Building Customer Loyalty

Satu2nya pengetahuan gue soal Marketing, gue dapet pas kuliah dulu. Kebetulan emang kuliahnya manajemen pemasaran, tapi masih relevan gak sama keadaan skrg? Hmm.. Gak tau juga.
Jadi emang scr teori gue gak punya pengetahuan banyak tentang marketing. Lawong kerjaan gue juga MC & presenter TV. Bukan kerja di ahensi mendunia apalagi ahli marketing. Jauuuuh…..gue cuma ibu rumah tangga.

Minggu lalu pas abis sharing sama Unilever & Mindshare, Kita jd bandingin marketing strategy yg diterapkan mereka & kita yg bisnisnya level UKM. Beda? Banget!
Dr segi budget, udh jelas mereka lbh unggul. Ide2 marketing tentunya lbh rapi dan eksekusinya lbh kompleks ya..kan org2 ahensi ini memang punya kompetensi yg yahud. Udah gitu ada banyak kepala yang bisa menyumbangkan ide.

Lah warung akik? Kita gak usah liat gimmick2 yg sebelum pecah kongsi ya..lagian bosen ah ngomongin masa lalu terus. Masa minum wiskinya taun lalu, maboknya baru sekarang? Eaaaa…  *DUAAAR*

Eniwei..sekarang praktis yg mikirin ide2 marketing ya cuma Afit & gue. Cuma kita berdua. Ribet? Mayan…tp masih bisa ter-manage dgn baik. Justru skrg kita seneng banget! Ide2 jd lbh deras mengalir.. Tsaaaah… Kita jd lebih bebas bikin macem2. Dan gimmick2 kali ini jauh lbh menggambarkan kepribadian kita berdua.
Tapi.. Dgn keterbatasan tenaga dan waktu, kita juga mesti punya STRATEHI ! ya gampang aja sik…semua gimmick kita bikin dengan sesederhana mungkin supaya eksekusinya gampang dan (InsyaAllah) bisa flawless. Ya kalopun mingslek cuma dikit lah.

Oh ada keterbatasan lainnya ding. DEWES alias DUTAKOL alias DUWIT. Sebetulnya sih lbh ke terbiasa gak pake duit (banyak) utk melakukan kegiatan marketing. Kaya Jokowi aja, minimum budget, maximum impact. Nah pikir deh gimana caranya.

Pas kita ngobrol sama temen2 dr Unilever & Mindshare, jelas keliatan bedanya. Mereka perusahaan besar yang kalo ngomong soal budget marketing tentunya WAGEBANG dong? Asik? Tadinya sih gue mikir juga gitu, tapi ternyata dr sudut pandang perusahaan besar gak selalu loh. Punya budget besar kadang juga bisa jd “menjebak” . Makanya mereka juga tdk ingin terjebak dgn kreativitas pemasaran yg gitu2 aja.

Coba kita pikir, seberapa sering kita liat marketing campaign yang sifatnya bagi2 hadiah? Banyak kan? Banget!
Mulai dr rumah, henpon, mobil, duit tunai, emas batangan, gadget…
Trus gue mulai mikir lg.. Apa yg dikejar pemilik usaha dgn bagi2 hadiah itu?
Nambahin konsumen? Ngebuzz in brand? Naikin sales? Naikin imej? Atau bikin konsumen loyal?
Utk yg budget marketingnya spektakulah tentu gak ada masalah dr segi biaya..tapi outputnya? Jangan2 keasikan bagi2 hadiah terus bangga krn ngebuzz etapi ternyata cuma rame sama para quiz chaser, sementara pelanggan setianya mungkin malah gak menikmati keriaan itu.

Padahal..gue yakin semua brand tentunya pengen spy konsumennya setia. building customer loyalty ini yg jd tujuan utama toh? Yalaaah kalo konsumen setia sama produk lo ya usaha lo akan jalan terus kan?

Memang di sini tantangannya : how to make customers loyal to your brand, not your freebies. Because those who only aftering your freebies are not your loyal customer

Contoh sederhana, pas PEMILGO. Kita gak ngasih hadiah yg spektakulah buat Carnivores yg vote. Itupun gak semuanya dapet hadiah , terbatas. Tujuan kita apa? Bikin Carnivores merasa terlibat dlm proses pemilihan logo, bukan ngejar hadiahnya..tapi scr sukarela mau partisipasi. Ini salah satu testimony yg dibikin sama Comma :

Denger kan testimoni yang terakhir ?

“gue ngerasa jadi bagian dari Holycow!”

IISSSSH! ini reward yang luar biasa banget! Karena pesan yang mau kita sampaikan tereksekusi dengan baik. pesennya sampe cuy… Alhamdulillah.

So yes.. When it comes to cutomer’s loyalty towards the brand itself..it can not be bought. Giving away freebies and prizes may create the buzz, but it doesn’t guarantee customer’s loyalty. You can not pay someone to say nice things about your product, even though one might do it..it wouldn’t last. keep in mind that good product advertises itself.

Etapiiii…ini semua murni dari pemikiran kita loh ya…yang gak jago di bidang marketing juga. semua cuma berdasarkan teori ingin bersenang-senang sama konsumen. sesederhana itu.

Advertisements

One thought on “Building Customer Loyalty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s