Setinggi Plafon

Minggu lalu gue mendapat kesempatan untuk jd moderator di acara Astra Start Up Challenge.Bertempat di Galeri Indonesia WOW, acara ini dipenuhi oleh banyak calon pengusaha muda. Eh ada yg udah punya usaha juga sih. Bertemu dengan teman-teman dari Astra, gue mendapat informasi bahwa mereka punya kegiatan yang namanya Satu Indonesia. Kegiatan ini mencari pengusaha-pengusaha muda yang gak hanya kreatif tapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitarnya. Gue seperti biasa seneng banget dengerin cerita seperti itu karena jd bikin tambah semangat juga. 

Talkshow hari itu menghadirkan 3 narasumber : 

Dea Valencia, founder Batik Kultur yang mengawali usahanya dgn menjual batik lawasan milik ibunya. Saat ini produk Batik Kultur milik Dea sudah berhasil menembus pasar internasional & hebatnya lagi dia mempekerjakan saudara2 kita yang difabel. 

Jayadi Setiabudi atau yang dikenal dgn JayaYea. Gue sih ingetnya dia penulis buku “The Power of Kepepet”. Mungkin banyak yang belum tahu, asal muasal Holycow! lahir itu salah satu ‘kompor’ nya adalah karena Afit baca buku ini. Mas Jaya juga mendirikan YukBisnis.com & Young Entrepreneurs Academy. Selama talkshow ada banyak insight yang gue ambil, gimana skrg ini sebaiknya bersaing dgn strategi mengadu business model. Ah pokoknya banyak deh…

Faishal Arifin. Pengusaha perhiasaan perak dr Malang ini cukup unik. Memulai usahanya dgn kliping dari majalah bekas, skrg sudah punya binaan yg cukup banyak. Jd beliau bisa dikategorikan sebagai sociopreneur, karena usahanya membawa dampak luar biasa utk org lain. Produknya pun sudah memasuki pasar internasional juga. Filosofi bisnisnya juga unik sih, dia bilang :

Jangan gantungkan cita2 setinggi langit, susah sampainya. Setinggi plafon aja, kan tinggal ambil tangga sampai deh plafon.

Gue menginterpretasikan filosofinya seperti ini : pasang target sesuai dgn kemampuan & gunakan apa yang kita punya skrg. Jangan terlalu banyak mengawang-awang. Ini juga yang Afit & gue lakukan dalam menjalankan usaha. Ringkes & implementatif. 

Seneng banget rasanya ketemu dgn 3 narasumber yang inspiratif ini. Iya, setiap gue ketemu dgn siapapun, pasti ada banyak ilmu dan semangat yang bisa tertularkan. Buat yg punya usaha atau mau memulai usaha, ayo banyak2 lah menjalin network…ketemu dgn banyak orang. Bukan hanya mencari tambahan inspirasi tapi siapa tahu bisa menjalin kolaborasi. 

Advertisements

#PestaPendidikan

Mungkin beberapa kali kalian liat hashtag #PestaPendidikan di account twitter gue atau kalian malah udah follow @Pekan2016 ?

Di postingan ini gue akan cerita sedikit tentang #PestaPendidikan . Harapannya kalianpun bisa ikut memberikan kontribusi juga.

Jadi awalnya gue kecemplung di sini adalah karena Ibu Najeela Shihab. Beliau mengumpulkan beberapa orang dan komunitas untuk sama-sama membuat #PestaPendidikan . Ini adalah sebuah gerakan partisipasi di bidang pendidikan yang diinisiasi oleh masyarakat sipil secara sukarela. Kita ingin sekali mengajak banyak orang dari beragam latar belakang profesi & industri. Intinya ingin merangkul semua pihak.

Ada beberapa komunitas penggagas Pesta Pendidikan ini : IniBudi, Kampus Guru Cikal, Keluarga Kita, Living Qur’an, PSPK dan Youth Manual.
Gak cuma komunitas yang gue sebutkan tadi,tapi banyak juga perorangan yang ikut mendukung acara ini. Orang-orang ini datang dari beragam profesi berbeda : atlet, fashion designer, jurnalis, musisi, pembuat film, pelari dan banyak lagi. Semua bisa memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuannya.

Tujuannya Pesta Pendidikan apa sih?
Ini adalah sebuah gerakan untuk membentuk komunitas pendidikan yang lebih besar & saling terkoneksi satu dengan yang lainnya. Gue kasih contoh deh ya…

Berikut gue kasih gambaran singkat tentang satu komunitas yang keren banget : Ini Budi

Inibudi adalah inisiatif pendidikan yang membuat dan membagikan materi digital berupa video belajar berkualitas untuk mempercepat peningkatan mutu dan akses pendidikan di Indonesia. Inibudi melibatkan partisipasi masyarakat melalui program #GuruBerbudi, #TemanBelajar, dan #DukungBelajar. Didirikan pada 2013, semua video Inibudi dirancang oleh guru dan orang-orang yang kompeten di bidangnya, yang disesuaikan dengan tujuan dan materi kurikulum nasional. Inibudi juga berkomitmen menumbuhkan potensi siswa secara utuh lewat beragam video profesi dan karier serta berbagai video pengetahuan umum dan pengembangan pribadi.

Semua materi video Inibudi dapat diakses melalui http://www.inibudi.org atau http://www.youtube.com/inibudiorg.

Kalau kamu yang sedang membaca blog ini, kebetulan berprofesi sebagai seorang guru di tempat terpencil di Indonesia…kan jadi terbantu untuk mengajar dengan adanya Ini Budi. Bisa juga misalnya ingin berbagi ilmu, komunitas ini bisa jadi sarana untuk menyebarkan ilmu kamu.

Td adalah contoh kecil aja. Pesta Pendidikan ini ingin menjadi wadah bagi seluruh pihak yang ingin memberikan konstribusi pada dunia pendidikan Indonesia. Komunitas atau perorangan yang tadinya merasa berjuang sendiri, dengan adanya Pesta Pendidikan ini jadi saling terkoneksi dan menjalin kolaborasi. Perjuangan membuat pendidikan di Indonesia jadi lebih baik akan terasa lebih mudah dan menyenangkan kalau kita melakukannya bersama-sama.

Eh sebenernya sih, kegiatan ini terbuka untuk siapa aja. bahkan jika kamu punya komunitas yang di luar dunia pendidikan pun bisa kok ikut berkontribusi. Caranya..kirim aja email ke info@pestapendidikan.com dan tim Pesta Pendidikan akan menghubungi kamu. Misalnya nih, Afit. Iya, yang punya Holycow! STEAKHOUSE By Chef Afit juga turut berkontribusi. Meskipun bidang usahanya tidak berkenaan langsung dengan dunia pendidikan, tapi tetap bisa ikutan. Akan bikin apa sih Chef Afit di Pesta Pendidikan 2016 ini? Tunggu aja ya….

Puncak Pesta Pendidikan akan diselenggrakan tanggal 29 Mei 2016 di FX Sudirman, Jakarta. Di sini kita bisa ketemu dengan beragam komunitas dan profesi yang telah bergerak untuk pendidikan Indonesia.


Image

Bingkisan Lebaran dari Crew Loobie

20130805-100402.jpg

Ini salah satu bingkisan Lebaran paling berkesan buat Afit & gue.
Crew Loobie patungan buat bikin bingkisan ini buat kita, sama sekali gak nyangka mereka bela2in untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk bikin bingkisan ini.

Kita terharu banget nerima ini. Semoga kebaikan mereka mendapat keberkahan yang melimpah. Amin 🙏

Another Meat-ing With Om Will

Pas kamis kemaren, Om Will ngajak kita kumpul2 lagi di Camp Senopati buat icip2 daging yang dia bawa dr Australia –> 45 days dry aged Angus Beef.

Ini dia foto2 keriaan dari hari daging kita

(Pic by : Danny Tumbelaka & Tiur Tobing)

Food brings people closer together ❤

20130510-192720.jpg

20130510-192737.jpg

20130510-193313.jpg

Museum Project

Berapa banyak sih dr kita yang sering pergi ke museum? Hmm.. Gue sih jarang. Kalo gak karena diharuskan pas jaman sekolah dulu atau karena nganterin anak..kayanya males deh. Padahal banyak juga museum di Jakarta yang blm pernah gue datengin.
Sebenernya penasaran juga sih liat koleksi2 apa aja yg ada, trus dalemnya museum itu kaya apa. Yaaa..ada sih foto2nya, tapi kan terbatas jd gak bisa liat secara detail.

Museum Project.

apaan tuh? *mata kedip sebelah ala jaja miharja*
Gue udah denger dr taun lalu tp blm ngeh bener maksudnya apa. Sampe akhirnya ketemu langsung sama Riefa Istamar, inisiator nya.
Sebenernya gue kenal Riefa udah lumayan lama, cuma gak nyangka aja ternyata dia berhati mulia sekali mau bikin proyek ini. Ihiy…

Ya gimana gak mulia? Berapa banyak sih org yg peduli sama Museum? Jarang toh? Trus si Riefa ini punya keinginan untuk bikin org bisa ‘berkunjung’ ke Museum2 di Indonesia lewat foto 360° . Dia pengen orang2 tau bahwa museum2 di Indonesia itu keren2 dan koleksinya luar biasa. Paling enggak..ini awal utk bikin orang ‘jatuh cinta’ sama museum. setelah liat versi 360°nya, semoga orang2 jd makin tertarik utk langsung dateng ke museumnya.

Nah, ini bagian mulianya… Dia ngerjain proyek ini SENDIRIAN dan lebih edannya lagi pro bono alias tintus adin dewesnya mak! Gak dibayar siapa2 dan gak disponsorin siapa2.

Tantangan jalanin proyek ini? Ya udah jelas banyak. Buat cari PIC org yg kasih ijin motret di museum aja susah banget. Plus Riefa sendiri mesti kerja toh? Jd waktunya juga kepotong2.

Gue minta ijin ke Riefa utk nyebarin soal Museum Project ini di twitter. Kali aja kan, di antara org2 yg baca tweet gue ada yg punya minat yg sama dan punya keahlian fotografi atau kemampuan lain utk bisa jalanin proyek ini. Eh bener aja! Pitra, Rahne, Shafiq, Milly,Agnes,Ayu,Farid adalah beberapa orang yg tertarik utk membantu jalanin Museum Project ini. Rencananya mereka akan ketemuan segera utk nentuin langkah apa yg akan dilakukan selanjutnya.

Oya, kalo pengen gabung silakan loh. Colek langsung aja Riefa di twitter : @riefa27

Dan kalo pengen tau lbh detail tentang Museum Project ink bisa klik link ini :

Museum Project

Di situ udh ada 2 museum yang dibikin versi 360° : Museum BI & Museum Asia Afrika.

Relawan AkBer

Hampir sebulan lalu gue ngajar di AkBer, tepatnya di Moestopo. Sempet gue posting juga di blog ini kok tentang materinya. Yg mau gue share di tulisan kali ini adalah soal kekaguman gue yg blm habis utk para relawan AkBer.

Waktu terakhir gue ngajar itu, sempet diliput sama DetikTV dan Media Indonesia. Selesai ngajar, 2 media itu melakukan wawancara singkat dgn gue.

2 media berbeda, tapi pertanyaannya serupa…dan bukan kali ini aja ada yg tanya ke gue : “kok mau ngajar gak dibayar?”
Seperti yg sudah-sudah, gue menjawab dengan jawaban yg serupa : ada kepuasan tersendiri saat kita bisa berbagi ilmu dgn org lain, dan itu tidak bisa dinilai dgn jumlah uang berapapun. Tagline Akber Berbagi Bikin Happy memang benar adanya.

Tapi ada satu hal yg gue tegaskan betul kepada 2 media yg mengulik soal AkBer malam itu. Terus terang gue merasa tidak layak untuk merasa hebat krn mau ngajar tanpa dibayar. Malam itu gue bilang :

“Justru yg lebih layak diberikan apresiasi dan yg dianggap hebat itu adalah para relawan AkBer”

Jujur, gue sih malu..kalo diundang ngajar AkBer trus males2an. Lah..masa cuma dtg sesekali aja males? Gue malu sama relawan2 Akber yg konsisten ngurus Akber. Mulai dr menghubungi guru, cari tempat, maintain account twitter, upload materi kelas ke website..dan banyak lagi!

Kenapa gue sampe segitu kagumnya? Lawong meraka juga punya kerja sehari2 kok, tapi kok ya mau ngurusin Akber yg notabene gak ada duitnya. Itu baru relawan Akber yg di Jakarta.
Pas ketemu dgn relawan2 Akber dr berbagai kota di Indonesia di LLD taun lalu di Bogor..itu lbh kagum lagi. Ada kok 1 kota yg pengurusnya cuma beberapa gelintir orang.

Jadi iya..sangat tidak pantas rasanya kalo gue merasa hebat hanya krn mau dtg ngajar dan tidak dibayar. Dibanding dgn relawan2 Akber, merekalah pahlawan sesungguhnya.

Konsisten terus yaaa 👍

#ACMI Aku Cinta Masakan Indonesia

Beberapa hari yang lalu, Afit dan gue mendapat kesempatan untuk ketemu dengan orang2 yang luar biasa. Kita diundang sama Oom William Wongso untuk icip2 masakan Indonesia.

Selama kita kenal dgn Oom William ,beliau memang banyak sekali cerita tentang beragam macam makanan di dunia. Tapi satu yang gak pernah lepas diomongin adalah kecintaannya terhadap masakan Indonesia. Dia selalu bilang betapa kita ini, yang muda2 banyak yg kurang menggali kekayaan dr masakan Indonesia.

Ternyata undangan malam itu temanya ya buat mengenalkan ke kita2 tentang beragam masakan Indonesia. Segala macam hidangan tersaji di meja dengan begitu menggoda. Mulai dari Jambal, Gule Kepala Ikan, Anyang, Bandeng Kluwek Bungkus Daun Mengkudu, Gadon Daging, Garang Asem, Klaapertaart, Udang Masak Daun Kari dan banyak lagi!

Satu-satu kita icip, dan rasanya memang luar biasa. Khas masakan Indonesia yang kaya akan rempah, berani bumbu. Terus terang ada banyak masakan Indonesia yang ternyata gue gak tau. Mungkin ada yg pernah makan, tapi gak tau namanya. Mungkin ada yg pernah dengar namanya tapi gak pernah icip.

Malam itu hadir juga Pak Bondan. Berdua dengan Oom William mereka cerita tentang betapa kayanya rahasia Masakan Indonesia. Mereka berdua juga sempat bilang, generasi muda Indonesia harus kenal masakan Indonesia, setelah kenal mereka bisa mencintai, setelah mencintai akhirnya bisa mempromosikan dan akhirnya menaikkan pamor.

Pak Bondan “rendang itu bisa diangkat sama CNN, krn kita beruntung. ‘Bejo’ padahal kita gak ngapa2in. sudah saatnya kita melakukan sesuatu”

Om William “Menaikkan pamor? Masakan Indonesia itu blm sampe ke pamor, dikenal saja belum kok. justru itu harus dimulai dr kenal lbh dekat dulu”

intinya malam itu, sejumlah orang2 yang peduli dengan Masakan Indonesia ingin mengajak kita semua untuk kenal lebih dekat lagi dengan masakan Indonesia. Gerakan #ACMI Aku Cinta Masakan Indonesia ingin mengajak kita semua untuk lebih peka. Masakan Indonesia itu bukan hanya sekedar hidangan untuk mengisi perut, tapi kita diajak untuk mengenali prosesnya, apa cerita di balik kreasi hidangan itu. Karena tiap masakan yang istimewa tentunya ada cerita menarik di balik hidangan itu.

klise memang. tapi benar adanya. kalo bukan kita yg cinta Masakan Indonesia, terus siapa lagi? apa kita mau mengulangi pola yg sama terus menerus? Setalah diklaim negara lain trus kita baru marah2? padahal skrg masih ada kesempatan untuk menunjukkan kecintaan kita dan menjaga warisan masakan Indonesia.

Sama2 yuk, tiap menikmati masakan Indonesia kita biasakan untuk gak cuma sekedar makan. Tapi coba gali lbh dalam lagi.

20120920-060548.jpg

20120920-060614.jpg