K O M P E T I S I

Hari Minggu lalu, seorang teman..mbak Odilia mengirimkan pesan singkat : “Baca kolomnya Samuel Mulia deh, bagus!”

Kolomnya mas Sam memang jadi salah satu yang gue tunggu2 di Kompas Minggu, banyak pemikirannya yang begitu jujur dan ‘kena’ dengan apa yang kita alami sehari-hari.

Hari Minggu itu temanya adalah soal kompetisi. Intinya yang gue tangkep dari tulisan itu adalah, bagaimana kompetisi itu sebetulnya bisa dijadikan alat untuk mengukur kemampuan diri. Tapi kadang malah ada orang yang merasa terancam dengan kompetisi, sampai akhirnya menimbulkan dengki. Padahal kalau menurut tulisan itu, orang yang malah merasa dengki dan terancam karena adanya kompetisi, justru dia tidak menyadari bahkan tidak menghargai potensi yang sudah diberikan Tuhan pada dirinya.

JLEB!

Yalaaah…pasti banyak yang tertohok pas baca tulisan mas Sam itu. Memang bukan hal yang gampang untuk melihat kompetisi sebagai hal yang positif. Biasanya kita udah keparnoan duluan, merasa terancam. Padahal sebetulnya kita bisa menjadikan kompetisi itu sebagai ‘bensin’ untuk memacu kreativitas kita supaya lebih kencang berlari.

Maaf ya kalo bosen..tapi lagi2 gue mau ambil contoh dari #PEMILGO , karena apa yang terjadi beberapa hari ini sangat punya korelasi dengan tema yang gue tulis ini.

Buat kalian yang ngikutin hestek #PEMILGO ini pasti udah tau bahwa ada 4 kandidat yang ikutan. Tapi ada 2 kandidat yang bersaing ketat : Pinot ( @pinot ) dan Glenn ( @glennmars). Mereka masing2 punya strategi kampanye yang berbeda, kreativitas mereka berdua punya ciri khas tersendiri. Timses mereka juga punya cara untuk menggalang dukungan sebanyak mungkin untuk jagoannya.

Di sini gue liat masing2 Pinot, Glenn dan pendukung2nya : Dita (istrinya Pinot), Motul, Daud, Mbak Ainun, Pak Didi dan bahkan teman2 dari Akademi Berbagi masing2 terpacu kreativitasnya untuk bisa memenangkan #PEMILGO ini. Mulai dari bikin video kampanye, bikin cupcake, bikin akun anonim parodi di twitter, bikin photoshop logo2 kreasi mereka dengan berbagai versi..ah pokoknya seru lah. Suasananya jadi mirip Pemilukada kemaren tapi ini lucu2an, minus black campaign tentunya.

Kemaren temen gue Ranum, salah satu relawan AkBer juga, sempet tweet, kira2 isinya : #PEMILGO ini bukan lagi soal menang atau kalah, tapi lebih dari itu.

Gue setuju! emang iya, Di sinilah gue bisa liat kompetisi antar kandidat dan suporter yang seru, bersaing scr sehat dan sportif. Ini gue bilang contoh nyata kompetisi sehat yang diomongin mas Sam di kolom Kompas Minggu itu. Masing2 kandidat juga gak ragu untuk saling memuji satu sama lain, bahkan mengakui jika salah satu terinspirasi dengan yang lainnya. Dan melihat kompetisi yang semacam ini, bikin kita yang nonton juga jadi seneng. Karena ‘vibe’ nya jadi positif.

Sejauh ini sih, yang Afit dan gue rasakan adalah, #PEMILGO ini memang besar artinya. Ada banyak hal baik yang bisa kita ambil dari kampanye pergantian logo ini. Bukan hanya sekedar kita berdua ingin MOVE ON,buka lembaran baru dan tidak lagi menengok ke belakang. Kita juga bisa belajar berkompetisi yang sehat.
Apalagi kalo udh liat adu kreativitas antar kandidat ini, GILAK! Ternyata, banyak sekali orang2 kreatif dengan bakat luar biasa di sekitar kita.

Dan yang paling penting adalah, dukungan dari teman2 yang luar biasa untuk kampanye ini. Ya entah kenapa tapi yang kita rasakan sih, orang2 di sekililing kita banyak sekali yang memberikan dukungan utk #PEMILGO ini dan ketulusan dukungan itu sangat terasa.

Yang gak suka? ya pasti adalah..yang merasa terganggu juga pasti ada. yg nyinyir pun pasti gak mau ketinggalan. Tapi ya namanya juga hidup, apapun yang kita lakukan pasti gak akan bsia bikin seneng semua orang. Apapun hal baik yang kita kerjakan, selurus apapun niat kita..pasti ada aja orang yang gak suka. Ya itu..mungkin karena langsung merasa apa yang kita lakukan ini menantang mereka untuk berkompetisi, padahal ya maksud kita gak ke situ. Tujuan kita adalah ingin melangkah maju.Tapi ya balik lagi, kompetisi atau tidak..tergantung bagaimana kita mau menyikapi kompetisi itu…sebagai ancaman lalu membuat hati penuh dengki atau sebagai tenaga baru untuk berkreasi dengan lebih giat lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s