Jakarta Hidden Tour

ada yg pernah denger soal Jakarta Hidden Tour? atau mungkin udah pernah ikutan?

gue pernah denger,baca beberapa artikenya di web bahkan kalo gak salah pernah liat liputannya di CNN..kalo gak salah loh ya..lupa. soalnya udah lumayan lama….

konsep dari Jakarta Hidden Tour ini adalah untuk menunjukkan ke ‘turis’ sisi lain dari kota Jakarta. Turis2 ini bukan diajak untuk sekedar liat monas,taman mini atau mall2 megah nan nyaman yg ada di Jakarta. Tapi, mereka justru diajak berkunjung ke daerah yang terbilang kumuh, daerah pinggiran yang mungkin kita2 yg justru tinggal di Jakarta malah gak pernah menginjakkan kaki di tempat itu.
Untuk melakukan perjalanannya pun cukup unik. Turis didampingi dengan tour guidenya, pergi menuju lokasi ‘wisata’ bukan dengan bus carteran ber-AC yg kinclong atau minimal naik taxi yg bersih. Mereka menggunakan transportasi yg umum digunakan masyarakat Jakarta kebanyakan sehari. mulai dari bus TransJakarta, Metro Mini, bahkan Bajaj.

Suatu hari,gue berkesempatan untuk ikutan Jakarta Hidden Tour. Didampingi Pak Rony,tour guide sekaligus penggagas Jakarta Hidden Tour…kita janjian ketemu di kawasan Kuningan. Hari itu Pak Rony akan mengantarkan seorang turis bule asal Australia. Biasanya sih peserta tour bisa mencapai 20 orang, tapi hari itu cuma ada gue dan si bule bernama Fran ๐Ÿ™‚

Perjalanan dimulai…..

Gue, Fran dan Pak Rony berjalan dari apartemen di Kuningan menuju halte TransJakarta yang ada tepat di depan Pasar Festival. Edan, biasanya naik mobil sih ya..ternyata gempor juga baru jalan segitu doang. Perjalanan pertama kita menuju ke halte TransJakarta di Kota. Ngerasain deh tuh, capeknya jalan kaki. yang mungkin untuk sebagian besar orang Jakarta, itu makanan sehari2. Sesampainya kita di Kota, perjalanan dilanjutkan dengan bajaj menuju ke Kampung Luar Batang. aslik, gue belum peernah denger sebelumnya ada tempat ini di Jakarta.
Kita berhenti di Museum Bahari, dari situ kita harus berjalan kaki untuk masuk dan mulai menyusuri Kampung Luar Batang. ( Selain Kampung Luar Batang, Pak Rony biasanya mengajak tamu2nya untuk berkunjung ke pinggiran Ciliwung, Bantar Gebang atau daerah kumuh lainnya)

Sesampainya di Kampung Luar Batang, gue kaget. Gue lahir dan besar di Jakarta, dan seumur hidup gue belum pernah melihat sisi lain dari Jakarta yang gue lihat saat berada di Kampung Luar Batang. yaaaa..paling liat di TV tapi gak secara langsung. Kita bertiga berkeliling2 di sekitar Kampung Luar Batang, sambil ngobrol dengan penduduk sekitar. Pemukiman padat yang jauuuuuh dari kategori rumah sehat. Lingkungannya kotor meskipun gak parah2 amat, tapi yg jelas sangat tidak nyaman untuk ditinggali. Tapi untuk penduduk situ, ya mereka gak punya pilihan lain.

Anak2 Kampung Luar Batang banyak yang tidak bersekolah. Alasannya klise. Tidak ada biaya. Orang tua mereka sebagian besar kerjanyapun serabutan, dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari2,bahkan kadang2 kurang. Tempat bermain anak2 pun nyaris tidak ada. Paling banter mereka hanya bisa berenang-renang di laut yang berada di sekitar kampung yang juga berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah warga sekitar. Miris.

Berkeliling lagi, kami menemukan sebuah Musholla yg juga merangkap sebagai taman bacaan dan sekolah informal. eh, ternyata…Musholla ini adalah hasil donasi dari turis2 yang ikutan Jakarta Hidden Tour loh! Jadi ternyata tujuan Jakarta Hidden Tour ini bukan semata2 untuk ‘jualan’ kemiskinan. Bukan juga untuk menunjukkan ketidakmampuan pemerintah setempat, tapi ada kontribusi positifnya. Turis2 Jakarta Hidden Tour ini memang kebanyakan adalah peneliti, mereka biasanya akan mencari apa yang dibutuhkan warga sekitar dan mereka akan memberikan donasi. Tidak jarang juga mereka akan mencari cara untuk memberdayakan masyarakat sekitar, supaya mereka bisa mendapatkan uang tambahan sehingga kualitas hidup mereka pun bisa jadi lebih baik. Keren kan? ๐Ÿ™‚

soal Jakarta Hidden Tour ini memang awalnya banyak yang nyinyir, termasuk gue. Bahkan berhembus kabar, pemprov DKI pernah menegur pak Rony karena dianggap bikin malu, kok bukannya promosiin yang bagus2 tentang Jakarta, malah turis diajak liat yang jelek2.
Tapi setelah gue lihat sendiri dan merasakan jadi bagian dari Jakarta Hidden Tour, kok ternyata wisata ini malah banyak manfaatnya. Selain bisa menciptakan networking antara penduduk sekitar dan turis2 yang berkunjung, paling tidak minimal kita bisa merasa lebih bersyukur punya kehidupan yang lebih baik.

Perjalanan gue di Kampung Luar Batang, berakhir di sebuah warung milik seorang penduduk. Kita diundang untuk masuk ke rumahnya yang gelap dan pengap karena tidak ada jendela bahkan ventilasi. si ibu dengan ramah menjamu kita dengan minuman dan makanan seadanya (yang bahkan mereknya gue gak pernah liat sama sekali) . Bener deh, Jakarta Hidden Tour ini pengalaman yang luar biasa buat gue. Oh ya, kalo kalian mau ngerasain juga bisa loh ikutan… gak cuma buat bule2 aja kok. Kali aja abis ikutan kalian punya proyek apa gitu yang bisa membantu memberdayakan masyarakat di temlat yang dikunjungi.

informasi lebih detail soal Jakarta Hidden Tour bisa klik di : www.jakartahiddentour.wordpress.com

20110910-071000.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s