Gang Gloria

Kawasan Glodok? yg ada di pikiran saya adalah daerah yg penuh dengan orang2 Indonesia keturunan Tionghoa. terus terang,pengetahuan saya tentang kawasaan itu tidak terlalu banyak. sampai kemarin,saat saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki ke salah satu sudut di Glodok..tepatnya di Gang Gloria.

begitu masuk,saya disambut dengan pedagang2 manisan,permen dan kue2 kering yg begitu menggoda. masuk lebih dalam,pedagang makanan di kanan kiri gang tersebut dengan nyaring menawarkan aneka makanan yg terlihat lezat,tapi sayangnya saya tidak bisa menikmatinya..karena kebanyakan memang tidak halal πŸ™‚

akhirnya saya duduk di sebuah kedai sederhana. Kedai Kopi Es Tak Kie milik Koh Latief,menurut beliau kedai ini sudah berdiri sejak jaman Belanda..sekitar tahun 1930-an. beliau adalah generasi ketiga yg menjalankan usaha Kedai ini.
Koh Latief membuatkan saya Kopi Es khas Tak Kie yg memang legendaris. sangat menyenangkan mendengarkan cerita beliau tentang proses peracikan kopi,tentang makanan2 lezat yg ada di sekitar Gang Gloria.
Kopi Es Tak Kie disajikan…sluurrp…surga! kopi es sederhana seharga 9 ribu rupiah ini,rasanya benar2 luar biasa. mungkin yg bikin rasanya luar biasa,karena saya sambil mendengarkan cerita koh Latief tentang kecintaannya yg luar biasa terhadap kopi dan kedainya. saya kagum dengan kecintaan Koh Latief yg luar biasa terhadap kehidupannya πŸ™‚

di tengah2 ngobrol,datanglah barongsai! iya..barongsai! mereka memang mencari uang dengan menampilkan seni barongsai. di tiap meja Kedai Tak Kie diberikan amplop2 angpao yg nantinya akan diberikan utk pemain2 barongsai.menarik ya? πŸ™‚

saya amati satu persatu orang2 yg lalu lalang di Gang Gloria ini,ada yg org Indonesia asli dari berbagai suku,ada yg orang Indonesia keturunan Tionghoa,ada orang Indonesia yg banyak uang,ada orang Indonesia yg berjuang keras utk mengais rupiah. persamaan besarnya di antara mereka : mereka orang Indonesia!

di tengah kawasan Glodok yg terkenal dengan kawasan yg dipadati oleh etnis Tionghoa,justru di situlah saya merasakan Indonesia yg saya kenal. saya melihat beragam orang Indonesia melebur dengan damainya di kawasan itu. gambaran Indonesia yg benar2 saya rindukan.

Di Gang Gloria,saya menemukan Kopi Es Tak Kie untuk mendinginkan tenggorokan saya,sekaligus pemandangan keragaman Indonesia yang mendinginkan hati saya. masih ada harapan untuk negeri ini πŸ™‚

20110408-122215.jpg

Advertisements

8 thoughts on “Gang Gloria

  1. hendhy says:

    PERTAMAX…. πŸ˜€
    eh bukan di kaskus ya…

    EH sekarang jadi blogger ya?? gak cupu koq… keep writing yaa… πŸ™‚ ditunggu next postnya…

  2. Ste says:

    Did you notice the stuff they are selling in the cashier? From kopassus stickers to made in china PSP. Plus salesmen who offer you anything from good morning towel to white kaos kutang engkoh2. Imagining the taste of the es kopi makes me so thristy. I’ve always had two servings. No less. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s