Agama

Di koran, media online, TV, twitter, Facebook, path, hamper semuanya ngomongin soal PilPres.

Heits!

Jangan suudzon dulu. Gue nulis postingan ini bukan untuk mendukung salah satu calon. Ada satu hal yang bikin gue terusik sih…soal agama.

Kalian pasti sadar kan, isu agama dijadiin salah satu amunisi untuk kampanye. Baik untuk menjatuhkan pihak lawan, atau untuk melegitimasi. Segala rupa fitnah berbungkuskan agama juga hadir di sana sini. Salah satu isu yang santer adalah, salah satu kandidat diisukan bukan beragama Islam, dipertanyakan lah Islamnya. Bahkan gue pernah kok dapet mention di twitter yg bunyinya mencerca tata cara berwudhu bahkan cara sholat seorang capres. Kemudian kandidat lainnya dipertanyakan karena kok tidak pernah terlihat dia jadi Imam Sholat?

Tauk deh, tapi kok gue pribadi merasa risih dengan isu ini. Gue menahan diri banget untuk gak mau ikut keseret komentar soal ini. Masalahnya ini agama. Yang menurut pandangan gue, adalah hal yang amat sangat pribadi sifatnya. Siapa kita sampai bisa menghakimi keimanan seseorang? Apa kita tau gimana isi hati seseorang yang sebenarnya saat dia berkomunikasi dengan Tuhan? Tata cara ritual yg salah di mata kita, bukan serta merta pasti salah di mata Tuhan. Sebagai seorang Muslim, gue selalu diingatkan : yang penting itu nawaitu . Niat. Gue percaya banget itu adalah landasan segalanya. Apa artinya kesempurnaan gerak gerik tanpa landasan niat yang baik?
Orang yang terlihat melakukan ritual, belum tentu spiritual. Yang beneran spiritual belum tentu bisa rajin melakukan ritual.

Betapa mengerikannya, jika kita menghakimi atau mempertanyakan keimanan seseorang…eh ternyata sebenarnya kadar keimanan orang itu jauh lebih baik dari kita. Apa gak fitnah namanya? Dosanya, jadi kita yang nanggung.

Sebagai seorang mualaf yang masih terus belajar soal Islam, dan pernah dicap sebagai Islam KW…gue emang gak tau banyak sih. Baru dikit banget ilmunya lah. Cupu. Tapi gue bener2 bisa mengerti apa yang orang bilang bahwa agama itu sangat pribadi sifatnya. Karena gue ngerasain sendiri, ketika gue sholat pertama kalinya…kemudian sujud. Getaran qolbu itu hanya bisa dirasakan oleh gue sendiri. Betul, gue bisa ceritain. Tapi gak akan ada kata yang tepat untuk bisa gambarin betapa luar biasanya momen itu.

Saat itulah yang membuat gue berpikir 2 kali sebelum ikut2an menghakimi keyakinan seseorang. Plus kata2 Alm. Papa yang selalu nempel di kepala :

Kalau kamu jalanin agama kamu dengan sungguh-sungguh, gak akan ada waktu untuk menghakimi agama orang lain.

Advertisements

3 thoughts on “Agama

  1. Aiihhh, bener banget itu kalimatnya alm papa. Dan satu lagi: kalo kamu jalanin hidup kamu dengan sungguh2, nggak akan ada waktu utk ngerecokin hidup orang lain! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s