Setinggi Plafon

Minggu lalu gue mendapat kesempatan untuk jd moderator di acara Astra Start Up Challenge.Bertempat di Galeri Indonesia WOW, acara ini dipenuhi oleh banyak calon pengusaha muda. Eh ada yg udah punya usaha juga sih. Bertemu dengan teman-teman dari Astra, gue mendapat informasi bahwa mereka punya kegiatan yang namanya Satu Indonesia. Kegiatan ini mencari pengusaha-pengusaha muda yang gak hanya kreatif tapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitarnya. Gue seperti biasa seneng banget dengerin cerita seperti itu karena jd bikin tambah semangat juga. 

Talkshow hari itu menghadirkan 3 narasumber : 

Dea Valencia, founder Batik Kultur yang mengawali usahanya dgn menjual batik lawasan milik ibunya. Saat ini produk Batik Kultur milik Dea sudah berhasil menembus pasar internasional & hebatnya lagi dia mempekerjakan saudara2 kita yang difabel. 

Jayadi Setiabudi atau yang dikenal dgn JayaYea. Gue sih ingetnya dia penulis buku “The Power of Kepepet”. Mungkin banyak yang belum tahu, asal muasal Holycow! lahir itu salah satu ‘kompor’ nya adalah karena Afit baca buku ini. Mas Jaya juga mendirikan YukBisnis.com & Young Entrepreneurs Academy. Selama talkshow ada banyak insight yang gue ambil, gimana skrg ini sebaiknya bersaing dgn strategi mengadu business model. Ah pokoknya banyak deh…

Faishal Arifin. Pengusaha perhiasaan perak dr Malang ini cukup unik. Memulai usahanya dgn kliping dari majalah bekas, skrg sudah punya binaan yg cukup banyak. Jd beliau bisa dikategorikan sebagai sociopreneur, karena usahanya membawa dampak luar biasa utk org lain. Produknya pun sudah memasuki pasar internasional juga. Filosofi bisnisnya juga unik sih, dia bilang :

Jangan gantungkan cita2 setinggi langit, susah sampainya. Setinggi plafon aja, kan tinggal ambil tangga sampai deh plafon.

Gue menginterpretasikan filosofinya seperti ini : pasang target sesuai dgn kemampuan & gunakan apa yang kita punya skrg. Jangan terlalu banyak mengawang-awang. Ini juga yang Afit & gue lakukan dalam menjalankan usaha. Ringkes & implementatif. 

Seneng banget rasanya ketemu dgn 3 narasumber yang inspiratif ini. Iya, setiap gue ketemu dgn siapapun, pasti ada banyak ilmu dan semangat yang bisa tertularkan. Buat yg punya usaha atau mau memulai usaha, ayo banyak2 lah menjalin network…ketemu dgn banyak orang. Bukan hanya mencari tambahan inspirasi tapi siapa tahu bisa menjalin kolaborasi. 

#PestaPendidikan

Mungkin beberapa kali kalian liat hashtag #PestaPendidikan di account twitter gue atau kalian malah udah follow @Pekan2016 ?

Di postingan ini gue akan cerita sedikit tentang #PestaPendidikan . Harapannya kalianpun bisa ikut memberikan kontribusi juga.

Jadi awalnya gue kecemplung di sini adalah karena Ibu Najeela Shihab. Beliau mengumpulkan beberapa orang dan komunitas untuk sama-sama membuat #PestaPendidikan . Ini adalah sebuah gerakan partisipasi di bidang pendidikan yang diinisiasi oleh masyarakat sipil secara sukarela. Kita ingin sekali mengajak banyak orang dari beragam latar belakang profesi & industri. Intinya ingin merangkul semua pihak.

Ada beberapa komunitas penggagas Pesta Pendidikan ini : IniBudi, Kampus Guru Cikal, Keluarga Kita, Living Qur’an, PSPK dan Youth Manual.
Gak cuma komunitas yang gue sebutkan tadi,tapi banyak juga perorangan yang ikut mendukung acara ini. Orang-orang ini datang dari beragam profesi berbeda : atlet, fashion designer, jurnalis, musisi, pembuat film, pelari dan banyak lagi. Semua bisa memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuannya.

Tujuannya Pesta Pendidikan apa sih?
Ini adalah sebuah gerakan untuk membentuk komunitas pendidikan yang lebih besar & saling terkoneksi satu dengan yang lainnya. Gue kasih contoh deh ya…

Berikut gue kasih gambaran singkat tentang satu komunitas yang keren banget : Ini Budi

Inibudi adalah inisiatif pendidikan yang membuat dan membagikan materi digital berupa video belajar berkualitas untuk mempercepat peningkatan mutu dan akses pendidikan di Indonesia. Inibudi melibatkan partisipasi masyarakat melalui program #GuruBerbudi, #TemanBelajar, dan #DukungBelajar. Didirikan pada 2013, semua video Inibudi dirancang oleh guru dan orang-orang yang kompeten di bidangnya, yang disesuaikan dengan tujuan dan materi kurikulum nasional. Inibudi juga berkomitmen menumbuhkan potensi siswa secara utuh lewat beragam video profesi dan karier serta berbagai video pengetahuan umum dan pengembangan pribadi.

Semua materi video Inibudi dapat diakses melalui http://www.inibudi.org atau http://www.youtube.com/inibudiorg.

Kalau kamu yang sedang membaca blog ini, kebetulan berprofesi sebagai seorang guru di tempat terpencil di Indonesia…kan jadi terbantu untuk mengajar dengan adanya Ini Budi. Bisa juga misalnya ingin berbagi ilmu, komunitas ini bisa jadi sarana untuk menyebarkan ilmu kamu.

Td adalah contoh kecil aja. Pesta Pendidikan ini ingin menjadi wadah bagi seluruh pihak yang ingin memberikan konstribusi pada dunia pendidikan Indonesia. Komunitas atau perorangan yang tadinya merasa berjuang sendiri, dengan adanya Pesta Pendidikan ini jadi saling terkoneksi dan menjalin kolaborasi. Perjuangan membuat pendidikan di Indonesia jadi lebih baik akan terasa lebih mudah dan menyenangkan kalau kita melakukannya bersama-sama.

Eh sebenernya sih, kegiatan ini terbuka untuk siapa aja. bahkan jika kamu punya komunitas yang di luar dunia pendidikan pun bisa kok ikut berkontribusi. Caranya..kirim aja email ke info@pestapendidikan.com dan tim Pesta Pendidikan akan menghubungi kamu. Misalnya nih, Afit. Iya, yang punya Holycow! STEAKHOUSE By Chef Afit juga turut berkontribusi. Meskipun bidang usahanya tidak berkenaan langsung dengan dunia pendidikan, tapi tetap bisa ikutan. Akan bikin apa sih Chef Afit di Pesta Pendidikan 2016 ini? Tunggu aja ya….

Puncak Pesta Pendidikan akan diselenggrakan tanggal 29 Mei 2016 di FX Sudirman, Jakarta. Di sini kita bisa ketemu dengan beragam komunitas dan profesi yang telah bergerak untuk pendidikan Indonesia.


Image

Bingkisan Lebaran dari Crew Loobie

20130805-100402.jpg

Ini salah satu bingkisan Lebaran paling berkesan buat Afit & gue.
Crew Loobie patungan buat bikin bingkisan ini buat kita, sama sekali gak nyangka mereka bela2in untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk bikin bingkisan ini.

Kita terharu banget nerima ini. Semoga kebaikan mereka mendapat keberkahan yang melimpah. Amin 🙏

Another Meat-ing With Om Will

Pas kamis kemaren, Om Will ngajak kita kumpul2 lagi di Camp Senopati buat icip2 daging yang dia bawa dr Australia –> 45 days dry aged Angus Beef.

Ini dia foto2 keriaan dari hari daging kita

(Pic by : Danny Tumbelaka & Tiur Tobing)

Food brings people closer together ❤

20130510-192720.jpg

20130510-192737.jpg

20130510-193313.jpg

Museum Project

Berapa banyak sih dr kita yang sering pergi ke museum? Hmm.. Gue sih jarang. Kalo gak karena diharuskan pas jaman sekolah dulu atau karena nganterin anak..kayanya males deh. Padahal banyak juga museum di Jakarta yang blm pernah gue datengin.
Sebenernya penasaran juga sih liat koleksi2 apa aja yg ada, trus dalemnya museum itu kaya apa. Yaaa..ada sih foto2nya, tapi kan terbatas jd gak bisa liat secara detail.

Museum Project.

apaan tuh? *mata kedip sebelah ala jaja miharja*
Gue udah denger dr taun lalu tp blm ngeh bener maksudnya apa. Sampe akhirnya ketemu langsung sama Riefa Istamar, inisiator nya.
Sebenernya gue kenal Riefa udah lumayan lama, cuma gak nyangka aja ternyata dia berhati mulia sekali mau bikin proyek ini. Ihiy…

Ya gimana gak mulia? Berapa banyak sih org yg peduli sama Museum? Jarang toh? Trus si Riefa ini punya keinginan untuk bikin org bisa ‘berkunjung’ ke Museum2 di Indonesia lewat foto 360° . Dia pengen orang2 tau bahwa museum2 di Indonesia itu keren2 dan koleksinya luar biasa. Paling enggak..ini awal utk bikin orang ‘jatuh cinta’ sama museum. setelah liat versi 360°nya, semoga orang2 jd makin tertarik utk langsung dateng ke museumnya.

Nah, ini bagian mulianya… Dia ngerjain proyek ini SENDIRIAN dan lebih edannya lagi pro bono alias tintus adin dewesnya mak! Gak dibayar siapa2 dan gak disponsorin siapa2.

Tantangan jalanin proyek ini? Ya udah jelas banyak. Buat cari PIC org yg kasih ijin motret di museum aja susah banget. Plus Riefa sendiri mesti kerja toh? Jd waktunya juga kepotong2.

Gue minta ijin ke Riefa utk nyebarin soal Museum Project ini di twitter. Kali aja kan, di antara org2 yg baca tweet gue ada yg punya minat yg sama dan punya keahlian fotografi atau kemampuan lain utk bisa jalanin proyek ini. Eh bener aja! Pitra, Rahne, Shafiq, Milly,Agnes,Ayu,Farid adalah beberapa orang yg tertarik utk membantu jalanin Museum Project ini. Rencananya mereka akan ketemuan segera utk nentuin langkah apa yg akan dilakukan selanjutnya.

Oya, kalo pengen gabung silakan loh. Colek langsung aja Riefa di twitter : @riefa27

Dan kalo pengen tau lbh detail tentang Museum Project ink bisa klik link ini :

Museum Project

Di situ udh ada 2 museum yang dibikin versi 360° : Museum BI & Museum Asia Afrika.

Relawan AkBer

Hampir sebulan lalu gue ngajar di AkBer, tepatnya di Moestopo. Sempet gue posting juga di blog ini kok tentang materinya. Yg mau gue share di tulisan kali ini adalah soal kekaguman gue yg blm habis utk para relawan AkBer.

Waktu terakhir gue ngajar itu, sempet diliput sama DetikTV dan Media Indonesia. Selesai ngajar, 2 media itu melakukan wawancara singkat dgn gue.

2 media berbeda, tapi pertanyaannya serupa…dan bukan kali ini aja ada yg tanya ke gue : “kok mau ngajar gak dibayar?”
Seperti yg sudah-sudah, gue menjawab dengan jawaban yg serupa : ada kepuasan tersendiri saat kita bisa berbagi ilmu dgn org lain, dan itu tidak bisa dinilai dgn jumlah uang berapapun. Tagline Akber Berbagi Bikin Happy memang benar adanya.

Tapi ada satu hal yg gue tegaskan betul kepada 2 media yg mengulik soal AkBer malam itu. Terus terang gue merasa tidak layak untuk merasa hebat krn mau ngajar tanpa dibayar. Malam itu gue bilang :

“Justru yg lebih layak diberikan apresiasi dan yg dianggap hebat itu adalah para relawan AkBer”

Jujur, gue sih malu..kalo diundang ngajar AkBer trus males2an. Lah..masa cuma dtg sesekali aja males? Gue malu sama relawan2 Akber yg konsisten ngurus Akber. Mulai dr menghubungi guru, cari tempat, maintain account twitter, upload materi kelas ke website..dan banyak lagi!

Kenapa gue sampe segitu kagumnya? Lawong meraka juga punya kerja sehari2 kok, tapi kok ya mau ngurusin Akber yg notabene gak ada duitnya. Itu baru relawan Akber yg di Jakarta.
Pas ketemu dgn relawan2 Akber dr berbagai kota di Indonesia di LLD taun lalu di Bogor..itu lbh kagum lagi. Ada kok 1 kota yg pengurusnya cuma beberapa gelintir orang.

Jadi iya..sangat tidak pantas rasanya kalo gue merasa hebat hanya krn mau dtg ngajar dan tidak dibayar. Dibanding dgn relawan2 Akber, merekalah pahlawan sesungguhnya.

Konsisten terus yaaa 👍

#ACMI Aku Cinta Masakan Indonesia

Beberapa hari yang lalu, Afit dan gue mendapat kesempatan untuk ketemu dengan orang2 yang luar biasa. Kita diundang sama Oom William Wongso untuk icip2 masakan Indonesia.

Selama kita kenal dgn Oom William ,beliau memang banyak sekali cerita tentang beragam macam makanan di dunia. Tapi satu yang gak pernah lepas diomongin adalah kecintaannya terhadap masakan Indonesia. Dia selalu bilang betapa kita ini, yang muda2 banyak yg kurang menggali kekayaan dr masakan Indonesia.

Ternyata undangan malam itu temanya ya buat mengenalkan ke kita2 tentang beragam masakan Indonesia. Segala macam hidangan tersaji di meja dengan begitu menggoda. Mulai dari Jambal, Gule Kepala Ikan, Anyang, Bandeng Kluwek Bungkus Daun Mengkudu, Gadon Daging, Garang Asem, Klaapertaart, Udang Masak Daun Kari dan banyak lagi!

Satu-satu kita icip, dan rasanya memang luar biasa. Khas masakan Indonesia yang kaya akan rempah, berani bumbu. Terus terang ada banyak masakan Indonesia yang ternyata gue gak tau. Mungkin ada yg pernah makan, tapi gak tau namanya. Mungkin ada yg pernah dengar namanya tapi gak pernah icip.

Malam itu hadir juga Pak Bondan. Berdua dengan Oom William mereka cerita tentang betapa kayanya rahasia Masakan Indonesia. Mereka berdua juga sempat bilang, generasi muda Indonesia harus kenal masakan Indonesia, setelah kenal mereka bisa mencintai, setelah mencintai akhirnya bisa mempromosikan dan akhirnya menaikkan pamor.

Pak Bondan “rendang itu bisa diangkat sama CNN, krn kita beruntung. ‘Bejo’ padahal kita gak ngapa2in. sudah saatnya kita melakukan sesuatu”

Om William “Menaikkan pamor? Masakan Indonesia itu blm sampe ke pamor, dikenal saja belum kok. justru itu harus dimulai dr kenal lbh dekat dulu”

intinya malam itu, sejumlah orang2 yang peduli dengan Masakan Indonesia ingin mengajak kita semua untuk kenal lebih dekat lagi dengan masakan Indonesia. Gerakan #ACMI Aku Cinta Masakan Indonesia ingin mengajak kita semua untuk lebih peka. Masakan Indonesia itu bukan hanya sekedar hidangan untuk mengisi perut, tapi kita diajak untuk mengenali prosesnya, apa cerita di balik kreasi hidangan itu. Karena tiap masakan yang istimewa tentunya ada cerita menarik di balik hidangan itu.

klise memang. tapi benar adanya. kalo bukan kita yg cinta Masakan Indonesia, terus siapa lagi? apa kita mau mengulangi pola yg sama terus menerus? Setalah diklaim negara lain trus kita baru marah2? padahal skrg masih ada kesempatan untuk menunjukkan kecintaan kita dan menjaga warisan masakan Indonesia.

Sama2 yuk, tiap menikmati masakan Indonesia kita biasakan untuk gak cuma sekedar makan. Tapi coba gali lbh dalam lagi.

20120920-060548.jpg

20120920-060614.jpg

#TanamSerentak 2 September 2012

mau cerita sedikit nih dari kegiatan #TanamSerentak 2 Spetember 2012 kemaren…

Sebuah kebanggaan, saat warung kita diajak pertisipasi dalam sebuah kegiatan yang monumental : #TanamSerentak ! Kenapa monumental? ya bayangin aja… 23 kota se-Indonesia pada tanggal 2 September 2012 berkebun bersama2! GILAK KAN!

Buat gue pribadi sih ini monumental banget karena sebetulnya kegiatan berkebun itu kan sederhana banget ya. Semua orang bisa ngelakuinnya, di mana aja dan kapan aja. Tapi saat sebuah kegiatan sederhana ini dilakukan secara bersama2 dan serentak, di 23 kota se-Indonesia…merinding rasanya.

Terus terang ini adalah untuk pertama kalinya gue dan Afit melihat dari dekat kegiatan teman2 Indonesia Berkebun. Yakan biasanya cuma liat hasil kebunnya aja dikirim ke warung kita ;D

Ternyata…kita salut banget sama teman2 @Jktberkebun khususnya dan seluruh kota yang tergabung dalam @IDBerkebun .

Gimana gak berkesan? mereka ini bukan petani2 profesional loh, lawong belajarnya juga otodidak. Mereka bahkan ya kaya kita2 ini, punya pekerjaan sehari2…ngantor! Tapi kok ya masih sempet aktif di komunitas seperti ini? Yang notabene NON PROFIT! gak ada duitnya gitu loh…. SALUT!

Salah satu yang menarik dari kegiatan #TanamSerentak kemarin ini adalah gimana kita diajarkan untuk berkebun di lahan terbatas sekali pun. Tau sendiri kan..masalahnya hidup di kota besar. Boro2 mau nyisain tanah buat berkebun, buat rumah atau apartemen aja udah mepet tempatnya. Tapi ternyata bisa kok.

@beriozka dr @JktBerkebun sedang briefing singkat sbeelum kegiatan #TanamSerentak dimulai

Botol2 plastik bekas, karton susu bekas ternyata bisa digunakan sebagai media untuk berkebun juga. Camp Senopati & Gading menjadi contoh yang sempurna untuk itu, secara semuanya beton ya neik! di Camp Senopati sendiri semua botol2 bekas yang sudah ditanami bibit itu digantung di sebuah besi yang terpajang di depan Camp. di Camp Gading, kebunnya ada di rooftop!

Kenny dr @JktBerkebun sedang menjelaskan bagaimana memanfaatkan botol plastik bekas sbg medium berkebun

Yang bikin gue dan Afit takjub juga adalah, ternyata…yang dateng ke acara #TanamSerentak itu banyak yang gak saling kenal loh. Ya kenalan aja gitu di Camp. Jadi selain menambah ilmu baru soal berkebun, nambah teman baru juga.

#TanamSerentak memang sudah selesai, tapi akan ada keseruan lagi tanggal 23 September. Akan ada #PanenSerentak ! Di sini akan ada surprise dari teman2 @IDBerkebun . Apaan hayooo? Ditunggu ya 🙂

Yang jelas gue dan Afit ingin mengucapkan terima kasih dan rasa salut kita yang luar biasa untuk seluruh penggiat @IDBerkebun yang sudah secara konsisten melakukan kegiatan ini. Berkebun ini kan sebetulnya kegiatan yang sederhana saja, tapi punya tujuan yang sangat positif. Jika sebuah kegiatan sederhana bisa dilakukan secara konsisten dan bisa menularkan semangat positif nya ke banyak orang, tentu hasilnya akan luar biasa. Indonesia bisa menjadi lebih baik 🙂

ada teman2 dari @LevitasiHore , mas @wasisg dari Kopi Tiam Oey juga ikut partisipasi

Creative Junkies Updated

Siapakah orang pertama yang mendengar ide gila suami gue : Afit Dwi Purwanto, soal keinginannya berbisnis?

Bukan gue, yg notabene istrinya.

Tapi orang itu adalah mas Yoris Sebastian.

Pokoknya, tau2 suatu hari Afit ketemuan sama mas Yoris dan cerita tentang keinginannya berbisnis F&B. Yg singkat cerita akhirnya melahirkan Holycow! STEAKHOUSE By Chef Afit yg berdiri sampai sekarang.

Komentarnya mas Yoris waktu itu adalah : “Fit, F&B business is a very tiring business. Capek banget! Udh siap?”

Nah, gak lama stlh itu gue liat Afit suka nenteng2 buku Creative Junkies nya mas Yoris. Berulang kali Afit nyuruh gue baca krn buku itu keren banget katanya! emang udh kaya kitab suci buat dia deh.

Bener aja….

Isinya memang sangat menyenangkan. Ngomongin kreativitas dgn cara yg sederhana tapi kena…applicable!

Salah satu cara untuk membangunkan otak kita spy jd kreatif adalah berani keluar dr kebiasaan2 sederhana. Misalnya : biasanya pake jam di kiri, skrg pindahin ke kanan. Rasakan apa efek perubahan kecil itu.

Ada banyak hal penting yg Afit ambil dr buku itu, yg akhirnya diterapkan untuk menjalankan Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit.
Tapi salah satu sabda terpenting dr Creative Junkies adalah :

thinking outside the box, execute inside the box

Penerapannya gimana sik?
Thinking outside the box —> dulu blm pernah ada yg jualan Wagyu Steak dgn harga murah. Rata2 org hrs makan Wagyu di resto mahal dgn harga perporsi 300 sampai 600rb per porsi. Di sini Afit melihat celah, harusnya Wagyu Steak bisa dinikmati siapa saja dgn harga yg murah. “Wagyu for everyone” –>itulah konsep out of the box yg mungkin dianggap gila oleh banyak org waktu itu. Masa’ makan Wagyu di warung? But hey…why not?

Execute inside the box—> ide boleh gila. Tapi pelaksanaannya gimana? Modalnya gimana? Caranya supaya bisnis itu bisa sustainable gimana? Cash flownya?
Dgn modal yg Afit punya saat itu, pilihan terbaik adalah dgn memulai usaha dgn konsep warung. Gak ada uang utk bisa sewa tempat permanen. Konsep marketing? Gak ada uang utk pasang iklan di media mainstream ( media cetak, apalagi elektronik) makanya kita pilih twitter. SocMed marketing lah judulnya. Itupun tanpa bayar buzzer dsb, krn Afit percaya buzz itu ya harus organik. Kalo bisa kasih produk yg bagus dan pelayanan yg baik, buzz itu akan datang dgn sendirinya…natural..jujur.

Pengaturan cash flow juga salah satu hal yg penting dlm eksekusi. Hal terpenting yg dipikirin Afit waktu itu adalah, gimana supaya Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit ini bisa tetap menggaji karyawan2nya, jika kita menghadapi skenario terburuk : produknya gak laku! –> ini jd pertimbangan utama dlm menyusun langkah usaha.
Kalo buat Afit & gue, seandainya dulu warung kita gak berhasil..toh kita masih bisa cari jalan lain utk cari penghasilan lain. Nah karyawan kita gimana? Spt yg pernah gue tulis di posting sebelumnya, mrk ini kan amanah yg luar biasa besar buat kita. Mrk tanggung jawab kita. Gak bisa dgn seenaknya saat usaha kita gak berjalan trus kita pecat mrk begitu aja dan bilang “dah neeeek!”
Itungan2 gaji plus pesangon jika kita sampai menghadapi resiko terburuk tetap diperhitungkan.

Kan.. Emang gak gampang executing inside the box kan? Semua ide kreatif memang harus dipikirkan gimana dampak dan konsekuensinya. Trus kitanya mampu atau enggak? Bukan cuma sekedar punya ide gila, kreatif tapi buat seseruan aja dan malah gak applicable.

Itu semua Afit belajar banyak dr buku Creative Junkies.

Kemudian, suatu hari mas Yoris ngajak kita ketemuan. Cerita bahwa akan ada kelanjutan dr buku pertamanya. Serunya adalah, di sini org akan melihat org2 pembaca Creative Junkies yg menerapkan apa yg dia baca dalam kehidupannya dan gimana efeknya.

Yup! Sebentar lagi akan keluar deh tuh : Creative Junkies Updated Version!
Dan ternyata Afit terpilih jd salah 1 dari 9 org yg tampil di cover buku tersebut!

Sebuah kehormatan yg luar biasa buat kita. Terima kasih banyak mas Yoris! 🙂

Yg jelas buat kalian yg belum pernah baca buku Creative Junkies yg pertama, itu adalah buku yg wajib diburu! Krn semua isinya sederhana dan sangat bisa diterapkan. Berulang2 gue dan Afit baca buku itu, sampe akhirnya tampilannya udh kucel, penuh marker dan lipatan halaman. Hihihi….

Gak sabar lah nunggu Creative Junkies Updated Version! Sukses untuk bukunya mas Yoris 🙂

20120807-113858.jpg

Cerita Ibu Martha

Minggu lalu gue dan Afit dapet kesempatan langka yang bikin kita deg2an banget : diundang ke rumahnya Ibu Martha Tilaar !

Wih..pas tau diundang kita seneng banget. Biasanya kan cuma bisa liat beliau di TV, ini sekarang punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan beliau di kediamannya. Bukan apa2 sih, cuma Bu Martha ini gue bilang salah satu sosok perempuan Indonesia yang luar biasa hebat!

Sebagai seorang entrepreneur beliau menginspirasi banyak orang. Makanya gue beruntung banget diundang jd pembicara di YCPA 2012 sama mas Yoris Sebastian, yang akhirnya berujung ke undangan ketemu Bu Martha.

Tiba di rumahnya, kita langsung ngobrol singkat dengan beliau. Banyak banget inspirasi yang gue dapet dari beliau malam ini.

Bu Martha cerita soal awal mula dia memulai bisnisnya. Dari sebuah garasi berukuran 4×6 m , gak ada modal. Tapi beliau punya visi yang luar biasa : ingin mempercantik perempuan Indonesia dengan berdasar pada local wisdom. Kekayaan alam dan tradisi Indonesia dijadikan modal utamanya.

Tantangannya ya jelaslah sangat berat. Seperti pengusaha pada umumnya, memulai sebuah usaha bukan hal yang gampang. Apalagi untuk yang modalnya terbatas. Belum lagi cibiran orang. Bahkan saat seorang pengusaha sudah sukses pun, ada aja cibirannya. “Kok bisa laris sih usahanya? pake dukun ya? ah..padahal produknya biasa aja”

Ternyata Bu Martha pun gak lepas dari cibiran semacam itu…

“If you want to change the world, you can! But change yourself first!” itu adalah kata2 dari Ayah Bu Martha saat beliau baru akan memulai usahanya. Kalimat itu membakar semangat beliau untuk terus mengejar mimpinya.

Modal kecil? ada satu lagi kalimat yang diucapkan Bu Martha malam itu : “Dream BIG, start small, act fast” . Jadi jangan pernah takut memulai mewujudkan mimpi besar walaupun harus dimulai dengan hal yang kecil dulu,

Kerendahan hati beliau juga luar biasa loh. Padahal kan dia udah dapet award ini itu, diakui kepiawaian bisnisnya di dunia internasional. Tapi ya gak sombong tuh….

Dia sempet bilang gini juga : “Saya tuh kan gak pinter, makanya saya pilih usaha.. 1 saja tapi saya fokus mengerjakannya. gak kebanyakan mau”

oya, satu lagi juga yang bikin gue tersentuh banget malem itu adalah, saat dia menyinggung soal dukungan suaminya dalam menjalankan usaha. Suaminya memberikan dukungan dan kontribusi pemikiran yang luar biasa sehingga beliau bisa jd sehebat ini.

ah..pokoknya keren deh! Bu Martha usianya udah 75 th tapi passion nya dalam menjalankan usaha masih sangat terlihat. Harusnya kita yang muda2 ini bisa mencontoh kegigihan beliau.

salut!

20120706-140503.jpg