Disuapin…

Media lagi sibuk bahas soal pasangan baru Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru : Jokowi-Ahok. Warga Jakarta bahkan yang di luar Jakarta pun ikut asik melihat sepak terjang dua orang ini selama beberapa hari memimpin Jakarta.

Ya..gitu deh..2 orang ini memang adi harapan baru buat Jakarta yang selama ini terlihat stagnan. eh..malah sebetulnya di beberapa sisi malah tambah ruwet, karena memang masalah kota ini banyak banget, melibatkan banyak orang dan bisa dibilang udah salah urus sejak awal.

Suatu hari gue pernah liat sebuah ulasan di TV. Tipikal. Ulasan itu intinya adalah ‘menagih’ janji kampanye Jokowi-Ahok.  Ini adalah saat pembuktian, bisakah mereka merealisasikan janji2nya.

Terus gue kepikiran….

Ini bukan kali pertama sebuah media mengambil sudut pandang ini, dan bukan media aja yang berpandangan begini. Kitapun juga. Memang bener..seorang pemimpin harus menepati apa yang dijanjikan saat dia kampanye, karena biar bagaimanapun itu adalah sebuah amanah yang gak main2. Tapi ada satu yang lupa…..

Kadang kita lupa bahwa kita sebagai orang2 yang tinggal di Jakarta inipun juga harusnya memberikan konstribusi. Karena kita ini secara gak disadari ya jd bagian juga dari masalah Jakarta selama ini, makanya kitapun sebetulnya juga bisa jadi bagian dr solusi juga.

Gue adalah satu dari jutaan orang yang sering berhadapan dengan kekacrutan Jakarta, salah satunya macet, cuma…pas mau marah2 balik mikir lagi..ya gue juga kemana-mana naik mobil pribadi..ya secara gak langsung..gue pun berkontribusi dalam kemacetan Jakarta. Memang gak gampang berlih ke transportasi umum di Jakarta yang memang masih belum mumpuni dari segi kenyamanan dan keamanan juga ketepatan waktu. Akhirnya ya, bentuk kontribusi yang gue lakukan…sebisa mungkin gue gak pergi2 kalo gak bener2 perlu. Tiap keluar rumah semaksimal mungkin memang ada tujuannya, gak cuma sekedar buat ngopi2 atau luntang lantung di Mall. Ya itu gue loh ya…bentuk masing2 kontribusi orang kan beda2…pas kebetulan gue sendiri juga bukan tipe yang suka keluyuran kalo gak ada perlunya 🙂

Maksud gue, kebanyakan dari kita lupa bahwa kita ini sepertinya kebiasan untuk disuapin. Abis milih pemimpin, trus lg nagih janji…mengawasi..marah2..ngomel..protes dan hanya minta dilayani..tapi lupa untuk berkontribusi. Padahal gue yakin kita semua sadar betul bahwa Gubernur-Wakil Gubernur ini bukan tukang sulap, gak akan bisa mereka nyelesain masalah Jakarta berdua aja tanpa ada dukungan dr warganya. Apalagi warga yang kemarin emang emang bener2 mendukung mereka dr awal, nah sekarang saatnya buat meneruskan dukungan buat mereka bukan dalam bentuk nyoblos lagi, tapi dalam bentuk aksi nyata.

Harusnya memang jangan ada lagi mental “Ya kan mereka yang digaji, emang harusnya mereka yang melayani dong” —> kapan majunya kalo kita mikir gini terus?

Bukan berarti kita juga harus ikutan pusing mikirin program mereka, tapi minimal kalau ada kebijakan yang dikeluarkan kita cobalah buat ngikutin..jangan gonggong duluan tanpa sebelumnya berbuat sesuatu. Kalau ada yang gak beres toh kita tetap bisa protes kok.

Udah gak jamannya kita disuapin terus. Sekarang saatnya kita mengawasi sekaligus juga punya peran aktif kalau memang kita pengen ada perubahan. kan kalo kata orang bijak perubahan itu dimulai dari diri sendiri toh?

Bolehkah kita menagih janji kampanye? H A R U S !

Tapi sertakan juga kontribusi kita, jangan minta disupin atau dilayani terus. ini team effort kok..lawong sama2 tinggal dan cari nafkah di kota ini, ya ini tugas kita juga buat bikin kota ini jadi nyaman. nantinya kita juga yang akan menikmati.

Advertisements

One thought on “Disuapin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s