Masakan Rumahan

“What makes a home cooked food unbeatable? Because the recipe came from the heart. You cooked with love”

Gue yakin 100% semua orang pasti suka masakan rumahnya masing2. Terutama hasil masakan sang ibu.
Sesederhana nasi putih + telur ceplok + kecap manis, rasanya surgawi saat kita menyantapnya di rumah.

Almarhumah Mama bukan ibu rumah tangga yang jago masak. Jauh dari itu! Tapi Mama kalo masakin gue telor ceplok..enak banget! Yah..buat lidah gue sih. Minyaknya pas, ditambahin mentega dikit..pinggir2 telornya bisa dibuat renyah. Padahal ya telor aja loh! Hahahah….bumbunya cuma garem sama lada aja. Yg bikin istimewa apa? Ya krn itu bikinan ibu gue sendiri..klise..tapi pake bumbu cinta..itu bumbu yg gak dijual di manapun.

Beda lagi sama ibunya Afit. Mertua gue ini memang ibu rumah tangga sejati. Jago masak! Andalannya adalah rawon dan Sayur Asem Merah. Pokoknya gue sangat menikmati deh kalo udah berkunjung ke rumahnya, karena di meja makan selalu tersedia masakan2 Indonesia yang bikin gue susah buat berhenti makan. B A H A Y A!

Suatu hari, Afit dan gue pernah ngobrol2 sama Om William Wongso soal masakan rumahan. Masakan Indonesia. Asal muasalnya karena kita penasaran sama gerakan ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia) yang digagas sama para pecinta masakan Indonesia : Pak Bondan,Mbak Santhi Serad, Om William dan masih banyak lagi.

Kenapa sih kok segitu ngototnya ย dan menganggap penting masakan Indonesia?

Om William bilang, sekarang itu justru jamannya orang kembali ke ‘home cooking’ karena justru di situlah tersimpan kekayaan kuliner yang luar biasa. Sebagai contoh, om Will sempet cerita ada seorang Chef bule tinggal di Indonesia sih…tapi dia sengaja melakukan perjalanan keliling hampir ke seluruh pelosok Indonesia untuk apa?

Untuk belajar masakan Indonesia khas rumahan, langsung sama ibu2 rumah tangga!

Om William bilang, ibu2 rumah tangga dengan resep rumahannya itu justru merupakan sumber ilmu kuliner yang tidak ada duanya. Gak usah jauh2 inspirasi atau ilmu ke luar negri deh…di sini aja masih banyak yang bisa digali.

Satu lagi yang bikin gue kagum dengan pemikiran para penggagas2 ACMI ini adalah, ternyata bukan hanya sekedar ingin mengajak kita mengenal, mengapresiasi dan mempromosikan masakan Indonesia. Tapi lebih dari itu.

Om Wil memberikan hitungan sederhana, berapa banyak uang yang bisa dihasilkan jika ibu2 rumah tangga yang handal memasak ini diberdayakan. Makanannya bisa dijual, entah buka warung makan, bikin katering, bahkan siapa tau bisa dieskpor. Kebayang kan kekuatan ekonomi yang bisa dibangun dari hal sederhana spt masakan rumahan.

Ini bukan mimpi atau angan2 belaka. Afit dan gue sudah membuktikannya. Bahwa resep rumahan bisa menghasilkan uang! Ya..kan warung kita resep awalnya juga karena dr ‘main masak2an’ di rumah aja…tapi ternyata bisa dijadikan usaha kan? Dan itupun yang kita jadikan pakem sampai sekarang. Untuk pengembangan menu2 baru kita juga masih rajin main masak2an di rumah.

Kalo lo masak untuk keluarga di rumah, pasti lo pengen pake bahan makanan yang terbaik, kebersihan terjaga dan pasti lo akan masak dengan sepenuh hati. Itu loh keunggulan dr masakan rumahan, dan negri kita ini punya banyak sekali resep2 masakan Indonesia yang luar biasa yang belum diberdayakan dengan maksimal.

Kalau mau mulai berwirausaha di bidang kuliner, dan kebetulan lo punya resep rumahan andalan…jadikan itu sebagai aset lo! Gak usah ngiler liat usaha orang lain. Kalo misalnya bisnis soto ayam ayam lagi booming, ngapain lo ikut2an buka bisnis yg sama, padahal sebetulnya lo punya resep handal sop buntut…jangan ngekor hanya karena tergiur omzet..tapi beranilah inovatif dengan resep unggulan lo sendiri.

Moga2 yang kebetulan membaca postingan ini juga tergerak hatinya untuk ikut mencintai masakan Indonesia.Karena potensi masakan Indonesia ini luar biasa, dan kita mesti bisa menggali dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Oya, kalo pengen ikutan kumpul2 sama temen2 ACMI boleh loh, bisa ngobrol2 langsung sama pakar2 kuliner handal Indonesia juga. Follow aja @ACMI_Indonesia untuk tau kegiatan detailnya ๐Ÿ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Masakan Rumahan

  1. rosita alfi syahrin says:

    saya cinta masakan rumahan……dan siap sedia bisnis masakan rumahan……udah mulai walaupun masih tahap pemula hehehe

  2. terima kasih insight nya
    saya sendiri saat ini buka warung bebek, tapi mau dipermak sedikit supaya jadi gaya rumahan. jujur sih masih banyak problem sampai itu bisa jalan. tapi setidaknya, dengan baca ini saya kok yakin ngga salah langkah ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s