Parno Pencitraan

Kemarin, Pak Joko Widodo dan Pak Basuki Tjahaja Purnama resmi dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang baru.

Hari ini adalah hari pertama mereka kerja. Pak Jokowi sendiri sesuai dengan janjinya untuk turun langsung ke kampung2 untuk mendengar permasalahan yang dihadapi langsung oleh warga Jakarta. Di beberapa media online sudah memberitakan bahwa dalam melakukan tugasnya hari ini, Pak Jokowi gak mau pake voorijder. Jadilah si voorijder itu cuma mengawal dari belakang, karena menurut Kompas pun mereka bahkan gak tau si Pak Jokowi itu mau pergi ke mana.

Yang menarik sih sebetulnya bukan karena Jokowi-Ahok mulai menjalankan tugasnya. Tapi fenomena komentar orang soal apa yang sedang dilakukan pemimpin baru Jakarta ini. satu kata yang banyak keluar adalah : PENCITRAAN.

Seperti yang gue pernah tulis di twitter juga, kata2 pencitraan memang sudah menjadi sebuah konotasi yang negatif. Sebuah uangkapan untuk orang2 yang OMDO. Cuma jualan omongan atau berpose seakan2 melakukan sebuah tindakan tertentu padahal pada kenyataannya enggak.

Akhirnya banyak di antara kita yang dengan begitu mudahnya memberi cap pencitraan untuk orang lain. Biasanya sih, kita gampang sekali memberikan cap pencitraan kepada orang lain karena orang itu lagi disorot banyak orang, sedang menjadi pusat perhatian. Boleh potong kuping gue, saat kita dengan gampangnya memberikan label pencitraan ke orang lain, sebetulnya kita sedang tidak berpikiran obyektif. Kebanyakan sih gitu. Kebanyakan pemicunya adalah krn tanpa disadari kita sebetulnya iri sama orang yg sedang mendapat sorotan dan perhatian.

Gue pernah posting juga soal pencitraan ini. Dan gue yakin saat kita sedang tenang..rasional..kita bisa membedakan mana yang murni pencitraan..mana yang tercitrakan.

Pak Jokowi misalnya, dr jaman dia mulai terdengar namanya jd walikota Solo..bahkan sampai sekarang..bisa dibuktikan kok bahwa dia beneran kerja .Ya liat aja sih kesaksian orang2 Solo, betapa mereka merasakan betul apa yang dikerjakan sama beliau selama menjabat di sana. Nah, kalo udh ada orang2 yg bersaksi begitu..apa masih bisa dibilang pencitraan? Itu TERCITRAKAN! Beda loh itu…

Sebetulnya disadari atau tidak kita semua melakukan pencitraan kok, ini pernah gue tulis di postingan terdahulu. Jd baca di situ aja ya…

Jangan hanya karena lantaran kita iri atau kesel sama karya org lain trus jd gampang kasih cap pencitraan. Kalo orang itu beneran kerja dengan sepenuh hati gimana? Tuduhan lo jd fitnah dong..siap tanggung dosanya?

Merasa ada orang tertentu yang cuma pencitraan aja? Pusing2 amat.. Gak perlu keparnoan dgn dikit2 ngecap orang lain pencitraan.

Pencitraan palsu yang cuma sekedar berusaha menempelkan image tertentu akan kebongkar kok. Pasti gak akan konsisten. Ibaratnya, kaya lo pake topeng terus2an..lama2 pengap..dan lo pasti suatu saat akan gak tahan dan buka topeng itu.

Bedain mana pencitraan dan tercitrakan?
Deep down in your heart you know the difference..

Note this : cloudy heart makes a cloudy judgment.

Selamat bekerja Pak Jokowi & Pak Basuki ๐Ÿ˜Š

Advertisements

2 thoughts on “Parno Pencitraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s