Honesty is The Best Policy

Honesty is (always) the best policy

 

Mungkin udah banyak (banget) yang tau, mungkin juga belum. Iya, itu loh soal kejadian tiramisu di Holycow! 2 hari lalu.

Kemarin seharian gue memantau gimana reaksi dunia social media akan hal ini. You guessed it, it went very very viral. Gak cuma di socmed, bahkan di media pun semua juga menuliskan berita ini. Ada yang akurat & berimbang, tapi yang menuliskan berita tanpa cari konfirmasi lebih dulu juga gak sedikit. Salah satu yang menurut gue beritanya berimbang adalah detik.com , karena menuliskan juga bagaimana dari sisi konsumen yang terdampak.

Jadi gimana sih cerita sebenarnya? Bener kejadiannya?

I’ll save you the trouble to google guys…I’ll give you the truth…

Tanggal 19 Mei 2016 malam, Afit dikirimkan screen capture posting path dari konsumen tersebut. Kita langsung cari konfirmasi sekaligus nomer telpon konsumennya. Setelah dapat, Afit sendiri yang langsung telpon beliau untuk mendengar langsung ceritanya dan minta maaf & menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya. Sesudah itu, Afit dan gue berdiskusi tentang langkah apa yang akan kita ambil menghadapi ini. Hasilnya : Kita akan bersikap jujur ke publik & langsung mengakhiri kontrak dengan MISU malam itu juga. Karena tiramisu itu memang tidak dibuat oleh Holycow! jadi semua proses produksi terjadi di dapur MISU. Kurang lebih 1 jam setelah kejadian, pihak Holycow! langsung merilis pernyataan.

Besok paginya, lanjut sampai sore…beritanya semakin meluas. Tidak hanya di Path, twitter tapi juga sudah merambah media online. Benar-benar tidak terbendung. Musibah ini tentu jadi bahan perbincangan yang menarik utk semua orang & jadi peluru untuk pihak tertentu. Gue akui..sangat amat gak mudah untuk tetap tenang membaca semua berita dan tanggapan orang-orang. Malu, mau nangis, marah, kesel…semuanya datang bersamaan. Tapi harus tetap tenang. Menarik memang mengamati apa isi kepala orang tentang kasus ini. Ada yang nyukurin, ngetawain, yang mendukung, memaklumi..sampai ada yang punya teori tentang bagaimana seharusnya kita menangani krisis ini. Ada yang bilang : urusan sama vendor sih internal aja, konsumen gak perlu tau. Hmmm…

Sejak kita membangun usaha ini 6 tahun yang lalu, kejujuran selalu menjadi dasarnya. Awalnya kita cuma punya modal kecil, ya kita bikinnya warung. Bukan dibikin mewah supaya terlihat wah pdhal modalnya ngepas.

Ketika kita harus pecah kongsi pun, kita memilih untuk mengatakan yang sebenarnya ke konsumen. Bahwa terjadi pemisahan & konsumen akan dihadapkan dengan 2 nama brand yang mirip (tapi gak sama lho…heheh..TETEUP!). Kita memilih untuk menginformasikan konsumen sejelas mungkin dengan jujur dan sesuai fakta, tidak ada yang dikurangi atau dimodifikasi.

Demikian pula ketika kasus tiramisu ini merebak. Rasa malu tentu menggoda kita untuk memilih jalan lain selain mengatakan yang sebenarnya. Di-spin ceritanya, atau cari loop hole? Tapi setelah kita pikirkan lagi, kenapa gak jujur aja sik? Kita harus bilang apa yang sebenarnya ke publik, termasuk langkah kita ke MISU pun sebaiknya juga dijelaskan ke publik. Meski menurut sebagian langkah ini dibilang naif, gak seharusnya konsumen tau atau bahkan lebay… tapi menurut kita justru KONSUMEN HARUS TAU!

Denying it won’t make it go away. Tell the truth no matter how hard it is.

Karena kadang kebenaran itu memang bukan sesuatu yang manis, kadang jalannya berat untuk dilewati. Tapi dari yang sudah kita alami, seberat dan sepahit apapun itu, kejujuran selalu membuat hati kita ringan.. jadi seberat apapun pasti kita mampu menjalaninya.

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang telah memberikan dukungan. Terima kasih juga untuk yang sudah obyektif dan kritis terhadap berbagai berita yang muncul. Untuk yang bernada negatif pun kita juga mengucapkan terima kasih, karena apapun  yang dikatakan bisa menjadi cermin untuk kami mengoreksi diri. Seberat apapun musibah yang dialami, gue percaya pasti akan lebih banyak berkah yang bisa kita syukuri.

Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk mbak Lala, konsumen yang telah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan ini. Beliau sangat koperatif sehingga memudahkan kita menangani masalah ini.  Terima kasih atas kebesaran hati membuka pintu maaf utk Holycow! 

Kejujuran tidak selalu mudah jalannya, tapi pasti akan berbuah manis.


*pic courtesy mbak Lala*  

Advertisements

31 thoughts on “Honesty is The Best Policy

  1. Menurut saya langkah Ibu Lucy dan Pak Afit sungguh tepat dan tidak lebay. Mengedepankan kejujuran (baca: keterbukaan kepada konsumen yg memang dalam bisnis kuliner adalah Maha Raja). Dampak baiknya akan terasa, cepat atau lambat: konsumen tidak akan takut kembali ke restoran Anda.

    Semoga restoran Anda tetap mengedepankan layanan terbaik. Dengan begitu restoran Anda akan menjadi bisnis yg berkah untuk keluarga besar Holycow by Chef Afit.

  2. Saya sangat setuju dengan langkah yg diambil Holycow dgn mengatakan kebenaran. Kemarin pas saya baca beritanya, saya kaget juga dan berharap semoga itu bukan cara2 kotor yg diginakan pesaing untuk menjatuhkan nama Holycow!. Semoga Holycow tetap jaya ya mbak Lucy! Semangat!

    • Messa, terima kasih banyak dukungannya. Apapun itu kita tetap memilih untuk jujur dan bertanggung jawab. Kita kan cari nafkah utk anak2, pengennya dgn cara yg baik supaya berkah 🙏🏼

  3. Semiga jadi pelajaran buat restoran lain untuk juga utamakan hak konsumen dan menjaga kualitas produk. Sayangnya di palembang hollycow nya bukan chef afit.

    • Iya Deddy, mohon doanya semoga kita bisa segera hadir di sana ya. Supaya Carnivores di sana bisa merasakan resep aslinya Holycow! By Chef Afit 👍🏼

  4. Andry Adit says:

    Saya sempat terkejut juga kemarin dgn berita2 soal cicak dlm tiramisu @Holycow, tapi saya tidak mau cepat terpancing secara negatif. Saya juga bbrp kali pernah makan di Holycow & kesan saya setiap kesana selalu positif. Dari awal saya yakin persoalan ini adalah murni sebuah kesalahan yg juga bisa terjadi, atau mungkin sudah sering terjadi di restoran manapun, jadi sebetulnya tidak perlu juga dibesar2kan oleh media. Saya juga sempat kesal dgn adanya komentar2 negatif, bahkan berlebihan yg muncul dari bbrp orang. Untungnya pihak Holycow & Mbak Lucy Wiryono mampu merespon & mengatasi hal ini dgn bijak & fair, sehingga tidak perlu ada lagi persoalan yg berkepanjangan. Yang penting semua pihak yg terkait bisa mengambil pelajaran & kedepannya tidak terjadi lagi hal2 spt ini. Maju terus Holycow! Semoga steak-nya makin yahud 😉

  5. Rina says:

    Ada isu bahwa Misu sebenarnya juga merupakan salah satu bagian dari Holycow (satu group)? Apakah isu tsb benar?

    • bukan isu. Memang MISU itu pemiliknya masih keluarga kami. Mbak bisa cek di postingan blog saya. Tapi walau demikian, kami tidak membuat pengecualian. Kami tetap bertindak tegas untuk memutus kontrak kerjasamanya.

  6. Ms. Julls says:

    Aku kenal mbak lucy wiryono cuma dr acara GP di televisi. Tahu holycow jg krn lihat iklan di tv yg dibintangi mbak lucy lg promosiin iklan itu di dpn warungnya named “holycow”. Tapi berita ini, mengenai “tiramisu blend cicak” aku malahan baru tahu ini wkwkwk.. Maklum aku typical emak-emak “kudet” alias kurang update. At the point aku sih dpt bnyk pelajaran dr kasus mbak lucy. At the same time aku cuma mau support semakin tinggi pohon akan semakin kencang angin menerpa. So semoga kedepannya holycow makin berbenah diri dgn adanya “ujian” ini and membuat holycow semakin ketjce. Aamiin.

  7. Meli says:

    Great job mba…. honest will always win 🙂
    Bener banget kmrn sempet beredar berita yg dilebih2kan dan komentar2 netizen yg provokatif, tetapi bersyukurnya banyak yg tidak terprovokasi oleh komentar2 yang kurang bertanggung jawab itu dan banyak yang berpikiran objectif.

    Ditambah tulisan mba ini.. well really appreciated mba 🙂
    Sukses terus ya holycow kesayangan 🙂

    • Betul Meli, musibah seperti ini memang jd sasaran empuk utk pihak yg mungkin sejak awal tidak suka. Saat ini sangat disayangkan banyak yg berkomentar tanpa dipikirkan apa efeknya. Di belakang kami ada ratusan karyawan beserta keluarganya yang mencari nafkah, nah..yg komentar gak sadar bahwa provokasi semacam itu bisa mengancam kelangsungan pekerjaan ratusan orang tersebut. Tapi aku percaya tindakan yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula..kita gak bisa mengatur orang lain, jd menata diri sendiri saja 🙏🏼

      Terima kasih supportnya ❤️

  8. NinaFajriah says:

    Mbak Lucy dan Mas Afit.. keep strong, cobaan orang berbisnis itu memang macem-macem, Soale kakekku juga pernah satu toko abis kebakaran tapi setelah itu, kalau kita sabar Insya Allah berkahnya lebih besar. Yg pasti holycow! By chef afit masih ditunggu di Palembang 😄

    • Nina, Terima kasih dukungannya. Benar, yg namanya hidup kan pasti selalu ada ujiannya. Kita harus selalu siap & sabar menghadapinya. Salam utk keluarga ya. InsyaAllah kita bisa segera hadir di Palembang

  9. Turut bersedih atas permasalahan yang dialami. Sebagai pelanggan yang terkesima dengan murahnya steak wagyu Holycow, saya percaya kok walaupun murah tapi restoran ini tidak akan selalai itu.

    Ngomong-ngomong, sudah gak ada lagi tweet gratis MISU dong. :p #mureee

  10. Sebenernya cukup shock karena sebagai pecinta Holycow, aku juga sering ngemil MISU. Terlepas apapun yang terjadi dengan MISU dengan Holycow, jujur sh*t happens sometimes, dan apa yg terjadi di Holycow ini cukup krusial, tapi cara Holycow ngehandle dan tackle masalah ini sangat fair dan patut diapresiasi setinggi-tingginya (mengingat nama Holycow bukan nama yang kecil)

    Sebenernya sehubungan dengan adanya kejadian itu pun, aku tetep bakal makan di Holycow karena I know this is an unexpected error, tapi dengan adanya inisiatif yang sangat baik dalam memberi penanggulangan dalam cara yang positif dan berdasar kejujuran, aku makin percaya sama Holycow. Semoga Holycow bisa makin sukses dengan mengedepankan kejujuran dalam setiap prosesnya! 🙂

  11. Andre.W says:

    Salut dg prinsip keterbukaan Lucy and Afit dalam bsinisnya…..semoga Holycow ! by Chef Afit,semakin maju di kemudian hari….Salam Carnivores

  12. benny says:

    Semoga engga jadi down dengan kejadian kemarin dan pihak holycow sudah mengambil jalan yg tepat menurut saya. Walaupun saya belum pernah coba makan di holycow tapi jujur sejak awal saya pesimis kalau holycow bisa melakukan kesalahan seperti ini, pikiran awal lngsung terbersit mungkin ini karena persaingan tidak sehat.

    Semoga makin sukses ke depannya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s