyakan mau”

oya, satu lagi juga yang bikin gue tersentuh banget malem itu adalah, saat dia menyinggung soal dukungan suaminya dalam menjalankan usaha. Suaminya memberikan dukungan dan kontribusi pemikiran yang luar biasa sehingga beliau bisa jd sehebat ini.

ah..pokoknya keren deh! Bu Martha usianya udah 75 th tapi passion nya dalam menjalankan usaha masih sangat terlihat. Harusnya kita yang muda2 ini bisa mencontoh kegigihan beliau.

salut!

20120706-140503.jpg

For the love of food!

Beberapa hari yg lalu gue dikejutkan dgn DM dr om William Wongso. Katanya pengen nyobain Holycow! STEAKHOUSE di Senopati.

Pas baca itu, gue lgs telp Afit. Kita berdua kesenengan banget! Terutama Afit, secara om William bisa dibilang living legend nya kuliner Indonesia gitu loh!

Akhirnya kita semalem ketemuan di Holycow! sambil makan, kita ngobrol banyaaaak banget soal makanan.

Om William cerita soal macem2 pengalaman kulinernya dr macem2 tempat di dunia. Mulai dr restoran di Jepang yg hanya menyajikan 7 porsi sehari utk tamunya, soal Monster Cow dr Belanda, pokoknya banyak deh!

Pada saat dengerin ceritanya om William, kita semua ternganga2 kagum. Pengen nyobain semua makanan yg disebutkan sekaligus merasa IQ kuliner kita jongkok mendadak 😀

Kebetulan, temen gue Adith seorang Pastry Chef yg kebetulan pemilik Dapur Coklat juga juga dateng dan akhirnya ngobrol sama gue, Afit dan Om William. Makin seru!

Last night, food was the main topic. Seneng banget dengerin cerita2 om William yg begitu passionatenya sama makanan.

Beruntung banget kalo kita bisa ketemu dan ngobrol sama org2 yg penuh semangat dan cinta sama bidang yg dia tekuni, krn kita jd ketularan utk lbh semangat lagi.

Look around you and seek for inspiring people that can keep your passion alive.

20120623-085206.jpg

1 Tahun Akademi Berkebun

Hari Minggu lalu, 10 Juni 2012 gue dan Afit mendapat kesempatan yg luar biasa utk dateng ke acaranya 1 Tahun Akademi Berkebun. Seperti yg kalian udah tau, warung kita : Holycow! Steakhouse by Chef Afit memang menampung salah satu hasil kebun dr temen2 Indonesia Berkebun, yaitu bayam organik. Makanya kita seneng banget dapet undangan ini…bisa mempererat tali silaturahim kan? 🙂

Acaranya diadakan di rumah dan kebunnya mas Budiono Darsono. Di sana berkumpul banyak sekali orang2 yg buat gue sih inspiratif banget! dari Indonesia Berkebun ada Ibu Ida Amal, Shafiq Pontoh, Sigit Kusumawijaya, Beriozka, dan banyak lagi. Sayang penggagas nya Kang Ridwan Kamil tidak bisa hadir hari itu. Ada juga tokoh2 dunia digital : Nukman Luthfie, Ainun Chomsun, Didi Nugrahadi, Odilia Winneke dan mas Budiono Darsono sendiri tentunya.

Komunitas yg diundang juga banyak loh, ada Kartunet (Karya Tuna Netra) , Hijauku.com dan masih banyak lagi.

intinya sih hari itu gue overload inspirasi! 🙂

Banyak banget pemikiran2 menarik dan pelajaran berharga yg kita dapet dari kumpul2 hari itu. Gimana pentingnya konsistensi dan regenerasi sebuah gerakan social media. Bagaimana Holycow! Steakhouse by Chef Afit bisa membantu dan mendukung social media movement yg positif spt Indonesia Berkebun ini, bukan hanya untuk trik marketing genit2an supaya terlihat keren, tapi benar2 mendukung dan terlibat di dalamnya.

Salut untuk Indonesia Berkebun dan Akademi Berkebun! Semoga menjadi inspirasi yg membuat makin banyak social media movement positif yang tumbuh dan membawa perubahan yg bisa membuat negri ini lebih baik 🙂

20120612-094115.jpg

Komunitas SABER Paku

Udah pernah denger Komunitas SABER Paku? Belom? sama…gue juga :DHari ini gue di Pagi Jakarta gue ketemu dengan Pak Abdul Rohim dan Pak Siswanto. Mereka adalah dua orang dari keseluruhan 15 anggota yang dengan sukarela membersihkan jalan raya yang kita lewati sehari-hari dari ranjau paku. Komunitas ini bener2 relawan, karena mereka TIDAK DIBAYAR untuk melakukan hal ini.

Berikut obrolan singkat gue dengan Pak Abdul Rohim dan Pak Siswanto :

L : gimana sih Pak awalnya adanya komunitas ini?
AR : Saya pernah liat sendiri pengendara motor yang hampir celaka gara2 ranjau paku itu. Kebayang kalo yang naik motor itu lagi bonceng anak istrinya…kasian kan. Jadi ya kenapa gak saya melakukan sesuatu aja, menolong pengguna jalan yang lain.
S : Saya awalnya justru penasaran liat Pak Rohim mengambil paku2 di jalan pake magnet, setelah tau maksudnya…saya jadi ingin ikut membantu.

L : biasanya jam berapa mulai melakukan ‘pembersihan’ ranjau paku?
AR : jam 7 malem kita kumpul, mulai deh kita sisir jalanan. yang banyak itu di daerah Daan Mogot, Green Garden, Cideng sampai dekat daerah Istana Negara. Biasanya sih bisa sampe jam 1.30 dini hari baru selesai. Paginya kita kerja lagi cari nafkah

L : Pernah gak diintimidasi sama ‘pihak’ yang memasang ranjau paku tersebut?
AR: Bukan pernah lagi, sering! Tentunya mereka2 yg memasang ranjau paku itu gak suka kalo dengan apa yang kita lakukan. Pernah suatu hari, saya lagi sweeping…eh ada yg mau dengan sengaja nabrak saya pake motor. saya tau persis dia memang salah satu anggota komplotan yang memasang ranjau paku itu.

L : keluarga keberatan dgn kegiatan ini pak? kan udah ngorbanin waktu tidur, bahkan kadang nyawa jadi taruhan dan pengguna jalan sendiri belum mengapresiasi apa yang bapak-bapak lakukan.
S : Alhamdulillah keluarga sangat mendukung dan mengerti dengan kegiatan kami ini.
AR: Soal diapresiasi atau tidak, kita juga tidak mengharapkan apa2. Yang kita lakukan ini semata2 untuk menolong orang lain….lillahi ta’ala

Terus terang gue gak nyangka di Jakarta masih ada orang2 seperti Pak Abdul Rohim, Pak Siswanto dan teman2nya yang tergabung dalam komunitas ini. Orang-orang yang masih mau peduli dengan keselamatan pengguna jalan,setelah seharian bekerja mancari nafkah, waktu istirahatnya malah dipakai untuk membersihkan ranjau paku yang diletakkan orang2 yang ingin mendapatkan uang secara instan.Belum lagi ancaman yang mereka hadapi saat melakukan tugas mulia ini

Oya, sempet juga gue tanya ke mereka, apa tanggapan dari Polantas dan Dishub tentang aksi mereka ini? ternyata belum ada kerjasama, ini masih swadaya Komunitas Saber Paku. Alat2 yang dipakai (magnet) dibeli sendiri atau didapat dari donasi masyarakat yang peduli. Semoga sih Polantas dan Dishub di masa yg akan datang bisa memberi dukungan untuk kegiatan komunitas ini, kan memang harusnya tugas pemerintah untuk menjamin keselamatan warganya di jalan raya kan?

Bukan cuma aksi mereka yang bikin gue kagum, tapi kerendahan hati mereka sungguh ‘menampar’ . Kadang kita yang (merasa) sudah melakukan sesuatu yang baik, berusaha mati2an supaya banyak orang tau apa yang sudah kita lakukan. Tapi Komunitas SABER Paku, tidak begitu. They are REAL heroes, and REAL heroes never brag 🙂

Dalam semalam bisa terkumpul 34kg ranjau paku!

Indonesia Berkebun

Sebetulnya gue udah cukup sering liat akun @IDBerkebun seliweran di twitter. Tapi gue gak terlalu tau detail soal Indonesia Berkebun. Sampai akhirnya ketemuan sama Shafiq dan Sigit di Pagi Jakarta,O Channel. Akhirnya dari situ gue tau, misi teman2 di Indonesia Berkebun itu keren banget! Ide awal dari mas Ridwan Kamil. Tujuannya sih sederhana aja, ingin membuat Jakarta menjadi lebih hijau. Caranya gimana? ya berkebun! aneh ya..denger orang Jakarta berkebun 😀

Indonesia Berkebun memanfaatkan sejumlah lahan tidur yang ada di Jakarta. Biar gak salah pengertian, maksudnya lahan tidur di sini adalah lahan kosong (yang memang jumlahnya banyak di Jakarta) dimanfaatkan sementara waktu untuk dijadikan lahan produktif. Tentunya sebelum lahan tidur itu digunakan untuk berkebun, teman2 Indonesia Berkebun minta ijin dulu sama si pemilik tanah dan warga sekitar. jadi gak main asal tanem aja loh 🙂

Yang ditanem macem2, mulai dari kangkung, bayam sampe buncis. Lucunya, yang tergabung dalam Indonesia Berkebun ini gak semuanya ahli berkebun. Jadi ya bercocok tanamnya banyak yang trial and error.Malah awalnya banyak error nya, karena gagal panen. Tapi hebatnya mereka ‘ngulik’ sendiri gimana cara berkebun yang benar. Hebat ya!

Terus hasilnya diapain dong? katanya sih tergantung sama lokasi masing2, karena pada dasarnya ini bukan bisnis jadi ya orientasinya bukan pada penjualan. Kadang2 hasil panennya bisa dibagiin aja ke masyarakat sekitar.

Tertarik dengan kegiatan positif yang dilakukan teman2 Indonesia Berkebun, gue jadi punya ide buat memanfaatkan hasil kebun dari Indonesia Berkebun. gimana kalo Holycow! pake sayuran hasil kebun mereka? Alhamdulillah, Indonesia Berkebun menyambut baik ide ini. Akhirnya, sampe sekarang sebagian sayuran yang digunakan di Holycow! itu adalah hasil dari Indonesia Berkebun. Gak tanggung2, Indonesia Berkebun mensupply bayam organik loh.

Apa yang dilakukan sama Indonesia Berkebun ini adalah sesuatu yang positif banget, sekaligus produktif. gue percaya banget, sesuatu yang positif harus diberi dukungan dan kesempatan untuk terus maju.

Moga2 sih setelah Holycow! akan ada juga pengusaha2 kuliner lainnya yang memanfaatkan hasil kebun orang kota, Indonesia Berkebun.

Oya,bahkan Indonesia Berkebun ini mendapatkan penghargaan dari Google Inc. loh! Web Heroes! Bangga banget Holycow! bisa kerjasama sama Indonesia Berkebun.aslik!
Kalo kalian pengen ikutan berkebun juga, bisa follow @IDBerkebun atau buka web mereka : indonesia berkebun

Cangkul terus..Indonesia Berkebun 🙂