Tentang Jadi Presenter Sport

Berhubung motoGP lagi libur, kali ini gue mau bikin postingan tentang beberapa pertanyaan yang sering kali diajukan ke gue, baik oleh teman atau penonton yang kebetulan ketemu. Kalau kalian masih ada pertanyaan yang mungkin belum gue tulis, tulis komen aja nanti akan gue jawab.

Sejak kapan jadi presenter sport? awalnya acara apa? 

Sebetulnya dulu gue pernah jadi presenter beberapa acara, mulai dari musik, reality show,Tantangan di Indosiar juga pernah. Di Tahun 2002 an gitu ditawarin jadi host quiz kualifikasi EURO di TransTV. Siaran jam 2 pagi juga gue jabanin lah, maklum..masih kejar jam terbang siaran di TV. Mulai dari situ ditawarin jd host SPORTIVO di Trans7. Awalnya konsistensi jd presenter sport dari sini. 

Kenapa sport? kenapa gak semua acara dibawain? Kenapa gak bawain acara infotainment? 

Gue memang suka sport. Liat gimana perjuangan atlit saat latihan sampai dia berlaga tuh punya keasikan tersendiri buat gue. Gue merasa semangat tiap ngomongin olahraga. Mungkin itu yang  dibilang Passionate kali ya. Bukan berarti gue gak pernah coba bawain acara lain loh, pernah kok casting utk sebuah acara infotainment. Tapi sebelum mulai casting gue  baru baca script nya aja udah gak pengen. How I can be a good host if I’m not enjoying the topic? Jadi ya udah gak mau memaksakan diri. Buat gue yang penting bukan masalah “yang penting dibayar” tapi gue merasa akan jd host yang baik kalau gue beneran suka dan tertarik dengan apa yang gue bawakan. 

Momen paling memorable jadi presenter Sport? 

Pas dipercaya untuk jadi host perdana SPORT7 di TV7. Bangga banget sih, karena produser2nya memberi kebebasan utk gue membawakan acara. Di acara itu gue belajar utk tidak bergantung pada script, soalnya gak jarang kita mesti on air & materinya kejar2an karena pertandingan baru selesai jam 5 pagi. Siarannya jam 6, jd gak sempet bikin script. Gue paling dibrief hasil skor berapa, siapa aja yg gol-in & suruh improvisasi sendiri. 


Pernah juga jadi host Galeri Sepakbola Indonesia. Nah ini seru nih, kita beberapa kali taping host di Senayan & agak nyolong2 shootingnya. Jd karena kucing2an sama security, jd shooting mesti cepet dan gue gak boleh banyak salah. Harus “one take OK” istilahnya. Lagi2 pengalaman ini bikin gue makin matang jd presenter & makin sadar kalo jd presenter gak bisa mengandalkan penampilan semata. 

Momen memorable yang PASTI gak akan mungkin gue lupakan : meliput langsung #AustralianGP di Phillip Island. Gimana gak seneng? Gue bisa belajar langsung de jurnalis2 internasional di sana & ketemu rider2 motoGP idolaaaa. LAF! 

Dari kecil selalu PD gak sih? 

Justru enggak. Kalo bakat cerewet memang sejak SD udh keliatan, karena gue selalu ditegur guru gara2 ngomong melulu di kelas. Tapi pas SMP gue sebenernya agak minder sih, baru kemudian pas SMA gue meletek & jd gak malu2 lagi. Malah cenderung gak tau malu. 

Ada pengalaman yang bikin sedih atau kesal pas jadi presenter? 

Ada banget. Kadang2 komentar penonton ada yang bikin down banget. Waktu itu setelah melahirkan putri pertama gue, bobot badan memang melar banget. Naik 25 kg bro! Udah kaya buntelan emang sih. Waktu itu produser utk minta gue siaran, dia yakin penonton gak akan kenapa2 lah meski gue membesar. Ternyata ada beberapa komen miring yang ngatain gue gendut lah, jelek banget lah.. pokoknya momen itu sempet bikin gue krisis PD juga lah. Karena sempat ada yang bilang : mestinya host sport itu muda & seksi. Down banget. Kadang penonton komentar itu memang gak sadar kalau komennya itu bisa sangat menyakiti dan dalam efeknya. Tapi ya gue sadar gak boleh lama2 sedih. 


Setelah itu gue diet, dan berhasil kembali siaran lagi. Tapi dalam hati gue ingin membuktikan sesuatu. Bahwa penonton sport di Indonesia itu sebetulnya gak cukup dipuaskan matanya dgn melihat host yang muda & seksi, tp mereka perlu host yang bisa memberikan informasi, bisa menjadi jembatan mereka utk mendapat informasi dari narasumber & yang terpenting perlu host yang bisa menjadi teman. Makanya gue waktu itu pengen sekali jadi presenter sport yang mengandalkan pengetahuan dan teknik presenting yang baik, karena gue sadar banget kalau gue cuma mengandalkan penampilan fisik pasti akan kalah & jelas gak akan bisa bertahan lama. Host muda yang seksi akan selalu ada, lah umur gue nambah terus. Jadi yang gue lakukan adalah terus menambah skill presenting & belajar terus soal dunia olahraga. Karena itu modalnya kalau mau bertahan lama jadi presenter olahraga.

Ternyataaaaa… terbukti! 

Saat gue hamil anak kedua, gue tetap siaran motogp bahkan sampai kehamilan masuk usia 9 bulan. Alhamdulillah penonton motoGP menerima dengan baik & gak ada satupun komen yang bikin gue sedih. 

Apa yang paling dihindari saat jadi presenter sport? 

Pakai baju yang terbuka. Gue dari dulu lumayan cerewet soal baju yang dipakai saat siaran. Selain memang gak pernah nyaman kalo pake baju yg terlalu terbuka, Gue gak mau kesan yang lekat dr penonton adalah penampilan fisik gue. Balik ke jawaban gue di atas, kalo fisik aja… orang gampang lupa begitu liat yang lbh muda & lbh seksi. Manusia kan pasti tambah tua, jd gue pengennya punya ‘senjata’ yang tak lekang oleh waktu… yaitu..presenting skill yang baik & terus diasah. 

Dipikir2 gue udah lama banget jd presenter sport. Lebih dari 10 tahun lah pastinya. Dan sampai sekarang gue malah makin mencintai pekerjaan gue ini. Karena rasanya memang gak seperti kerja, rasanya seperti main-main aja tapi gue menghasilkan uang dari melakukan ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk semua produser, talent dan semua yang di TV yang mempercayakan gue menjadi host. Apresiasi juga untuk para penonton yang membuktikan bahwa kalian tuh sangat kritis dan pinter. Perlu lebih dari sekedar fisik cantik utk bisa memenangkan hati kalian. Terima kasih banyak utk dukungan kalian ya.

Goodbye 2016, #2017StartsNow

9 different race winners throughout the season, Marc Marquez was crowned as motoGP World Champion once again.


2016 ini memang musim yang cukup seru sih. iya kan? Siapa sangka di musim ini akan ada 9 rider berbeda yang menang?

2016 diawali dengan test pra musim yang bikin beberapa pabrikan geleng-geleng kepala. Peraturan unified software sampai pemasok ban baru Michelin jadi penyebabnya. Honda selama test pra musim keliatan paling kedodoran, ya iyalah…dengan ECU yang biasa dipakai trus beralih ke ECU standar jelas bukan hal yang mudah. Konon salah satu masalah Honda adalah banyak wheelie. Intinya memang Honda keliatan banyak PR nya lah.

Setelah musim 2016 berjalan, ternyata ada senjata (yang gak terlalu) rahasia milik Honda. Senjata itu adalah Marc Marquez. Gue gak ngomongin soal skill balapnya. Kalo itu sih semua juga setuju kalo Marquez hebat banget. Yang menarik perhatian gue adalah attitude Marquez yang berubah. Dia keliahatan lebih dewasa dan tidak emosional. Dia seperti bisa menghitung kapan dia harus ‘push‘ untuk menang, kapan dia harus lebih menahan diri demi mendulang poin. Dan bener aja..konsistensi dan kesabarannya itu membuahkan hasil manis, dia jadi juara dunia tahun ini. Masalah Honda yang gue bilang tadi, seakan gak ada…padahal ya ada banget.

Di 2016 ini juga kita melihat improvement luar biasa dari Suzuki. Gak hanya dibuktikan dengan kemenangan Viñales di Silverstone, tapi di beberapa seri terakhir kita lihat Aleix Espargaro juga mulai bisa fight. Ducati yang selama ini kedodoran pun semakin menunjukkan kembali powernya. Meskipun belum sempurna, tapi revolusi yang dilakukan Gigi Dall’Igna sepertinya mulai menunjukkan hasil. Plus Ducati juga menggandeng Casey Stoner, rider yang memang dikenal (sampai saat ini) paling bisa menjinakkan Ducati. Di musim 2016 ini pula duo Andrea dari sama-sama berhasil naik podium tertinggi. Iannone menang di Austria sekaligus menghapuskan dahaga juara Ducati yang puasa gelar sejak 2010. Dovi juga mempersembahkan kemenangan di Sepang.

Intinya, rencana Dorna membuat serangkaian regulasi ini adalah untuk membuat motoGP jadi lebih kompetitif. Gak cuma rider-rider tertentu aja yang menang. Menurut gue sih cukup berhasil strateginya. Musim 2016 memang seru untuk diikuti karena banyak hal yang tidak terduga, tapi gak ada drama yang heboh macam 2015 kok. Yang mana itu hal yang bagus juga…karena udah saatnya banget utk move-on lah.

Salah satu yang ditunggu di musim 2016 ini adalah kepindahan rider2 yang habis kontrak. Ada yang pindah pabrikan, ada yang perpanjang kontrak, rider moto2 naik kelas…ah pokoknya musim 2017 tuh sesuatu yang ditunggu banget lah.

Musim 2016 ditutup dengan motoGP award (ini akan tayang siaran tundanya di Trans7 tanggal 20 November jam 2 siang)


Setelah keriaan award berakhir, hari Selasa 15 November 2016 langsung ada Valencia Test hari pertama. Ini mungkin hari yang ditunggu-tunggu para penggemar motoGP khususnya fans Jorge Lorenzo. Karena di hari inilah kita semua akan melihat Lorenzo menunggang motor Ducati untuk pertama kalinya. Dan bener aja, awak media mengerubungi paddock Ducati untuk melihat langsung momen bersejarah ini. 



Setelah bersama Yamaha selama 9 tahun, tentu peralihan ini hal yang besar untuk Lorenzo. Tapi gue bilang sih dia berani banget. Kegagalan Rossi waktu pindah ke Ducati gak menyurutkan niat Lorenzo untuk pindah kubu. Iya…Ducati jaman Rossi dulu memang gak kaya Ducati sejak dipegang Dall’Igna yang konon katanya lebih rider-friendly tapi tetep aja yang namanya penyesuaian itu bukan hal yang mudah. Angkat topi untuk keberanian Lorenzo! Dall’Igna sendiri merasa yakin Lorenzo bisa beradaptasi dengan Ducati. Kelemahan Ducati adalah di sektor mid-corner, sementara Lorenzo adalah salah satu rider yang sangar di tikungan. Pertemuan keduanya diharapkan bisa memberikan improvement. Dari 2 hari test, catatan waktu Lorenzo bisa dibilang cukup memuaskan. bahkan Dall’Igna bilang dia sudah punya ‘clear idea‘ bagaimana pengembangan Ducati selanjutnya yang cocok untuk Lorenzo. Dovi pun catatan waktunya juga bagus.

Selain Lorenzo, yang sangat ditunggu adalah….siapa lagi kalau bukan Maverick Viñales. Sebagai rider yang menggantikan posisi Lorenzo di Yamaha, tentu Viñales akan jadi sorotan. Apalagi dia jadi team mate nya Valentino Rossi. Viñales mungkin pressure nya gede juga ya harus mengisi posisi itu. Tapi kayanya sih dia biasa aja…abis mukanya lempeng aja pas test…seperti biasa sih. Kan dia mukanya memang minim ekspresi. Hasil test Viñales selama 2 hari rasanya gak lebay kalo gue bilang : IMPRESIF!  Gimana gak impresif? lawong dia mencatatkan waktu tercepat. Buat ‘anak baru’ di kandang Yamaha sih hebat banget. Mungkin Viñales udah ‘klik’ dengan Ramon Forcada yg sebelumnya jd crew chief Lorenzo. 


Sekarang gue mau ngomongin Suzuki. Untuk musim 2017 ujung tombak mereka adalah Andrea Iannone dan Alex Rins.Secara pribadi gue juga lumayan ngefans sama The Maniac. Kepindahannya dari Ducati ke Suzuki gue tunggu banget. Kemajuan Suzuki plus talenta Iannone bisa jadi ancaman di musim 2017. Alex Rins belum bisa cerita terlalu banyak karena sayangnya di hari kedua dia mengalami cedera bahkan sesi uji coba sampai harus di-red flag. Tapi musim 2017 ini gue pengen banget liat Rins bisa fight sama Zarco juga di kelas motoGP, secara mereka berdua juga bersaing sengit di moto2 2016, jadi pasti pas naik kelas ini akan seru!


Gimana persiapan Yamaha untuk 2017? Kalo kata Rossi sih, mereka udh coba mesin baru denagn chassis baru juga dan ternyata masih banyak perbaikan yang harus dilakukan. Untuk Rossi yang harus diutamakan adalah akselerasi dan kecepatan keluar dari corner.Dari beberapa artikel yang gue baca sih sepertinya The Doctor belum terlalu impress dengan mesin baru Yamaha yang ditest di Valencia. Harapannya saat test di Sepang nanti akan lebih ada pengembangan yang signifikan.


Honda apa kabar? Jadi ya…sebetulnya mereka lumayan tertutup soal pengembangan motor 2017. Yang banyak dibicarakan adalah soal peralihan ke big-bang engine, konon katanya ini akan bikin Honda jadi lebih jinak. Marquez komentarnya senada dengan Rossi. Dia gak cukup puas dengan pengembangan yang dilakukan dan menurutnya masih banyak yang mesti dibenahi. Sementara Pedrosa malah jauh lebih ‘secretive‘ dibanding Marquez.


Kita tunggu aja gimana nanti test di Sepang akhir Januari 2017.

Thank you 2016, this has been a wonderful season. See you soon motoGP 2017!

Sweet Home Misano

Misano World Circuit Marco Simoncelli. Ini memang sirkuit yang punya arti khusus untuk seorang Valentino Rossi. Hanya berjarak kurang lebih 13km dari Tavullia, Rossi menyebut sirkuit ini adalah rumahnya. Makanya dia bilang akan memberikan usaha 120% di #SanMarinoGP . Berlaga di kandang sendiri jelas punya semangat tersendiri sekaligus punya tekanan yang sangat besar juga. Masih lekat di ingatan kita saat Rossi DNF di Mugello, seakan pesta yang sudah disiapkan di sana jd antiklimaks. Tentu Rossi gak mau kejadian lagi di Misano. 

Tensi #SanMarinoGP sudah mulai terasa sejak free practise. Rossi yang sedang melakukan hot lap merasa terhalang oleh Aleix Espargaro. Saking emosinya, Rossi sampai memberikan jari tengahnya kepada Aleix. 


Bukan hanya Rossi, tapi Lorenzo pun sempat menunjukkan kekesalannya kepada…. Marquez 


Drama Misano juga tidak luput dari Iannone yang sempat crash di FP1. Sempat dinyatakan unfit to ride, kemudian terdengar kabar akan dievaluasi ulang kemudian diputuskan lg utk tidak boleh turun di #SanMarinoGP 

RACE DAY! 

Front grid : Lorenzo-Rossi-Viñales. Lorenzo memang tampil impresif saat kualifikasi. Bahkan dia sempat bilang 

Best lap of my life 

Rossi tampil dgn design helm khusus “sweet home Misano” 


Tampaknya memang serius untuk selebrasi di Misano.

Saat start, Lorenzo lgs melesat. Rossi terus menempel. Sampai akhirnya terjadilah yang lagi diomongin banyak orang : Rossi overtake Lorenzo! 

Rossi terus memimpin sampai akhirnya Pedrosa membuat kejutan. Start di posisi 8, hari itu Pedrosa memilih ban soft untuk roda depan. Hasilnya memang luar biasa. Pedrosa berhasil mengejar Rossi & akhirnya jd juara di Misano setelah terakhir kali naik podium juara di sini pd th 2010. Rossi ada di posisi kedua & Lorenzo ke-3. 

Race selesai, dramanya belom selesai. Pas press conference Lorenzo bilang kalo Rossi overtake nya terlalu agresif. Rossi gak terima, intinya debat lah mereka berdua & Pedrosa nunduk aja sambil ngerasa awkward kali ya *peluk Pedrosa* 

Oke…gimana tanggapan gue? Seperti yang dikatakan Pedrosa saat post race press con, Misano ini sirkuit yang sempit. Jd susah utk melakukan overtake, makanya kalau ada kesempatan ya digunakan. Hal ini juga yang dikatakan Rossi. Lagian kita juga tau kalo Lorenzo udah melesat susat banget dikejar, jd kalo ada kesempatan overtake ya pasti dihajar. 

Terlalu agresif? Coba bandingin sama race di Silverstone deh, itu seru banget overtakenya antara Marquez & Rossi. Crutchlow pun agresif banget.  Overtake yang dilakukan Rossi menurut gue ya biasa aja  

​​

Other riders overtake more clean
Gitu katanya Lorenzo. Menurut gue ya gak juga sih. Liat race moto3 yang overtake nya serem deh. Kelas moto2 juga begitu. 

To be fair, this is a race. In a race you HAVE to be agressive to win.

Yang gue liat sih ini bukan masalah overtake. Tapi 2 rider ini memang dari dulu udah bersitegang, jd rasanya isu sekecil apapun bisa jd masalah. Bisa jd juga karena pressure mereka berdua berat. Gak gampang ngejar poin Marquez yg skrg memimpin klasemen. 

Tapi ya namanya juga motoGP, kalo ada drama seperti ini kan jd malah makin seru nontonnya. Jd ya kita sebagai fans ikutan nonton aja, jangan ikutan panas. 



Next race : Aragon, tanggal 25 September 2016

Superb Silverstone

Seperti sudah menjadi pertanda. Sejak FP1 sampai Q2, #BritishGP akan jadi sebuah seri yang tidak terduga. Sebab musababnya apalagi kalau bukan cuaca di Inggris yang mirip dengan perasaan ABG…gampang berubah dan susah diprediksi. Eaaaaa…..

Sesi kualifikasi berlangsung dengan sangat seru dan menegangkan. Iyalah, saat itu cuaca hujan disertai angin yang cukup kencang. Eugene Laverty salah satu rider yang tampil all out saat Q2, hampir saja meraih pole position. Sayangnya dia jatuh di sektor terakhir & akhirnya pole position diraih oleh juara seri Brno—> Cal Cructhlow yang sepertinya masih on fire karena kemenangannya tersebut.

Saat interview pasca kualifikasi, 3 rider yang berada di front row : Crutchlow-Rossi-Viñales masing-masing menjabarkan strateginya saat kualifikasi dan bagaimana prediksi mereka tentang race hari Minggu 4 September 2016. Crutchlow bilang kalau lagi-lagi pemilihan ban akan jadi kunci kemenangan & faktor cuaca akan menentukan. Dia juga bilang bahwa akan siap tampil maksimal dan berani karena gak ada beban untuk dia. Crutchlow juga sempat bilang bahwa kalau cuaca kering, Ducati akan bahaya sekali.

Viñales sendiri cukup singkat komentarnya :

On paper, I believe we could win

*Komentar ini sempet gue tweet sebelum race, kemudian ada yang semacam nyelain Viñales dgn bilang : race di sirkuit , bukan on paper—> HAHAHAHAHA! Eh Viñales nya bener. Malu tuh yg nyela :p

Rossi cukup jujur menyampaikan komentarnya. Dia bilang kalau saat race cuacanya kering, Yamaha akan ‘struggle’ makanya dia perlu menemukan lagi set-up yang paling tepat untuk bisa tampil maksimal & berharap posisinya di starting grid ini bisa memberi sedikit keuntungan.

IT’S RACE DAY!

Sejak kelas #moto3 , #BritishGP ini memang udah seruuuuuu banget! Wah gue nontonnya udah sampe jejeritan saking serunya gak kelar-kelar. Iya, sayang banget gak bisa ditayangkan…pdhal kelas #moto3 ini bener-bener menegangkan.

Beralih ke #moto2 , wah ini sih banyak juga dramanya. Yang paling bikin gue baper sik pas insiden Zarco dan Lowes. Kasian banget Lowes yang tampil impresif bahkan sejak kualifikasi harus DNF akibat manuver aneh Zarco yang akhirnya diganjar dengan penalti 30 second.

Nih dia nih… kelas #motoGP . Ketegangan sudah dimulai bahkan sesaat setelah race dimulai. di turn 2 terjadi insiden antara Loris Baz dan Pol Espargaro yang menyebabkan race harus di red flag. Alhamdulillah baik Baz dan Espargaro tidak cedera serius akibat kecelakaan ini. Sebelum red flag dikibarkan, Viñales memang sudah terlihat beda hari itu. Dia langsung melesat & memimpin sampai akhirnya race harus dihentikan dan di-start ulang.

Bahkan saat race di-start ulang pun, Viñales kembali melesat. Kayanya memang hari itu dia punya sesuatu yang ‘beda’. Lap demi lap yang diisi dengan overtaking yang dahsyat dari Rossi, Iannone, Crutchlow, Marquez….ah pokoknya seru banget sampe tegang banget nontonnya. Rossi dan Marquez lagi2 telibat duel seru, ngotot sih..but it was a fair fight. Crutchlow pun menghadapi fight yang tidak kalah sengit dengan Rossi dan Marquez. Tapi Crutchlow memang hebat banget hari itu, overtake nya WARBIYASAK!

Akhirnya #BritishGP ini melahirkan juara baru yaitu Maverick Viñales. Davide Brivio yang sepanjang race tampak tegang keliatan lega dan senang sekali. Iyalah… udah lama banget kan Suzuki gak menang. Terakhir adalah tahun 2007 bersama Vermuelen.


Yang menarik perhatian gue dari #BritishGP kali ini adalah bukan soal peraihan poin di klasemen. Kalo itu kan kalian juga udah tau, Marquez masih mempimpin dan Rossi ada di posisi kedua. Kalo gak salah ya, sampai seri ini ada 7 juara berbeda deh…ya gak? Rossi, Lorenzo, Marquez, Miller, Iannone, Crutchlow, Viñales pernah merasakan ada di podium tertinggi di musim 2016 ini. Sepertinya regulasi baru yang diterapkan DORNA seperti ECU yang distandarisasi membuahkan hasil—> #motoGP jadi lebih kompetitif.
Oya..satu hal lagi yang bikin race di Silverstone minggu lalu jadi makin menarik adalah…karena kita bisa liat sisi Marquez yang familiar. Itu loh… agresif dan nekat. Secara sampe sempet keluar track pas pepet2an sama Rossi kan? Marquez yang di musim ini tampil lbh matang dan sabar kayanya ikutan kebawa agresivitas rider lain yang race nya udah kaya race #moto3 waktu di Silverstone . Tapi gue sukaaa liatnyaaaa!

Next race : Misano, San Marino. Pastikan kalian nonton di Trans7 ya. Akan ada yang spesial banget!

FLIP Burger

Pertanyaan yang banyak diajukan ke Afit, Agam & gue pas di opening FLIP Burger 17 Agustus 2016 lalu adalah :

Kenapa Burger?

Ya kenapa enggak? Sebetulnya niatan bikin tempat jualan burger ini udah digodok sama Afit dan Agam kurang lebih sejak 2 tahun lalu. Lama ye? Nah tapi burger yang kaya apa sih? Kan burger juga bukan makanan baru. Yang jualan juga banyak. Jadi apa selling point FLIP?


Coba diamati deh. Selama ini burger yang sudah ada di pasaran tuh gimana sih? Yang harganya terjangkau biasanya ya dibuat dengan bahan baku yang sudah beredar di pasaran. Dagingnya ya biasanya pasti pakai yang frozen, burger bun nya juga pakai yang produksi masal. Tinggal bisa-bisanya si penjual mencari kekhasan dari burger miliknya supaya beda dari yang lain.

Ada juga burger yang kastanya tinggi. Patty nya dibuat dari daging berkualitas tinggi, burger bun nya pun dibuat khusus, sayuran yang melengkapi burgernya pun biasanya mahal. Secara tampilan pokoknya cantik banget lah. Harganya tentu saja lebih tinggi dibanding burger pada umumnya.

Afit dan Agam mengambil jalan tengahnya. Kenapa juga gak bikin burger yang serius tapi harganya lebih terjangkau. Artian serius di sini adalah :

  • Beef patty nya dibuat sendiri dengan menggunakan daging segar. Tidak menggunakan patty yang sudah jadi & frozen. Hal ini bisa dibuktikan saat kamu mengigit burgernya, daging tersebut akan langsung ‘mencar’ di dalam mulut. Karena FLIP memang tidak menggunakan jenis pengikat apapun dan tidak menggunakan bahan pengawet. Oh dan informasi penting nih, bahwa semua daging sapi dan bahan baku yang digunakan di FLIP Burger insyaAllah HALAL.
  • Freshly baked burger buns! Selain dagingnya yang segar, rotinya pun kita buat sesegar mungkin. Gak sembarang roti juga, tapi dibuat dengan resep khusus hanya untuk FLIP. Pada gigitan pertama, kamu bisa merasakan keempukan roti yang langsung mengantarkan sedikit rasa manis dan buttery ke lidah kamu. Kita mikirin banget juga nih gimana caranya bikin roti yang formulasinya pas supaya pas kena beef patty, rotinya gak jd benyek karena menyerap minyak.
  • Caramalized Onions. Ini juga salah satu faktor KOENTJI di FLIP! Bawang bombay itu menurut kita sih sebetulnya enak banget mau dimakan mentah juga. Makanya ada juga yang menyajikan burger dengan irisan bawang bombay mentah di salah satu lapisannya. Tapi rasa bawang bombay mentah itu untuk beberapa orang terlalu kuat, makanya dibuat caramelized aja. Jadi ada rasa manis gurihnya gitu.
  • Sayur. Hah? sayur? Ini dia nih. Mungkin yang bikin FLIP beda dari yang lain, bukan karena beef patty atau burger bun nya aja sih. Tapi sayurnya. Karena di FLIP, burgernya GAK ADA SAYURNYA! Kenapa? Soalnya dari pengamatan kita selama ini, banyak banget orang yang sebetulnya gak suka kalo di burgernya ada sayur. Tapi malu aja untuk ngaku. Yakan? Yakan? Hahahaha. Jadi ya udah lah…diputuskan bahwa FLIP ini menyajikan ‘honest‘ burger. Burger tanpa penghijauan.

Dengan beberapa komponen yang udah gue ceritakan di atas, kalian tau kan…bahwa memang semuanya perlu proses dalam pembuatannya. Jadi kalo dibilang fast food…hmmm ya gak se-fast itu juga sih, karena memang kalian perlu sedikit menunggu karena burger di FLIP benar-benar disiapkan sesaat setelah kalian order. Kurang lebih kalian menunggu 15 menitan utk bisa menikmati FLIP burger, itu kalo lg ramai lancar ya. Tp kalo pas rame banget memang mesti sabar sih, mohon maaf banget ya…karena kasirnya pun cuma 2. Makanya mohon doanya supaya FLIP bisa terus diterima oleh selera org Indonesia khususnya Jakarta utk saat ini, supaya cepet buka outlet lagi. Hehehehe…. Amin.


Harga gimana harga? Dengan segala macem proses pembuatan FLIP Burger yang gue ceritakan td, harganya relatif terjangkau kok. Apalagi dengan kualitas seserius itu. Untuk yang paling besar, sekaligus andalan FLIP—> SMACKER hanya dijual seharga 55k. Untuk Cheese Burger dijual dengan harga 35k (Belum termasuk pajak).

Oke..jadi apa dong yang WAJIB dicoba di FLIP?

Selain SMACKER & cheese burgernya, gue menyarankan untuk coba Fish Burger nya. Ini bener2 favorit gue banget! Adonan tepung yang membungkus ikannya tuh mantep banget! Crunchy minta ampun. 

Fish Burger

FLIP’s Fish Burger


Selain itu kamu juga mesti coba CHICKEN SKIN alias KULIT AYAM GORENG. Ah, ini sih gak usah diceritain. Kalian pandang-pandang aja fotonya nih…. udah kebayang enaknya lah…

FLIP’s Chicken Skin


Satu lagi..di FLIP ini soft drink nya juga FREE REFILL. Ice cream nya juga lho! bayar sekali, abis itu ambil sepuasnya.

FLIP ini juga sistemnya self service. Jadi kita memang tidak ada server. Pemesanan dilakukan sendiri, pick up order dilakukan sendiri, setelah selesai makan diharapkan untuk membuang sendiri sampahnya ke tempat yang disediakan. Eh tapi kalo gak mau ya gak papa, kita sediakan crew khusus untuk membersihkan meja kok. Silakan dicoba loh…FLIP Burger hasil kolaborasi Tukang Daging & Tukang Roti. Semoga cocok dengan selera kamu.

The Burger Dudes


Come to Jalan Senopati no.27 & join the FLIP side.

Follow FLIP on instagram : instagram.com/flipburger_id

Setinggi Plafon

Minggu lalu gue mendapat kesempatan untuk jd moderator di acara Astra Start Up Challenge.Bertempat di Galeri Indonesia WOW, acara ini dipenuhi oleh banyak calon pengusaha muda. Eh ada yg udah punya usaha juga sih. Bertemu dengan teman-teman dari Astra, gue mendapat informasi bahwa mereka punya kegiatan yang namanya Satu Indonesia. Kegiatan ini mencari pengusaha-pengusaha muda yang gak hanya kreatif tapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitarnya. Gue seperti biasa seneng banget dengerin cerita seperti itu karena jd bikin tambah semangat juga. 

Talkshow hari itu menghadirkan 3 narasumber : 

Dea Valencia, founder Batik Kultur yang mengawali usahanya dgn menjual batik lawasan milik ibunya. Saat ini produk Batik Kultur milik Dea sudah berhasil menembus pasar internasional & hebatnya lagi dia mempekerjakan saudara2 kita yang difabel. 

Jayadi Setiabudi atau yang dikenal dgn JayaYea. Gue sih ingetnya dia penulis buku “The Power of Kepepet”. Mungkin banyak yang belum tahu, asal muasal Holycow! lahir itu salah satu ‘kompor’ nya adalah karena Afit baca buku ini. Mas Jaya juga mendirikan YukBisnis.com & Young Entrepreneurs Academy. Selama talkshow ada banyak insight yang gue ambil, gimana skrg ini sebaiknya bersaing dgn strategi mengadu business model. Ah pokoknya banyak deh…

Faishal Arifin. Pengusaha perhiasaan perak dr Malang ini cukup unik. Memulai usahanya dgn kliping dari majalah bekas, skrg sudah punya binaan yg cukup banyak. Jd beliau bisa dikategorikan sebagai sociopreneur, karena usahanya membawa dampak luar biasa utk org lain. Produknya pun sudah memasuki pasar internasional juga. Filosofi bisnisnya juga unik sih, dia bilang :

Jangan gantungkan cita2 setinggi langit, susah sampainya. Setinggi plafon aja, kan tinggal ambil tangga sampai deh plafon.

Gue menginterpretasikan filosofinya seperti ini : pasang target sesuai dgn kemampuan & gunakan apa yang kita punya skrg. Jangan terlalu banyak mengawang-awang. Ini juga yang Afit & gue lakukan dalam menjalankan usaha. Ringkes & implementatif. 

Seneng banget rasanya ketemu dgn 3 narasumber yang inspiratif ini. Iya, setiap gue ketemu dgn siapapun, pasti ada banyak ilmu dan semangat yang bisa tertularkan. Buat yg punya usaha atau mau memulai usaha, ayo banyak2 lah menjalin network…ketemu dgn banyak orang. Bukan hanya mencari tambahan inspirasi tapi siapa tahu bisa menjalin kolaborasi. 

Is It Over?

Gimana reaksi kalian setelah nonton race #GermanGP di Sachsenring kemarin?

Dari hasil pantauan yang gue liat di mention-an twitter dan instagram sih, banyak fans #VR46 yang kecewa, gemas,kesal..gara2nya? ya karena seperti yang kalian lihat sendiri kemarin Rossi tidak mengikuti instruksi tim yang memintanya segera masuk box untuk mengganti motornya. Keputusan Rossi inilah yang dinilai banyak orang sebagai penyebab dia gagal (lagi) menuai 25 poin di seri ini. Sementara fans nya #MM93 nampaknya semakin yakin bahwa rider idolanya ini akan jadi jadi juara  (lagi) dunia musim ini. Dengan gap poin yang sangat jauh, rasanya gak salah-salah banget kalau banyak yang yakin titel juara dunia #motoGP 2016 ini sudah dalam genggaman Marquez.

Sudah dalam genggaman, tapi bukan berarti sudah jadi milik Marquez loh ya. Hahahaha..

Ya..masih ada 9 race lagi yang tersisa di musim ini. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Gimana gue melihat keadaan ini? Oke..gue akan coba menuliskan pemikiran gue seobyektif mungkin dengan melihat data & situasi yang ada sekarang ya. Here we go..

Posisi klasemen sekarang ini adalah sebagai berikut :


Marquez memimpin klasemen sementara dengan poin yang cukup signifikan : 170 poin. 2 rider yang membayanginya adalah Lorenzo & Rossi. Nah sekarang gue mau membagi pengamatan gue tentang 3 rider ini sejak awal musim 2016. Mereka bertiga ini ada perubahan strategi dan emosi loh, paling tidak itu yang terlihat di mata gue.
Sebelum musim ini dimulai, Lorenzo sang Juara Dunia 2015 terlihat sekali punya determinasi tinggi untuk bisa mempertahankan gelarnya di musim ini. Di seri awal dia memang terlihat garang seperti biasa, race tanpa cela..sempurna bahkan di setiap sesi free practice sekalipun. Mungkin puncak kepercayaan dirinya adalah saat dia menang di Mugello, di saat yang bersamaan Rossi mengalami technical DNF. Tapi semuanya seperti berbalik setelah . Justru di ‘rumahnya’ sendiri Lorenzo harus mengalami nasib sial karena terlibat insiden dengan Ianonne yang berujung DNF. Lanjut race di Assen yang berlangsung di bawah guyuran hujan, di sini Lorenzo pun juga tidak segarang biasanya. Pindah ke Sanchsenring yang memang bukan track favoritnya, Lorenzo mengalami banyak kesulitan bahkan sejak FP1 lanjut crash sampai kedua kalinya saat kualifikasi. Lorenzo seperti sedikit kehilangan kepercayaan dirinya.

Rossi nih…hmm…gue mikir, The Doctor ini pasti masih baper lah soal 2015 lalu. Tapi sepertinya dia merubah emosinya itu ke hal yg lbh positif & produktis yairu dgn memasang target utk jd  juara dunia untuk yang ke 10 kalinya. Kalau target ini udah kesampean kayanya dia akan lebih santai, bisa jadi malah mungkin siap-siap pensiun. Keseriusan berburu gelar ini didukung dengan hadirnya Luca Cadalora yang menjadi performance coach untuk The Doctor. Penampilannya di Catalunya menjadi pertanda bahwa “The Doctor still got the moves” ! Fight nya dengan Marquez benar-benar memukau. Seakan membalas DNF nya di Mugello, di CatalanGP kali ini Rossi jadi juara. Di sini gue yakin kalo perburuan gelar juara dunia musim ini akan ketat sekali. Eh tapi kok…di Assen, Rossi malah DNF yang menyebabkan hilangnya poin. Lanjut di Sachsenring yang flag to flag race, Rossi pun gagal finish di podium yang lagi-lagi tidak mendulang poin signifikan untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara.

Nah..Marquez! Rider yang satu ini, di awal musim terlihat agresif seperti biasa. Bahkan sampai seri Catalunya pun gue melihatnya begitu. Banyak jurnalis yang sudah menuliskan bahwa sebetulnya Marquez tahun ini terlihat lebih matang secara emosi dan strategi. Dia akan lebih berkonsentrasi untuk meraih poin di setiap seri, tidak akan memaksakan untuk menang jika resikonya terlalu besar apalagi kalau sampai ada resiko DNF. Ternyata memang benar. Salah satu buktinya adalah, saat race di Assen lalu. Marquez tidak memaksakan diri mengejar Miller yang sudah unggul. Apalagi Rossi sudah DNF, jadi Marquez tidak memaksakan diri. Lagipula Miller pun bukan kontender kuatnya di perebutan gelar juara dunia. Di sini terlihat Marquez memang melihat target besarnya adalah untuk meraih poin, bukan hanya memenangi satu seri aja. Begitu pula saat race di Sachsenring. Gue kagum luar biasa sama kematangan strategi tim Honda Repsol dan Marquez. Saat tertinggal jauh dan merasa kesempatan menangnya sudah sangat minimal, justru di saat itulah Marquez dan timnya memutuskan untuk bertaruh dengan mengganti motor, hasilnya memang manis sekali..Marquez berhasil menang untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut di sirkuit ini. Untuk rider dengan usia semuda Marquez, menurut gue dia luar biasa banget sih. Kematangan emosi dan strateginya itu yang mesti diwaspadai pesaingnya.

Seperti yang Matteo bilang, rider yang sudah merasa unggul (dalam hal ini Marquez) tentu tidak punya beban. Apalagi poinnya jauh banget gini. Karakter rider seperti Marquez ini, saat dia unggul tentu bukan berarti dia akan santai dan males-malesan ya, justru dia akan lebih santai di tiap race. Santai artinya dia akan balapan dengan lebih maksimal. Tentu tugas lebih berat ada di pundak Lorenzo dan Rossi yang sepertinya akan merasa terbebani untuk harus bisa tampil sempurna di sisa 10 race yang ada demi mendulang poin dan mengikis ketertinggalan poin dari Marquez…sukur2 bisa mengungguli.

Di atas kertas, Marquez punya kans lebih besar untuk jadi juara dunia tahun ini. Tapi Lorenzo dan Rossi bukanlah rider kemarin sore yang mentalnya gampang melempem setelah serangkaian kegagalan yang dialami. So it is definitely far from over. Masih ada 9 race lagi di mana kita bisa menyaksikan kehebatan para rider motoGP tahun ini, terutama dari 3 rider yang gue tulis ini. Kesimpulan postingan ini? motoGP season 2016 is definitely one the season you don’t want to miss. Be sure to watch every series with your eyes open. 

See you on the next race : Red Bull Ring, Austria. August 14th 2016.