berlebihan?

Baiklah….gue harus buat pengakuan : GUE CINTA motoGP!

pertama kali gue dipercaya untuk jadi host motoGP di Trans7, terus terang gue deg2an. Bisa gak ya jadi host yang bagus? Karena gue tau persis, penonton setia motoGP pengetahuannya luar biasa. Gak bisa tuh dikasih host perempuan yang cuma cantik atau seksi tapi knowledge soal motoGPnya cetek. Pasti abis dicelain. Eh, mungkin enggak juga sih,tp berhubung gue gak cantik apalagi seksi, jd gue merasa perlu punya modal knowledge motoGP yg mumpuni.

Produser gue dulu ( Aria Radjasa ) justru malah ngerjain gue. Sebagai host baru, gue bukannya di-supply dengan materi obrolan yang banyak…eh, gue cuma dikasih rundown plus list entry rider . udah.itu ajah. Alesannya? si Pak Produser bilang : “Gue yakin lo gak akan mau terlihat bodoh di TV, jadi gue yakin lo pasti akan siapin materi sendiri. Lagian kalo lo ulik sendiri, lo akan nemuin sendiri asiknya motoGP” Eaaaaaaa…….

Dan dia BENAR sodara-sodara!

Prinsip utama gue sebagai host adalah : “You have to know what you’re talking about. Never fake anything. People will know” . makanya gue ulik dek tuh segala macem info soal motoGP, website, majalah, obrolan dengan temen2 wartawan, bahkan sama mamang-mamang ojek pun gue jabanin untuk tau lebih banyak soal motoGP. Termasuk detail perkembangan masing2 rider. Bukan cuma dari kelas motoGP, 125 cc, 250 cc, moto2 juga.
Lagian, gue yakin sebuah acara TV akan punya nilai lebih, kalo pembawa acaranya bener2 punya passion terhadap acara yg dibawain.

Jadi host motoGP di Trans7 buat gue memang salah satu cara utk cari nafkah, tapi bukan sekedar dateng ke studio…di make-up….terus siaran…dibayar. Lebih dari itu.
Apalagi gue udah kadung jatuh cinta sama motoGP, jadi kaya berasa nonton temen2 gue lagi race. Padahal kenal juga enggak sama rider2 itu. Yaelah…ketemu langsung juga belom pernah kali. Tapi ya begitulah adanya….

Pertama kalinya gue sadar bahwa gue punya keterikatan batin dengan motoGP adalah, saat Shoya Tomizawa rider moto2 meninggal dunia di 5 September 2010. Gue sedih, berasa kehilangan seorang teman. Lebih sedih lagi saat baca di web reaksi rider2 lain atas meninggalnya Tomizawa.

Makin tersadar lagi…kemarin…saat kita semua kehilangan Marco Simoncelli di sirkuit Sepang.
SuperSic salah satu rider favorit gue. Yah, gak sedikit juga orang yang sebel dengan gaya riding nya yang agresif. Bahkan di awal musim ini, Simoncelli pernah mendapat teguran dari pihak FIM. Pedrosa, Lorenzo bahkan Stoner pernah juga menyataan keberatannya akan riding style seorang Marco Simoncelli. Tapi kalo buat gue pribadi sih, motoGP justru jadi lebih berwarna karena ada SuperSic. Saat Lorenzo dan Stoner mendominasi…saat Rossi keribetan dengan Ducati nya….SuperSic memberikan penyegaran untuk motoGP. Tingkahnya yang apa adanya, rambut kribonya bener2 membedakan dia dr rider2 lainnya.

Mungkin kalian yang baca blog gue atau follow twitter gue menganggap reaksi kehilangan gue ini berlebihan. Kenal juga enggak sama Simoncelli, kenapa sampe segitunya? Segitunya karena memang secara emosional gue terlibat banget pas siaran motoGP plus gue juga termasuk tipe orang yang empatinya suka berlebih.

Yang paling bikin gue terharu adalah melihat kedekatan antar rider di semua kelas.
Rider2 125 cc, moto2 dan motoGP selama satu musim balap selalu bersama-sama. Buat kita yang penonton ini, kita hanya melihat mereka bersaing sengit di track balap…padahal di luar track…mereka semua seperti layaknya keluarga. Keluarga dekat yang jika ada sesuatu hal buruk terjadi dengan salah satu dr mereka, yag lain merasakan kepedihan yang sama.

Yah…itulah…kalo ngerjain sesuatu pake hati, hasilnya akan maksimal. tapi kalo terjadi sesuatu kebawa perasaan banget. jadi….berlebihan? yeah…that’s me ๐Ÿ™‚

20111024-213617.jpg

Advertisements

2 thoughts on “berlebihan?

  1. I feel you! Pernah merasa persis kaya elo tpi di beda dunia.. Orang lain pasti ada yang nganggep kita berlebihan atau over reacted, tapi nyatanya kalau emang uda cinta banget sama satu dunia, gue rasa semua juga akan sama seperti kita, Luc. Masalahnya mereka hanya melihat dari sisi mereka aja sih dan mungkin juga kita ke mereka. Intinya, gak berlebihan kok. ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s