AkBer Entrepreneurship 11 Oktober 2012

Kemarin adalah pertama kalinya gue bicara di depan Akberian dengan topik Entrepreneurship. Biasanya sih kalo ngajar AkBer, topik yang gue bawa biasanya gak jauh2 dari public speaking, tapi kali ini gue sengaja pengen coba topik lain. Toh sebetulnya entrepreneurship ini juga dekat dengan dunia gue.

Pas awal mulai kelas, gue tanya sama Akberians..kenapa sih pada mau jadi entrepreneur? jawabannya :

“Uangnya banyak”

“Waktunya fleksibel”

“Bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain”

“Bosen ngantor”

memang itulah alasan kebanyakan orang yang pengen jadi pengusaha. tapi di awal kelas itu gue juga tanya : udah tau belom mau bisnis apa?

sebetulnya ada beberapa ‘jebakan’ di saat awal kita memulai bisnis. apa aja?

*latah –> giliran satu bisnis sedang booming, biasanya langsung banyak tuh yang ngekor tanpa disertai pertimbangan yang matang.

*Merasa punya modal banyak –> punya modal dalam bentuk uang banyak gak jadi jaminan sebuah usaha pasti berhasil

*Merasa gak punya modal –> ini  bisa jadi salah satu alasan yg paling banyak diungkapkan orang saat mau buka usaha.

*Gak punya bakat bisnis –> bukan masalah bakat, tapi soal tekad!

*Tergiur omzet usaha lain –> akhirnya ngotot mau buka usaha sejenis padahal kita belum tentu punya expertise nya.

Itu baru salah satu bagian yang gue sharing di Akademi Berbagi, banyak hal lain. Materinya bisa di download di http://www.akademiberbagi.org kok 🙂

Tapi inti dari sharing kemarin adalah, gue pengen cerita apa yang sebenarnya akan dan bisa terjadi dalam menjalankan sebuah usaha. Siapkah mental kita jika suatu saat kita gagal? Bahkan ketika kita meraih kesuksesan pun, itu sebuah ujian yang lebih berat lagi. Kenapa sukses itu justru ujian nya lebih  besar? Menurut gue, di saat sukses..semuanya tercapai dan gampang..justru kita gampang terbuai…gampang lupa. Kadang saking enaknya kita jadi lupa sama tujuan awal kita buka usaha itu untuk apa sih, bahkan bukan tidak mungkin kita menjadi orang yang money oriented semata. Cari profit memang harus, tapi jangan sampai terlalu money oriented sampai akhirnya mengorbankan banyak hal bahkan menghalalkan segala cara ntuk bisa mendapatkan uang yang lebih banyak.

Membuka usaha bukan semata hanya perwujudan mengejar passion. Tapi yang harus diingat adalah, saat lo udh mutusin untuk buka usaha demi menwujudkan passion lo…jika ternyata di tengah jalan usaha lo mandeg. Apa yang akan lo lakukan? Apalagi kalau udah punya karyawan yang menggantungkan penghasilannya pada usaha yang lo miliki. Itu amanah yang gak main2.

Memang ada banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan masak2 sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Bener deh..punya usaha sendiri itu memang menyenangkan, tapi keadaannya tidak selalu semanis yang kita bayangkan. Keberhasilan sebuah usaha pun perlu waktu yang berbeda, perlu konsistensi yang mental yang cukup kuat untuk mampu menjalani proses menjadikan sebuha usaha itu berhasil.

Gue gak mau jualan mimpi di kelas Akber kemaren. Bukan juga jualan motivasi yang dibungkus dengan kata2 pembakar semangat yang minim implementasi. Justru lewat kelas itu, gue pengen banget sejujur mungkin menyampaikan apa yang mungkin saja terjadi jika memutuskan untuk membuka usaha. Gue pengen jujur, berbagi pengalaman apa saja yang pernah dihadapi warung gue dan Afit..gimana masalahnya…tantangannya..dan bagaimana kita berusaha bangkit. Kalaupun ada salah langkah, jangan pernah takut untuk mengakui kesalahan itu dan segera mencari solusi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s