Riuh Rio

Beberapa waktu lalu, di account Path saya lalu lalang tulisan tentang Rio Haryanto si bocah malang. Malang karena dia kepentok masalah biaya utk bisa berlaga di F1. 

Kemudian, minggu lalu sebuah press conference digelar Pertamina yang mengumumkan bahwa Rio Haryanto akhirnya bisa melaju ke F1 bergabung dgn tim Manor. 

Di account Path saya, semua yang pernah post tentang Rio si bocah malang..menyambut berita tersebut dgn suka cita. Bangga. Sentimen positif lah. 

Di sisi lain, twitter riuh gara-gara Rio. Gara-garanya konon katanya Rio dibantu APBN. Padahal pemerintah sendiri masih cari jalan bantu pendanaan Rio (info ini gue kutip dr MSportsNet ) . Iya memang drama pendanaan ini belum selesai. Tapi tulisan gue bukan soal teknis dan detail pendanaan, lebih ke bagaimana reaksi negatif ke Rio. 

Tidak sedikit yang sewot ketika nama Rio dikaitkan dengan APBN. Komentar berupa : gak rela uang pajaknya dipake utk pendanaan Rio, ngapain sih punya hobi mahal macam F1, mending uangnya utk bangun sekolah, mending bantu atlit lain yang membutuhkan.. 

Gak ada yang salah dengan semua komentar bernada keberatan itu. Beberapa ada benarnya. Tapi yang bikin gue gak habis pikir, yang sinis itu kok memperlakukan Rio macam dia adalah koruptor besar yang layak mendapat perlakuan seperti itu? 

Mau dikaitkan dgn masalah olahraga lain? Kemana komentar pedas itu saat kasus Hambalang merebak? Bahkan gak tuntas sampai sekarang kasusnya? Rela uang pajaknya melayang buat Hambalang? Mau mengawasi Rio (yang mungkin) dapat bantuan pemerintah? Kenapa soal Hambalang gak diawasi? Itu baru Hambalang lho… masih banyak yg lain.

Sepanjang pengetahuan gue, Rio memang berprestasi. Bukan karbit. Untuk bisa masuk ke F1 juga bukan merupakan jalan yang mudak untuk dia. Gue sih bangga dia bisa mewakili Indonesia di motorsport bergengsi itu. 

Yaaaah.. Manor kan tim kecil. Bangkrut. Paling gak akan juara.

Target Rio setau gue juga gak muluk. Incarannya bisa ada di papan tengah konstruktor kalo gak salah, tapi tentu akan berusaha bisa lebih dr itu. Yah tapi komentar seperti di atas memang membuktikan bahwa banyak di antara kita yang tidak percaya pada PROSES

Bikin usaha aja gak ada jaminan akan sukses, sama halnya dgn dunia olahraga. Dalam dunia olahraga, seorang atlit berlatih keras terus menerus untuk menghadapi kejuaraan. Gue yakin dalam pikirannya si atlit berusaha untuk memacu dirinya semaksimal mungkin. Bukan dengan berpikir : ah ngapain latihan, paling gak menang. 

Bukan sekali dua kali kita dengar keluhan minimnya prestasi olahraga kita di kancah internasional. Iya, kadang pemerintah juga yang disalahkan. Tidak mendukung katanya. Saat kali ini didukung, sebagian orang malah habis-habisan mengkritik. 

Gue juga bayar pajak. Kalaupun uang pajak gue dipakai untuk membantu Rio, gue rela. Rela karena jelas mengalir kemana uangnya. Daripada mengalir sana sini gak jelas buat apa? 

Tapi kan ya, tiap orang berhak atas reaksinya masing-masing. Kalo buat gue ini  pelajaran buat gue untuk belajar bisa ikut bangga atas prestasi orang lain. Mendukung orang yang mau maju dan menghargai prosesnya. Membiasakan diri mencari sisi positif dari tiap hal & tidak konstan memaki. 

Selamat berjuang Rio! 

Advertisements

4 thoughts on “Riuh Rio

  1. Iyaaa, kak Lucy, teman saya juga ada yang sensi karena masalah dananya Rio itu :/ Dan benar kata kak Lucy, mending dipake buat Rio daripada dananya dipake buat hal gak jelas 🙂 Alhamdulillah Rio sudah bisa gabung ke F1, setelah sekian lama..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s